NovelToon NovelToon
Dicerai Saat Mengandung

Dicerai Saat Mengandung

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Niat hati merayakan ulangtahun pernikahan kedua dengan kejutan manis, Cakra justru dihantam kenyataan pahit. Di dalam apartemen mereka, ia menemukan Hana terlelap dalam pelukan sepupunya sendiri. Tanpa tahu bahwa ini adalah jebakan licik sang ibu mertua yang tak pernah merestui mereka, Cakra terbakar api cemburu.
Malam itu juga, tanpa ruang untuk penjelasan, talak dijatuhkan. Hana hancur. Di balik kehancuran itu, ia menyimpan rahasia besar: sebuah kabar kehamilan yang baru saja ingin ia sampaikan sebagai hadiah anniversary mereka.
Tahun-tahun berlalu, Hana bangkit dan berjuang membesarkan putra mereka sendirian. Namun, waktu adalah saksi yang paling jujur. Akankah kebenaran tentang rencana jahat sang ibu mertua akhirnya terungkap? Dan saat penyesalan mulai menghujam Cakra, mampukah Hana memaafkan pria yang lebih memilih percaya pada amarah daripada cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cakra yang nekat dan Hana yang menggila

Dari kejauhan, di dalam mobilnya yang terparkir di seberang gedung Global Energi, Cakra menyaksikan pemandangan yang menghancurkan harga dirinya. Petugas keamanan membawa tumpukan anggrek bulan yang ia pilih dengan penuh harapan, lalu mencampakkannya ke tempat sampah lobi.

Amarah dan rasa tidak terima membakar dadanya. Tanpa pikir panjang, ia turun dari mobil. Cakra tahu jika lewat lobi utama, ia pasti akan dicegat oleh protokol keamanan yang ketat. Maka, ia memilih jalur gila, yakni tangga darurat.

Cakra menaiki anak tangga satu per satu dengan langkah lebar. Napasnya mulai memburu, namun pikirannya hanya tertuju pada satu nama. "Apakah si brengsek Tama telah membuatmu menutup hati untukku, Hana?" gerutunya di antara deru napas yang tersengal.

"Aku tahu betul betapa kamu sangat mencintaiku dulu... Aku memang bodoh karena tidak peka saat kau ditindas ibuku. Tapi kali ini, aku tidak akan melepaskan mu. Kau harus menjadi milikku lagi!"

Di lantai sepuluh. Cakra mendorong pintu besi itu perlahan. Beruntung, koridor sedang sepi karena Indah sedang sibuk di ruang rapat. Di saat yang bersamaan, Hana membuka pintu ruangannya, berniat menyusul Indah.

"Mas Cakr...!"

Belum sempat Hana menyelesaikan panggilannya, Cakra bergerak secepat kilat. Ia membekap mulut Hana dan mendorong tubuh wanita itu kembali masuk ke dalam ruangan, lalu mengunci pintu dari dalam.

Hana gemetar hebat. Sorot mata Cakra yang biasanya dingin kini tampak liar dan penuh obsesi yang menakutkan. Tanpa kata, Cakra merengkuh tubuh Hana. Rasa rindu yang ia bendung selama enam tahun meledak dalam tindakan impulsif yang kasar. Ia mencium Hana secara paksa, mengabaikan rontaan dan air mata yang mulai mengalir di pipi wanita itu.

"Lepas Mas, lepas! Aku sudah bukan lagi istrimu!" teriak Hana setelah berhasil memalingkan wajah, suaranya parau karena isak tangis.

Cakra justru semakin kalap. Ia mengunci kedua pergelangan tangan Hana di atas kepala dan menghimpit tubuh mungil itu ke dinding dingin. Hana menangis sejadinya, merasa terhina dan dilecehkan oleh pria yang dulu sangat ia muliakan.

Melihat kehancuran di wajah Hana, kesadaran Cakra seolah tersiram air es. Ia melepaskan cengkeramannya dan mundur dua langkah dengan napas tersengal.

"Maaf... Maafkan aku Hana, aku keluar kendali!" ucap Cakra dengan nada menyesal yang terlambat.

Hana mengatur napasnya yang sesak. Ia membetulkan hijabnya yang berantakan dengan tangan gemetar. Lipstik di bibirnya tersapu kasar, menciptakan gurat merah yang berantakan di wajahnya yang pucat. Ia menatap Cakra dengan tatapan paling dingin yang pernah ada.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipi kanan Cakra, meninggalkan bekas kemerahan yang kentara.

"Aku benci padamu, sangat benci! Pergi dari sini!" bentak Hana dengan suara melengking yang pecah.

Cakra terpaku. Perih di pipinya tak sebanding dengan perih melihat tatapan benci di mata Hana. Tanpa berkata-kata lagi, ia berbalik dan keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai, mengusap pipinya yang terasa panas.

Tepat saat Cakra keluar, Indah melintas membawa berkas. Ia terbelalak melihat CEO Ardiwinata Group keluar dari ruangan atasannya dengan wajah berantakan. Indah segera berlari masuk ke dalam.

"Bu Hana! Ya Tuhan, Ibu kenapa?" pekik Indah melihat kondisi Hana yang berantakan di pojok ruangan.

Hana tidak menjawab, ia hanya merosot ke lantai dan memeluk lututnya, menangis tersedu-sedu di balik meja kebesarannya. Keamanan yang ia bangun selama enam tahun seolah runtuh dalam sekejap oleh tindakan kasar Cakra.

Pertemuan yang seharusnya berlangsung siang itu dibatalkan secara sepihak. Hana merasa jiwanya kosong, sementara tubuhnya menggigil meski pendingin ruangan sudah dimatikan. Ia memutuskan untuk pulang lebih awal, meninggalkan kantor dengan langkah gontai dan wajah yang masih menyisakan trauma.

.

.

Di kediaman Sutoyo, Pak Sutoyo baru saja tiba setelah bermain golf. Ia mengernyitkan kening saat melihat mobil Hana sudah terparkir di garasi. Saat ia masuk, ia melihat Hana berjalan cepat menaiki tangga tanpa menyapa, langsung mengunci diri di kamar.

Tak lama, Indah datang mengantarkan beberapa berkas yang tertinggal. Pak Sutoyo langsung menghadangnya di ruang tamu.

"Indah, ada apa dengan Hana? Kenapa wajahnya pucat sekali dan dia pulang lebih awal?" tanya Pak Sutoyo dengan nada menuntut.

Indah sempat ragu, namun ia tahu Pak Sutoyo berhak tahu. "Tuan... tadi Tuan Cakra menyelinap masuk ke ruangan Ibu lewat tangga darurat. Saya melihat Tuan Cakra keluar dengan wajah merah bekas tamparan, dan saat saya masuk, Ibu Hana sedang menangis dalam keadaan berantakan."

Brak!

Pak Sutoyo memukul meja jati di depannya. "Kurang ajar! Apa yang sudah si brengsek itu lakukan terhadap putriku? Dia pikir dia masih punya hak? Dia masuk ke sana seperti pencuri!"

Di dalam kamarnya yang gelap, Hana meringkuk di atas tempat tidur. Ia mengirim pesan singkat kepada Tama, meminta pria itu menjemput El di sekolah karena ia tidak sanggup bertemu siapa pun saat ini. Beruntung, Tama baru saja selesai piket sejak semalam di Mabes Polri dan langsung meluncur memenuhi permintaan Hana.

Bayangan ciuman paksa Cakra terus menghantui pikirannya, membuatnya merasa mual sekaligus marah. Hana bangkit, menatap pantulan dirinya di cermin rias. Ia menghapus sisa lipstik yang berantakan dengan kasar.

"Aku tidak bisa diam begini saja. Aku harus membalasnya," gumam Hana dengan suara rendah yang tajam. Matanya yang sembap kini berubah menjadi dingin dan penuh ambisi balas dendam. "Mas Cakra pantas mendapatkan semua ini. Penderitaanku selama enam tahun harus terbayarkan oleh rasa sakit yang sebentar lagi akan ia rasakan!"

Ia tersenyum menyeringai. Sebuah rencana ekstrem mulai terbentuk di kepalanya, sesuatu yang akan menghancurkan ego Ardiwinata selamanya.

Malam pun tiba. El Barack sudah masuk ke kamarnya, pura-pura tidur namun sebenarnya sibuk berbisik dengan smartwatch-nya, menceritakan pada Cakra bahwa Bundanya tampak sakit hari ini.

Cakra pun terdiam, ia merasa bersalah dan menyesal karena telah bertindak bodoh.

Sementara itu, di balkon yang menghadap taman belakang, Hana duduk bersama Tama. Suasana sunyi, hanya ada suara jangkrik dan embusan angin malam. Hana menceritakan detail kejadian di kantor tadi pagi.

Tama mengepalkan kedua tangannya hingga buku jarinya memutih. "Ini sudah tidak bisa diampuni lagi! Pria brengsek itu sudah lancang menyentuhmu yang sudah bukan lagi miliknya!" Dada Tama serasa terbakar. Sebagai polisi dan sebagai pria yang mencintai Hana dalam diam, ia merasa gagal melindungi wanita itu.

"Oleh sebab itu Mas, kita lanjutkan rencana kita selanjutnya," ucap Hana tenang, terlalu tenang hingga membuat Tama waspada.

Tama mengernyitkan keningnya. "Rencana apalagi, Han?"

"Kita akan menikah secepatnya, Mas!"

"Apa? Menikah?" Tama terperanjat, matanya membelalak tak percaya. "Kau... kau tidak salah dengan keputusan gila mu ini?"

"Tidak, Mas. Toh kita tidak memiliki ikatan darah, kan? Lagian Mas Tama sudah berjanji akan membantuku!" Hana menatap Tama dengan penuh permohonan sekaligus tekad.

Tama menghela napas panjang. Jantungnya berdegup kencang antara rasa senang karena ia memang mencintai Hana, namun juga bingung. Menikah dengan adik tirinya sendiri, meski tidak sedarah, akan menjadi skandal dan dianggap tak beradab oleh norma masyarakat.

Namun, sebelum Tama sempat menjawab, sebuah suara berat menginterupsi dari arah pintu balkon.

"Lakukan."

Hana dan Tama tersentak. Mereka menoleh berbarengan dan mendapati Pak Sutoyo berdiri di sana dengan wajah yang sangat serius.

"Papah!" ucap keduanya serentak.

Pak Sutoyo melangkah maju ke arah mereka. "Papah sudah mendengar semuanya. Jika itu satu-satunya cara untuk membentengi Hana dari gangguan Cakra dan memberikan El perlindungan hukum yang kuat, maka Papah merestui kalian. Menikahlah, dan biarkan dunia tahu bahwa Hana sudah memiliki pelindung yang jauh lebih baik daripada seorang Ardiwinata."

Bersambung...

1
neny
iya bener,,ini satu2 nya cara biar cakra tdk seenak nya sendiri,,itu bukan cinta,,tp obsesi,,klau cinta harus sabar menunggu maaf dr hana,,bkn mlaah melecehkan,,cinta dan benci beda nya tipis,,cakra berharap hana masih mencintai nya,tanpa sadar bahwa dia yg menorehkan luka yg paling dalam,,pengen tau apa yg dilakukan cakra klau hana menikah dng tama,,semangat akak💪😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak, yang namanya cinta itu tidak akan pernah menyakiti dan memaksakan kehendak
total 1 replies
Teh Euis Tea
gara2 nenek lampir sm lasmini nih jd tambah kacau🤭
Darti abdullah
luar biasa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
lah kan nikah jg..
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Aghitsna Agis
dengN pasal oekecehan bisa duadukan kepolisi dan el kasih tahu apa yg tetjafi sebenarnya kenapa bundanya membeci ayah cakra biar ngerti el dari oada trs jetemu secara betsrmbunyi dan jgn sampai hana marah keleoasan trs jam tangannya segera ganti
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap kak 👍
total 1 replies
Ariany Sudjana
Cakra kamu ini bodoh yah? Hana itu bukan istri kamu lagi, kamu sudah melecehkan Hana, kalau sudah seperti ini, jangan salahkan pak Sutoyo akan membalas kamu dengna keras. kok ga ada yang sadar sih, El-barack komunikasi tiap hari dengan Cakra lewat smart watch?
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: belum ketahuan kak
total 1 replies
neny
tuh kan,,cinta itu bs berubah menjadi kebencian yg sangat besar,,penasaran,,pembalasan sakit hati apa yg akan di berikan hana kpd cakra,,lanjut akak💪😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😊
total 1 replies
Dziyan
otak nya mak lampir bisa di keluarin aja ga sih thor, biar ga ada ide jahat melulu.. percuma punya otak klo isi nya unfaedah semua😒
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: nunggu insaf dulu kak 😊
total 1 replies
Ariany Sudjana
harus dibinasakan duo nenek lampir ga tau diri itu
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak🤣
total 1 replies
Patrick Khan
nenek lampir itu mw nya opo se.. aneh bgt gk jelas😒😒🔥🔪🔪🔪🔪
Patrick Khan: hahahaah🤣
total 4 replies
Patrick Khan
😖😖😖😖😖😖😖el hanya ingin ortunya utuh .. pikiran masih bocah.. sedangkan ortu nya dgn egonya sendiri2 karna terluka.. dah lah manut kak othor aja
Teh Euis Tea
menjelang bulan suci romadhon maaf lahir bathin ya thor sy suka becanda klu komen
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: sama kak, mohon maaf lahir dan batin juga 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
el masih ingat kak rose ya.. pasti kak Ros jg nunggu km tumben gk ke warnet😁
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: kejauhan warnetnya kak 🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
terlambat Cokro 🤣🤣Hana wes kaborrrrrrrr🤣
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betoolll 🤣🤣
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Nar Sih
dasar duo lampir gk ada capek,jdi org jht ,semagatt hana💪
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: semangat 💪💪
total 1 replies
Nar Sih
ngk usah berandai andai cakra penyesal mu sdh ngk berguna😂
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Yen
kalau situasinya begini jg bingung yah mau berpihak pada siapa smoga saja semuanya bisa baik baik saja kalau pun Tidka bisa bersama lagi setidaknya El bisa mendapatkan sosok ayah nya dan Hanna bisa hidup bahagia tanpa takut Cakra membawa El
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak 👍
total 1 replies
Sunaryati
Berjuanglah Putramu sayang kamu kamu dulu terlalu bodoh, menurut kata ibumu. Tugaskan beberapa orang untuk mengawasi ibumu, jangan sampai mencelakai putramu. Ny yang sombong kau kira mudah membawa El dia cerdik dan di bawah pengawasan berlapis, cucu mantan Abdi negara tapi juga bodoh seperti putramu.
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Ayunda
suka sama visualnya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!