NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!

Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.

Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.

Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.

Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.

tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.

mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.

CINTA TERLARANG

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 melihat dengan dekat

Nyonya Laura menghela nafas berat sambil menatap wajah sang cucu satu satunya dengan dalam.

Ia ingat...

Wajah itu dulu penuh dengan senyuman dan keceriaan,

namun semua itu seolah sirna begitu saja dari wajah tampan Bryan setelah kematian Juliana sang mama.

Apalagi kematian sang mama Bryan tahu karena sang papa yang berselingkuh.

" cobalah mengenal cinta sayang....tidak semua cinta itu buruk seperti cerita cinta mami dan papimu.

Lihatlah cinta nenek dan kakek...kami terus bersama dan saling mencintai hingga maut memisahkan kami " nyonya Laura menasehati sang cucu.

Bryan hanya diam tak bergeming, dia masih setia dengan posisinya yakni berjongkok di hadapan sang nenek.

Namun tatapan matanya menunduk ke arah sepasang tangan keriput yang ada di genggamannya itu kini.

Sampai akhirnya Xyra datang dengan membawa tasbih atau manik manik yang di rangkai yang tadi di minta oleh nyonya Laura kepadanya.

" ini tasbih yang nyonya minta nyonya...." ucap Xyra sopan dan lembut kepada nyonya Laura sembari mengulurkan tasbih yang ia pegang kepada sang majikan.

Mendengar suara yang terasa asing di telinganya Bryan mendongak.

Segera netranya menangkap sosok wanita yang sempat menjadi pusat perhatiannya tadi ketika ia menuruni anak tangga dan ketika ia mendekat kepada sang nenek.

Wajah ayu dan sederhana, pakaian panjang dan nampak longgar berwarna kuning matang di lengkapi dengan hijab panjang menjuntai ke bawah berwarna hitam menghiasi penampilan sosok itu.

Netra Bryan tak berkedip menatap sosok perawat sang nenek itu.

Xyra yang sadar sedang di perhatikan oleh seorang pria yang ia tidak tahu siapa itu seketika menundukkan kepalanya dalam.

" dia Xyxi...perawat nenek " nyonya Laura mengenalkan Xyra kepada Bryan yang masih betah menatap Xyra.

" dan Xyxi...dia cucuku satu satunya...Bryan " nyonya Laura ganti mengenalkan Bryan kepada Xyra.

Xyra yang masih berdiri di belakang kursi roda nyonya Laura beralih menghadap Bryan dengan masih menunduk.

" selamat pagi tuan muda...." sapa Xyra kemudian.

Dan seolah baru tersadar, Bryan bangkit sambil berdehem tanpa membalas sapaan Xyra.

Bryan memang terkenal sombong, angkuh dan dingin.

Ia terkesan selalu menjaga jarak dengan siapapun khususnya wanita.

Hingga ia terkenal sebagai cowok gay di kalangan komunitasnya sesama pebisnis muda. Namun tidak ada yang berani mengungkapkan rumor itu secara terang terangan di hadapan Bryan.

Mereka hanya berani membicarakan Bryan di belakang laki laki itu.

" ekhem..." Bryan berdehem sambil kemudian melangkah ke belakang kursi roda sang nenek dan membuat posisinya menjadi dekat dengan Xyra.

Xyra yang terlambat menyadari tergagap,

Dengan cepat ia segera menggeser tubuhnya untuk menjauh.

Bryan hanya melirik sejenak kepada Xyra yang menggeser tubuhnya menjauh dari Bryan.

" nenek...temani aku sarapan " ajak Bryan

" hemmm ayo, kebetulan nenek juga belum sarapan " jawab nyonya Laura.

Bryan kemudian mendorong kursi roda sang nenek masuk ke dalam vila dan langsung menuju ke meja makan.

Xyra ikut melangkah di belakang Bryan yang tengah mendorong kursi roda nyonya Laura.

Udara di meja makan terasa sangat segar, hal itu karena udara pagi yang sejuk dan segar dengan sinar matahari yang hangat masuk ke dalam ruangan itu.

Dinding kaca yang membentang luas sebagai pemisah antara ruang makan yang menyatu dengan ruang tengah dengan teras samping kiri dengan sebuah taman mini nampak membiaskan cahaya hangat matahari.

Dan pintu lebar yang juga terbuat dari kaca nampak terbuka lebar sehingga udara pagi yang segar benar benar masuk ke dalam ruangan itu dan membuat ruangan itu turut terasa segar.

Di ambang pintu, nampak pak Luka kepala pelayan nyonya Laura sejak dulu nampak berdiri dan sempat menunduk hormat melihat kehadiran nyonya Laura bersama Bryan.

Di sisi meja makan nampak seorang wanita paruh baya berdiri di sana.

" pagi nyonya...tuan muda..." sapa wanita baya berpakaian kebaya khas jawa itu.

Dia adalah juru masak khusus sang nenek.

Bryan memanggilnya bu Murti.

Semua orang yang turut tinggal di vila ini bersama nyonya Laura adalah orang orang kepercayaan kakek Bryan sejak muda dulu.

Mereke terkenal sangat loyal kepada keluarga Yu hingga tidak ada satupun dari tiga orang kepercayaan tuan Yu yang menikah.

Dan mereka sangat di hormati oleh orang orang baru yang baru bekerja atau masuk ke dalam lingkaran keluarga Yu khususnya di lingkungan kerja termasuk Xyra.

Mereka mendedikasikan hidup mereka kepada mendiang kakek Bryan yakni tuan Liam Ming Yu. Hingga meski tuan Yu telah tiada, mereka tetap setia mengikuti kemanapun nyonya Laura pergi.

Hingga ke Vila ini.

" pagi Murti..." jawab nyonya Laura sambil tersenyum.

Sementara Bryan hanya menganggukkan kepalanya.

Bryan membantu sang nenek pindah ke kursi meja makan kemudian ia duduk di hadapan sang nenek.

Sedangkan Xyra berdiri agak kebelakang di belakang nyonya Laura.

" silahkan nyonya....

panggang kalkun yang nyonya minta kemaren " bu Murti mempersilahkan sekaligus menunjukkan olahan kalkun buatanya.

" hemm...kelihatannya sangat lezat " ucap nyonya Laura.

" Xyxi...." iya memanggil Xyra.

" ya nyonya " jawab Xyra sembari melangkah mendekat kepada nyonya Laura.

" tolong kau layani cucuku...ambilkan apa yang dia minta " ucap nyonya Laura.

Xyra terkejut mendengar perintah sang majikan itu.

Pasalnya...

Sejak tadi ia sadar, laki laki di hadapan nyonya Laura itu terus saja menatapnya.

Sebuah tatapan yang menurut Xyra sangat mengerikan dan menakutkan.

" baik nyonya..."

Jawab Xyra kemudian dengan mati matian menahan rasa takutnya.

Apalah daya, Ia hanya pelayan.

Apakah ia punya hak untuk menolak ?!

Jawabnya tentu tidak....

Xyra mendekat ke arah Bryan yang saat ini sedang duduk.

" permisi tuan muda....maaf....piringnya " ucap Xyra dengan menahan takut.

Bryan menyerahkan piringnya yang masih tengkurap di hadapannya kepada Xyra dengan netranya yang terus menatap wajah wanita itu.

Sekuat tenaga Xyra mencoba menenangkan dirinya.

Sementara nyonya Laura sudah mulai menyuap makanannya dengan di layani bu Murti.

" sudah...cukup " ucap Bryan menghentikan gerakan Xyra yang masih akan menambah makakan ke piringnya.

" baik tuan muda... " jawab Xyra sambil kemudian ia meletakkan piring Bryan di hadapan Bryan. Tak lupa ia mengisi gelas kosong di hadapan laki laki itu dengan air putih.

Lagi lagi Bryan memperhatikan Xyra, namun kali ini ia hanya melirik saja.

Pasalnya ia sempat mencium aroma wangi menguar dari tubuh Xyra ketika wanita itu dalam posisi sedikit membungkuk mengisi gelasnya dengan air putih tadi.

Kening Bryan berkerut, ia merasa aneh dengan dirinya.

Biasanya ia akan merasa risih dan sangat enggan berdekatan dengan seorang wanita.

Tapi ini....

Apa yang terjadi....

Kenapa ia tak merasa risih sama sekali dengan perawat sang nenek itu.

Jarak keduanya tadi cukup dekat bukan....

" Ada apa Bryan ?! " tanya sang nenek ketika ia melihat Bryan seperti sedang berpikir keras.

" tidak apa apa nek...." jawab Bryan dengan ekor mata mengikuti pergerakan Xyra yang menjauh darinya dan kembali berdiri di belakang sang nenek.

Ada sesuatu yang terasa entah Brya rasakan melihat hal itu.

Rasanya seperti rasa tak terima jika wanita itu memilih menjauh darinya.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘺
shinta
waduh degdegan nih, dimana mereka akan bertemu, rumah sakit atau di pertemuan perusahaan. ahhhh kak Thara, gantung kita kayak jemuran iniiihhh
Widia Aldiev
jika Bryan ketemu baby Syakil jangan di persulit ya kak Tara 🙏🙏
Widia Aldiev
ayo Bryan selangkah lagi kamu bakal ketemu anak kamu ❤️❤️❤️
Titin Rosediana
wah.. nanggung bnyk up donkzz❤️❤️❤️🙏🙏🤭
nur hayati
makin seru
Widia Aldiev
ayo Bryan sedikit lagi kamu akan bertemu benihmu yg kini tumbuh menjadi Batuta yg tampan seperti kamu,semoga mereka bertemu di rumah sakit ❤️❤️❤️ g sabar nunggu nanti siang 🔥🔥
novi💜💜
berjuang bry,,,, ada bocil juga yg harus di perjuangin tuh
shinta
sepertinya perjuangan Bryan akan dimulai😍😍😍😍
novi💜💜
waaah suasana desa tempt tinggal xyra mengingatkanku di desa saat masa kecil thor, disana juga pada garap lahan milik perhutani di tanami jagung, ketela padi dan banyak lainnya.banyak tengkulak datng kesana untuk beli hasil panennya.tetep semangat thor
novi💜💜: aku orang jawa tengah ka, desa masa kecil persis banget kayak yg d cerita kaka ini
total 2 replies
Susanti
suka
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘺𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢🤔
Widia Aldiev
takdir benang merah masih terikat antara Xyra dan Bryan kalau sudah terhubung sejauh apapun Xyra berlari maka benang merah itu yg akan menuntun ya Kembali pada Bryan...yg buruk akan Tuhan singkirkan dan yg baik akan Tuhan dekatkan..karena semua sudah ada pada garis masing-masing ❤️❤️❤️
Siti Nurhasanah
aduuuhh...takdir oh takdir
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
shinta
bukankah itu perusahaan Bryan??
indy
senangnya Xyra sudah sukses. darah bisnis keluarganya mengalir deras pada xyra
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Siti Nurhasanah
benar. uang dari Yari berhasil membangun harga firi dan kehormatan Xyra. Semangat Xyra.
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘
khitara: makasih kakak🙏
total 1 replies
shinta
Xyra tetaplah kuat.... semoga Klian cepat dipertemukan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!