NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Dunia Masa Depan / Mata Batin
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 The Encounter

Dunia Shine selalu terasa seperti film yang diputar terlalu cepat. Baginya, melihat masa lalu seseorang hanya butuh satu mantra singkat, namun harganya sangat mahal: energi hidupnya.

Pagi itu di kediaman mewah keluarga Kim, suasana terasa tenang namun tegang. Shine duduk di meja makan panjang, menatap kosong ke arah cangkir teh kamomilnya. Tiba-tiba, penglihatannya kabur. Sebuah bayangan melintas paksa.

Seorang siswi SMA berseragam lusuh, berdiri di pinggir jembatan Mapo. Air matanya bercampur dengan air hujan. Di bawahnya, arus sungai Han mengalir sangat deras.

"Ugh..." Shine mencengkeram kepalanya. Nafasnya memburu. Mantranya bekerja otomatis tanpa bisa ia cegah. Kekuatannya menyedot sisa energinya hingga ia merasa seolah jiwanya ditarik keluar dari pori-pori kulitnya.

"Shine! Hei, lihat aku!"

Suara berat itu milik Jin. Sang CEO yang biasanya selalu terlihat tenang dan berwibawa itu kini berlutut di samping kursi Shine dengan wajah pucat pasi. Ia segera merengkuh adiknya ke dalam pelukan erat, mencoba mentransfer energi hangatnya.

"Namjoon! Ambilkan obat penenang dari ruang kerja Suga!" teriak Jin pada RM, pengawal pribadi mereka yang selalu berdiri seperti bayangan di sudut ruangan.

Tak lama, Suga muncul dengan jas putih dokternya. Matanya yang tajam menatap Shine dengan cemas. "Dia menggunakan energinya lagi tanpa izin, Hyung. Denyut nadinya melemah." Suga langsung mengambil tangan Shine yang lain, memijat titik sarafnya dengan ahli.

"Maaf... kak..." bisik Shine lirih. Tubuhnya terasa seperti kapas yang basah. Sangat berat.

"Jangan minta maaf. Cukup jangan lakukan itu lagi," ucap Suga dingin, meski tangannya gemetar karena takut kehilangan adiknya. "Kita adalah satu-satunya sumber energimu, Shine. Jangan membuangnya untuk orang asing."

Beberapa jam kemudian, setelah energinya sedikit stabil berkat pelukan Jin dan Suga, Shine merasa sesak. Ia merasa terkekang di dalam rumah yang lebih mirip benteng itu.

"RM-ssi, antarkan aku keluar. Hanya sebentar. Aku butuh menghirup udara yang tidak berbau obat," pinta Shine saat Jin dan Suga sedang sibuk dengan rapat darurat.

RM, sang pengawal raksasa yang punya hati lembut untuk Shine, menghela nafas. "Hanya tiga puluh menit, Nona. Jika Tuan Jin tahu, kepalaku akan menjadi hiasan di mejanya."

Mereka pergi ke pusat kota. Mobil berhenti di depan sebuah restoran kecil namun elegan dengan papan nama "Euphoria". Aroma basil, bawang putih yang ditumis, dan mentega panas tercium hingga ke trotoar.

Begitu Shine melangkah masuk, bel pintu berdentang.

Di balik meja konter, seorang pria dengan celemek hitam dan lengan baju yang tergulung menampakkan tato estetik di lengannya sedang menoleh. Dia adalah Jeon Jungkook.

Jungkook membeku. Sendok perak yang ia pegang terjatuh ke lantai. Selama bertahun-tahun, ia memimpikan seorang gadis dengan mata sebiru samudera namun penuh luka. Ia tidak pernah tahu namanya, tapi ia mengenali auranya.

"Dia..." gumam Jungkook pelan. Jantungnya berdegup sangat kencang, seolah ada magnet yang menariknya.

Langkah Shine terhenti. Kepalanya kembali berdenyut, tapi kali ini bukan karena penglihatan buruk. Ia merasa seperti menemukan oase di tengah gurun pasir. Pria di depannya itu... auranya sangat terang. Begitu hangat, begitu penuh.

"Nona? Anda baik-baik saja?" RM bertanya saat melihat Shine terhuyung.

Tubuh Shine ambruk. Namun, sebelum RM bisa menangkapnya, Jungkook sudah melompat melewati konter dengan gerakan kilat. Ia menangkap tubuh Shine tepat sebelum menyentuh lantai.

Begitu kulit mereka bersentuhan, sebuah gelombang listrik yang sangat kuat mengalir di antara keduanya.

Zzzzzzt!

Shine menghirup aroma maskulin bercampur wangi basil dari leher Jungkook. Tiba-tiba, rasa sakit di kepalanya hilang total. Warna kembali ke pipinya secara instan. Energinya yang tadi kosong, mendadak melonjak penuh—bahkan lebih penuh dari yang pernah diberikan Jin dan Suga selama ini.

Shine mendongak, menatap mata bulat Jungkook yang penuh kekhawatiran dan... rasa cinta yang mendalam.

"Kau..." bisik Shine lirih.

"Akhirnya," jawab Jungkook dengan suara rendah yang menenangkan, "aku menemukanmu, My Oracle."

Jungkook tidak melepaskan pelukannya. Justru ia mendekap Shine semakin erat, posesif, seolah-olah ia sudah menunggu momen ini selama seribu tahun. Di pintu masuk, RM sudah mengeluarkan ponselnya untuk melapor pada Jin, menyadari bahwa hidup mereka semua baru saja berubah selamanya.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!