NovelToon NovelToon
GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Teen school / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:30.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mae_jer

Akibat trauma masa lalu, Chaby tumbuh menjadi gadis yang sangat manja. Ia hidup bergantung pada kakaknya sekaligus satu-satunya keluarga yang peduli padanya.

Di hari pertamanya sekolah, ia bertemu dengan Pika, gadis tomboi yang mengajaknya loncat pagar. Kesialan menimpanya, ia tidak tahu cara turun. Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Disaat yang sama, muncul pria tampan bernama Decklan membantunya turun.

Decklan itu kakaknya Pika. Tapi pria itu sangat dingin, dan suka membentak. Tatapan mengintimidasinya selalu membuat Chaby menunduk takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Decklan bisa melihat keterkejutan di mata Chaby. Gadis itu terlihat mengelus-elus dadanya karena kaget.

"Kak Decklan ngagetin." ucapnya cemberut.

Decklan terkekeh.

"Kenapa di liatin doang ice creamnya?" tanyanya kemudian.

Tatapannya lembut. Ia melihat Chaby menekuk wajahnya. Dahinya berkerut bingung.

"Kenapa hmm?" sebelah tangannya terangkat menyentuh pipi tembem gadis itu dan mengelusnya lembut dengan ibu jari. Chaby balas menatap pria itu. Ekspresinya terlihat,

Kesal?

"Aku nggak punya uang kak Decklaaann.." serunya sebal.

Entah kenapa ia jadi lupa akan ketakutannya pada pria itu. Efek karena pria itu mulai bersikap lembut padanya.

Decklan tersenyum tipis

"Mau nggak aku bayarin?" tawarnya.

Kasihan juga gadis itu lama-lama.

Chaby menatapnya ceria dan mengangguk kuat-kuat.

"Mau banget." serunya senang.

Tanpa aba-aba ia cepat- cepat mengambil ice cream yang sejak tadi diincarnya.

Lagi-lagi gadis itu membuat seorang Decklan menjadi pria yang murah senyum.

Sehabis ia membayar di kasir, mereka duduk di sebuah bangku depan supermarket.

Pria itu setia menemani Chaby yang tengah menikmati ice creamnya, tangannya sesekali terangkat membersihkan mulut gadis itu yang belepotan. Ia menggeleng-geleng kepala sambil berdecak. Ckckck, gadis ini benar-benar deh.

"Kesini sama siapa?"

Pertanyaan itu membuat Chaby mengangkat wajah menatapnya lama.  Kelihatan sekali raut wajah gadis itu langsung berubah seketika seperti menyadari sesuatu.

Ia melihat Chaby memukul kepalanya sendiri.

Aduhhh gimana nih,

Chaby teringat ucapan kakaknya tadi yang melarangnya jangan pergi kemana-mana. sebelum ia menjawab Decklan matanya membelalak kaget karena kakaknya sudah berjalan setengah berlari kearah mereka. Tuhkan. Malah wajah kakaknya kelihatan panik begitu lagi. Biasanya kalau kakaknya panik, setelah itu ia akan dimarahi.

                                 ***

Danzel sibuk berbincang dengan kliennya sejak tadi. Ia bahkan tidak sadar kalau adiknya sudah tidak ada di tempatnya. Saat menoleh ke samping kiri, jantungnya berdebar keras karena tidak mendapati keberadaan adiknya.

Pria itu langsung bangkit dari kursinya. Ia tidak menghiraukan kliennya yang ikut kebingungan menatapnya.  Pandangannya mencari-cari ke seluruh ruangan.

Pria itu bolak-balik memutar kepalanya dan terus mencari tapi adiknya sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya.

Astaga, ia bisa stres kalau Chaby sampai kenapa-napa. Kakinya bergerak cepat menghampiri pelayan yang berjaga didepan pintu.

"Kalian lihat kemana gadis yang datang bersamaku tadi?" tanyanya.

Nada bicaranya terdengar mulai panik. Dua pelayan itu saling menatap bingung lalu menggeleng tidak tahu.

Danzel mengusap wajahnya frustasi. Pria itu berkacak pinggang dan kembali menatap berkeliling. 

Saat matanya menatap keluar jalan, pandangannya terpaku pada sosok yang tengah duduk di bangku depan supermarket yang ada diseberang restoran itu.

Rasa lega langsung membanjiri dirinya. Ia cepat-cepat  berlari keluar menghampiri gadis itu.

"Kamu nggak denger kakak bilang apa tadi!" sentak Danzel yang sekarang sudah berdiri didepan Chaby.

Tangannya memegangi kedua bahu gadis itu kuat-kuat. Matanya menunjukkan amarah dan kekhawatiran.

Decklan bisa lihat itu

Ia makhlum Danzel bersikap seperti itu. Pasalnya Chaby berbeda dengan kebanyakan gadis lainnya.

Sementara Chaby?

Gadis itu hanya menunduk takut-takut dan merasa bersalah. Ia tahu kakaknya khawatir, tapi ia juga takut dimarahi.

"Maafin Chaby kak." gumamnya pelan meminta maaf, wajahnya ditekuk.

Danzel mendesah pelan. Tangannya menggapai pergelangan tangan gadis itu.

"Kamu tahu kan kakak cuma punya kamu, jangan bikin kakak khawatir lagi." ucapnya lembut mengusap-usap puncak kepala Chaby penuh sayang. Tindakannya tak luput dari perhatian Decklan.

Pandangan Danzel berpindah ke Decklan. Alisnya terangkat. Ia penasaran kenapa pria itu bersama Chaby. Sepertinya mereka saling kenal.

"Kenalin ini kak Decklan, yang beliin Chaby ice cream." seru Chaby polos.

Decklan mendengus pelan menatap gadis itu. Perkenalan apaan tuh, yang ada kakaknya bakalan mikir kalo dia cuma pria brengsek yang mau mengambil untung dari gadis cantik yang polos. Sih Chaby ini minta di jitak kepalanya kali yah.

"Gue kakaknya Pika." ucap Decklan menjelaskan. Ia tidak mau Danzel salah paham dengan mengira yang bukan bukan.

Danzel berpikir sebentar kemudian tersenyum tipis.

"Oh iya gue inget. Pika pernah nyebutin nama lo." ujar Danzel setelah mengingat penjelasan Pika tentang seragam olahraga yang dipakai Chaby tadi siang yang ternyata milik pria didepannya ini.

Perasaan curiganya mendadak hilang. Entah kenapa ia bisa merasakan ada ketulusan di mata pria itu.

"Thanks udah temenin adek gue." katanya lagi. Decklan balas tersenyum. Matanya beralih ke Chaby lagi.

"Dengerin tuh kakak kamu, jadi anak yang patuh." katanya ke gadis itu lalu mengusap pelan rambutnya. Chaby membalas dengan cengiran lebar di wajahnya.

Decklan kembali melirik Danzel.

"Gue balik duluan." pamitnya.

Danzel mengangguk menatapi Decklan yang berbalik pergi. Tangannya menjinjing sebuah kantong plastik besar, entah apa isinya.

Danzel tersenyum tipis. Tampaknya ada pria yang tertarik pada adik kesayangannya ini.

Ia bisa menebak dengan sekali melihat perlakuan pria itu. Pandangannya berpindah ke Chaby.

Gadis ini memang menarik dan manis tapi sikapnya kekanakkan, penakut dan sangat manja. Danzel tidak menyangka seorang pria yang tampaknya tak tersentuh itu memiliki selera seperti adiknya ini.

"Kakak udah kelar meetingnya?"

Pertanyaan itu menyadarkan Danzel. Pandangannya turun ke Chaby tapi otaknya sibuk berpikir. Ia baru ingat sudah meninggalkan kliennya tadi karena khawatir mencari adiknya ini.

Tangannya merogoh saku celana, mengambil hpnya dan menelpon seseorang. Mungkin kliennya tadi, pikir Chaby yang melihat kesibukan kakaknya sekarang. Ia bisa mendengar Danzel berbicara tentang bisnis dengan orang diseberang sana.

Gadis itu memainkan bibirnya maju mundur sambil menunggu kakaknya selesai menelpon, tangannya menggenggam sebelah tangan Danzel yang tak pegang apa-apa dan memain-mainkan jari-jari tangan pria itu seperti yang biasa ia lakukan kalau tidak ada kerjaan.

Pandangan Danzel turun ke Chaby yang masih sibuk sendiri dengan kegiatannya. Otaknya berpikir keras. Sebenarnya ia bingung harus bagaimana sekarang, ia punya urusan penting yang harus ia urus malam ini diluar kota dan Galen sedang tidak ada di Jakarta. Pastinya ia tidak bisa menggantikannya menemani Chaby.

Pria itu tidak mungkin meninggalkan adiknya sendirian kan? Tadi saja ketemu klien dia harus bawah. Tapi akan lebih sulit lagi kalau Chaby ikut dia ke luar Kota. Ia akan sibuk sekali dengan pekerjaannya disana dan tidak ada waktu menjaga adiknya disaat yang bersamaan.

"Kakak, kita nggak pulang?"

Pertanyaan itu menyadarkan Danzel. Pandangannya turun menatap adiknya namun otaknya masih sibuk memikirkan jalan keluar.

Tiba-tiba ia teringat teman Chaby yang bernama Pika itu.

1
Mamah Dini11
bknnya kurang baik hubungan chaby dn danzel sm papanya , kan suka menyiksa chaby , dan memang bisa chaby lama2 di seucol , sekolahnya gimana kan bkn waktu libur juga
Mamah Dini11
sabar deck mungkin blm takdir kalian bersatu. , tpiii jgn berkecil hati chaby. setia sm kmu, pdahal aku setuju sm ide kmu , tpiii mau gimana lgi , papa chaby sakit.
Mamah Dini11
moga danzel setuju pd akhirnya, biar tenang hati decklan nya bang
Mamah Dini11
si chaby itu keterkaluan tega sekali ngasih cewe ompong ke andra, decklan gimana kalau kmu nikah sirih dulu sm chaby biar hatimu tenang ninggalin nya , gk apa msh sekolah juga kan nikah nya Diam2 dulu cuma untuk mengikat , kurasa gk APA2
Mamah Dini11
gk nyangka pika juga cewe lemah kayak chaby dikira pemberani , belajar ilmu bela diri gih sm chaby biar kalian jadi perempuan yg kuat
Mamah Dini11
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄. aduh chaby chaby sakit perut tau aku , gk kuat ngakak banget mana lgi. sendiri lgi , apa kata dunia chaby2 blm juga menikah udh berani kentut di dekapan pacar lgi. memalukan , kalau di daerah ini itu do anggap gak sopan chaby tpi biarlah kan decklan bucin m kmu , jadi Sah2 aja kali 😄😄😄😄😄😄👍👍🤭🤭🤭
Mamah Dini11
ah blm waktunya dah ketahuan, tpiii patut di acungi jari decklan itu instingnya kuat banget tau gelagat orang👍👍keren kmu dec gk salah chaby pilih kmu
Mamah Dini11
gasken decklan hati2 ,pacarmu banyak yg menyukainya
Mamah Dini11
lewat aja. thor decklan. udah jadi doktr dn nikah sm chaby lbh seru kayaknya
Mamah Dini11
dasar s elsa ular, kmu tak akan berhasil. memprokasi. decklan elsa sia2 usahamu
Mamah Dini11
kalau pika jgn di samain kayak chaby ya Thor. biar maksud bara cepet. di. mengerti pika agar cepet peka pika nya agar gk bertele2
Mamah Dini11
kenapa kakak chaby atau galen gk punya inisiatif mem bawa ke psikiater dari dlu kalau memang mereka menyangi chaby , malah decklan yg punya pikiran ke sana , iya bawa aja dec biar chaby sembuh total, gk menganggu mentalnya 👍👍
Mamah Dini11
gak peka si decklan mh
Mamah Dini11
kok si nana
Mamah Dini11
alhmdulilah pika udah sadar waras lagi, alhmdulilah danzel gk jadi mati. walau membohongi semua orang , makasih author, hampir q mau udahan bacanya 🙏🙏🙏 😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
setuju setuju setuju kak sangaaaaattt gk adil buat chaby ,semoga pika gk lama komanya, biar chaby gk Terus2an menyalahkan diri nya ,oh iya galen cari aja ART buat mengurus chaby sekalian bisa menemani chaby biar gk ke sepian, kan gk mungkin bara terus nemenin chaby bara harusdn kmu. juga galen masing2 punya kesibukan, ok👍👍
Mamah Dini11
ahhhh malessss danzelnya di bikin meninggal mh ,pika di buat koma Kok jadi runyam ke sini sih
Mamah Dini11
ahhhh gk asik gk seru kalau danzel di tiadakan mh kasian chaby. sendiran ,dan perempuan glia itu msh berkeliaran ITU bahaya buat chaby , ayo thor masukin ke RS jiwa mama nya chaby, dan untuk danzel bikin pinsan aja jgn di bikin meninggal ,dn selamatkan pika juga thor pliiiiissss 🙏🙏
Mamah Dini11
gimana tanggapan guru nya ya muridnya terang2 pacaran APA GfK masalah, eh kok chaby gk jujur mlh berbohong gk terus teranng itu perbuatan si nana keparat , moga aja ketahuan perbuatan si nana ITU, secepatnya
Mamah Dini11
kayaknya mama nya si chaby niii , kok gitu gaya bicaranya jahat bingit , kalau iya masa bertahun2 gk sadar2 kelakuan nya , aduhhhh danzel harus hati2 kmu kalian ada yg mengintai ,masa seorang IBU GfK ada tobatnya mau jahat terus sm anak2. sendiri ,tolong thor lindungi chaby dn kakanya, dari pamfir manapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!