NovelToon NovelToon
My Little Devil

My Little Devil

Status: tamat
Genre:Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Bagaimana jika kau mencintai anak angkatmu sendiri?

Begitulah yang tengah di rasakan oleh Maxwell. Ia adalah satu-satunya suami yang tak mengharapkan Istrinya hamil. Bahkan, saat wanita itu di harus menjalani operasi Rahim maka Maxwell-lah satu-satunya manusia kejam yang tak perduli.

Ia di paksa untuk mengangkat seorang anak untuk mengobati trauma Istrinya. Tapi, balita 4 tahun itu sangat menguji kesabaran Maxwell yang di buat hidup di dunia Fantasi dan Mitologi.

Bagaimana tidak? saat Mentari datang maka Bocah itu akan sama seperti anak pada umumnya. Ia berkeliaran membuat suara berisik memusingkan. tapi, di malam hari ia akan menjelma menjadi seorang wanita dewasa yang arogan bahkan menyaingi sikap dinginnya.

Sosok yang begitu kasar dan selalu ingin membunuh membuat Maxwell hidup bagai di medan perang.

Mampukah Maxwell menundukan Sosok itu? atau ia terjebak dalam keputusan paksaan ini?

....

Tinggalkan Like, komen, Vote dan Giftnya ya say 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukannya!

Baru saja Maxwell mendudukan tubuhnya di atas kursi kekuasaan itu dan tiba-tiba saja para anggotanya mengatakan jika Baby Evelyne menghilang. Sontak hal itu membuatnya naik pitam karna menjaga anak kecil saja mereka tak bisa.

Alhasil. Maxwell memerintahkan seluruh anggotanya yang ada di Rumah Sakit untuk mencari bocah itu.

"Aku tak ingin tahu. Cari dan dapatkan dia!!"

"B.. Baik. Tuan!"

Jawaban penuh kegugupan itu terdengar. Maxwell mematikan sambungannya lalu mendudukan diri dengan kasar di kursi kerjanya.

Ia menghela nafas dalam seraya memijat pelipis yang pusing. Belum sempat ia membersihkan dirinya Bocah itu kembali membuatnya dalam masalah.

"Tak mungkin jika ada yang mengambilnya," gumam Maxwell menuai analisis. Netra tajam menukik itu mengamati Bolpoin di mejanya seraya pikiran melalang buana.

Anggotanya tak akan mudah di akali begitu saja dan ia tahu betul bagaimana kemampuan anggota Balck Devil dalam bekerja.

Setelah beberapa lama berperang dengan pikirannya. Suara deringan Ponsel itu menarik perhatian Maxwell. Tertera nama Tua Bangka itu di sana dan seketika wajahnya berubah.

"Cih," umpat Maxwell sama sekali tak mengangkatnya. Ia tak akan sudi berbicara terlalu banyak dengan sampah ini.

Namun. Setelah beberapa saat kemudian Pintu ruangannya langsung terbuka memperlihatkan Jirome yang datang setelah mendapat dari Jack Team IT mereka.

"Tuan!"

"Hm," gumam Maxwell masih mengabaikan suara panggilan dimejanya.

"Salah satu anggota yang di kirim mencari Evelyne sudah tewas."

Sontak hal itu membuat Maxwell menegakkan tubuhnya. Tatapan terlihat begitu terkejut tapi sedetik kemudian ia kembali menguasai dirinya.

"Dia di temukan tak bernyawa di belakang Rumah Sakit. Ada besi yang menancap ke jantungnya. Tuan!"

"Sambungkan aku dengan Jack!" gumam Maxwell segera membuka Laptopnya. Suara deringan Ponsel itu sudah mati dan Maxwell hanya fokus pada layar Laptop yang telah memperlihatkan foto-foto Pria yang tergeletak di area Rumah Sakit dengan keadaan bersimbah darah.

Maxwell mengamati semua ini dan ia hanya tertuju pada Klan Deamon Dark yang memang menjadi musuh bebuyutannya di dunia gelap.

"Mereka memang tak jera," geram Maxwell mengepalkan tangannya kuat.

Jika begini maka ada kemungkinan besar Evelyne di tahan oleh mereka semua. Pasti mereka sudah memantau sejak Evelyne datang ke Rumah Sakit.

Raut wajah Maxwell terlihat begitu kelam. Rahang mengeras dan sorot mata membunuh yang kuat.

"Aku sudah memeriksa semua CCTV Rumah Sakit dan tak ada tanda-tanda kehadiran Deamon Dark. Bahkan, disini semuanya baik-baik saja. Tuan!".

Suara Jack si pria pengintai itu menjelaskan situasi Rumah Sakit sebelumnya. Ia juga mengirim rekaman dari beberapa penjuru Rumah Sakit dan semuanya terlihat stabil.

" Nona Violet sudah di bawa ke ruangan rawatnya. Dan salah satu anggota meletakan anak itu di atas kursi tunggu. Dia berjalan sendiri ke area paling gelap Tuan!"

Jack memperlihatkan situasi terakhir dimana Baby Evelyne terlihat berjalan menyusuri dinding ke area yang tak terjangkau CCTV. Sejak menit itu dia tak kembali lagi ke tempat semula.

"Aku sudah menghubungi Anggota di area mereka. Tak ada pergerakan selain penyerangan Casino itu dini hari ini. Tuan!"

Imbuh Jack juga merasa cukup aneh. Ia sudah melacak di berbagai tempat dan memeriksa semua data di sana dan sama sekali tak ada yang aneh. Lalu kenapa bisa anggotanya terbunuh?!

"Berikan aku rekaman di belakang Rumah Sakit!" pinta Maxwell belum juga menyerah. Ia melihat data yang di kirim Jack hingga netra tajam jeli itu memperhatikan bayangan dalam kegelapan.

Terlihat anggotanya mencari di area belakang tapi dalam beberapa saat seperti ada yang menusukan sesuatu dari belakang. Hanya ada sekilas bayangan yang itu-pun harus Maxwell Pause agar bisa menganalisisnya.

Jirome yang berdiri di belakang Maxwell sampai menyipitkan mata melihat siluet samar yang tampak memperlihatkan gabungan kegelapan.

"Mereka memang selalu tak mundur. Jelas-jelas sudah tertolak berulang kali," maki Jirome pada Klan Deamon Dark dengan emosi meluap-luap.

Maxwell hanya diam. Tadi ia memang berpikir kesana karna hanya Klan satu itu yang berani mengusiknya. Namun, saat melihat beberapa rekaman ini ia mulai merasa janggal.

"Siapkan Mobil!"

"Tuan! Kau ingin pergi?"

"Hm. Bawa baju gantiku!" titah Maxwell meraih Jas di atas kursinya. Ia mengambil Ponsel di atas meja lalu berlalu keluar ruangan.

.......

Di dalam ruangan rawat sana. Dokter Karren tengah memeriksa keadaan Violet yang sudah beberapa jam terbaring setelah Operasinya berjalan lancar.

Tuan Marcello selalu menunggu di sofa sana terlihat sangat khawatir akan keadaan Violet.

"Bagaimana keadaanya?"

"Dia hanya dalam pengaruh Anastesi. Sebentar lagi akan sadar," jelas Dokter Karren bersama Suster yang mencatat semua hal yang berjalan stabil untuk saat ini.

Tuan Marcello mengambil nafas dalam. Ia sudah menghubungi Maxwell tapi lagi-lagi tak ada jawaban. Pria itu memang sangat sulit di kendalikan.

"Violet ingin Maxwell menunggunya dengan anak itu. Tapi, sekarang dia ntah kemana."

"Tuan!" panggil Pengawal Owen yang masuk dengan perlahan melangkah mendekati Tuan Marcello yang masih terlihat menyimpan emosi.

"Dia sudah kembali?"

"Ada sedikit masalah," jawab Owen membuat Tuan Marcello segera berdiri. Ia menatap sejenak Dokter Karren yang juga tengah fokus memeriksa Menantunya.

"Jika dia sadar. Katakan Maxwell tengah menunggunya!"

"Baik. Tuan!" jawab Dokter Karren membiarkan Tuan Marcello keluar dari ruangan ini.

Pengawal Owen sudah menyiapkan para Penjaga diluar yang terlihat menunggu perintah darinya.

"Tuan besar!"

"Dia sudah datang?" tanya Tuan Marcello melihat ke arah Lift.

Mereka saling pandang menyimpan rasa takut untuk melihat Pria itu. Ini saja masih terasa begitu sakit dan kepalanya berputar setiap kali melihat ke beberapa penjuru.

"Tuan Muda sepertinya tak akan datang. Tuan!"

"Dia memang benar-benar," gumam Tuan Marcello tapi tiba-tiba Pengawal Owen mendapat pesan dari penjaga di luar jika Tuan Muda Maxwell sudah datang ke Rumah Sakit.

"Tuan Maxwell sudah datang kesini."

"Otaknya sudah terbuka sekarang," gumam Tuan Marcello melangkah ke arah Lift. Ia masuk kedalam benda kotak baja ini bersama Pengawal Owen yang sedia bersamanya.

Di dalam sana Tuan Marcello merasa lega karna Maxwell datang tanpa ada pertengkaran seperti tadi. Pasti Violet akan sangat senang.

Saat pintu Lift terbuka dan kaki Tuan Marcello ingin menapak keluar. Mereka di kejutkan dengan seluruh Staf Rumah Sakit yang terlihat cemas dan berlarian kemana-kemana melalui beberapa orang yang juga terlihat keheranan.

Tuan Marcello keluar menahan satu Staf yang terlihat ingin ke lantai atas.

"Tuan!"

"Ada apa?" tanya Tuan Marcello membuat Pria muda ini diam sejenak melihat di sekelilingnya.

"Ada anak kecil yang hilang. Sekarang petugas Rumah Sakit memeriksa beberapa ruangan disini. Tuan!" jawabnya dan segera pamit pergi.

.........

Di tempat yang berbeda setelah beberapa menit berlalu. Gudang tua yang ada di belakang Rumah Sakit ini tengah menjadi tempat pencarian yang terakhir. Bayang-bayang mentari sudah terlihat dari sela awan sana hingga mereka dipermudah. Anehnya kenapa bisa sejeli ini. Mereka biasanya selalu cepat menemukan apapun tapi yang satu ini seakan sudah sangat teliti.

Maxwell masuk dengan para anggotanya sudah menyebar kemana tempat. Tetesan darah itu samar mengalir disela-sela rumput jika tak hati-hati maka akan keliru dan tentu Maxwell tak bisa di akali.

"Tuan! Darahnya mengarah ke area Ranjang rusak di dalam."

Maxwell masuk kedalam Gudang tua ini. Ia menghidupkan Senter Ponselnya melihat Ranjang-ranjang dan Kursi roda tua yang tampak sudah tak layak pakai.

Rantai yang tergorok di lantai berdebu ini dibaluri darah membuat Maxwell dan semua anggotanya waspada memeggang Pistol di pinggang mereka.

Langkah yang begitu hati-hati menerobos beberapa jaring laba-laba yang separuh sudah rusak.

"Sepertinya dia tak disini. Tuan! Bisa saja .."

"Sutt!" desis rekannya kala Maxwell sudah semakin masuk kedalam menyinari beberapa peralatan Rumah Sakit yang sudah bertumpuk siap di musnahkan.

Saat Maxwell menyibak satu Tirai yang ada di sampingnya. Seketika ia di perlihatkan oleh tubuh kecil yang sudah berlumuran darah tanpa busana apapun.

"Tuan! Kau.."

Maxwell langsung melepas Jas yang ia pakai lalu dengan cepat membungkus tubuh mungil dingin ini dengan jantung tiba-tiba berpacu cepat.

Ia menggendongnya ringan lalu berjalan cepat keluar membuat mereka semua terkejut kala Tuannya berjalan begitu terburu-buru dengan wajah sedingin itu.

....

Vote and Like Sayang..

1
Netty Netty
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Netty Netty
🤭🤭🤭🤭🤭
Netty Netty
bikin mewek/Sob/
Bunda
hadir kak🙏
Iyhen Asmara waruwu
satu pakaian😂😂😭
Lia Pazliani
Luar biasa
Earlyta a.s Salsabila
ngakak sampe perutku sakittt
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Earlyta a.s Salsabila
good
Eneng Haerani
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
aku tebak nih ya maxwell anaknya fernandes dan violet anak marcello ama selingkuhannya
Fareza Gmail.Com
penasaran sekali sepertinya 🤣🤣
Sandisalbiah
nyatanya Marcello emang gak waras otaknya.. buktinya dia sekalu berusaha memancing emosi Max...
Sandisalbiah
sadar gak kamu Max.. kalau sekarang terkontaminasi sikap leen yg cerewet.. krn Max sudah banyak omong saat bersama Leen
Sandisalbiah
sudah 3 thn Vio.. itu bukan waktu yg sebentar.. harusnya kamu bisa menilai bagaimana hubungan kalaian.. jgn terlalu percaya diri yg justru berakhir dgn menyakiti hatimu sendiri.. belajarlah dgn pengalaman selama 3 thn itu Vio
Sandisalbiah
yg terjadi justru di luar ekspektasi.. kirain Max bakalan syok plus terpukau lha.. endingnya malah duel maut 🤦‍♀🤦‍♀
Sandisalbiah
kebencian Maxwell pd Ayahnya membuat siapapun yg berhubungan dgn tuan Marcello ikut terkena imbas kebencian Max..
Sandisalbiah
emang ya thor.. setiap baca karya mu itu selalu di sambut dgn sikap sadis tokoh utama pria.. yg selalu bikin naik darah dan emosi tingkat dewa dgn sikap kejamnya.. setiap di awal cerita selalu di suguhin dgn sifat iblis nya tp di akhiri dgn sikap hello kitty pas bucin ke pasanganya.. haish.. tp tetep selalu emosi
Sandisalbiah
Max memang membawa Leen utkmu Vio tp itu krn paksaan tuan Marcello seperti biasanya
Sandisalbiah
hem.. pertama kali Max bersikap manusiawi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!