Seorang gadis cantik bernama Freya Oktavia. gadis cantik yang memiliki sifat tidak bisa diam, usil, Kepo. Tiba-tiba jiwanya bertransmigrasi menjadi pemeran figuran, seorang istri pertama mafia dingin, kejam dan berkuasa bernama kay leroy. Sang figuran dinikahi kay leroy, karena kesalahan informasi. Kay leroy yang mencinta kekasihnya bernama ivana pemeran utama wanita, akhirnya menikahinya dan menjadikannya istri kedua. pernikahan keduanya membuat kay seakan-akan tidak perduli kepada istri pertamanya, yang tak lain seorang figuran bernama freya.
Bagaimana kah kisah freya, menggantikan jiwa figuran istri pertama yang memiliki nama sama, wajah yang sama dengannya, memiliki sifat pendiam dan suka berpakaian norak. Penasaran kan teman-teman ayo baca novel ku😁😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Kay
Freya dan bella berada di kamar. Mereka melihat barang-barang yang mereka beli. "Freya, aku dengar tuan muda kay sudah kembali dan sedang berada di ruang tamu." Ucap bella memberitahu.
Freya menatap bella dengan senyuman tipisnya. "Biarkan bella, biarkan dia mengetahui bertapa bobrok istri tercinta dan juga para pelayan setianya." Jawabnya dengan nada santainya. "Aku yakin, dia pasti menarik urat marahnya. Karena aku tahu, kay itu seperti apa, walaupun aku tidak pernah dekat dengannya, tetapi mengkhianati kepercayaan dan dirinya sama saja mengantarkan nyawa." Jawaban dengan nada santainya, mencoba membuka jajanan dan memakannya dengan santai.
Suasana di dalam mansion itu mendadak mencekam, seolah oksigen tersedot habis oleh kay. Lantai marmer mansion itu sedingin es. Namun atmosfer di dalamnya mendidih oleh amarah yang tertahan.
Kay berdiri di tengah aula, dengan aura dingin yang menusuk tulang. Tatapannya yang tajam menyapu barisan dan pengawal yang menunduk gemetar di hadapannya.
"Siapa yang memberikan kalian izin untuk mengabaikan perintah istriku?" Suaranya rendah, namun menggelegar seperti guntur di tengah kesunyian.
Kay berjalan perlahan, suara langkah sepatunya di atas lantai marmer terdengar seperti lonceng kematian. Dia berhenti tepat di depan kepala pengawalnya, lalu mencengkram rahang pria itu dengan kekuatan yang menyakitkan.
"Siapa yang mengajari kalian bahwa martabat di mansion ini, dipilih sesuai selera?" Suaranya tenang namun mengandung ancaman kematian yang nyata.
Lalu dia melangkah, menuju barisan dan pengawal yang tadi berseteru dan tidak menghormati istri pertamanya, dan berhenti tepat di depan mereka.
"Kalian pikir karena aku jarang berbicara dengannya dan bersama dengannya, kalian bisa meludahi martabatnya?" Desisnya pelan di depan sang pengawal, yang tadi menertawakan dan meremehkan freya. pengawal itu berdiri dengan sangat gemetaran. "Istri pertamaku adalah satu-satunya alasan kalian masih bernapas sampai hari ini. Membangkang kepadanya, berarti membangkang kepada ku."
Kay mengeluarkan pistolnya dari balik jas hitamnya. Kilat amarah di matanya menunjukkan bahwa hari ini akan ada darah yang tumpah sebagi peringatan.
"Istri pertama ku adalah nyonya besar disini, dia adalah kehormatan ku. Menghinanya dengan ketidak pedulian kalian, sama saja kalian meludahi wajah ku." Kay menegakkan tubuhnya. Auranya memancarkan otoritas mutlak.
Dor.. Pengawal itu tewas kepalanya di tembak kay. "Mulai saat ini, siapapun yang memalingkan wajah ataupun merendahkan istri pertama ku, tidak akan keluar dari mansion ini dalam keadaan hidup, seperti pria ini."
Kemudian beberapa pelayan yang menghina freya, sampai di pelayan setia istrinya ivana margareta bergetar hebat, melihat para temannya sudah tewas di sampingnya. "Tuan besar maafkan aku." Ucapnya dengan nada bergetar dan menahan air matanya dia bersimpuh memohon ampun.
Ivana mendekati suaminya. "Kak, aku mohon lepaskan dia sekali ini saja." Ucap ivana memegang lengan kay dengan air mata yang mendera.
Kay tidak bergeming, dia tetap tenang menatap margareta yang bersimpuh.
Akhirnya ivana berlutut, di samping suaminya. Jemarinya meremas jas hitam suaminya. "Kak, aku mohon. Dia telah melayani ku bertahun-tahun, di saat kamu menikahi ku dia mengikuti ku dengan setia. Dia hanya melakukan apa yang menurutnya benar. Dia seperti itu untuk melindungi ku." Ucapnya dengan nada di buat sangat sedih.
"Aku yakin, kak kay akan melepaskan margareta. Karena kak kay tidak pernah tahan melihat ku menangis." Batinnya berbisik penuh keyakinan.
"Melindungi mu, bukan berarti dia punya hak untuk mengabaikan perintah istri pertama ku." suaranya rendah, hampir seperti bisikan namun tajam.
Deg..
Ivana terkejut dengan perkataan kay, yang ternyata tidak mengikutinya.
"Kamu keterlaluan kak, kamu pun tidak menghormati ku. Dia pelayan setiaku kak." teriak ivana mencoba mencari simpati kay.
Freya dan bella mendengar suara tebakan pistol. Bella terkejut. "Freya, apa tuan muda mengeksekusi pelayan dan pengawal yang telah menghina kamu?" Tanyanya dengan nada ketakutan.
Freya tersenyum menyeringai. "Tentu, dia seorang mafia, mungkin karena kesibukan dan karena permainan pintar ivana, kay tidak tahu aku selama ini di perlakukan hina. Jadi, sama saja menghinanya." Jawabnya dengan santai.
Deg..
"Tuan muda kay memang sadis ternyata benar-benar sadis." Jawab bella ketakutan. "Lalu, bagaimana nasib margareta? tetapi aku yakin, tuan muda kay melepaskannya." Jawabnya dengan nada yakin.
Freya tersenyum menyeringai.
Sedangkan di ruang tamu.
Kay menatap tajam ivana, dia melepaskan tangan ivana dari lengannya dengan gerakan pelan namun penuh penghinaan. "Di organisasi ku, ketidakpatuhan adalah bibit penghianatan, dan penghianatan adalah eksekusi. Lagi pula dia hanya setia padamu, tetapi dia menghina kehormatan ku dengan merendahkan istri pertama ku."
Dor..
Margaret pun tergeletak tak bernyawa. Ivana sangat terkejut. Bukan terkejut karena merasa kasihan pelayan setianya di eksekusi. Tetapi terkejut karena kay seakan-akan sudah tidak perduli dengannya.
"Aku tidak akan membiarkan suamiku berpaling dariku, aku masih memiliki beribu cara untuk menjeratnya, agar menyayangiku kembali. Freya, kamu belum menang. permainan ini baru di mulai." Batinnya dengan mata penuh kilatan dendam dan kebencian.
Kay melihat tatapan ivana. "Ternyata selama ini aku terlalu sangat bodoh, mempercayai wanita iblis seperti dirinya. Hingga melawan kedua kakek dan nenek ku." Batinnya berbisik penuh sesal.
Bella yang penasaran karena jawaban freya membuat dia tidak percaya, bahwa margareta akan dieksekusi. Bella melihat semua, ternyata ucapan freya benar, bella melihat kejadian margareta di eksekusi dengan jelas. Terlihat tuan mudanya berwajah datar dan dingin. Seakan-akan sudah terbiasa mengeksekusi penjahat.
Bella berlari ke dalam kamar freya. Dia tengah-tengah. "Freya, ternyata benar katamu. tuan muda kay mengeksekusi margareta." Ucapnya dengan nada ketakutan.
Bella mendekati freya. "Freya, kok kamu sudah rapi?? Mau kemana??" Tanyanya dengan nada bingung.
Freya tersenyum tipis. "Mau balapan motor bella, aku harus ngumpulin uang yang banyak. Aku takut, jika aku bercerai dari kay aku tidak dapat warisan. Jadi kita ikut balapan." Jawabnya dengan nada santainya.
"Tetapi kan ada tuan muda kay?" Tanyanya dengan nada bingung.
Freya menatap bella. "Paling dia sudah pergi, mendinginkan otaknya. Dia pergi ke bar atau markasnya." Jawabnya dengan santai.
Bella tersenyum mengembang. "Tunggu aku ya? Aku ganti pakaian dulu, eh lalu motornya?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
"Sebentar lagi datang, motor datang kita langsung berangkat. Jadi, cepatlah kamu ganti pakaian mu bella, yang sama dengan pakaian ku. Oke." Ucapnya dengan nada santainya.
"Oh oke, tunggu aku ya." Ucapnya langsung melangkah keluar kamar untuk mengganti pakaiannya.
Freya menatap dirinya dir cermin. "Hmm, bagaimana ivana. Ini baru awal, aku yakin besok keluarga besarnya pasti datang. Seperti biasanya, memarahi freya asli kadang memukulnya dan lebih parah mencambuk frey. Aku ingin tahu keluarga angkat mu freya, aku akan menghadapinya." Jawabnya tersenyum tipis, senyuman penuh rencana.
ditunggu undangan married nya ya alex & freya /Chuckle/
si kay(maaf kalau salah nama) bakal tau kapan ya' kalau udah cerai sama fl Badas kita. jadi berkhayal taunya pas diajak married sama alex seru tuh, si kay malah dateng ke pesta pernikahan nya bareng si cabe (kan katanya kalau ada acara pesta atau apa yang diajak si cabe) 🤭
nah ini aku selama ini kalo baca tuh susah inget nama, gara gara re read aku berusaha hafalin nih namanya
ini typo ga sih kak? harusnya alex, jadinya axel. lumayan banyak typo nama axel nya kak, ada apa dengan axel? 🤭🙏