NovelToon NovelToon
My Dangerous Kenzo

My Dangerous Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Playboy
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Dinan

Deskripsi — MY DANGEROUS KENZO
📚✨ Naya Putri Ramadhani selalu hidup di bawah aturan Mommy yang super strict. Serba rapi, serba disiplin… sampai napasnya terasa terkekang.
Tapi ketika study tour sekolah datang, Naya menemukan sedikit kebebasan… dan Kenzo Alexander Hartanto.
Kenzo, teman kakaknya, santai, dewasa, tapi juga hyper affectionate. Suka peluk, suka ngegodain, dan… bikin jantung Naya deg-degan tiap kali dekat.
Bagaimana Naya bisa bertahan antara Mommy yang strict, Pappi yang hangat, dan Kenzo yang selalu bikin dia salah tingkah? 💖
💌 Happy Reading! Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Dinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - My Dangerous Kenzo

...----------------...

...✨📚💌 HAPPY READING! 💌📚✨...

...Selamat datang di cerita ini, semoga kamu betah, nyaman, dan ketagihan baca 😆💫...

...Siapin hati ya… siapa tahu baper tanpa sadar 💖🥰...

...⚠️🚨 DISCLAIMER 🚨⚠️...

...Cerita ini fiksi yaa ✨...

...Kalau ada yang mirip, itu cuma kebetulan 😌...

...No plagiarism allowed ❌📝...

...----------------...

Naya masuk ke kamarnya sambil menyeret langkah pelan. Kakinya masih digips, tiap pijakan terasa berat.

“Capek banget jalan dari kamar sebelah ke sini doang…” gumamnya dramatis, menjatuhkan tubuhnya ke kasur.

Ia menghela napas panjang. Tangannya refleks meraih ponsel di samping bantal.

Layar menyala.

Kosong.

Tidak ada notifikasi.

Alisnya mengernyit tipis.

“Kok dia nggak ada nelpon yaa…” pikirnya pelan.

Naya memutar tubuhnya, menatap langit-langit kamar.

“Sibuk kali…”

“Iya… sibuk…”

Tapi kalimat itu tidak benar-benar menenangkan.

Biasanya, sesibuk apa pun Kenzo, selalu ada satu pesan.

“Udah sampe?”

“Minum obat ya.”

Atau sekadar, “Miss you.”

Sekarang… tidak ada.

Naya membuka chat Kenzo.

Terakhir aktif: 6 jam lalu.

Enam jam.

Itu bukan waktu yang sebentar untuk seseorang yang biasanya balas dalam hitungan menit.

Jantungnya mulai terasa aneh.

Bukan panik.

Lebih ke… kosong yang bikin gelisah.

Naya mengetik.

Naya:

Ken

Titik tiga tidak muncul.

Ia menunggu.

Satu menit.

Dua menit.

Lima menit.

Tidak dibuka.

Naya menggigit bibirnya pelan.

Naya:

Kenzo

Masih sepi.

Dadanya mulai terasa berat.

Naya:

Kemana?

Tangannya bergerak lagi tanpa pikir panjang.

Naya:

Kok nggak ngasih kabar?

Ia menatap layar terus. Seolah kalau ia menatap cukup lama, notifikasi itu akan muncul.

Tidak ada.

Naya memeluk ponselnya ke dada.

“Bisa aja sih… mungkin lagi sama keluarga…” bisiknya mencoba rasional.

Tapi perasaannya tidak mau diajak kompromi.

Lima belas menit berlalu.

Ia membuka Instagram. Tidak ada story baru.

Buka last seen lagi. Masih sama.

Naya kembali mengetik.

Naya:

Ken jangan diem gitu dong

Aku jadi overthinking

Dikirim.

Masih centang dua abu-abu.

Naya mendesah kecil.

“Ya ampun… ini gue kenapa sih?” gumamnya kesal pada diri sendiri.

Ia memutar badan menghadap tembok.

Lalu kembali menghadap ke atas.

Lalu duduk lagi.

Ponsel tetap di genggaman.

Sepuluh menit.

Tidak ada perubahan.

Naya menarik selimut sampai dagu.

“Yaudah… kalau lo nggak mau kabar yaudah…” ucapnya pelan, tapi suaranya terdengar kecewa.

Matanya terasa panas.

Bukan karena marah.

Lebih ke rasa tidak dianggap.

Ia membuka chat lagi.

Naya:

At least bilang sibuk kek

Kali ini ia langsung menaruh ponselnya di samping bantal. Seolah protes kecil.

Beberapa menit kemudian, tangannya meraba lagi ponsel itu.

Masih sama.

Kosong.

Naya menghela napas berat.

“Kenzo… jangan bikin gue takut ya…” bisiknya hampir tak terdengar.

Tanpa sadar, jemarinya masih menggenggam ponsel saat matanya perlahan terpejam.

Ia tertidur dalam posisi miring, alisnya masih sedikit berkerut.

Layar ponsel perlahan redup.

Malam berlalu.

Pagi datang bersama cahaya matahari yang menyelinap lewat celah tirai.

Naya membuka mata pelan.

Refleks pertama: ponsel.

Ia langsung duduk, jantungnya sedikit berdebar.

Layar dibuka.

Tidak ada notifikasi.

Chatnya masih centang dua.

Belum dibaca.

Kosong.

Dada Naya terasa seperti dijatuhkan pelan ke dasar yang dalam.

“Seriusan…?” bisiknya lirih.

Bukan soal balasan cepat.

Tapi Kenzo tidak pernah seperti ini.

Tidak pernah menghilang tanpa kabar.

Naya menatap foto profil Kenzo lama.

Tangannya mulai terasa dingin.

“Lo kenapa sih…?” gumamnya.

Pagi itu, untuk pertama kalinya sejak mereka bersama, Naya merasa benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Dan itu jauh lebih menakutkan daripada dimarahi Mommy.

_

Pagi itu sekolah terasa… aneh.

Bukan karena suasana kelas.

Bukan karena pelajaran.

Tapi karena satu orang tidak ada di tempat biasanya.

Kenzo.

Naya duduk diam di bangkunya. Tasnya masih tergantung di sandaran kursi. Buku sudah terbuka, tapi tidak benar-benar dibaca. Matanya beberapa kali melirik ke arah pintu kelas.

Kosong.

Biasanya sebelum bel masuk berbunyi, Kenzo sudah berdiri santai di depan kelas. Bersandar di tembok, tangan di saku, pura-pura cuek. Tapi matanya selalu mencari satu orang.

Naya.

Hari ini tidak.

Bel masuk berbunyi. Kursi di samping pintu tetap kosong.

Citra yang duduk di sebelah Naya akhirnya melirik.

“Kenzo mana?”

Naya pura-pura sibuk membalik halaman buku.

“Gatau.”

Citra mengernyit.

“Lah lo kan pacarnya?”

Naya menelan ludah kecil.

“Iya… tapi bukan berarti gue tau semua.”

Jawaban itu terdengar lebih defensif daripada yang ia kira.

Citra memperhatikannya beberapa detik, tapi tidak melanjutkan.

Naya menatap papan tulis. Tulisan guru seperti kabur.

'Sehari gak ada Kenzo aja gue udah begini.

Emang lo dangerous, Kenzo,’ batinnya.

Jam pertama lewat.

Jam kedua lewat.

Tidak ada kabar.

Naya membuka ponsel di bawah meja. Chat terakhirnya masih centang dua. Tidak dibuka.

Dadanya mulai sesak. Bukan panik. Tapi rasa tidak nyaman yang pelan-pelan menggerogoti.

Kenzo bukan tipe yang menghilang tanpa bilang apa-apa.

Jam istirahat.

Kantin ramai seperti biasa. Suara sendok, tawa, dan obrolan bercampur jadi satu. Tapi bagi Naya, semuanya terdengar jauh.

Reno duduk bersama Bian dan Dion. Naya ikut duduk di samping kakaknya.

“Ken mana sih?” Bian menyender malas di kursi. “Biasanya dia paling ribut duluan.”

Dion yang biasanya paling tenang ikut angkat suara.

“Semalem juga nggak online.”

Naya langsung menoleh.

“Lo tau sesuatu?” Tatapannya ke Dion tajam.

Dion ragu sebentar.

Reno langsung sadar ada yang berbeda dari ekspresi itu.

“Ngomong.”

Dion menghela napas pelan.

“Semalem… gue liat dia.”

“Di mana?” Naya cepat. Terlalu cepat.

Dion menatap Naya beberapa detik. Seolah mempertimbangkan apakah ia harus bicara atau tidak.

“Di......Club.”

Sunyi.

Sendok di tangan Naya berhenti di udara.

“…apa?”

“Club malam,” ulang Dion pelan.

Jantung Naya seperti dipukul pelan tapi keras.

“Dia nggak sendiri.”

Kalimat itu jatuh seperti bom kecil di meja mereka.

Reno langsung duduk tegak.

“Maksud lo?”

Bian yang tadinya santai sekarang ikut serius.

“Sama siapa?”

Dion menatap meja.

“Cewek.”

Tangan Naya mulai dingin.

“Cewek gimana?” Suaranya lebih kecil dari biasanya.

“Gue nggak kenal. Bukan anak sekolah kita. Pakai dress hitam. Rambut panjang.” Dion berhenti sebentar. “Mereka… kelihatan dekat.”

Dekat.

Kata itu berputar-putar di kepala Naya.

Dekat bagaimana?

Kenzo duduk di sampingnya?

Pegangan tangan?

Atau lebih dari itu?

Naya tidak berani membayangkan.

Reno menatap Dion tajam.

“Lo yakin itu Kenzo?”

“Yakin.”

Sunyi lagi.

Suara kantin mendadak terasa jauh. Seolah dunia mengecil hanya jadi meja kecil itu.

Naya berdiri pelan.

“Nay—” Reno hendak menahan.

“Gue ke toilet.”

Ia berjalan pelan dengan kaki yang masih digips. Setiap langkah terasa berat. Tapi kepalanya terasa jauh lebih berat daripada kakinya.

Di dalam toilet, Naya berdiri di depan cermin.

Wajahnya pucat.

“Club…” bisiknya.

Kenzo tidak pernah bilang dia mau pergi.

Kenzo tidak pernah tipe yang sembarangan.

Tangannya sedikit gemetar saat membuka ponsel lagi.

Chatnya masih tidak dibuka.

Ia membuka Instagram.

Scrolling.

Lalu—

Sebuah akun yang tidak ia kenal muncul di explore.

@valeriedelune.

Entah kenapa hatinya terasa tidak enak.

Ia membuka profil itu.

Highlight story.

Dan di salah satu highlight bertuliskan “Last Night”—

Video gelap dengan lampu neon. Musik berdentum. Suasana club yang penuh.

Naya menahan napas.

Di sudut video—

Sosok Kenzo.

Jelas.

Bersandar di sofa VIP. Kemeja hitamnya sedikit terbuka di bagian atas. Wajahnya terlihat serius, tidak tersenyum.

Dan di sampingnya…

Perempuan dengan dress hitam duduk sangat dekat.

Terlalu dekat.

Tangan perempuan itu menyentuh lengan Kenzo. Jemarinya seperti bermain di sana.

Kenzo tidak terlihat menolak.

Video itu hanya beberapa detik.

Tapi cukup.

Cukup untuk menghancurkan ketenangan Naya.

Perutnya terasa mual.

“Kenzo…” suaranya serak.

Air matanya tidak langsung jatuh.

Justru itu yang lebih menyakitkan.

Dadanya panas.

Bukan cuma cemburu.

Tapi merasa… dibodohi.

Di sisi lain kota.

Kenzo berdiri di balkon apartemen mewah. Kota terlihat kecil di bawah sana. Lampu-lampu siang yang pucat kontras dengan sisa malam di kepalanya.

Ponselnya bergetar berkali-kali.

Nama Naya memenuhi layar notifikasi.

Ia menutup mata sebentar.

Di belakangnya, suara heels mendekat perlahan.

“Girlfriend kamu?” suara perempuan itu lembut, tapi penuh arti.

Kenzo tidak menjawab.

Perempuan itu berdiri di sampingnya sekarang. Dress hitam yang sama. Rambut panjang tergerai.

“Kamu belum bilang ke dia ya?”

Kenzo mengepalkan ponsel di tangannya.

Situasi ini… jauh lebih rumit daripada sekadar club malam.

Bukan soal bersenang-senang.

Bukan soal perempuan itu.

Ada sesuatu yang belum Naya tahu.

Dan Kenzo tahu—

Begitu Naya tahu semuanya,

tidak akan ada yang kembali sama.

...----------------...

...💥 Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾 biar nggak ketinggalan update selanjutnya!...

...🙏💛 TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA! 💛🙏...

...Dukung karya lokal, gratis tapi berasa 🫶📖...

...Biar penulisnya senyum terus 😆✨...

...----------------...

1
Salsa aja
kpn up lg thor... nanggung tuhhh..
Dinaneka: jam 8 kak up lagi👍
total 1 replies
Salsa aja
dikit amat tulisannya per episode.. kepanjangan tuhhh awalan dan akhiran curcol penulisnya
Dinaneka: Makasih banyak masukannya kak 🤍
Ke depannya aku coba bikin isi ceritanya lebih panjang yaa.
Smoga kakak tetep betah baca MY DANGEROUS KENZO 💕🙏😍
total 1 replies
Salsa aja
bagus ceritanya.. inspiratif.. positif.. tp terlalu glamor menurutku hahaha.. dunia novel.. dunia mimpi.. tp bikin happy/Good/
Dinaneka: Ceritanya sengaja di buat dreamy💖 xii xii
Semoga tetep seru ya✨🙏 sesuai dreamy penulis nya😄 mimpiin sosok kenzo😍🙏🤭
total 2 replies
nanuna26
semangat kak
Dinaneka: makasih kakak🙏
total 1 replies
Martini .K
semsngatt yah💪
Martini .K: sama2
😊
total 3 replies
Riyanti Bee
Penulisan rapi enak dibaca, cerita menarik.
Dinaneka: makasih banyak kakak selalu setia sama my dangerous kenzo, thankyou banget.
total 2 replies
tamara is here
jangan lupa mampir yaa, kita saling dukung😍💪
Dinaneka: Makasih banyak kakaku🙏🙏
total 1 replies
tamara is here
Cerita yanh baguss
Dinaneka: makasih banyak kakak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!