NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!

Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.

Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.

Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.

Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.

tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.

mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.

CINTA TERLARANG

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 melihat dengan dekat

Nyonya Laura menghela nafas berat sambil menatap wajah sang cucu satu satunya dengan dalam.

Ia ingat...

Wajah itu dulu penuh dengan senyuman dan keceriaan,

namun semua itu seolah sirna begitu saja dari wajah tampan Bryan setelah kematian Juliana sang mama.

Apalagi kematian sang mama Bryan tahu karena sang papa yang berselingkuh.

" cobalah mengenal cinta sayang....tidak semua cinta itu buruk seperti cerita cinta mami dan papimu.

Lihatlah cinta nenek dan kakek...kami terus bersama dan saling mencintai hingga maut memisahkan kami " nyonya Laura menasehati sang cucu.

Bryan hanya diam tak bergeming, dia masih setia dengan posisinya yakni berjongkok di hadapan sang nenek.

Namun tatapan matanya menunduk ke arah sepasang tangan keriput yang ada di genggamannya itu kini.

Sampai akhirnya Xyra datang dengan membawa tasbih atau manik manik yang di rangkai yang tadi di minta oleh nyonya Laura kepadanya.

" ini tasbih yang nyonya minta nyonya...." ucap Xyra sopan dan lembut kepada nyonya Laura sembari mengulurkan tasbih yang ia pegang kepada sang majikan.

Mendengar suara yang terasa asing di telinganya Bryan mendongak.

Segera netranya menangkap sosok wanita yang sempat menjadi pusat perhatiannya tadi ketika ia menuruni anak tangga dan ketika ia mendekat kepada sang nenek.

Wajah ayu dan sederhana, pakaian panjang dan nampak longgar berwarna kuning matang di lengkapi dengan hijab panjang menjuntai ke bawah berwarna hitam menghiasi penampilan sosok itu.

Netra Bryan tak berkedip menatap sosok perawat sang nenek itu.

Xyra yang sadar sedang di perhatikan oleh seorang pria yang ia tidak tahu siapa itu seketika menundukkan kepalanya dalam.

" dia Xyxi...perawat nenek " nyonya Laura mengenalkan Xyra kepada Bryan yang masih betah menatap Xyra.

" dan Xyxi...dia cucuku satu satunya...Bryan " nyonya Laura ganti mengenalkan Bryan kepada Xyra.

Xyra yang masih berdiri di belakang kursi roda nyonya Laura beralih menghadap Bryan dengan masih menunduk.

" selamat pagi tuan muda...." sapa Xyra kemudian.

Dan seolah baru tersadar, Bryan bangkit sambil berdehem tanpa membalas sapaan Xyra.

Bryan memang terkenal sombong, angkuh dan dingin.

Ia terkesan selalu menjaga jarak dengan siapapun khususnya wanita.

Hingga ia terkenal sebagai cowok gay di kalangan komunitasnya sesama pebisnis muda. Namun tidak ada yang berani mengungkapkan rumor itu secara terang terangan di hadapan Bryan.

Mereka hanya berani membicarakan Bryan di belakang laki laki itu.

" ekhem..." Bryan berdehem sambil kemudian melangkah ke belakang kursi roda sang nenek dan membuat posisinya menjadi dekat dengan Xyra.

Xyra yang terlambat menyadari tergagap,

Dengan cepat ia segera menggeser tubuhnya untuk menjauh.

Bryan hanya melirik sejenak kepada Xyra yang menggeser tubuhnya menjauh dari Bryan.

" nenek...temani aku sarapan " ajak Bryan

" hemmm ayo, kebetulan nenek juga belum sarapan " jawab nyonya Laura.

Bryan kemudian mendorong kursi roda sang nenek masuk ke dalam vila dan langsung menuju ke meja makan.

Xyra ikut melangkah di belakang Bryan yang tengah mendorong kursi roda nyonya Laura.

Udara di meja makan terasa sangat segar, hal itu karena udara pagi yang sejuk dan segar dengan sinar matahari yang hangat masuk ke dalam ruangan itu.

Dinding kaca yang membentang luas sebagai pemisah antara ruang makan yang menyatu dengan ruang tengah dengan teras samping kiri dengan sebuah taman mini nampak membiaskan cahaya hangat matahari.

Dan pintu lebar yang juga terbuat dari kaca nampak terbuka lebar sehingga udara pagi yang segar benar benar masuk ke dalam ruangan itu dan membuat ruangan itu turut terasa segar.

Di ambang pintu, nampak pak Luka kepala pelayan nyonya Laura sejak dulu nampak berdiri dan sempat menunduk hormat melihat kehadiran nyonya Laura bersama Bryan.

Di sisi meja makan nampak seorang wanita paruh baya berdiri di sana.

" pagi nyonya...tuan muda..." sapa wanita baya berpakaian kebaya khas jawa itu.

Dia adalah juru masak khusus sang nenek.

Bryan memanggilnya bu Murti.

Semua orang yang turut tinggal di vila ini bersama nyonya Laura adalah orang orang kepercayaan kakek Bryan sejak muda dulu.

Mereke terkenal sangat loyal kepada keluarga Yu hingga tidak ada satupun dari tiga orang kepercayaan tuan Yu yang menikah.

Dan mereka sangat di hormati oleh orang orang baru yang baru bekerja atau masuk ke dalam lingkaran keluarga Yu khususnya di lingkungan kerja termasuk Xyra.

Mereka mendedikasikan hidup mereka kepada mendiang kakek Bryan yakni tuan Liam Ming Yu. Hingga meski tuan Yu telah tiada, mereka tetap setia mengikuti kemanapun nyonya Laura pergi.

Hingga ke Vila ini.

" pagi Murti..." jawab nyonya Laura sambil tersenyum.

Sementara Bryan hanya menganggukkan kepalanya.

Bryan membantu sang nenek pindah ke kursi meja makan kemudian ia duduk di hadapan sang nenek.

Sedangkan Xyra berdiri agak kebelakang di belakang nyonya Laura.

" silahkan nyonya....

panggang kalkun yang nyonya minta kemaren " bu Murti mempersilahkan sekaligus menunjukkan olahan kalkun buatanya.

" hemm...kelihatannya sangat lezat " ucap nyonya Laura.

" Xyxi...." iya memanggil Xyra.

" ya nyonya " jawab Xyra sembari melangkah mendekat kepada nyonya Laura.

" tolong kau layani cucuku...ambilkan apa yang dia minta " ucap nyonya Laura.

Xyra terkejut mendengar perintah sang majikan itu.

Pasalnya...

Sejak tadi ia sadar, laki laki di hadapan nyonya Laura itu terus saja menatapnya.

Sebuah tatapan yang menurut Xyra sangat mengerikan dan menakutkan.

" baik nyonya..."

Jawab Xyra kemudian dengan mati matian menahan rasa takutnya.

Apalah daya, Ia hanya pelayan.

Apakah ia punya hak untuk menolak ?!

Jawabnya tentu tidak....

Xyra mendekat ke arah Bryan yang saat ini sedang duduk.

" permisi tuan muda....maaf....piringnya " ucap Xyra dengan menahan takut.

Bryan menyerahkan piringnya yang masih tengkurap di hadapannya kepada Xyra dengan netranya yang terus menatap wajah wanita itu.

Sekuat tenaga Xyra mencoba menenangkan dirinya.

Sementara nyonya Laura sudah mulai menyuap makanannya dengan di layani bu Murti.

" sudah...cukup " ucap Bryan menghentikan gerakan Xyra yang masih akan menambah makakan ke piringnya.

" baik tuan muda... " jawab Xyra sambil kemudian ia meletakkan piring Bryan di hadapan Bryan. Tak lupa ia mengisi gelas kosong di hadapan laki laki itu dengan air putih.

Lagi lagi Bryan memperhatikan Xyra, namun kali ini ia hanya melirik saja.

Pasalnya ia sempat mencium aroma wangi menguar dari tubuh Xyra ketika wanita itu dalam posisi sedikit membungkuk mengisi gelasnya dengan air putih tadi.

Kening Bryan berkerut, ia merasa aneh dengan dirinya.

Biasanya ia akan merasa risih dan sangat enggan berdekatan dengan seorang wanita.

Tapi ini....

Apa yang terjadi....

Kenapa ia tak merasa risih sama sekali dengan perawat sang nenek itu.

Jarak keduanya tadi cukup dekat bukan....

" Ada apa Bryan ?! " tanya sang nenek ketika ia melihat Bryan seperti sedang berpikir keras.

" tidak apa apa nek...." jawab Bryan dengan ekor mata mengikuti pergerakan Xyra yang menjauh darinya dan kembali berdiri di belakang sang nenek.

Ada sesuatu yang terasa entah Brya rasakan melihat hal itu.

Rasanya seperti rasa tak terima jika wanita itu memilih menjauh darinya.

1
Aysah Meta
Gas Bryan..buat Xyra berpisah dari suaminya.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
khitara: pebinor kakak😅😅
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘯𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘶𝘳𝘢👍
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘮 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘵𝘶𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘣𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘯𝘪𝘩
Widia Aldiev
makin mantab nyonya Laura mendukung Bryan asal main bersih 😍😘😘 makasih nenek Laura sayang semoga dengan restumu Bryan dapat segera mendapatkan Xyra..Bryan semangat tuk mendapatkan hati Xyxi 🥳🥳🥰
shinta
gas Bry.... sudah dapet restu nenek, yang bersih mainnya yah!!😍😍
Siti Nurhasanah
siap, Thor, aku cuma bisa kasih kopi ☕
Titin Rosediana
aaa..... Bryan ❤️❤️❤️
shinta
duhhhh, ini saatnya kamu bertindak Bry...... gemesh aku sama mertuanya dan bahkan Yari!!!
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Tuti Tyastuti: 𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳😍
total 3 replies
Aysah Meta
Betul Bryan q mendukung mu..sekalipun itu dosa dan km masuk ke neraka.

Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Widia Aldiev
makin kesini kamu makin nekat Bryan tp entah kenapa q suka kata" mu saat menginginkan Xyra menjadi milikmu q yakin kamu bisa merebut dan membahagiakan Xyra hingga ia lupa bahwa Yari pernah menjadi suaminya 🔥🔥 semangat Bryan buktikan pada dunia bahwa kamu layak merebut dan membahagiakan Xyra di sampingmu
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘺𝘢𝘯🤭
Tuti Tyastuti
𝘨𝘦𝘥𝘦𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘳𝘪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘳𝘶" 𝘣𝘳𝘺
shinta
aku ga bisa ngungkapin perasaan aku saat ini, ikutan campur aduk soalnya, jadi bingung mau bagaimana, tapi tetap saja Xyxi butuh kebahagian juga, Yari, sadar diri dan lepasin Xyra! Bry ... lebih smooth lagi deketin xyranya jangan grasa grusu.... (ehhhh🤭) inget Bry bikin mereka pisah dl, buat keluarga Yari menyesal, dan gas nikahin Xyra!!
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
khitara: makasih...
jadi terharu🙏🙏😘🥺
total 2 replies
Widia Aldiev
kamu terlalu kasar Bryan...q kira kamu akan main halus dan aman g taunya kamu barbar,siap siap aja Xyra makin ilfeel sama kamu 😘😘😘 seorang pangeran tahu gmana cara mendapatkan hati tuan putri..sedang kamu kayak preman pasar 🤣🤣🤣
Widia Aldiev: iya tp kenapa q malah suka 😅🤣 anehkan
total 2 replies
Aysah Meta
idihh..dasar laki² tak tahu di untung,sudah km yg bermasalah..tapi istrimu km jadikan tumbal.

bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
shinta
amit-amit deh lihat tingkah mereka terutama Yaris, nyebelin pisan. Gedeg aku..... duh Bry gimana iniiiiii? kasian Xyxi, ayok kamu harus segera mengambil langkah untuk nyelametin xyra/Sob//Sob/
Aysah Meta
part kedua..udh bikin jedug²
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
Aysah Meta: salah tulis nama lagi Xyra
total 1 replies
novi💜💜
bry kok kasar😌
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.
shinta
tuhhh kan Bry..... jangan buru-buru kayak gt, Xyxi jadinya jengan. pelan-pelan... urus dulu rumah tangga Xyxi dan Yari biar pisah dan cerai, baru kamu dekati lagi dia dengan gencar... huhuhu gereget aku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!