Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mertua galak 5
Akhirnya aku bisa merebahkan tubuhku dalam kasur bersantai ria sehabis beberes rumah yang baru saja ku tinggali, semoga rejeki kami berdua mengalir dengan pindah nya kami ke rumah ini, diberikan kesehatan agar bisa bekerja dan memiliki keturunan yang lucu pandai cerdas cantik ataupun tampan, Soleh ataupun Sholehah.
"Sayang" sapa Bani sambil memelukku yang membuatku kaget karena lagi fokus buat mie instan untuk makan malam.
"Kapan sampainya? kok ngga ketuk pintu atau ucap salam?" tanyaku memutar badan dan membalas pelukan Bani.
"Kamu ngga dengar aku buka pintu ya" Bani mencium bibirku dan mendorongku ke meja dapur.
"Kringgg. .kringg. kringg" suara dering handphone Bani.
📲 "Bani, besok pulang kerja mampir kerumah mama ya" suara mama mertua dari telpon.
📲 "Iya besok kami pulang kerja mampir rumah mama" jawab Bani via telepon.
"Baru juga pindah belum ada sehari say, tadi kan juga sudah dianter sampai rumah, masih telponin saja ya" gerutuku heran.
"Ya sudahlah, ngga usah menggerutu begitu Sahara mungkin mama belum rela anaknya misah rumah, yuk kita makan malam, terus main diatas ranjang" gurau Bani kepada ku.
"jadi nggak mood, denger mama telpon" jawabku bete.
Akhirnya merasakan rumah tangga yang sesungguhnya dirumah kontrakan tanpa pengganggu, bangun pagi masak buat bekal sarapan dan makan siang di kantor. Beberes rumah, mandi dengan bebasnya, tanpa harus di gedor pintu seperti tempo hari di rumah mertua.
"Bangun sayang, sudah pagi ayo kita berangkat kerja aku sudah menyiapkan bekal untuk mu, aku juga sudah selesai mandi dan beberes rumah" ku bangunkan Bani untuk kerja.
"Aduh capek juga pindahan rumah ya say, terlihat barang kita sedikit tapi pas pindah banyak juga ternyata" keluh Banu saat sudah bangun tidur.
"Benar sekali, tapi kita harus tetap semangat mengumpulkan pundi pundi rupiah untuk hidup dan anak kita kelak" jawabku.
"Okelah, aku mandi dulu kamu siap siaplah" kata Bani.
Siang hari menjelang istirahat kerja, kudengar obrolan Mira dan Rani teman kerja ku tentang mertua, akhirnya ku hentikan kerjaanku dan malah ikut gabung ngobrol dengan mereka.
"Mir, mau makan siang dimana? bawa bekal ngga lu?" tanya Rani ke Mira yang masih sibuk beresin berkas.
"Bawa gue Ran, makan di pantry aja, emang lu g bawa bekal?" Mira tanya balik ke Rani
"Bawa gue mir, gue kemarin niat balik kerja mau langsung santai sama anak gue, tau nya mertua gue datang ngomel katanya rumah gue kotor banyak debu, jangan males jadi perempuan Ran, nanti anaknya niru kalau ibunya malas, emang gue g capek apa mir" cerita Rani dengan semangatnya.
"Yah. .sama Ran kayanya semua mertua emang kaya gitu deh. kalau mertua gue mah kaya ngiri gitu sama gue, gini ni istri itu jangan manja keenakan hidupnya, dulu jaman mama muda kerja juga rumah tetap beres ngga berantakan, gitu Ran ngomongnya" jelas Mira masih beresin berkas di mejanya siap siap makan siang.
Mira dan Rani masih asyik ngobrolin mertua galak mereka masing masing, sementara aku bergumam dalam hati, Berarti engga cuma mertua gue yang masih ngga rela anaknya berbagi kasih dengan perempuan lain alias mantu nya sendiri. hihi aku engga sendirian ternyata, Banyak mertua galak di luar sana.
"Sahara kenapa cekikikan sendirian, yuk gabung makan siang bareng kita, Bawa bekal apa beli nitip on?" Ajak Rani.
"Oh, gue g sengaja denger obrolan kalian tentang mertua galak wkwkwk, ternyata gue g sendirian, gue bawa bekal yuk ikutan makan siang bareng" jawab ku.
"Iya emang Ran, Sa, dimana mana mah mertua sama aja, kalau ada mertua baik hati mah itu cuma bonus" sahut Mira sambil mengibaskan rambut nya.
hahaha kami bertiga tertawa kencang dan masih melanjutkan ngobrol tentang mertua galak yang makin seru, obrolan pengantin baru atau lama yang paling seru adalah tentang mertua, tak terasa kami makan siang dan ngobrol waktu istirahat telah usai. kami kembali ke meja masing masing dan lanjut bekerja.
~Bersambung~
jangan lupa like. vote, rate dan komen yaa pembaca yang baik hati
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗