NovelToon NovelToon
Santet 2

Santet 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Horror Thriller-Horror / Mata Batin / Dendam Kesumat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.

Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.

Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Sakit yang aneh

"Jadi gimana keadaan Yuli sekarang?" Tina datang berkunjung ke rumah sang adik karena ingin melihat bagaimana keadaan Yuli.

"Masih seperti itu, Kak." Nando menjawab dengan wajah lesu karena dia juga bingung tidak tahu dengan penyakit sang istri.

"Ya Allah kenapa dia mendadak saja sakit seperti ini dan penyakit dia cukup aneh." Tina berkata dengan hati yang begitu hancur.

"Aku sudah mengunjungi dokter ke sana kemari tapi tetap saja tidak membawa perubahan untuk Yuli." ucap Nando.

"Kamu yang sabar dan ikhlas mengurus istri, jangan pernah berpaling atau meninggalkan dia walau keadaan Yuli semakin bertambah parah." Tina memberi pesan kepada sang adik agar Nando tidak menjauh.

Takut juga di dalam hati Tina bila suatu saat Nando mulai bosan dan meninggalkan Yuli begitu saja karena keadaan Yuli semakin hari justru semakin bertambah parah, sudah melakukan banyak pengobatan tapi ternyata tetap tidak membawa hasil untuk wanita tersebut sehingga sudah pasti rasa lelah ada di dalam diri Nando.

Lelah adalah hal yang wajar bila sedang mengurus orang sakit seperti ini dan terlebih sebagai seorang pria maka sudah pasti di dalam diri Nando ada percikan birahi yang harus di tuntaskan juga, namun disaat seperti ini tentu saja tidak bisa karena Yuli jelas tidak bisa melayani sang suami.

Hal itu juga yang sudah di pikirkan oleh Tina karena dia takut bila Nando malah tergiur dengan wanita lain dan kemudian berselingkuh, sebab usia mereka juga masih muda sehingga sudah pasti hasrat yang ada di dalam diri masih membara dan itu sangat berbahaya bila Nando tidak sanggup menahan hawa nafsu.

Yuli juga tidak tahu sakit karena apa karena mendadak saja dia langsung tumbang seperti itu dan seluruh tubuh penuh dengan koreng serta nanah, dokter mengatakan itu hanya penyakit kulit biasa namun sudah diberi obat serta salep apa saja tetap tidak mempan sehingga Yuli sudah merasa enggan untuk berobat lagi.

Kabar beredar dengan cepat dengan mengatakan bahwa Yuli bisa saja terkena santet karena penyakit itu terlihat begitu aneh, beberapa orang juga mengatakan bahwa rumah yang di huni oleh mereka terlihat tidak bercahaya alias suram sehingga mungkin saja rumah itu membawa penyakit bagi pasangan suami istri yang baru menikah sekitar tujuh tahun itu.

Anak mereka baru satu dan sebenarnya masuk sekolah adalah tahun ini sehingga sudah pasti ada rasa ingin di antar oleh sang Mama juga, namun apa mau di kata karena nasib justru berkata lain sehingga Yuli tidak mungkin bisa mengantar sang anak ke sekolah dengan keadaan yang sangat mengerikan seperti sekarang ini.

"Yuli." Tina duduk di pinggir ranjang sambil sedikit menahan nafas.

"Aku bau, Mbak! jangan terlalu dekat seperti itu." Yuli merasa malu juga.

"Enggak apa apa, nama nya orang sakit maka sudah pasti bau." Tina berusaha untuk menahan tangis yang siap pecah.

"Tolong jaga Deva ya, Mbak." Yuli menitipkan sang anak karena dia memang sama sekali tidak bisa merawat Deva.

"Iya, kamu sudah tidak usah memikirkan itu karena yang perlu kamu pikirkan adalah cepat sembuh." Tina mengangguk dengan hati yang begitu hancur.

"Apa mungkin menurut Mbak aku masih bisa sembuh?" Yuli mulai ragu karena penyakit ini semakin hari justru semakin parah saja.

Tina mengangguk cepat karena dia tidak mungkin mengatakan tidak dengan keadaan Yuli yang seperti itu dia harus tetap memberikan semangat agar Yuli tidak menyerah begitu saja, lagi pula penyakit ini tidak dikatakan sebagai penyakit berbahaya walau sekarang keadaan Yuli bertambah parah namun tetap saja dokter mengatakan ini hanya penyakit kulit biasa.

"Setiap malam tubuh terasa panas seolah terbakar, aku ragu apa mungkin ini bisa sembuh." Yuli berkata dengan mata mulai mengambang.

"Aku yakin pokoknya kamu besok akan sembuh, jadi kamu tidak usah berpikir yang aneh-aneh." Tina meraih tangan sang adik dengan hati-hati.

"Jangan pegang aku, nanti tangan Mbak juga akan berbau." Yuli berusaha menolak karena dia sangat malu dengan keadaan ini.

"Ya Allah apa mungkin dia memang kena santet? bila hanya penyakit kulit biasa tapi kenapa bisa separah ini." Tina berkata di dalam hati.

"Yuli, Kamu tidak usah berpikir yang ruwet seperti itu karena nanti akan menambah masalah untuk kamu!" Nando muncul sambil membawa bubur.

"Tapi keadaan aku semakin hari justru semakin parah, aku tidak yakin kalau ini adalah penyakit kulit." ucap Yuli dengan suara begitu pelan.

"Jadi kamu percaya kalau ini santet!" Nando malah membentak dengan sangat keras sehingga Tina yang sedang duduk saja menjadi begitu kaget.

Mendengar bentakan sang suami maka Yuli jadi terdiam dan tidak berani lagi untuk menangis karena dia merasa mungkin saja Nando sudah lelah mengurus dia sejak dulu hingga sampai saat ini, bukan hanya tenaga saja yang Nando keluarkan tapi juga uang untuk biaya pengobatan ke dokter kulit.

Sudah pasti ada rasa lelah dan juga bosan karena terus mengurus orang sakit seperti ini, sehingga kadangkala Nando memang membentak sang istri dengan nada yang begitu tinggi sehingga membuat Yuli terdiam dan tidak berani lagi untuk membantah ucapan sang suami karena dia memang merasa hanya sebagai beban saja saat ini.

"Nando!" Tina tidak terima walau Yuli adalah seorang adik ipar namun dia tetap saja merasa itu sangat menyakitkan.

"Ya dia itu yang tidak pernah bisa mau diam, aku sudah mengurus seperti ini tapi dia terus saja menambah beban pikiran!" kesal Nando.

"Maafkan aku, Bang." isak Yuli sangat pelan.

"Harus nya kamu sangat berterima kasih karena aku masih mau merawat kamu seperti ini, tapi kamu tidak pernah bisa diam dan terus membuat aku pusing!" bentak Nando dan kemudian dia segera pergi dari dalam kamar untuk menenangkan pikiran.

"Ya Allah Nando!" Tina saja merasa begitu iba dan bingung harus bagaimana saat ini.

"Hiks, Hiks." Yuli menangis pilu dengan keadaan yang begitu buruk.

"Sudah, jangan menangis terus karena nanti akan menambah rumit suasana ya." Tina berusaha membujuk dan dia mengambil bubur yang tadi di buat oleh Nando.

"Bang Nando pasti sangat lelah mengurus aku seperti ini." isak Yuli semakin perih saja.

"Maka nya kalau kamu memang tahu dia sangat lelah jadi sudah jangan berbicara yang macam-macam, terima saja dan nurut apa yang dia katakan ya." Tina berkata lembut.

Yuli mengangguk karena mungkin saja itu adalah keputusan yang tepat dan dia juga tidak mungkin bisa protes, padahal Yuli berkata demikian karena dia merasa tidak enak dan merasa sungkan kepada sang suami yang terus saja mengurus dia seperti itu dengan mengeluarkan tenaga serta uang begitu banyak.

Selamat datang di karya baru Novita Jungkook untuk kesekian kali nya, jangan lupa like dan komen kalian semua, semoga tidak bosan dengan karya othor ini ya besti ku.

1
Ayu Putri
rasakan km Nando,sukurin digampar SM sadewa
Safitra
lanjut kak
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
tse
sayang banget si sendal jepit g ikut masuk, biar dia bisa liat dengan matanya sendiri bahwa apa yang di katakan kakaknya dan anaknya ga bohong, bukan halusinasi doank...
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...
Wanita Aries
hadeh saudara kandung gk beres perkara rebutan laki2 sampe bgtu
Nurr Tika
lanjut thor
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
Nureliya Yajid
lanjut
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
yanti ikhsan
Nabila di bayar lunas,,gak sabar nunggu Nando kena karma juga
cuplis
nabila kalau mati pasti arwahny akan gentayangan
NoviTa jungkook: pergi masuk club kalau hantu kota🤣
total 1 replies
Jeje kwok 12🌹
masuk menunggu purnama and the genk masuk dalam alur cerita ini/Grievance/
Zuhril Witanto
Ica udah bertindak...seenak saja bikin orang sakit...
moerni🍉🍉
😓😓😓cacamarica ...bakal jdi calon teh celup d lembah
moerni🍉🍉: wkkwkkw....
mellehhh
total 3 replies
Sofiana Rosita
siang juga thor,,,💪
NoviTa jungkook: 🥰 🥰 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
greget bgt sama ica marica hehe itu..
neni nuraeni
semoga aja dewa bisa menglhkn setanya
Dyana
blm ktmu purnama dan Arya... hbis ini s nando... nuggu nando kena banting cantik mba pur... 😍😍😍
Safitra
lanjut thor
Haniza Putri
yahhhh kurang seru thorr KLO peran purnama and the geng dikittt
Yani
met siang thor....sini ujan ..enaknya nyemil tahu goreng ÷ sambel kecap sambil baca ceritamu🤭
Tri Handayani
lanjut thoor semakin penasaran😍eh tp knapa thor nando gk diikutkan masuk hutan gaib biar gk ngeyel trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!