NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"

Bukan karena rupa,tapi caramu membuat senyap menjadi musik"

 

DI RUANG KELAS

Suasana kelas XI IPS 2 penuh kegembiraan dengan berita perkemahan tahunan yang akan segera dilaksanakan. Semua siswa antusias membahas persiapan yang perlu dilakukan – mulai dari barang bawaan hingga aktivitas yang akan dilakukan selama di lokasi perkemahan.

“Wah, akhirnya ada acara seru lagi ya!” ujar Dimas dengan suara ceria sambil menulis daftar barang yang perlu dibawa di buku catatannya. “Kita harus mempersiapkannya dengan baik, Elona. Ini akan jadi kesempatan bagus buat kita untuk lebih mengenal teman-teman baru juga, termasuk Zayla.”

Elona mengangguk dengan senyum lembut sambil mengatur barang yang akan dia bawa. i, aku juga sangat menantikannya. Rasanya sudah lama kita tidak melakukan kegiatan luar sekolah bersama seperti ini.”

Zayla yang duduk di sudut kelas melihat mereka dengan ekspresi yang tampak ramah namun menyembunyikan niat tersembunyi. Dia telah menyusun rencana matang untuk menggunakan kesempatan perkemahan ini untuk menghancurkan citra Elona di mata teman-teman sekelas, terutama di mata Biru yang juga akan ikut sebagai pembimbing muda.

Setelah jam pelajaran selesai, Zayla segera pergi menemui Luna di tempat biasa mereka bertemu – belakang gedung seni yang sepi. Luna sudah menunggu dengan wajah yang penuh senyum puas.

“Semua sudah siap seperti yang kita rencanakan?” tanya Luna dengan suara rendah namun jelas.

“Ya Kak Luna,” jawab Zayla dengan penuh keyakinan. “Aku sudah menyusun semua langkahnya dengan cermat.

Luna mengangguk dengan puas dan memberikan instruksi tambahan. “Pastikan kamu melakukan semuanya dengan cara yang tidak bisa diketahui oleh siapapun, Zayla. Jangan biarkan ada bukti yang bisa menyalahkan kita berdua.”

 

PERJALANAN KE LOKASI PERKEMAHAN

Hari H perkemahan tiba dengan cerah. Para siswa berkumpul di halaman sekolah dengan membawa tas dan perlengkapan masing-masing. Biru datang bersama Kalash sebagai pembimbing muda, mengenakan baju olahraga yang sesuai dengan tema perkemahan.

“Semua sudah siap kan?” tanya Biru kepada seluruh siswa. “Kita akan berangkat dalam beberapa menit lagi, jadi pastikan tidak ada yang ketinggalan barang bawaan ya!”

Elona melihatnya dengan mata yang penuh rasa hormat namun tetap menjaga jarak seperti yang mereka sepakati. Dia hanya memberikan senyum singkat sebelum kembali fokus pada barang bawaan yang dia bawa.

Perjalanan menggunakan bus sekolah berjalan lancar dengan penuh candaan dan nyanyian dari siswa-siswi. Zayla sengaja duduk di dekat Elona dan berusaha tampak ramah, seringkali menawarkan bantuan jika Elona membutuhkannya. Namun di balik itu semua, dia sedang mengamati setiap gerakan dan perkataan Elona untuk mencari kesempatan yang tepat untuk menjalankan rencananya.

“Aku sangat senang bisa ikut perkemahan ini bersama kalian semua,” ujar Zayla dengan senyum manis kepada Elona dan Dimas yang duduk di sebelahnya. “Ini adalah pengalaman pertamaku ikut perkemahan bersama teman-teman sekelas.”

“Kamu pasti akan menyukainya, Zayla,” jawab Dimas dengan ramah. “Kita akan melakukan banyak aktivitas seru seperti memasak bersama, mendaki kecil, dan malam harinya ada acara api unggun lho.”

Sedangkan Elona sedikit khawatir ada apa inih rasanya ada yang aneh dengan sifat Zayla hari in.Bukankah beberapa hari terakhir ini ia tampak memusuhinya.

 

DI LOKASI PERKEMAHAN

Setelah sampai di lokasi perkemahan yang berada di kaki gunung dengan udara yang segar, para siswa segera dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendirikan tenda masing-masing. Elona bersama Rekai, Zayla, dan beberapa teman lain membentuk satu kelompok.

Selama mendirikan tenda, Zayla sengaja membuat beberapa kesalahan kecil dan menyalahkannya pada Elona. “Elona, kamu kan yang bilang kita harus memasang tiang ini seperti ini kan? Kenapa malah tidak kuat dan hampir roboh?” tanya Zayla dengan suara yang cukup keras agar teman-teman lain bisa mendengarnya.

Elona terkejut dan merasa sedikit bingung. “aku tidak bilang begitu, Zayla. Kita sudah sepakat memasangnya dengan cara yang benar bersama-sama.”

Namun Zayla terus mengulangi tuduhannya, membuat beberapa teman sekelas mulai melihat Elona dengan pandangan yang meragukan. Rekai segera datang untuk membela Elona. “Jangan salahkan Elona dong Zayla. Kita semua bekerja sama, jadi kalau ada kesalahan itu adalah tanggung jawab kita bersama.”

Malam harinya, saat semua kelompok sedang memasak makan malam bersama, Zayla sengaja mencampurkan bahan makanan yang salah ke dalam hidangan yang sedang dibuat oleh Elona. Ketika hidangan itu disajikan dan beberapa siswa merasa tidak enak rasanya, Zayla dengan cepat mengatakan bahwa itu karena kesalahan Elona dalam memilih dan mencampur bahan makanan.

“Elona pasti salah mengambil bahan kan?” ujar Zayla dengan nada yang tampak khawatir namun sengaja membuat semua orang mendengarnya. “aku sudah bilang bahwa bahan itu mungkin tidak cocok, tapi kamu tidak mau mendengarkan.”

Elona hanya bisa berdiri dengan wajah yang penuh kebingungan . Dia tidak bisa percaya bahwa semua kesalahan yang terjadi secara tiba-tiba disalahkan padanya. Bahkan beberapa teman yang biasanya dekat dengannya mulai menunjukkan ekspresi yang meragukan.

Di kejauhan, Biru melihat semua kejadian dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran. Dia tahu bahwa Elona bukanlah orang yang ceroboh atau tidak bertanggung jawab seperti yang ditunjukkan. Namun dia juga tidak bisa campur tangan terlalu jauh karena sebagai pembimbing muda, dia harus netral.

Zayla melihatnya dengan senyum tersembunyi. Dia merasa bahwa rencananya sudah mulai berjalan dengan baik dan dalam waktu dekat, semua orang akan melihat Elona seperti yang dia gambarkan – orang yang tidak bisa dipercaya dan tidak layak untuk berada di sekitar Biru. Dan dia siap untuk melanjutkan langkah berikutnya dalam rencana yang telah dia susun bersama Luna..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!