Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 15
"Jangan sakiti anak mami! Awas aja kalau sampai kamu membuat Elea menangis maka akan Mami buang kamu ke pulau komodo!" ancam Mami Shella saat mereka berpisah di parkiran.
"Mana ada yang seperti itu! Yang ada malah aku yang menjadi korban istri pilihan Mami ini! Dia galak begitu seperti singa betina! Bagaimana aku bisa menyakiti dia! Yang ada belum apa-apa saja aku udah kena tabok!" jawab Ghazi membuat kedua orang tua mereka terkekeh.
"Nak, mulai belajar menjadi istri yang baik untuk suamimu. Apapun yang terjadi sebelumnya, nyatanya saat ini kalian adalah pasangan suami istri yang harus saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Walau belum tumbuh cinta di antara kalian, tapi kalian bisa menjalani hari-hari bersama dengan berpacaran halal," jawab Mama Nara bijak.
"Nah ide yang bagus itu! Biar dia nggak kelayapan dan malah mampir ke ke para Wewe gembel! Gedeg bangat mami liat dia deket-deket sama mereka," jawab Mami Shella yang orangnya memang to the point seperti Elea.
"Biarin aja Mi, kalau memang ada yang mau Nerima dia dengan segala ke gembelannya berarti wanitanya terima dia apa adanya! Nanti aku akan berikan dia secara sukarela!" jawab Elea membuat Ghazi mendelik ke arah istrinya.
"Di kira barang apa main oper-oper nggak jelas seperti itu! Heh aku ini suami kamu Elea! Udah ayo pulang! Aku udah ngantuk!" Ghazi menarik pinggang Elea setelah menyalami kedua orang tua mereka.
"Astaga! Bisa pelan nggak? Kalau keserempet terus jatuh gimana? Ini aku pake gaun loh! Ya ampun ni orang salah minum apa ya!" omel Elea.
"Nggak akan jatuh! Aku pegang kamu!" jawab Ghazi membukakan pintu mobil dan menghalangi kepala Elea agar tidak terbentur. Entah itu refleks atau tanpa sadar di lakukan oleh Ghazi kepada istrinya. Karena sadar atau tidak yang di lakukan oleh Ghazi itu terlihat sangat manis di mata kedua orang tua mereka.
Bukan hanya kedua orang tua mereka yang kaget melihat perlahan perlakuan Ghazi yang mulai berubah, tapi juga ternyata Monica yang masih berada di sana. Rupanya dia sengaja belum pulang dan penasaran dengan siapa Ghazi masuk ke dalam ruangan VIP selain dengan wanita yang katanya istrinya. Ternyata mereka di sana bersama dengan kedua orang tuanya.
"Jadi benar kan Ghazi sudah menikah? Aku sampai syak syik syok melihatnya. Ceweknya cantik banget! Serasi sama Ghazi, tak berlebihan namun sangat elegan dan terlihat berkelas. Dan aku lihat Ghazi terlihat sangat perhatian sampai-sampai dia dari tadi terus menggandeng pinggang wanita itu! Wah, wah, hari patah hati bagi para wanita yang mengincar Ghazi ini! Mereka semua sudah kalah, Ghazi sudah menikah! Nggak ada lagi yang antri untuk mendapatkan hadiah mewah dari dia atau jadi viral di media sosial kan?" Cerocos teman Monica yang juga melihat hal itu.
"Berisik! Aku yakin mereka itu menikah karena perjodohan! Dan tak akan lama lagi mereka akan berpisah! Lihat saja, aku yakin pernikahan mereka tak akan lama! Apalagi sekarang Ghazi yang tak bisa lepas dari para wanita cantik! Walau sering Gonta ganti dan hanya sekedar makan malam saja. Tapi dia penyuka wanita cantik dan sexy!" jawab Monica percaya diri.
"Astaga! Kamu masih ngerep bisa dekat dengan Ghazi? Helo, kamu itu udah dapat jatah satu kali dan kamu di kasih ponsel itu kan? Ya udah sih, syukuri saja jangan ngelunjak!" jawab temannya tapi membuat Monica terlihat kesal dan pergi dari sana meninggalkan temannya lebih dahulu.
"Wibbyyy ..." panggil Ghazi saya Elea keluar dari dalam kamar mandi dengan piayama panjangnya.
"Apaan? Bisa nggak sih jangan teriak? Udah malam tau!" protes Elea.
"Kamu tadi apaan sih ngomong begitu sama wanita yang tadi! Aku ini suamimu, astaga kenapa kamu malah ngomong begitu!" tanya Ghazi.
"Ngomong yang mana sih? Repot amat! Memangnya kenapa? Kamu takut kalau dia nggak ngejar kamu lagi? Idih! Modelan ondel-ondel dempul tebal saja kamu mau! Kalau tuh dempulnya di bersihkan kamu bakalan kaget liat wajahnya! Mana ini, ini udah kendor! Udah pernah pegang belum?" jawab Elea santai.
"Astaga! Malah ngomong begitu! Mana pernah aku ngelakuin hal itu! Sini aku coba punya kamu!" jawab Ghazi malah iseng dan mendekat ke arah Elea.
"Berani dekat dan pegang ku tonjok kau!" ancam Elea mengepalkan tangannya sebelum Ghazi mendekat.
"Lah tadi kamu yang bilang sendiri! Sekarang malah nggak boleh! Itu kendor nggak? Aku hanya memastikannya dulu! Jangan-jangan punya kamu juga kendor sama seperti punya mereka seperti yang kamu bilang!" jawab Ghazi sengaja iseng kepada istrinya.
"Ghazi messsssuuum kau! Berani mendekat tidur di luar!" teriak Elea kesal.
triiiing
Ghazi menyentil kening Elea sampai membuat istrinya merengut dan pergi menuju tempat tidur lebih dahulu dan merebahkan badannya karena kesal kepada Ghazi.
"Makanya kalau ngomong itu jangan mancing-mancing! Kamu kan sudah tahu kalau aku nggak pernah ngapa-ngapain! Harus bagaimana lagi aku menjelaskan agar kamu percaya! Lagian Papi sama Mami selalu mengirim anak buahnya untuk memata-matai aku! Bisa di tendang ke sungai amazon aku kalau sampai berani macam-macam! Lagian aku gak berniat seperti itu dengan wanita maupun kecuali wanita yang aku cintai!" jawab Ghazi panjang lebar tapi ternyata Elea malah sudah terlelap.
"Astaga! Aku ngomong panjang lebar dari Sabang sampai Merauke dia malah sudah tidur! Dasar pelor! Baru juga nempel ke bantal sudah tidur!" ucap Ghazi berjongkok di sebelah Elea dan menatap wajah cantik istrinya.
Wajah yang cantik alami tanpa polesan apapun. Hidung mancung, bibir tipis yang selalu membuatnya gemas ingin selalu dia cium, mata yang sedikit besar dan bulu mata yang lentik. Elea sangat cantik, tak kalah dengan para model yang selalu pergi dengannya. Tangan Ghazi terulur menyingkirkan anak rambut dari pipi Elea.
Cup
Cup
Ghazi mencuri ciuman di bibir dan pipi Elea setelahnya dia segera berlari saat melihat Elea menggeliat. Dia takut kalau Elea bangun dan tahu kalau dia menciumnya pasti akan ngamuk. Ghazi merebahkan badannya di sebelah Elea dengan sedikit takut-takut. Dia juga berpura-pura tidur sambil menenangkan perasananya. Sesekali melirik ke arah Elea yang kembali terlelap.
"Astaga! Aku pikir dia bangun! Kalau bangun mampuslah di suruh tidur di luar!" ucap Ghazi pelan.
Ghazi tak bisa tidur dia kemudian memiringkan badannya menatap wajah cantik Elea, dia menatap dengan dalam. Entahlah, dia suka sekali menatap wajah Elea. Rasanya tak bosan dan malah membuat dia ingin terus menatap Elea. Apa mungkin dia sudah mulai jatuh cinta kepada Elea? Entahlah namanya juga Ghazi, masih sering berubah-ubah pemikiran dan juga hatinya.
"Cantik-cantik kok galakmu ngalahin singa betina! Dulu mama Nara ngidam apa sampai anaknya galak begini! Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit main pukul! Astaga, mimpi apa aku punya istri galaknya seperti ini!" ucap Ghazi sambil mengusap pipi Elea. Dia memandang Elea sampai akhirnya dia juga ikut tertidur.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan