NovelToon NovelToon
Dewa Level Nol

Dewa Level Nol

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Action
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mukaram Umamit

Berawal dari utang panci 1.500 koin emas, Feng—murid "sampah" Level Nol tanpa sihir—justru memutarbalikkan tatanan tiga alam semesta!

Bersenjatakan Sistem Dewa Asal Mula yang menukar kalori makanan menjadi kekuatan fisik pembelah surga, serta ditemani Buntel, naga buncit yang menjadikan pedang pusaka dan zirah dewa sebagai camilan renyah, Feng memulai perjalanan kultivasi paling brutal.

Dari meratakan Balai Penegak Hukum sekte, mengacaukan turnamen elit demi akses kantin gratis, merampok gudang senjata di Alam Dewa, hingga akhirnya meninju Sang Pencipta Kosmos di ujung semesta. Semuanya membuktikan satu hukum mutlak: Sihir paling sakti sekalipun akan hancur lebur di hadapan tamparan sandal jepit orang yang sedang kelaparan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukaram Umamit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENETASKAN BATU GANJALAN PINTU

SISTEM MEMBERIKAN PERINGATAN KRITIS KEDUA DENGAN HURUF MERAH: KONTAK FISIK DENGAN OBJEK ANOMALI TELAH MENGUNCI ALIRAN KALORI INANG. SISA WAKTU HIDUP SAAT INI: DUA BELAS JAM DAN TERUS MENURUN BAGAIMANA AIR TERJUN.

"Lepas! Lepaskan tanganku, Batu Parasit!" teriak Feng histeris di tengah keramaian kedai. Dia berusaha menarik tangan kanannya dari atas meja dengan panik, namun batu hitam itu seolah dilem menggunakan semen super tak kasat mata ke telapak tangannya.

Udara di sekitar meja VIP itu mendidih hebat. Taplak meja sutra mulai berasap dan hangus terbakar dalam hitungan detik.

"Sistem, beri aku solusi sekarang atau kau akan benar-benar kehilangan inang tampanmu ini!" batin Feng panik. Rasa perih di lambungnya semakin parah, menandakan sel tubuhnya mulai kanibal.

SISTEM MERESPON CEPAT: OBJEK MEMBUTUHKAN SUMBER ENERGI PANAS DAN NUTRISI TINGKAT TINGGI UNTUK MENGHANCURKAN CANGKANGNYA. SARAN: PINDAHKAN PENYERAPAN KE SUMBER ENERGI LAIN ATAU ISI ULANG KALORI INANG SECARA BERSAMAAN DENGAN KECEPATAN EKSTREM.

"Permisi, Tuan Muda Feng," suara pelayan kedai mendadak terdengar dari samping.

Pelayan itu datang membawa sebuah kuali perunggu besar yang mengepulkan asap tebal dan berbau sangat harum.

"Pesanan spesial Anda, Kuah Kaldu Tulang Naga Api, sudah siap! Kuah ini dimasak dengan api spiritual selama tujuh hari tujuh malam, sangat panas dan kaya energi!" jelas pelayan itu bangga.

Mata Feng yang mulai rabun karena kelaparan mendadak berbinar tajam layaknya serigala melihat mangsa.

"Sempurna! Sini kualinya!" seru Feng tanpa ragu sedikit pun.

"E-Eh? Tuan mau apa—"

Sebelum pelayan itu selesai bicara, Feng mengangkat tangan kanannya yang masih menempel dengan batu hitam itu, lalu menghantamkannya dengan sekuat tenaga langsung ke dalam kuali perunggu berisi kuah mendidih tersebut.

BYUURRR! TSSSS!

Kuah kaldu bersuhu ratusan derajat celcius itu memercik ke mana-mana, membuat beberapa pengunjung kedai menjerit dan melompat dari kursi mereka karena kaget.

Namun, bukannya tangan Feng melepuh hingga tulang, batu hitam di telapak tangannya langsung bereaksi. Cahaya merah yang memancar dari batu itu kini berubah menjadi pusaran isap yang sangat kuat. Dalam hitungan detik, seluruh kuah kaldu bergizi tinggi di dalam kuali raksasa itu tersedot habis ke dalam batu tanpa menyisakan satu tetes pun air.

Bahkan tulang-tulang monster besar yang ada di dasar kuali ikut mengering dan hancur menjadi serbuk debu.

SISTEM MELAPORKAN DENGAN NADA STABIL: TRANSFER ENERGI BERHASIL DIALIHKAN. OBJEK KINI MENYERAP ENERGI DARI KALDU LINGKUNGAN. PENGURANGAN UMUR INANG BERHENTI SEMENTARA. SISA WAKTU HIDUP: EMPAT JAM.

"Hah... Hah... Nyaris saja aku mati berdiri di kedai makan," Feng menarik tangannya yang kini sudah terlepas dari hisapan batu hitam itu. Dia mengusap keringat dingin di dahinya dengan gemetar. "Pelayan! Bawa bebek panggangnya ke sini, masukkan langsung ke mulutku! Waktuku tinggal empat jam!"

Pelayan itu gemetar ketakutan melihat keanehan absurd di depannya, namun dia buru-buru meletakkan nampan kayu berisi lima porsi bebek panggang utuh ke atas meja.

Feng mengabaikan seluruh etika kesopanan. Dia merobek paha bebek itu dan mengunyahnya dengan kecepatan brutal yang membuat mesin penggiling daging terlihat lambat.

Kriuk. Nyam. Glek.

SISTEM MEMBERIKAN NOTIFIKASI PEMULIHAN: ASUPAN KALORI MASUK. WAKTU HIDUP DITAMBAHKAN LIMA BELAS MENIT... DUA PULUH MENIT...

Sementara Feng sibuk memulihkan nyawanya dengan rakus, kuali perunggu di tengah meja mulai bergetar hebat. Batu hitam yang kini berada di dasar kuali kering itu memancarkan suhu panas yang jauh lebih ekstrem dari sebelumnya. Dasar kuali perunggu tebal berkualitas tinggi itu perlahan meleleh menjadi cairan logam pijar.

"A-Apa yang terjadi pada kuali pusaka kedai kami?!" jerit Manajer Kedai yang baru saja berlari keluar dari dapur mendengar keributan. Wajah tuanya pucat pasi melihat kuali kebanggaannya meleleh.

KRAAAK!

Sebuah suara retakan tajam terdengar memotong keributan di ruangan itu. Semua orang menahan napas, pandangan mereka terkunci ke dalam kuali yang menyala merah itu.

Krek... Krek...

Permukaan batu hitam aneh itu retak, memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata dari celah-celahnya. Sedetik kemudian, bongkahan batu purba itu meledak kecil, menerbangkan serpihan cangkang obsidian hitam ke udara.

Dari balik kepulan asap dan uap panas di dalam kuali, sesosok makhluk kecil seukuran anak kucing merangkak keluar dengan susah payah. Makhluk itu memiliki sisik berwarna hitam legam yang mengkilap, perut yang sangat bundar dan buncit, serta sepasang sayap kelelawar mungil di punggungnya yang masih terlipat basah.

"Kyuk?" makhluk itu mengeluarkan suara aneh sambil memiringkan kepalanya yang berbentuk seperti reptil purba bertanduk tumpul.

Matanya yang berwarna emas besar mengerjap-ngerjap menatap Feng yang sedang memegang tulang paha bebek di mulutnya.

Feng berhenti mengunyah. Tulang bebek itu jatuh ke piring dengan bunyi 'klanting'.

"Kadal gosong?" gumam Feng bingung, menatap perut buncit makhluk itu dengan tatapan tidak percaya. "Bapak jauh-jauh habiskan uang beli Inti Bumi dari pedagang gelap... ternyata isinya cuma kadal obesitas yang barusan mau membunuhku?!"

Makhluk kecil itu sama sekali tidak mempedulikan hinaan Feng. Hidung mungilnya mengendus-endus udara di sekitar meja. Dia menatap tumpukan daging sapi asap di meja Feng, lalu beralih menatap garpu, sendok perak, dan sisa mangkuk kuningan mewah yang belum meleleh di dekatnya.

Alih-alih melompat ke arah daging sapi yang lezat, makhluk mungil itu membuka rahangnya yang tak terduga sangat lebar. Dia memamerkan deretan gigi yang berjejer setajam gergaji mesin.

Krak! Kriuk! Nyam!

"Hei! Apa yang kau lakukan?!" jerit Feng histeris, nyaris tersedak sisa daging di tenggorokannya.

Kadal hitam itu dengan sangat santai mengunyah sendok perak tebal milik kedai seolah-olah itu adalah kerupuk udang yang renyah. Hanya dalam dua gigitan cepat, sendok mahal itu tertelan habis masuk ke perut buncitnya.

Belum puas mengunyah sendok, dia merangkak ke arah kuali perunggu yang setengah meleleh dan mulai menggigit paksa ujung kuali itu. Kres! Logam perunggu tebal robek layaknya kertas murahan.

"I-Itu kuali pusaka peninggalan kakek buyutku!" teriak Manajer Kedai histeris sambil menarik rambut ubanannya sendiri. "Hewan peliharaan Tuan Muda Feng memakan aset mahal restoran kami!"

"Buntel! Muntahkan! Jangan dimakan, itu besi, bukan makanan!" panik Feng. Dia mencoba menarik ekor makhluk buncit itu agar berhenti makan.

Namun si Buntel—nama spontan yang Feng berikan karena perut makhluk itu yang bulat sempurna—malah menggeram pelan. Dia menyemburkan asap hitam tebal dari hidungnya, menepis tangan Feng dan gigih mempertahankan makanannya.

SISTEM MENGELUARKAN INFORMASI BARU DENGAN CEPAT: PEMINDAIAN DNA BERHASIL. ENTITAS DIIDENTIFIKASI: ANAK NAGA PURBA PENELAN KOSMOS. TINGKAT ANCAMAN: DEWA LEVEL SATU. MAKANAN UTAMA: MATERIAL LOGAM BERHARGA, ARTEFAK SPIRITUAL, DAN INTI BUMI. PERINGATAN KERAS: NAGA JENIS INI MEMILIKI NAFSU MAKAN YANG TIDAK ADA BATASNYA.

"Naga Purba penelan Kosmos?!" batin Feng, rasanya ingin pingsan di tempat. "Bapak, kenapa kau membelikanku mesin penghancur uang otomatis?!"

Manajer Kedai berlari mendekati meja Feng dengan buku catatan tebal dan sempoa kayu di tangannya. Wajahnya memerah karena amarah memuncak, tidak peduli lagi dengan status Feng yang katanya menakutkan, karena aset berharga leluhurnya baru saja dikunyah dengan tidak sopan.

"Tuan Muda Feng! Ini benar-benar keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan!" bentak Manajer itu sambil menekan biji sempoanya dengan kasar dan cepat. "Kuali Perunggu Naga Api itu berumur tiga ratus tahun! Belum lagi set sendok perak murni dan meja jati yang hangus terbakar ini!"

Feng tersenyum sangat canggung, keringat dingin kembali membasahi dahinya. Dia buru-buru memasukkan si Buntel yang sedang mengunyah gagang kuali terakhir ke dalam saku jubahnya secara paksa. Naga kecil itu protes keras dengan suara 'Kyuk! Kyuk!' berontak dari dalam saku.

"M-Maaf, Manajer. Bayi kadal saya ini sedang masa pertumbuhan. Giginya gatal jadi dia suka gigit sembarangan benda keras," kilah Feng mencoba melucu, namun suasana ruangan sudah terlalu tegang untuk lelucon. "Berapa total tagihan makan dan ganti ruginya? Tenang saja, saya ini orang kaya baru di sekte ini. Saya bawa delapan ratus koin emas murni secara tunai."

Manajer itu mendengus sinis. Dia merobek kertas tagihan panjang dari catatannya dan membantingnya tepat di meja kayu di depan hidung Feng.

"Delapan ratus koin emas sama sekali tidak akan cukup untuk menutupi sepertiga dari harga Kuali Pusaka kami, Tuan Muda Feng," ucap si Manajer dengan senyum licik dan tatapan yang sangat merendahkan. "Total tagihan kerugian Anda adalah... Seribu Lima Ratus Koin Emas!"

"Seribu lima ratus?!" jerit Feng, suaranya naik dua oktaf hingga terdengar melengking. "Kau mau merampokku di siang bolong?! Kuali perunggu bekas begitu harganya lebih mahal dari gajiku seumur hidup di sekte ini?!"

"Itu adalah artefak tingkat menengah yang langka! Jika Tuan Muda tidak bisa membayar lunas kerugian ini hari ini juga..." Manajer itu menyeringai, lalu bertepuk tangan dua kali.

Seketika, belasan penjaga kedai bertubuh kekar berseragam hitam legam keluar dari arah dapur. Mereka memblokir pintu keluar dengan senjata tajam terhunus, mengepung meja Feng.

"...kami terpaksa menyerahkan Anda secara paksa ke Balai Penegak Hukum atas tuduhan perusakan aset elit secara sengaja!" ancam Manajer itu bangga.

SISTEM MEMBERIKAN SARAN LOGIS: TUAN, SALDO INANG SAAT INI HANYA DELAPAN RATUS TIGA PULUH KOIN EMAS. DEFISIT ENAM RATUS TUJUH PULUH KOIN EMAS. JIKA TUAN MENGHANCURKAN KEDAI INI UNTUK KABUR, WAKTU HIDUP AKAN TERKURAS DRASTIS, DAN STATUS BURONAN SEKTE AKAN MENYULITKAN WAKTU TIDUR SIANG DI MASA DEPAN.

"Sistem sialan, kau tidak membantu sama sekali! Jangan malah memperburuk suasana!" batin Feng frustrasi sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

Dia memegang saku jubahnya yang terus bergerak-gerak karena Buntel masih sibuk mengunyah sisa sendok perak di dalamnya. Kehidupannya sebagai orang kaya raya baru hanya bertahan kurang dari dua jam. Kini, dia bukan hanya kembali jatuh miskin, tapi dia juga terlilit utang raksasa gara-gara ulah seekor bayi naga berwujud kadal buncit.

"Manajer yang baik hati," ucap Feng sambil mengangkat satu tangannya ke udara dengan gestur menyerah, wajahnya luar biasa memelas. "Beri saya waktu tambahan sampai matahari terbenam sore ini. Saya akan pergi ke Aula Misi sekte sekarang juga untuk mencari uang tambahan. Saya tinggalkan bayi naga langka ini sebagai jaminan, bagaimana?"

"Kyuk?!"

Buntel langsung mengeluarkan kepalanya dari saku jubah. Naga hitam itu menatap Feng dengan tatapan luar biasa tidak terima, lalu dengan sengaja menyemburkan percikan api kecil yang sangat panas, membakar ujung dagu Feng dengan presisi sempurna.

"Aw! Panas, Buntel Sialan!" jerit Feng sambil menampar-nampar dagunya yang berasap.

1
Fatur Fatur
cepat bantai sosok berjubah hitam itu thor bikin racun itu tidak mempan pada mcnya
M. Zayden: siap bosku😊
total 3 replies
strivee
smphnjs
Gege
kereen...sangat apik dan epic
M. Zayden: maksi bosku masukannya, saya minta maaf kalau jalan cerita sudah berubah lagi karna saya ada perbaiki ulang🙏
total 1 replies
strivee
bahasa alien
M. Zayden: di skip kak
total 1 replies
Gege
gasss teruus thorr
Gege
apik dan epic
M. Zayden: mkasi bosku😊😊🙏
total 1 replies
Gege
kereen sangat apik dan epic...gasss 10k kata tiap update...
M. Zayden: siap bosku di usahakan karna saya juga kerja bosku
total 1 replies
Gege
mantab thor. gaya bahasanya enak ..
M. Zayden: makasih bosku masukannya 🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!