Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
" Barang ke empat - tombak penantang langit. "
Tekanan medan perang menyapu aula. Perwakilan keluarga Surya Kencana ( utara ) menawar sekali.. Cukup.
" 3,5 triliun ( tiga koma lima triliun ). "
Tak ada suara lain.
" Tombak jatuh kepada keluarga Surya Kencana. "
Empat barang empat keluarga, seolah keseimbangan telah di bagi adil. Namun..... Pelelang tersenyum tipis.
" Dan kini... Barang ke lima. "
Tirai terakhir terbuka. Sepasang pedang kembar, Yin dan Yang. Terpisah- biasa, bersama - mencabut takdir. Seluruh Aula bergetar. Harga awal di pasang : 100 miliar. Namun tak satu pun menawar. Angka itu.
" Satu triliun ( satu triliun ). "
Suara Adiwijaya menyambar tajam.
" 1.5 triliun ( satu koma lima triliun ). " keluarga Megantara menimpali dingin.
" 2 triliun ( dua triliun ). " Adiwijaya menaikan harga nya tanpa jeda.
" 2,8 triliun ( dua koma delapan triliun) " keluarga Megantara menyusul tatapan nya mengeras.
Kedua keluarga saling menekan.
" 3,4 triliun ( tiga koma empat triliun ) "
" 4 triliun ( empat triliun ) "
Aura saling bertabrakan - Formasi aula berderit.
Beberapa keluarga kelas dua menunduk, ini bukan lagi pelelangan ini perang kehendak.
Lalu.... Sebuah papan terangkat dari wilayah abu - abu
. Topeng putih.
" 5 triliun ( lima triliun ) "
Satu angka, satu suara, Aula kemudian membeku, keluarga Adiwijaya mengepal kan tangan, keluarga Megantara menyipit kan mata. Ke dua nya merasakan hal yang sama, bukan tekanan ranah, melain kan kepastian. Tak ada lanjut tan, kemudian palu Jatuh.
" Sepasang pedang kembar , terjual seharga 5 triliun ( lima triliun ) "
" pemenang : Topeng putih. "
Hening panjang menyelimuti langit hitam. Empat keluarga kelas satu menyadari kebenaran pahit. Mereka memenangkan barang. Namun topeng putih memenangkan arah permainan.
Di balik topeng putih polos itu, Radit berdiri tenang, pedang kembar itu bukan hanya sekedar senjata. Itu adalah kunci, dan malam ini ia baru saja membeli nya dengan harga yang pantas bagi dunia.
Palu pelelangan telah lama jatuh. Namu gema angka lima triliun masih bergaung di setiap telinga yang hadir. Di sudut selatan aula, perwakilan keluarga Adiwijaya berdiri kaku.
Jari - jari nya gemetar, bukan karena takut. Melain kan karena amarah di paksa tunduk.
" lima.... Triliun. " gumam nya pela.
Bagi keluarga Adiwijaya, uang bukan lah masalah. Yang menusuk adalah kehilangan muka. Pedang kembar itu adalah simbol. .. Alat untuk menegaskan dominasi selatan selama satu dekade ke depan.
Namun semua nya di renggut oleh satu sosok ber topeng putih.
" Dia menawar tanpa ragu. " ujar suara seorang tetua tertahan.
" Seolah angka itu tidak berarti apa apa. "
Ketua perwakilan keluarga Adiwijaya menarik napas panjang, memaksa nadi nya tenang.
" Di dalam aula ini. " kata nya pelan.
" Kita kalah. "
Satu kata , berat dan memalukan.
" Tapi di luar aula. " mata nya menyipit.
" .... Permainan belum selesai. "
para tetua keluarga Adiwijaya terdiam. Tidak ada yang menyanggah. Namun tak satu pun berani mengucap rencana selanjut nya.
Mereka tahu, satu langkah salah... Akan berarti perang terbuka . Di sisi timur aula. Suasana nya lebih dingin, namun jauh lebih berbahaya.
Keluarga Megantara, tidak ada meja yang di pukul, tidak ada suara geram, hanya ada kesunyian tajam. Tetua pertama membuka kipas nya perlahan.
" Topeng putih. " kata nya tenang.
" Telah menolak wajah Timur di hadapan empat penjuru. "
" Dan dia melakukan nya. " sambung yang lain.
" Dengan cara yang tidak bisa kita balas malam ini. "
Seorang pemuda Megantara mengertak kan gigi.
" apakah kita biarkan saja ? "
Tatapan para tetua serempak mengarah pada nya.
" Bodoh ! " ujar tetua tertua tanpa emosi.
" Di tempat seperti ini emosi adalah hukuman mati. "
Ia memejam kan mata sejenak.
" Catat satu hal. " lanjut nya.
" Topeng putih tahu nilai pedang itu, dan dia tahu kita tahu. "
Arti nya jelas, itu bukan kemenangan impulsif, melain kan langkah terencana.
" Perintah kan bayangan. " ucap tetua itu akhir nya.
" Bukan untuk menyerang. " Semua orang yang ada di aula terkejut.
" Tetapi untuk mengamati. "
Jika sosok itu berani menggelontor kan lima triliun. Maka kekuatan di belakang nya. . .. Mungkin bukan sesuatu yang bisa di sentuh secara langsung.
Sementara itu, di jalur keluar aula ... Topeng putih melangkah tanpa tergesa. Ia bisa merasakan tatapan dari selatan dan timur menusuk punggung nya.
Namun langkah nya tetap stabil, di balik topeng putih itu Radit tersenyum tipis. Bukan karena menang. Melain kan marena ia tahu malam ini , dua keluarga kelas satu telah belajar menahan amarah.
Dan itu jauh lebih berharga dari pada pedang mana pun. Langit di atas gedung menghitam , tapi belum sepenuh nya sunyi. Ketika angin pembunuh menyapu lorong- lorong bawah tanah.
Swishhhh....!!!
Cahaya formasi pelindung bergetar. Seornag tetua keluarga Suya Kencana langsung ber diri.
" Tidak benar... Formasi ini di aktif kan penuh. "
Seketika itu juga... Ledakan suara memecah malam.
BOOM !!!
Dinding luar lantai robek, dan bayangan hitam berjatuhan seperti hujan. Di dada mereka terukir lambang burung elang bercakar merah.
" FALCON ! "
Teriakan itu menjadi sinyal kehancuran.
" Target tetap ! " suara dingin bergema dari balik topeng hitam.
" Lima benda utama ! Bunuh langsung penghalang. Jangan buang - buang waktu! "
puluhan ahli nela diri Falcon menyebar cepat.
Formasi mereka rapi, jelas sudah berulang kali menyerbu pelelangan rahasia. Para keluarga kelas satu langsung menyambut.
Benturan Aura langsung menyambar dan memenuhi udara.
" BRAAAMMMM....!!!! "
" TANG ... !!! "
" CRAKKKK.....!!!!! "
Darah pertama tumpah , di atas balkon utama, seorang oria berjubah hitam melangkah maju. Aura nya meledak.
Master - tahap akhir.
" Cepat ! " kata nya datar. "
" Keluarga kelas satu saja, tidak perlu memancing keluarga besar. "
ia mengangkat tangan. Empat tim langsung bergerak ke arah brangkas artefak. Namun.... Di jalur samping, seseorang berjalan melawan arus kekacauan.
Topeng putih. Langkah nya tenang, bahkan ketika pedang dan teriakan memenuhi udara.
Seorang anggota Falcon menghalangi jalan nya.
" MENJAUH. . .! "
CRAKKKKK !
Leher nya patah sebelum kalimat selesai. Dua lain nya menyerang bersamaan. Radit menghela napas pelan.
" Jalan ! "
CLANG !!
Sepasang pedang kembar keluar dari sarung nya untuk pertama kali. Yin dan Yang beresonansi. Cahaya hitam - putih berputar seperti pusaran takdir.
SHINGG !
Tiga tubuh terbelah bersih, tidak ada jeritan, hanya suara berjatuhan.
" Dia siapa ?! " salah satu Falcon berteriak panik.
" Tidak tercatat. "
" Ranah nya.... Kacau..! "
Radit melangkah maju. Satu langkah... Satu mayat, tidak ada jurus rumit , tidak ada teriakan. Hanya efisiensi absolut.
Pedang kembar menari memotong titik hidup sebelum niat terbentuk. Pemimpin Falcon akhir nya menoleh, tatapan nya menyipit.
" Topeng putih. " ia merasakan sesuatu yang salah.
" Menjauh dari ku. " perintah nya dingin.
Radit berhenti, jarak nya sepuluh meter. Aura Radit tertahan Grandmaster awal tersembunyi rapat. Namun niat membunuh nya cukup untuk membuat semua udara bergetar.
" Kau bukan target ku. " kata Radit tenang.
" Tapi kau berdiri di jalan ku. "
Pemimpin Falcon tersenyum miring.
" Berani sekali. .. seorang master menant...... "
kalimat itu terputus.
BOOM !!
,
Tanah retak, Radit menghilang, lalu kemudian muncul di belakang nya.
Bersambung.... !!!
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊