NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Tiya Corlyningrum

Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.

Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!

Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.

Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.


"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumpangan Ketua Osis Tengil

Huhhhh, hari ini hari yang sangat sangat membuatku malas. UTS, yapss Ulangan Tengah Semester.

"Soal dikerjakan sendiri, tidak ada yang mencontek, buka HP, buka buku," kata pengawas ruanganku.

Saat aku hendak mengerjakan, tiba-tiba ada yang menarik narik rambutku. Aku menengok ke belakang, ternyata tuh Ketua Osis lagi! OMG mimpi apa aku semalem bisa satu ruangan dengan nih lakik.

"Apaa?" Tanyaku menoleh ke arahnya yang kini memasang tampang tidak berdosa khas lelaki itu.

Aku memutar bola mataku kesal, nyidam apa ibu dari lelaki itu sehingga melahirkan anak yang sangat mengesalkan seperti Fernando? Mungkin ibu lelaki itu nyidam bulu ayam.

"Enggak cuma mau pegang rambut panjangmu yang halus sehalus sutra," katanya gombal dengan senyumnya yang terlihat sangat menjengkelkan di mataku.

Aku melempar penghapus ke arahnya.

"Nadia, Fernand, jika kalian tidak diam silahkan kerjakan di luar," kata pengawas ruangan ujian kami memperingatkan aku dan juga Fernando.

"Sorry, Pak," kataku kembali fokus dengan soal ujian beserta lembar ujiannya.

Aku mengerjakan soal dengan lancar, karena ini mata pelajaran Bahasa Indonesia yang terbilang lumayan gampang, kalau Matematika sih terima nasib. Walaupun aku anak MIPA tapi aku tidak bisa Matematika, bukannya tidak bisa sih, tapi males menghitung. Makanya aku tidak masuk IPS karena pasti ada pelajaran Akuntasi, kalau salah hitung bisa bangkrut dong, hahaha.

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi juga, udah laper banget nihhhh. Aku berjalan ke arah gerbang, aku mengirim pesan untuk Mama agar menjemputku karena hari ini aku tidak bawa mobil. Singkatnya mobil Mama masuk bengkel, jadi Mama pakai mobilku sementara waktu.

Ma, aku udah di gerbang nih. Mama kapan sampai?

-Mama-

'Sorry ya Nad, Mama sedang sibuk. Kamu naik taksi aja nanti uangnya Mama ganti'

Mataku terbelalak, ih kok gak bilang dari tadi sih, males kan. Mana udah sore lagi emang ada taksi lewat sini. Seharusnya Mama memberitahuku lebih awal kalau memang Mama tidak bisa menjemputku.

Aku sudah berdiri seperti patung pancoran sejak tadi untuk menunggu Mama menjemputku.

Tinnn ... tinnnn, suara klakson mobil di belakangku membuatku menyingkir.

Aku menengok ke arah mobil Audi R7 yang mendadak berhenti di depanku, seseorang di dalam mobil menurunkan kaca mobilnya.

Aku menatap siapa yang berada di dalam sana dengan senyuman sinis. Tuan Ardika nampaknya tengah menjemput Tuan Putri Pevita. Papa menatapku dan tersenyum lembut. Bukan, itu senyuman yang terlihat seperti ejekan yang Papa tujukan padaku.

"Sayang ayo masuk, Papa antar pulang," kata Tuan Wijaya memberikan kode padaku untuk masuk ke dalam mobilnya.

Niatnya datang untuk menjemput Pevita, kenapa dia sok perhatian kepadaku? Apa dia pikir aku akan melunak dengan mengantarkanku pulang? Tidak akan!

Tiinnnnnnnn, suara klakson motor di sampingku. Ternyata tuh lelaki tengil, mau apa lagi coba?

"Mau bareng? Hampir sepi nih?" Tawarnya. Boleh juga dari pada bareng keluarga itu.

Aku melirik ke arah Tuan Wijaya dan juga putri kesayangannya yang kini tengah menatap Fernand dengan penuh tanda tanya. Ah, lebih baik aku naik motor dengan lelaki gila ini daripada harus satu mobil dengan mereka.

"Boleh," kataku menaiki motornya tanpa menengok ke arah tuan Wijaya lagi.

Fernand melajukan motornya dengan kecepatan sedang, tangannya menarik tangannya hingga melingkar di perutnya. Aku menarik kembali tanganku, posisi ini membuatku merasa tidak nyaman.

Bukan Fernand namanya jika dia menuruti kemauanku, lelaki itu semakin menggenggam erat tanganku.

"Sudah nurut saja Nad, kita naik motor. Kamu bisa jatuh kalau aku ngerem mendadak," ucapan Fernand membuatku merasa itu hanya akal-akalannya saja.

Oh shittt! Baru saja peringatan itu keluar dari mulut lelaki itu. Dari arah kanan kami seorang ibu-ibu belok ke arah kiri tanpa menyalakan lampu seinnya. Fernand mengklaksonnya dengan keras, dengan sigap Fernand mengerem motornya tepat waktu. Satu detik saja dia terlambat, mungkin kami bisa menabrak ibu-ibu itu.

"Nad, kamu tidak apa?" Terdengar suara lelaki itu sangat khawatir.

Meskipun jantungku berdebar tidak karuan, namun aku tetap menjawab bahwa aku baik-baik saja.

Sepertinya Fernand mengerti, lelaki itu langsung membawaku ke sebuah mini market yang tidak jauh dari sana.

"Duduk sini, aku beli minum," ucap Fernand menyuruhku duduk dikursi yang sudah disediakan di mini market.

Aku hanya menurut saja, inilah yang membuatku agak malas naik motor. Lebih baik aku naik angkutan umum, atau taxi. Karena motor lebih rawan daripada kendaraan beroda empat.

Fernand kembali dengan softdrink di tangannya, lelaki itu menyodorkan minuman ke arahku. Aku menerimanya dan tersenyum.

"Terimakasih," ucapku dengan tulis diangguki Fernand.

Merasa cukup, kami meneruskan perjalanan menuju rumahku.

"Terimakasih atas tumpangannya "

"Kamu tidak menawarkanku masuk k. dalam?" Tanya Fernand dengan senyumannya yang menjadi idola para siswi di sekolah kami.

Aku mendengus, akal-akalan Fernand saja untuk mendekatiku.

"Tega sekali, ya sudah aku pulang dulu Nyonya Fernando," kekeh Fernand melajukan motornya meninggalkanku di depan gerbang rumahku sendirian.

Aku menghempaskan tubuhku di sofa, rasanya kepalaku berkunang-kunang. Gila aja tuh soal Matematika, soal apa sate gule bikin kepala orang puyeng.

Tidak berapa lama setelah kedatanganku, suara mobil memasuki rumah. Mungkin saja itu mama yang kebetulan juga baru saja pulang.

"Sayang kamu udah pulang?" Tanya Mama yang baru masuk rumah.

Aku bangkit dari posisiku. "Iya Ma, tadi aku mau dianterin Papa tapi untung aja ada kakak kelasku mau nganterin pulang," jelasku panjang lebar kepada Mama.

"Ih kamu nggak boleh gitu sama Papa kamu," kata Mama menasehatiku.

"Biarin aja, toh Nadia nggak minta dianterin pulang kok," kataku membela diri.

"Iya-iya terserah kamu, kamu mau makan apa?"

"Terserah, Mama mau masak apa?" Tanya menatap barang belanjaan di tangan Mama.

"Ya sudah kamu ganti baju dulu gih, nanti bantuin mama bikin adonan, ya," kata Mama.

"Ayeeeyeee, Ibu Suri" kataku sambil tertawa.

Aku tidak butuh keluarga lengkap jika itu menyakitkan. Cukup aku dan Mama, kita bisa membuat cerita bahagia bersama, hanya ada aku dan Mama.

1
Andi Fitri
👍👍👍
Siska
kok ak bingung ya. bukanya kelulusan ya. kok jd msh kls 2
Gue Kangen🥰
sadar pak.... sadarrrr..... mantan tuuuu😆😆😆
Fikavindia
aku gk bisa baca nama panjang Fernando🤣
Elly Watty
mnding nadia jgn tiru sifat emaknya deh, hrs konsisten ma ucapannya, jg ngeludah trus dijilat lg
Elly Watty
seorang ibu hanya krn kenikmatan biologis sementara dah g peka sama anaknya, q jd condong k ferra dr pd sonia, elegan tp kyak pelacur
Elly Watty
1000% kecewa bnget ma sonia, dia tak ubahnya kyak pelacur, didekati bram dia g mau, skrg mlah pelakor teriak pelakor
Elly Watty
jijik q thor dg sonia, bener kata si suami keplek kyak ardhi, klw msih cnta knp tdk bsa memaafkan skrg mlah lbih parah dari ferra, berzina dg mntan suami, lah mnding ferra msih dinikahi meskipun dibawah tangan
Elly Watty
jgn goblok deh si sonia diselingkuhin 15 thn msih g bisa moveon?awalnya q salut tp di part ini q jd g respect bnget ma sonia ketika tahu klw dia msih mngharapkan mntan suaminya
Elly Watty
udah bikin klah telak gi si pa2n cucian ardika, buat sonia nikah ma bram ja biar dia stroke skalian
Elly Watty
harus nya si Bpk g tau diri g usah ngasih boneka nya dulu coz da nadia tp nyatanya otak si Bpk konslet tetep ja boneka nya dikasih pdahal tanpa sengaja itu dah melukai nadia
Elly Watty
alur ferdinand n nadia terkesan tergesa2 n dipaksakan...
bung@ter@t@i
sakiiiit tau gak thoooor
Me Ta
his Sonia menjijikan🤮🤮
divyyy
pusat masalahnya di ferra itu
Masttk Eko Prasetyo
kutunggu cerita selanjutnya
Masttk Eko Prasetyo
ciye...mulai perhatian si fernand
Masttk Eko Prasetyo
bau baunya mau ada yg jatuh nih ama adik kelas
Masttk Eko Prasetyo
penisirin cerita selanjutnya
Darla Calista
si anjjjing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!