terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 7
Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi yang membuat siapapun akan betah berlama lama di sana, Bila memakai bathrob tampak bersenandung sembari melangkah ke arah walk in closet, Bila menggeser pintu dan tampak ruangan di penuhi berbagai jenis pakaian, perhiasan, aksesoris, dasi, jas, Bahkan gaun pesta tersusun rapi dengan kaca besar yang di hiasi lampu, sudah seperti toko. Bila terperangah dengan apa yang dia lihat, dia mulai berjalan mendekati pakaian tidur yang terlihat lebih sederhana di banding yang lain. itupun masih tampak seperti gaun untuk ke acara formal baginya.
Setelah lama memilih, pilihannya jatuh pada rok terusan selutut berwarna krem walaupun tampak cocok untuknya tidak membuat Bila senang, karena Bila terbiasa dengan celana pendek dengan kaos kedodoran favoritnya. Bila tampak menggerutu, "memangnya aku mau kemana dengan pakaian ini? Apa aku mau ke pesta atau mau wisuda jika rambutku di sanggul seperti ini!", menggulung gulung rambutnya tinggi sambil bercermin, "sudah jadi braidsmaid aku!". Bila masih berbicara asal saat dia membuka pintu untuk segera tidur.
Bila bahkan lupa bahwa bukan hanya dia yang akan menempati kamar itu, walaupun bukan hanya pakaiannya saja yang tadi dia lihat. Mungkin kalau dari tadi dia sadar, dia akan seperti biasa, menjaga attitude dan kata katanya bahkan untuk bernapas pun dia akan mengaturnya agar tidak mengganggu tuan muda nya.
Mobil Gama memasuki mansion, seperti biasa para pelayan dari mansion utama berbaris rapi menyambut nya.Seth membukakan pintu mobil, Gama turun langsung di sambut kepala pelayan Syam, " apa yang sedang dia lakukan?", Syam tampak menjelaskan dengan detail dari nona mudanya turun dari mobil sampai berada di kamar utama.
Seth langsung melaju pergi dengan mobilnya setelah menerima perintah dari tuannya untuk pulang dan beristirahat. saat Syam membuka pintu kamar, " baiklah tuan, selamat beristirahat", Menutup pintu pelan. Gama berjalan perlahan menuju sofa panjang, dia mengganti sepatu dengan sandal. Gama bertanya tanya apa yang sedang Bila lakukan di dalam walk in closet, sambil melihat jamnya.
Setelah 10 menit dia duduk, Gama memutuskan untuk melihatnya melalui cctv yang terhubung pada laptopnya, tepatnya mengintip. Gama tampak hampir terpingkal dengan kelakuan istrinya. Ketika Bila terlihat akan keluar, Gama langsung menggantinya dari cctv ke berkas pekerjaan.
" oh astaga!" Bila memegang dadanya hampir berteriak dengan apa yang dia lihat, yahh dia melihat tuan mudanya duduk santai dengan laptopnya. " apa yang kau lakukan disana!, bukankah wajar kalau kau melihatku disini". Dengan nada dingin khasnya, Kesadaran Bila tampak sudah kembali." maaf tuan saya tidak tahu bahwa tuan sudah kembali", langsung bergetar.
" baiklah, karena kau masih baru akanku maafkan, kau tahu apa saja kesalahanmu hari ini?". Gama sudah berdiri mensejajari Bila, " sa saya lupa bahwa ruangan ini milik tuan", Gama tersenyum tipis, dan tampak menyeramkan bagi Bila. " bagus! Tapi bukan hanya itu", " maaf apalagi tuan?", "coba fikirkan dan introspeksi diri". Gama berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan Bila yang masih tampak syok berdiri mematung.
Bila tampak kebingungan dengan pertanyaan Gama, apa salahku? Kenapa tidak ada yang menmperingatkanku tentang peraturan yang biasa para pekerja lakukan untuk tuan Gama, apa yang harus aku lakukan? Baru hari pertama tapi bagaimana bisa aku sudah membuat kesalahan dan membuat tuan muda marah. Bila frustasi, Bila bahkan lupa bahwa dia bukanlah pekerja atau bawahan Gama, dia istrinya! nona muda Sigama group.