Seorang gadis cantik bernama Freya Oktavia. gadis cantik yang memiliki sifat tidak bisa diam, usil, Kepo. Tiba-tiba jiwanya bertransmigrasi menjadi pemeran figuran, seorang istri pertama mafia dingin, kejam dan berkuasa bernama kay leroy. Sang figuran dinikahi kay leroy, karena kesalahan informasi. Kay leroy yang mencinta kekasihnya bernama ivana pemeran utama wanita, akhirnya menikahinya dan menjadikannya istri kedua. pernikahan keduanya membuat kay seakan-akan tidak perduli kepada istri pertamanya, yang tak lain seorang figuran bernama freya.
Bagaimana kah kisah freya, menggantikan jiwa figuran istri pertama yang memiliki nama sama, wajah yang sama dengannya, memiliki sifat pendiam dan suka berpakaian norak. Penasaran kan teman-teman ayo baca novel ku😁😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obsesi Kay Yang mulai Tumbuh Terhadap Freya.
Kay mencekik leher jenjang ivana, tanpa peringatan, tangan yang dulu selalu membelai kini menyergap, mencengkram leher ivana dengan kemarahan yang meluap. Tatapan yang dulu penuh binar dan kasih, kini menggelap, menyisakan bara kebencian yang menghanguskan. Di bawah temaram lampu ruangan, pria itu berdiri kaku, napasnya memburu dengan ritme yang menyakitkan. Setiap kata manis yang pernah ivana ucapkan, kini terasa seperti pisau yang menguliti harga dirinya secara perlahan.
"Hmmm, sepertinya kamu mau bermain-main dengan ku ivana? apa kamu lupa siapa aku dulunya ivana?" Bisik-nya dengan nada lembut namun tajam dan mengancam.
Ruangan kerja itu mendadak sesak oleh aura membunuh kay. Amarahnya meledak menghancurkan sisa-sisa memori manis yang pernah ada.
"Berapa kali lagi kamu ingin membodohi ku ivana? Menjebak mu dengan tubuh mu." Geramnya dengan nada tertahan.
Cengkeraman itu kian mengencang seiring memori penjebakan yang di lakukan berkali-kali.
Ivana mulai ter-batuk dan wajahnya memucat. Jemarinya mencakar lengan kokoh kay demi mencari sedikit udara. Napasnya tersengal, hanya menyisakan suara parau yang tertahan di tenggorokan.
"Matanya benar-benar berbeda, mata seorang kay mafia yang dulu pertama kali aku temui, dingin dan kejam. Tidak, aku sudah sejauh ini, dan dia sudah terjerat dengan kelicikan ku, aku tidak boleh mati." Batinnya berbisik bertahan.
Tiba-tiba oscar masuk, oscar terkejut melihat kay mencengkram leher ivana dengan sangat kencang, dan mata kay berubah seperti dulu, mafia kejam dan dingin.
Tepat sebelum kesadaran ivana menghilang, Oscar segera berlari dan menahan lengan kay. "Tuan muda kay, cukup! Anda bisa membunuhnya!" teriak oscar, sambil berusaha kuat melepaskan kaitan jemari kay yang sudah mengeras seperti baja.
Butuh tenaga ekstra bagi oscar untuk menarik mundur kay yang sudah gelap mata, hingga cengkeramannya terlepas, membiarkan ivana jatuh tersungkur sambil menghirup udara dengan rakus.
Bruk.. Ivana tersungkur.
Tanpa kay sadari ada dua orang yang melihat kejadian itu, tatapannya tajam dan sinis.
Sedangkan di ruang kerja alex.
Di meja kaca di hadapan freya kini di penuhi aroma menggoda dari berbagai hidangan. Mulai dari cemilan kesukaan freya hingga kudapan mewah yang sengaja alex pesan, untuk memastikan freya tidak punya alasan untuk melangkah keluar dari ruangannya.
Mata freya berbinar-binar melihat makanan mewah yang banyak yang pastinya ada makanan kesukaannya, tetapi ada makanan mewah yang dia belum pernah rasakan.
Alex belum menurunkan freya dari pangkuannya. "Sayang, mana ciumannya, hmmm?" Tanyanya dengan nada sangat lembut dan mata penuh posesif.
Waja freya bersemu merah. "Aku kan sudah bilang kak, aku belum pernah berciuman, aku bingung menciumnya yang bagaimana?" Tanyanya dengan nada malu.
Alex mengecup bibir freya karena gemas. "Coba saja sayang, nanti aku ajarkan. Hmmm." Ucapnya dengan nada santai dan tenang.
Wajah freya tambah memerah. Dia tahu, jika alex tidak di cium, maka dia akan terus di ganggu dan bibirnya pun tidak berhenti di kecup olehnya. Freya mendekatkan wajahnya ke wajah alex, lalu menempelkan bibirnya. tetapi alex langsung merespon memegang tengkuk freya kembali, memejamkan matanya dan melumat bibir freya kembali, bibir yang terasa manis dan candu.
Hisapan, lumat dan sesap terus dilakukan alex, hingga freya kehabisan napas alex melepaskannya.
Freya terengah-engah. "Gila, Alex posesif sekali ya? Dia mengecup dan mencium bibir ku terus. Seandainya aku bercerai dan menikah dengannya, bisa lecet bibir ku ini di cium, lumat dan hisap seperti ini. Ini saja sudah bengkak, nanti pasti bela akan menggodaku." Batinnya berbisik.
Alex mengelus bibir freya. "Sayang, perusahan kay aku buat krisis. Dan dengan begitu kay tidak akan konsentrasi dan teliti ketika menandatangani berkas-berkas apapun itu, dan kamu tahu kekuasaan ku. Membuat aku dengan mudah mendapatkannya." Jawabannya dengan nada santai. "Sayang, aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu, kamu makanlah hidangan ini." Lanjutnya kembali mengecup bibir freya dan menurunkan freya di sofa.
Freya menganggukkan kepalanya. Alex langsung duduk di kursi kerja kekuasaannya. Sedangkan freya tidak menyia-nyiakan makanan tersebut. Dia langsung melahapnya dengan sangat antusias.
Alex duduk bersandar, namun perhatiannya tidak tertuju pada tumpukan berkas di hadapannya, tatapannya terkunci rapat pada sang kekasih yang sedang menikmati hidangan itu dengan sangat antusias. Ada kilatan yang tidak biasa di mata-nya, sebuah binar posesif yang dalam dan tajam, seolah dia sedang menandai wilayah kekuasaannya.
"Kay, freya milikku, tidak akan aku biarkan kamu menyentuhnya sedikit saja." Bisik-nya pelan hampir tidak terdengar.
Tiba-tiba ponsel freya berbunyi tanda panggilan masuk. Freya menatap layar ponselnya terdapat nama bella. Freya menekan icon berwarna hijau.
"Hello freya?" Sapa bella dengan nada khawatir.
Freya mengernyitkan keningnya, mendengar suara bella yang terdengar panik. "Ada apa bella? Apa ada masalah?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
"Freya, kita harus segera pulang, aku sudah ada di lobby perusaan tuan muda alex, aku akan menjemputmu. Tadi kedua orang tuamu menelpon aku, kita di suruh pulang secepatnya. Aku takut mereka akan menyakiti kamu lagi freya." Jawabnya dengan nada terdengar sangat khawatir.
"Kamu tidak perlu khawatir bella, aku akan menghadapi mereka." Jawabnya dengan nada santainya.
Alex mendengar percakapan freya di telpon, dia langsung menghentikan pekerjaannya. Melangkah menuju freya.
"Sayang, besarkan volume speakernya." Perintahnya mutlak duduk di samping alex.
Freya membesarkan volume speakernya. "Freya, mereka itu kejam terhadap mu, waktu itu kamu di cambuk dan di kurung di mansion mereka hingga kamu hampir tewas. Freya aku tidak mau kamu kenapa-kenapa, aku tidak mau kamu di cambuk mereka." Jawabnya dengan nada khawatir.
Rahang alex langsung mengeras. Matanya sangat tajam dan aura membunuhnya keluar begitu besar. Membuat freya yang ada didekatnya merinding.
Di ruangan kay, dua orang paruh baya duduk dengan wajah dingin. "Hmmm, kenapa cucuku? Apa kamu telah melihat topeng aslinya?" Tanyanya dengan nada dingin. Perlihatkan video yang kamu ributkan itu." Lanjut seorang Kakek dengan wajah dinginnya.
"Kakek, nenek, lebih baik kalian tidak usah ikut campur urusan rumah tangga ku." Jawabnya dengan nada tenang namun dingin.
Pria paruh baya dan wanita paruh baya itu menatap kay tajam. "Tentu kamu akan ikut campur, karena menikahnya kamu dengan freya ada ikut campur tangan kami, kakek tidak akan basa-basi lagi. Kami datang ke sini ingin memerintahkan kamu untuk menceraikan freya. Lepaskan dia, kami sudah menerima keinginan kamu untuk menikahi ivana, karena itu sekarang saatnya lepaskan dia." Ucapnya dengan nada dingin.
Deg..
Kay tersenyum menyeringai. Matanya berkilat tajam dan dingin. Kakek alfonso dan nenek briana terkejut dengan reaksi kay, berbeda dari kay sebelumnya.
"Aku tidak akan melepaskannya sampai kapan pun, dia milikku, apa yang sudah menjadi milikku tidak akan aku lepaskan." Jawabnya dengan kilatan mata obsesi.
Tatapan kakek alfonso sangat tajam. "Kay, kamu sudah berjanji kepada kami. Jika kamu menikahi ivana, kamu akan menceraikan freya istrimu. Mana janjimu sebagai laki-laki." Jawab kakek Alfonso. "Kamu tahu kay, freya sendiri yang datang kepada kami setelah kamu menikahi ivana, dia meminta bantuan kami agar kamu menceraikannya." Jawab kakek alfonso geram.
"Aku tidak pernah berjanji, waktu itu aku bilang kepadamu, jika aku tidak mencintainya aku berjanji akan menceraikannya bukan, bukankah itu ucapan ku kakek. Dan sekarang aku telah mencintainya, aku tidak akan pernah melepaskannya." Jawabnya dengan nada tajam dan aura dinginnya.
ditunggu undangan married nya ya alex & freya /Chuckle/
si kay(maaf kalau salah nama) bakal tau kapan ya' kalau udah cerai sama fl Badas kita. jadi berkhayal taunya pas diajak married sama alex seru tuh, si kay malah dateng ke pesta pernikahan nya bareng si cabe (kan katanya kalau ada acara pesta atau apa yang diajak si cabe) 🤭
nah ini aku selama ini kalo baca tuh susah inget nama, gara gara re read aku berusaha hafalin nih namanya
ini typo ga sih kak? harusnya alex, jadinya axel. lumayan banyak typo nama axel nya kak, ada apa dengan axel? 🤭🙏