NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terlupakan

Gadis Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Romantis / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:808.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Ayla tumbuh sebagai gadis yang terasingkan di rumahnya sendiri. Sejak kecil, kasih sayang kedua orang tuanya lebih banyak tercurah pada sang kakak, Aluna gadis cantik yang selalu dipuja dan dimanjakan. Ayla hanya menjadi bayangan, tak pernah dianggap penting. Luka itu semakin dalam ketika ia harus merelakan cinta pertamanya, Arga, demi kebahagiaan sang kakak.

Tidak tahan dengan rasa sakit yang menjerat, Ayla memilih pergi dari rumah dan meninggalkan segalanya. Lima tahun kemudian, ia kembali ke ibu kota bukan sebagai gadis lemah yang dulu, melainkan sebagai wanita matang dan cerdas. Atas kepercayaan atasannya, Ayla dipercaya mengelola sebuah perusahaan besar.

Pertemuannya kembali dengan masa lalu keluarga yang pernah menyingkirkannya, kakak yang selalu menjadi pusat segalanya, dan lelaki yang dulu ia tinggalkan membuka kembali luka lama. Namun kali ini, Ayla datang bukan untuk menyerah. Ia datang untuk berdiri tegak, membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 SANDIWARA

Suasana mal itu ramai, dipenuhi lampu etalase yang berkilauan dan suara riuh pengunjung. Mommy berjalan di samping Arga dengan langkah elegan, sementara Aluna menggandeng lengan Mommy seperti seorang putri manja yang dimanjakan.

Arga berjalan sedikit di belakang mereka, wajahnya datar. Sebenarnya, ia tak begitu menikmati kegiatan ini. Namun ia memilih diam, karena tak ingin membuat Mommy kecewa.

Di sebuah butik mewah, Aluna mencoba beberapa gaun. Ia keluar dari ruang ganti, berputar manja di depan Mommy.

“Bagaimana, Mom? Cantik, kan?” suaranya riang.

Mommy tersenyum puas. “Cantik sekali, sayang. Memang pantas dipakai untuk calon menantu keluarga Dirgantara.”

Kalimat itu membuat Arga terdiam, napasnya terasa berat. Namun ia tak membantah, hanya memalingkan wajahnya ke arah lain.

Aluna melirik Arga sekilas, senyum penuh arti tersungging di bibirnya." Lihatlah, Alya… aku selalu di sampingnya, diakui keluarganya. Kau tidak akan pernah bisa merebut posisiku." Gumamnya.

Setelah beberapa saat, mereka berjalan ke arah kafe untuk beristirahat. Mommy memesan teh hangat, sementara Aluna hanya duduk sambil memainkan gelas jusnya.

Tiba-tiba, Aluna memegang dadanya dengan wajah pucat. “Mom… Arga… aku… aku pusing…” suaranya bergetar, nyaris pingsan.

Mommy panik seketika, menepuk bahu Aluna. “Aluna! Sayang, kamu kenapa?”

Arga langsung berdiri, wajahnya tegang. “Aluna, tahan sebentar. Aku panggilkan dokter sekarang juga!” Ia meraih ponselnya, bersiap menghubungi rumah sakit.

Namun tangan Aluna menahan lengan Arga. “Ja… jangan… aku hanya… butuh istirahat sebentar…”

Ia menunduk, pura-pura lemah, sementara matanya melirik ke arah Mommy dan benar saja, Mommy terlihat semakin khawatir.

“Oh Tuhan… penyakitmu kambuh lagi, ya? Kenapa tidak bilang pada Mommy sebelumnya?” suara Mommy bergetar. Ia menoleh pada Arga dengan wajah penuh tuntutan. “Arga, kau lihat sendiri, kan? Bagaimana Mommy bisa tenang kalau kamu tidak menjaga Aluna dengan baik?”

Arga terdiam, kebingungan antara rasa iba dan rasa curiga. Namun saat ia melihat Aluna terbaring lemah di kursi, napasnya tersengal, hatinya luluh.

“Baik, Mom,” kata Arga akhirnya. “Aku akan mengantar Aluna pulang. Dia butuh istirahat.”

Senyum samar muncul di sudut bibir Aluna, meski ia cepat menyembunyikannya. Satu langkah lagi… pikirnya. Arga akan semakin terikat padaku. Dan Alya… kau hanya akan jadi bayangan.

...----------------...

Sementara di mal, sandiwara Aluna berjalan mulus dengan wajah pucat dan tubuh yang sengaja ia buat tampak lemah, di apartemennya Alya sedang duduk di ruang kerja pribadi. Gelas anggur merah di tangannya hanya disentuh sedikit, pikirannya melayang pada Arga yang sejak pagi meninggalkannya.

Suara ponselnya bergetar di meja. Alya segera meraihnya, melihat sebuah pesan masuk dari nomor khusus anak buahnya yang memang ia tugaskan untuk memantau setiap gerak-gerik Aluna.

Senyum dingin Alya muncul ketika ia membuka lampiran foto.

Foto pertama memperlihatkan Mommy dan Aluna berjalan beriringan di butik, tertawa bahagia.

Foto kedua menampilkan mereka bertiga duduk di kafe dan di sana jelas terlihat, kepala Aluna bersandar manja di bahu Arga, seolah-olah dunia milik mereka berdua.

Alya menatap lama foto itu, jari-jarinya mengetuk ringan meja kayu di depannya. Hatinya bukan sakit… melainkan semakin kuat dengan bara tekad.

“Pintar sekali kau, Aluna…” gumamnya pelan. “Tapi sayangnya, aku lebih pintar. Dan aku selalu selangkah di depanmu.”

Ia menutup ponselnya, meneguk habis sisa anggur di gelasnya, lalu berdiri dengan aura percaya diri yang semakin kuat.

Kini, bagi Alya, kebersamaan Arga dengan Aluna bukanlah ancaman. Itu hanyalah amunisi bukti yang bisa ia gunakan, celah yang bisa ia jadikan senjata.

Senyum dinginnya mengembang. “Kita lihat, Aluna… seberapa lama kau bisa memainkan sandiwara itu sebelum topengmu kurobek di depan Arga.”

1
maen games
bagi saya, ceritanya menarik tapi hanya sampai bab 7 saja, menjaga martabat dan wibawa, ujungny2a ditidurin sebelum menikah, bab berikutnya paling konflik antar karakter tapi intinya sudah tamat di bab 7
Luphie Phie
anak sam apa Arga nih thor
Luphie Phie
ini mengingatkan ku pada dialog cinta d AAC 2 thor, mleyot aku,,,
Luphie Phie
lah katanya Arga tempat alya bercerita. kok ini mah gak tau sih Thor sifat Aluna dan keluarga gimana,,,
Asiana Tyas
laki2 munafik thor dan nggak ada pendirian...buang aja
Asiana Tyas
ngapain alya pke tidur dg arga thor
Asiana Tyas
laki2 oon
Fitrie Sadewo
good job
Lina Suwanti
dasar maling
Lina Suwanti
nyonya Dirgantara anda yg akan menyesal setelah tau siapa sebenarnya Aluna n orang tuanya yg ternyata hanya seorang pelayan yg berkhianat
Johanah Tata
ternyata Alya murahan ya ampuuun. salah judul author yang terhormat tolong koreksi dong. bener bintang 1
Johanah Tata
cerita tidak sesuai, katanya gadis tangguh sudah berbeda dari yang dulu eh ternyata disini diceritakan menjadi murahan dan menjijiiiiiiiiiiiiiiikaaaaaaaaaaannnn
Johanah Tata
ini heran yang buat cerita masa ujug-ujug langsung tidur bareng tampa ada hubungan asli murah banget, najiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis menjijiiiiiiiiiiiiiiikaaaaaaaaaaannnn ta kira mau dibuat menjadi gadis tangguh lah ini belum apa-apa sudah murahan. penilaian harus bintang 1 kalau seperti ini
Yeni Aprilia
kenapa suka di skip
Neni Mulyani
seruu..thorr💪💪💪
gempi
u
Heny
Ternyata alya anak sultan
Heny
Smg alya dpt sultan dan disayang
Kusmia Mia
Wadhh...harus gitu yaa si alya....ko kesan ny jd dak pnya harga diri dgn menghalalkan segala cr utk.mencapai tujuan......sm aja jual diri dong..m
Neni Mulyani
bagusss😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!