Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Debat dengan Nando
"Kalian dari mana malam malam begini dan ini bukan nya mobil Farel?" Nando sudah ada di depan rumah dia.
"Ini dia bocah jahanam itu!" Tina langsung emosi melihat wajah Nando yang tanpa dosa.
"Ini kenapa kok langsung marah begitu, Yudith kenapa juga menangis begini?" Nando ingin mengambil tubuh sang putra.
Walau bisa di katakan bahwa Nando adalah suami yang buruk namun dia terus berusaha untuk menjadi Papa yang baik untuk Yudith, sehingga bila sang anak terlihat sedih sedikit saja maka dia akan langsung mendekati dan bertanya ada apa gerangan pada sang anak dan ini kelihatan sekali bahwa Yudith sedang menangis pilu.
Oleh sebab itu Nando langsung ingin meraih tubuh kecil itu, namun Yudith justru menepis tangan dia secepat mungkin karena bocah kecil ini sudah tau apa yang nama nya kecewa. bahkan Yudith langsung pergi begitu saja dari hadapan Nando, tentu saja pria ini jadi tertegun dan semakin bingung atas apa yang telah terjadi.
Mana wajah Tina juga terlihat sangat emosi sehingga sudah pasti ada sesuatu yang telah terjadi, namun lidah Nando terasa kelu untuk bertanya kepada Tina yang terlihat usia menangis juga, ini pasti ada masalah besar dan Nando sudah bisa menebak akan hal itu hanya saja dia masih tidak tau inti masalah nya.
Sebab rasa nya juga mustahil bila Tina datang malam begini lalu naik mobil Farel bersama dengan Yudith juga, saat Nando mendekat untuk bertanya dengan jelas apa yang sudah terjadi ini, Tina justru semakin emosi dan satu tamparan keras mendarat di wajah pria yang berwajah tampan rupawan ini.
PLAAAAAAK.
"Kakak!" Nando sangat kaget karena di tampar seperti itu.
"Dasar suami tidak berguna, kau pria sialan yang tidak punya iba kepada anak dan istri." teriak Tina.
"Ini ada apa? kenapa Kakak langsung main tampar saja!" Nando juga terlihat emosi.
"Yuli itu sakit dan sudah pasti butuh seseorang untuk menjaga dia, tapi kau malah meninggal kan Yuli hanya dengan Yudith saja." geram Tina.
Nando menarik nafas berat dan sama sekali tidak ada raut bersalah di mata dia, seolah itu semua hanya omong kosong belaka yang tidak perlu untuk di dengarkan sama sekali, padahal jelas di sini adalah salah Nando karena tidak bisa di hubungi saat istri tengah sekarat akibat sesuatu yang tidak bisa di lihat mata biasa.
"Kau tau kalau Yuli itu memang kena santet, anak mu itu yang jadi saksi ini semua!" bentak Tina.
"Masuk kedalam rumah bila ingin bicara ngelantur, aku tidak mau ada orang yang mendengar!" tegas Nando.
"Yang aku katakan ini semua fakta! anak mu melihat tubuh Yuli melayang, dan sekarang Yuli hilang di hutan sana." geram Tina.
"Ini yang kau bilang tidak melantur? kita tidak punya hutan, lagi pula kalian mau kemana sehingga bertemu hutan!" Nando tetap tidak percaya.
"Astaga, bagaimana aku bicara dengan bocah ini." keluh Tina.
Tentu saja Tina merasa pusing sekali untuk menjelaskan kepada Nando tentang apa yang telah terjadi ini, sebab pria itu sama sekali tidak mau mendengar dan tidak percaya sehingga terasa percuma saja untuk di jelaskan dengan sangat detail sekali pun, sebab Nando sudah menganggap bahwa ini semua hanya omong kosong semata.
Seolah dia berbicara hanya membuang tenaga saja karena tidak pernah didengar oleh Nando sendiri, namun memang tidak mau dia tetap harus berbicara karena sekarang keadaan Yuli ada di luar sana bersama dengan Niko dan juga Farel dan tersesat di dalam hutan, yang lebih parah lagi mereka sama sekali tidak mengetahui itu adalah hutan ghaib.
Memang di sekitar sini tidak ada hutan dan wajar saja bila Nando mengatakan bahwa tempat tinggal mereka sama sekali tidak memiliki hutan untuk tersesat, dia tidak melihat sendiri secara langsung sehingga wajar saja merasa tidak yakin dan menganggap Tina hanya berhalusinasi saja.
Padahal apa yang di katakan Tina adalah hal yang benar karena dia dan secara langsung menyaksikan sendiri bagaimana mobil mereka tersesat di dalam hutan dan sekarang Yuli justru menghilang di dalam hutan itu, Farel dan Niko yang sedang berusaha keras untuk mendapatkan Juli kembali karena mereka tidak mungkin meninggalkan dia begitu saja.
"Kak yang waras saja, jangan termakan omongan orang bahwa Yuli memang terkenal santet." Nando berkata pelan.
"Sekarang kau lihat sana ke dalam kamar dan saksikan sendiri bagaimana keadaan kamar itu." suruh Tina karena dia sudah tidak tahu harus berbicara apa.
"Ah dasar kalian saja yang tidak pernah bisa berpikir realistis!" kesal Nando sambil berlari menuju kamar.
"Buka mata mu itu, lihat semua darah yang telah berserakan ini." Tina menyusul dari belakang.
"Darah apa yang sedang kau bicarakan?!" Nando kian emosi ketika masuk ke dalam kamar dia tidak menemukan apa apa.
"Bersih? bagaimana bisa darah itu sudah tidak ada lagi di sini." Tina kaget bukan main di buat nya.
Kamar yang sebelumnya berantakan dan penuh dengan darah karena Yuli yang terluka pada bagian kepala sehingga wajar saja bila mengeluarkan darah begitu banyak, kamu sekarang darah itu sudah tidak ada lagi di sana sehingga membuat Tina kaget dan juga panik menyadari akan hal itu.
"Yudith, apa dia sudah membersihkan nya?" Tina melongo tidak percaya.
"Membersihkan darah membutuhkan waktu yang sangat lama, Yudith tidak mungkin mampu melakukan hanya dalam sekejap mata saja!" geram Nando.
"Kau harus percaya bahwa kami baru saja mengalami hal yang tidak mungkin terjadi, ini bukan hal biasa!" Tina tetap saja keras kepala.
"Sudah cukup! sekarang katakan padaku di mana Yuli?" bentak Nando sudah emosi.
"Aku sudah mengatakan bahwa saat ini Yuli sedang tersesat di dalam hutan bersama dengan Niko dan juga Farel!" Tina membentak tak kalah sangit karena dia ikut emosi.
"Logika mu di mana, jangan bilang kau hanya membuang dia di suatu tempat dan sekarang memulai membuat drama!" tuduh Nando langsung.
"Papa yang jahat, Mama memang terluka dan sekarang Mama di bawa setan." teriak Yudith muncul di ambang pintu.
"Kak, kau lihat itu! kau sudah mempengaruhi pikiran putra ku." bentak Nando begitu kesal sekali sekarang.
Tina tertegun tidak bisa untuk menjawab karena dia juga bingung dengan apa yang telah terjadi ini dan tidak tahu untuk menjelaskan bagaimana keadaan Nando, sebab sudah berusaha untuk dijelaskan walau hanya sedikit saja tapi pria ini tetap tidak mau mendengar dan mengatakan itu semua hanya halusinasi yang tidak berdasar sama sekali.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...