NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 - Kebaikan Raka

Mendapatkan izin dari pemilik rumah, Fauzi masuk dan Kepala pria itu mengangguk, ia sudah mendapatkan izin dari suaminya Bunda Nurul sekarang dapat izin juga dari bunda Nurulnya untuk masuk ke dalam kamar menemui Shakira.

Tidak dipungkiri hati kecilnya ngilu merasakan sakit mendengar tangisan istri kecilnya. Tidak perlu ditakutkan karena mereka suami istri, pihak pemilik yayasan sudah tahu dari Mario meski Fauzi masih menutupinya dari orang lain.

"Shakira." Ia berjongkok di hadapannya Shakira. Menatap lekat wajah cantik Shakira, air matanya masih berjatuhan karenanya.

"Aku tahu apa yang aku lakukan ke kamu sangatlah salah, tapi apa yang kamu lakukan juga salah Shakira. Jujur aku tidak bisa menjalankan hari-hari bersama kamu terutama bayangan masa lalu kamu yang akan terus menggangguku. Hatiku sakit, aku merasa ditipu olehmu, aku merasa perkataan ibuku benar tentang kamu. Seandainya semua orang tahu kamu bekerja di rumah bordil apa tanggapan orang? bukan aku yang malu tapi keluargaku dan kamu juga."

Shakira tersenyum miris, ia kira Fauzi mau meminta maaf ternyata hanya menyalahkan saja. Ia menoleh kesamping dengan derai air mata mengalir deras.

"Terus kisah yang kita lewati kamu anggap apa, Mas? Dua tahun kita saling mengenal masa kamu enggak mengenaliku? Dimana perasaan kamu? Dimana hati nurani kamu? Seenggaknya kamu hargai aku sebagai istrimu bukan kabur begitu saja tepat di malam pertama kita. Kamu sendiri yang bilang harus saling komunikasi, harus saling mendengarkan, tidak boleh berprasangka buruk terhadap pasangan sebelum mendengarkan penjelasan, tapi kamu sendiri tidak melakukannya. Ok aku salah karena sudah menyembunyikan pekerjaanku dulu tapi aku melakukan itu karena ada alasannya. Lagian pekerjaanku tidak seperti yang kalian bayangkan."

Dia memang kerja disana,a bukan sebagai wanita penghibur tapi sebagai waiters yang menyajikan berbagai minuman di meja bar. Tugasnya cuman berdiri di dekat meja menunggu pembeli datang, bukan melayani banyak orang seperti tuduhan mertua dan suaminya. Lantas ada yang salah dengan pekerjaan itu?

"Dan alasannya karena tidak akan ada laki-laki yang mau sama perempuan bekas orang lain, terlebih wanita penghibur, Shakira! banyak laki-laki maunya wanita baik-baik," sahut Fauzi tegas.

Deg.

Jika seperti itu penjelasnya itu artinya dari awal Fauzi cuman pura-pura menerima dia, sudah jelas pria itu tahu dia bekas orang lain.

"He, munafik," lirih Shakira mengepalkan tangannya.

Fauzi mengusap air mata di pipi Shakira. Mata itu begitu sendu menatapnya, terlihat kecewa dan terluka. Dia menepis tangan Fauzi.

"Maafkan aku." Mata keduanya saling bertabrakan, jemari mungil Shakira menepis tangan Fauzi yang ada di pipinya.

"Keluar dari sini!" pinta Shakira memalingkan wajahnya.

Fauzi mengangguk, ia juga berpikir untuk membiarkan Shakira sendiri memikirkannya, meski ia kecewa tidak ada niatan dalam pikirannya menceraikan Shakira.

"Aku akan beri kamu waktu sendiri memikirkan semuanya, dan beri aku waktu juga untuk memutuskan langkah selanjutnya tentang rumahtangga kita. Aku keluar dulu." Dia membiarkan Shakira sendiri, tidak membujuk maupun menemani, keduanya butuh waktu sendiri.

**********

Setelah banyaknya perbincangan antara Shakira dan Appa Huda dan bunda Nurul, Shakira memutuskan tinggal disebuah kontrakan tak jauh dari yayasan, itupun atas tawaran mereka. Ia juga ditawari pekerjaan menjadi penjaga toko sepatu tidak jauh juga dari sana dengan gaji yang terbilang cukup baik untuk keperluan sehari-hari.

"Appa Huda tanya sekali lagi, kamu yakin mau tinggal di kontrakan? Di asrama masih ada kamar kosong yang bisa kamu tempati. Jadinya kamu tidak perlu bolak balik keluar masuk asrama dan juga bisa fokus disini saja," tawar Pa Huda memastikan lagi keinginan Shakira. Sebenarnya ini hanya basa basi saja, mengingat Shakira istrinya Fauzi merasa aneh tinggal terpisah.

"Iya Nak, kami tidak keberatan kok," timpal Bunda Nurul. Pasangan suami istri itu sedang mengantarkan Shakira ke kontrakan, tempat tinggal barunya.

"Sebelumnya saya berterima kasih kepada kalian karena sudah berbaik hati pada saya, tapi untuk tinggal di sini saya tidak bisa meski ada suami. Setidaknya hal itu sedikit membantu saya untuk tidak sering bertemu dengan suami saya, kita berdua sedang dalam masa merenungkan tentang segala sesuatu yang terjadi."

Walaupun ini tidak masuk akal karena pastinya tiap hari tetap bertemu, setidaknya ia tidak bertemu selama seharian full.

"Jika itu pilihan kamu kami tidak akan memaksa, tapi jika kamu butuh apapun jangan sungkan bilang sama kita. Anggap saja kita sebagai orangtuamu juga ya," kita Bunda Nurul.

Shakira tersenyum tipis seraya mengangguk, ia terharu masih ada orang baik dan tidak mencelanya.

"Shakira." Seseorang memanggilnya saat mereka sudah berada di gerbang.

Baik Shakira maupun Nurul Huda menoleh.

"Bisa bicara berdua?"

"Mas Raka."

Yap sosok yang memanggil Shakira itu Raka.

"Maaf Bunda, Appa, saya mau bicara sebentar sama Shakira, apa boleh?" Menyaksikan pembicaraan hangat mereka, ia merasa sungkan namun ada hal yang harus ia bicarakan sama Shakira.

"Oh silahkan, hmmm kami tunggu di depan sana," balas Bunda Nurul seraya menunjuk ke warung di sebrang jalan. Keduanya pun membiarkan Raka dan Shakira berbicara.

"Kamu mau kemana setelah Fauzi ...?" tanya Raka merasa khawatir, tidak tenang sebelum memastikan Shakira baik-baik saja.

"Aku masih tetap disini Mas, aku akan menghadapi situasi ini walaupun akan sangat sulit melupakannya."

Mata pria menatap iba, sekali pun tak tahu permasalahannya apa tapi ia ikut prihatin dan yakin jika Shakira wanita baik-baik.

"Kamu baik-baik saja?"

Shakira tersenyum. "Seperti yang Mas Raka lihat, aku terlihat baik ya walaupun dadaku bergejolak seakan ingin meledak-ledak."

Tangan Raka meraih tangan Shakira secara tiba-tiba.

"Eh!"

"Buat kamu." Tiba-tiba juga Raka memberikan beberapa lembar uang ke tangan Shakira.

"Mas ini apa? Maaf saya tidak bisa menerimanya." Ia menarik tangannya dan memberikan lagi uangnya pada Raka.

"Saya tahu kamu membutuhkannya, saya juga tahu saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja, mau pulang enggan tinggal pun enggan kan? Tapi semisalnya kamu tinggal disini ambillah uang ini, setidaknya buat keperluan kamu sehari-hari ya walaupun gak banyak."

"Tapi Mas ..."

"Gini aja, pegang uangnya dan jika suatu hari nanti kamu punya uang lebih lagi boleh deh balikin nih uang." Raka tau Shakira tidak akan mudah menerima pemberian dari orang lain. Jadi dia mengusulkan hal itu supaya Shakira mau menerimanya, uang dari ibunya saja masih ada.

Sementara Raja yakin Fauzi tidak memberikan uang sepeserpun pada mantan istrinya.

Shakira melihat uangnya, ia memang sedang membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Uang dari mamanya memang masih ada, sedangkan dia harus beli keperluan sehari-hari, biaya kontrakan, mau buka usaha juga untuk menyambung hidup.

"Udah jangan ragu, ambil aja, anggap aja saya meminjamkan uang padamu."

Raka kembali memberikan uangnya ke telapak tangan Shakira.

Meski ragu untuk menerima, Shakira tetap menerimanya saat Raka terus mendesaknya untuk menerima.

"Ya udah, aku terima ini dan aku anggap ini utang. Nanti kalau sudah punya akan saya bayar." Mau menolak tapi butuh. Jadinya ia menerima batuan Raka.

Raka tersenyum, ia mengangguk.

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!