NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dicintai

Istri Yang Tak Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Tiga kali menikah. dua kali dikhianati. Dua kali hancur berkeping-keping.
Nayara Salsabila tidak pernah menyangka bahwa mimpi indah tentang rumah tangga bahagia akan berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan. Gilang, suami pertamanya yang tampan dan kaya, berselingkuh saat ia hamil dan menjadi ayah yang tidak peduli.

Bima, cinta masa SMA-nya, berubah jadi penjudi brutal yang melakukan KDRT hingga meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam.
Karena trauma yang ia alamai, kini Nayara di diagnosa penderita Anxiety Disorder, Nayara memutuskan tidak akan menikah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan Reyhan—seorang kurir sederhana yang juga imam masjid. Tidak tampan. Tidak kaya. Tapi tulus.

Ketika mantan-mantannya datang dengan penyesalan, Nayara sudah berdiri di puncak kebahagiaan bersama lelaki yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Kisah tentang air mata yang berubah jadi mutiara. Tentang sabar yang mengalahkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keraguan Nayara

Tiga hari sudah lewat, sejak Bima melamar Nayara. Tiga hari Nayara nggak bisa tidur nyenyak, pikirannya kemana-mana.

Bima sudah chat berkali-kali. Tapi cuma chat biasa, hanya menanyakan kabar. Menanyakan Aldi. Dan nggak menyinggung tentang lamaran sama sekali. Kayaknya dia emang mau kasih waktu buat Nayara berpikir.

Nayara duduk di teras belakang rumah. Aldi lagi tidur siang di dalem. Bu Siti lagi nyuci di belakang. Nayara menatap langit yang mendung. Pikirannya kacau banget.

Di satu sisi, dia seneng. Seneng ada cowok yang serius sama dia. Yang mau nerima dia apa adanya, termasuk Aldi. Yang gak masalah sama masa lalunya.

Tapi di sisi lain, dia takut. Takut banget.

Takut salah pilih lagi kayak dulu. Takut Bima sebenernya sama kayak Gilang. Manis di awal, jahat belakangan.

Takut sakit lagi. Takut hancur lagi.

"Nayara kok malah bengong? Lagi mikirin apa?" Bu Siti duduk di samping Nayara sambil ngelap tangan yang basah.

"Gak ada Bu. Biasa aja," Nayara bohong.

"Bohong. Ibu tau kamu lagi galau. Cerita sama Ibu," Bu Siti desak dengan lembut.

Nayara menarik napas panjang. Terus cerita tentang lamaran Bima. Tentang keraguan dia. Tentang ketakutan dia.

Bu Siti dengerin dengan sabar. Gak menyela sama sekali. Tunggu sampe Nayara selesai.

"Nayara, Ibu ngerti kamu takut. Wajar. Kamu kan pernah sakit hati sama Gilang. Trauma," Bu Siti bilang sambil mengelus punggung Nayara. "Tapi Nak, gak semua cowok itu kayak Gilang."

"Tapi Bu, gimana aku tau Bima gak kayak Gilang? Gimana aku yakin dia beneran beda?" Nayara nanya dengan mata berkaca-kaca.

"Kamu lihat aja gimana Bima sama kamu selama ini. Dia perhatian gak? Dia sabar gak? Dia baik sama Aldi gak?" Bu Siti balik nanya.

Nayara ngangguk pelan. "Iya sih Bu. Dia baik."

"Nah, itu. Gilang dulu gimana? Dari awal udah cuek kan? Udah kasar kan? Tanda-tandanya sebenernya udah keliatan dari awal. Tapi kamu nutup mata karena terbuai kata-kata manisnya," Bu Siti ngingetin.

Nayara diem. Ibunya bener. Gilang memang udah nunjukin tanda-tanda merah dari awal. Cuma Nayara yang bodoh gak mau liat.

"Bima beda Nak. Dia itu baik dari hati. Ibu lihat dari matanya. Mata yang tulus itu beda sama mata yang bohong," Bu Siti ngomong dengan yakin.

"Tapi Bu, aku takut salah lagi. Aku gak kuat kalau harus sakit lagi," Nayara nangis sekarang.

Bu Siti peluk Nayara erat. "Nak, hidup itu gak ada yang pasti. Mau kita hati-hati kayak gimana pun, tetep ada resiko sakit. Tapi kalau kita gak pernah coba lagi, kita gak akan pernah tau kebahagiaan yang sebenernya."

"Maksud Ibu?"

"Maksud Ibu, coba lagi Nak. Kasih kesempatan buat Bima. Kasih kesempatan buat diri kamu sendiri buat bahagia lagi," Bu Siti bilang sambil ngelap air mata Nayara. "Bima kelihatan baik. Dia sayang sama kamu. Dia peduli sama Aldi. Itu udah cukup buat jadi modal."

"Tapi kalau ternyata dia sama kayak Gilang gimana Bu?"

"Ya udah, kamu tinggalin lagi. Kamu udah pernah ninggalin Gilang kan? Berarti kamu kuat. Kamu bisa lakuin lagi kalau emang terpaksa," Bu Siti bilang tegas. "Tapi Ibu yakin Bima gak kayak Gilang. Percaya sama Ibu."

Nayara memeluk ibunya erat. Nangis di pelukan ibunya yang hangat.

"Terima kasih Bu. Terima kasih udah selalu ada buat aku."

"Sama-sama Nak. Ibu cuma mau kamu bahagia. Kamu udah cukup lama menderita. Sekarang waktunya kamu bahagia," Bu Siti bisik sambil mengelus rambut Nayara.

Malem itu setelah Aldi tidur, Nayara sholat isya. Terus dia sholat lagi dua rakaat. Sholat istikharah. Sholat minta petunjuk sama Allah. Minta dikasih tau jalan yang bener.

Setelah salam, Nayara duduk lama di sajadah. Tangan terlipat di dada. Mata merem. Hati fokus.

"Ya Allah, hamba bingung. Hamba takut salah lagi. Hamba takut memilih jalan yang salah lagi," Nayara berbisik pelan. "Tapi hamba juga pengen bahagia. Pengen Aldi punya sosok ayah. Pengen punya keluarga yang utuh."

Air mata Nayara jatuh.

"Kalau Bima itu baik buat hamba, kalau dia jodoh hamba, tolong tunjukin ya Allah. Lapangkan hati hamba buat nerima dia. Tapi kalau dia gak baik, kalau dia bakal nyakitin hamba kayak Gilang, tolong jauhkan. Hamba mohon petunjuk."

Nayara nangis sambil berdoa. Nangis lama sampe air matanya kering. Terus dia angkat tangan. Berdoa lagi dengan lebih khusyuk.

Malem itu Nayara tidur dengan hati yang lebih tenang. Entah kenapa ada rasa damai yang dia rasain setelah sholat istikharah tadi.

Pagi-nya Nayara bangun dengan perasaan lebih ringan. Kayak ada beban berat yang diangkat dari dadanya. Dia ambil hp. Buka chat Bima. Ngetik pesan panjang. Hapus. Ngetik lagi. Hapus lagi.

Akhirnya dia tulis pesan singkat.

...💌...

Nayara: Bima, aku mau ketemu sama kamu. Ada yang mau aku bicarakan.

Lima menit kemudian Bima membalasnya.

^^^Bima: Oke! Kapan dan dimana? Aku akan siapkan waktu hanya buat kamu.^^^

Nayara: Siang ini, jam dua di caffe dekat taman kemaren. Apa kamu bisa?

^^^Bima: Baiklah, Aku tunggu disana.^^^

Nayara menarik napas panjang. Ini dia, hari ini dia harus kasih jawaban.

Jam dua siang, Nayara sampe di cafe. Bima udah nunggu di sana. Pake kemeja putih lengan panjang dilipat sampe siku, celana jeans biru, sepatu casual. Rapi tapi santai.

"Hai," Bima berdiri pas liat Nayara dateng.

"Hai," Nayara balas sambil duduk di depan Bima.

Mereka pesan minuman. Nayara pesan es teh manis, Bima pesan kopi hitam.

Hening sebentar. Canggung.

Bima yang buka pembicaraan. "Gimana kabar Aldi?"

"Baik. Dia lagi di rumah sama Ibu," Nayara jawab.

"Oh. Bagus," Bima mengangguk.

Hening lagi.

Nayara menarik napas dalam. Ini dia. Waktunya.

"Bima, tentang lamaran kamu waktu itu..." Nayara mulai dengan suara pelan.

Bima langsung fokus. Tubuhnya agak maju. Mata natap Nayara dengan serius.

"Aku udah mikir. Udah nimbang-nimbang. Udah berdoa juga minta petunjuk," Nayara melanjutkan sambil natap gelas es tehnya.

"Lalu jawabannya apa?" Bima bertanya dengan napas tertahan.

Nayara mengangkat wajahnya, dan menatap mata Bima.

"Aku, aku takut Bima. Takut banget. Aku trauma sama Gilang. Takut kamu ternyata sama kayak dia," Nayara mengaku dengan jujur.

Bima ngangguk. "Aku ngerti kok."

"Tapi," Nayara melanjutkan. "Ibu aku bilang, aku harus kasih kesempatan. Kasih kesempatan buat kamu. Buat aku sendiri juga. Buat bahagia lagi."

Mata Bima mulai berbinar.

"Jadi," Nayara menarik napas dalam lagi. "Baik. Aku setuju dan menerima lamaran kamu."

Bima terdiam. Gak gerak. Kayak gak percaya apa yang dia denger.

"Kamu, apa kamu serius?" Bima akhirnya bertanya dengan suara bergetar.

"Iya. Aku serius. Aku terima lamaran kamu," Nayara bilang sambil senyum tipis walau matanya berkaca-kaca.

Bima langsung berdiri. Muka merah. Mata berkaca-kaca. Tangannya gemetar.

"Terima kasih Nayara. Terima kasih. Aku janji akan jadi suami yang baik. Bapak yang baik buat Aldi. Aku janji," Bima bilang dengan suara serak.

Nayara juga berdiri. "Aku tau. Tapi Bima, aku minta satu hal."

"Apa? Apapun. Aku janji akan menepatinya," Bima langsung setuju.

"Pelan-pelan ya. Aku butuh waktu buat bener-bener buka hati lagi. Jangan buru-buru," Nayara minta dengan lembut.

"Iya. Aku ngerti. Kita pelan-pelan. Sesuai kecepatan kamu," Bima mengangguk cepat.

Mereka senyum satu sama lain. Senyum yang penuh harap. Penuh janji.

"Boleh aku kasih cincin-nya sekarang?" Bima nanya sambil keluarin kotak beludru biru dari sakunya. Ternyata dia bawa kemana-mana.

Nayara mengangguk.

Bima buka kotak itu. Ambil cincin perak sederhana. Pegang tangan kanan Nayara dengan lembut. Masukin cincin itu ke jari manis Nayara.

Pas banget.

"Cantik," Bima bisik sambil natap cincin di jari Nayara.

Nayara natap cincinnya. Sederhana tapi bermakna. Ini bukan cincin mahal kayak cincin dari Gilang dulu. Tapi entah kenapa ini terasa lebih berharga.

"Terima kasih Bima," Nayara bisik.

"Sama-sama. Aku yang harusnya terima kasih. Terima kasih udah kasih aku kesempatan," Bima senyum lebar.

Mereka duduk lagi. Ngobrol tentang rencana ke depan. Kapan mau nikah. Gimana cara ngomong ke keluarga. Semua dibicarain pelan-pelan.

Bima gak buru-buru. Dia sabar dengerin semua keinginan Nayara. Semua ketakutan Nayara.

Dan Nayara mulai yakin, kalau keputusannya itu bener. Bahwa Bima memang berbeda dari Gilang. Yakin kalau ini kesempatan kedua yang Tuhan beri buat dia bahagia.

Sore itu Nayara pulang dengan hati ringan. Cincin di jarinya berkilau kena cahaya matahari sore. Bu Siti langsung tau begitu liat cincin itu.

"Alhamdulillah Nak. Ibu seneng," Bu Siti peluk Nayara erat.

"Do'ain ya Bu. Do'ain semoga kali ini bener," Nayara bisik.

"Aamiin. Pasti Nak. Ibu yakin kali ini bener," Bu Siti bilang dengan penuh keyakinan.

Dan Nayara mulai memasuki babak baru dalam hidupnya, dengan harapan yang baru. Cinta dan keluarga yang baru.

Walau masih ada rasa takut di hatinya, tapi dia percaya sama Allah yang sudah kasih petunjuk lewat doanya. Dan percaya sama Bima, yang sudah membuktikan keseriusannya.

Dan yang paling penting, percaya sama dirinya sendiri yang sudah cukup kuat, mencoba lagi untuk merasakan bahagia kembali.

1
checangel_
Yes Nayara, Aldi satu-satunya harapan terbesarmu /Determined/
Heriyani Lawi
nayara nunggu anaknya disiksa bima dulu baru sadar kalo bima lebih parah dari gilang
Amazing Grace
menghargai orang ga harus orang yang sayang sama kita Nara, tapi menghargai setiap orang itu harus terlepas kita suka ga suka yang penting kita ada rasa saling menghargai antar sesama
checangel_
JANJI >> JANgan ada kata JIka🤭
Leoruna: kakak ni, bisa aja🤭
total 1 replies
checangel_
Terkesan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya dengan langkah yang salah dan serupa 🤧
Leoruna: itu sebabnya, sering ada kata, 'jangan sampai jatuh untuk yg kedua kalinya'
total 1 replies
Suanti
bima plin plan waktu menang judi syg ank dan istri tiba kalah judi kdrt
begitu lah kalau org candu judi🤭
nayara jg keras kepala ngapain takut gagal lgi emang sdh nasib jln satu2 nya lebih baik plg ke rmh ibu dari pada mati di tangan bima kasian aldi trauma seumur hidup 🤭🤣🤣🤣
Leoruna: Nayara badung banget kak, susah di kasih tau😫
total 1 replies
Suanti
nayara ini oon jg ngapain masih tunggu bima plg masih berharap kembali sm bima
langsung kabur plg ke rmh ibu nya 🤭
Leoruna: Nayara susah di bilangin kak😫
total 1 replies
Suanti
nayara plg aja, segera ke rmh ibu
bima tak bakal berubah nama jg sdh kecanduan judi 🤭
Suanti
nayara oon mau aja di bohongin bima
nayara plg aja ke rmh ibu tinggal kan aja bima biar tau rasa 🤭
Leoruna: coba kasih paham dia, Kak, biar dia sadar/Sob//Sob/
total 1 replies
checangel_
Iya, bahagia yang ada dilewati dulu ... walaupun nanti ada luka🤧
checangel_
Di antara kalimat puitismu, hanya satu yang Reader tangkap .... berhentilah untuk melukiskan kata² indah itu, karena tak semua kata indah berakhir indah 🤭
checangel_: Kakak ada² aja🤭
total 4 replies
checangel_
Semoga janji itu abadi ya .... langit fiksi menjadi saksinya 😇🤝
checangel_
Semudah itu wanita melupakan masa lalunya dan itu benar sih, walaupun butuh perjuangan dalam hatinya itu 🤣
Leoruna: mungkin butuh waktu dan proses yg tak mudah
total 1 replies
checangel_
Lucu banget sih .... calon bapak satu ini 🤭, Nayara, Bima sudah kasih green light tuh /Shy/, jangan sia²kan kebaikannya 🤝
checangel_
Happy always ya Nayara /Smile/
checangel_
Benar, tapi sesulit itu untuk berpindah dari titik yang jalan di tempat itu🤧
checangel_
Definisi cinta istri pertama (manatan istri) tak bisa mengalahkan cinta mana pun, .... tapi cinta itu bisa berubah, jika dia bisa menemukan sosok wanita yang lebih baik dari mantan istrinya itu .... begitu juga sebaliknya bagi wanita .... mungkin dia bisa move on dari mantan suaminya .... tetapi jika dia sudah menemukan sosok lelaki yang lebih baik dari mantan suaminya itu ... bukan move on lagi, tapi sudah benar² lupa sampai ke akar²nya🤝 .... itu yang Reader tangkap hingga detik ini /Smile/
checangel_: آمين
total 2 replies
checangel_
Tapi tak ada kata terlambat kok (di realita)/Shy/ >> masih ada kesempatan kedua (untuk berubah)/Facepalm/
checangel_
Ketika cintamu masih bergeming untuk dia, tetapi tak bisa berkata 🤣
checangel_: 🤣/Shhh/
total 2 replies
Suanti
semoga nayara dapat jodoh lebih baik dari gilang 🤭
checangel_: Aamiin 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!