Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 - ide gila
Setelah mengetahui satu kenyataan, Mario ingin berjalan sore dulu menyusuri jalan menenangkan diri sembari memikirkan cara gimana langkah selanjutnya terhadap Shakira.
Sambil berjalan kaki matanya tak henti menikmati keindahan alam di desa sana, matanya juga melihat sesosok perempuan yang hendak menyebrang jalan habis dari sawah tanpa melihat kiri kanan.
Ia terkejut kala klakson motor terdengar nyaring dan tanpa pikir panjang ia lari menarik tangannya. Tidak di sangka dia berbalik dan menubruk dadanya.
Namun yang membuatnya terpaku ialah jantung dia yang berdebar kencang menghirup aroma wangi yang tidak pernah bisa dia lupakan. Mario menyadari sosok yang dia tolong adalah Shakira, masa lalunya.
"Kamu tidak ..."
Shakira mendongak.
Deg.
Jantung Shakira berdegup kencang kala matanya memandang mata laki-laki yang juga tengah menatapnya. Debaran jantung ternyata masih ada untuknya, masih berdetak meskipun setelah sekian tahun lamanya berlalu tidak pernah sekalipun melihatnya.
Ada apa dengannya? Kenapa perasaan ini masih tersimpan rapi untuknya?
Shakira tersadar dari keterkejutannya, menjauh dari laki-laki itu dengan sedikit mendorong tubuh dia. Shakira menundukkan pandangannya, antara rindu, kesal, marah, dan kecewa menguasai diri ini.
Rindu karena sekian lama baru bertemu namun marah dan kecewa atas perbuatannya dulu. Sesulit itukah memaafkan? Sesulit itukah melupakan? Shakira sadar jika masih ada sisa cinta di bagian sudut hatinya walaupun hanya sedikit.
"Kamu!"
Mario menatap lekat wajah itu, rindunya terobati, pencariannya membuahkan hasil, mereka bertemu lagi setelah 8 tahun lamanya tidak bertemu. Wajahnya tetap sama, masih imut menggemaskan dan tidak terlihat tua. yang ada malah semakin terlihat cantik saja, yang dia bingung kan kenapa wanita itu ada di sana? Bukannya dulu tinggal di kota J?
Dia menjauh dari Mario dan seketika Mario merasa ada yang hampa. Dia juga mengucapkan terimakasih padanya.
"Makasih sudah nolongin, permisi." Lalu bergegas pergi dari sana.
"Kamu gak ingat aku, Sha?"
Wanita itu terhenti langkahnya, tanpa menoleh menjawab, "apa yang harus di ingat? Kita tidak saking mengenal." Barulah ia lanjut melangkah.
Dan jawaban yang Shakira lontarkan seketika membuat Mario tersadar bahwa dulu dia pernah menyakitinya, menghancurkannya dengan sadar.
Dada Mario terasa sesak kala mata itu terlihat sedih, kecewa, dan juga terlihat marah. "Sesulit itukah kamu memaafkan ku, Sha."
Ingin rasanya memeluk dia, menumpahkan segala rindu yang menguasai diri. Ingin rasanya bicara empat mata meluruskan kembali kisah masa lalu yang belum usai.
Namun Mario hanya bisa menatapnya hingga Shakira hilang dari pandangan. Sudut bibirnya tersenyum, namun bukan senyuman bahagia melainkan senyum kecewa mengetahui kenyataannya.
"Istri orang, apa gue rebut aja kali ya?"
********
Kediaman Appa Huda
"Terus dimana anak itu sekarang? Kenapa kamu tidak memberitahu saya dari tadi?"
Bunda Nurul mendapatkan laporan dari anak-anak lain jika ada kekacauan di dapur. Dia mencari keberadaan Shakira namun tak kunjung ketemu juga.
"Kami tidak tahu Bunda, bahkan para guru pun tidak ada yang tahu mengenai kejadian itu. Sepertinya dia baru deh Bun, tapi itu loh, kedatangannya buat kegaduhan."
"Ya sudah, kamu boleh kembali ke kamar kamu, masalah ini biar Bunda yang urus."
"Baik Bunda Nurul. Permisi." Remaja itu pun pergi dari rumah pemilik asrama setelah mengadukan kejadian di dapur barusan.
"Siapa dia? Setahuku tidak ada murid baru yang akan datang ke sini?" Di tengah kebingungannya ia akan mencari Shakira, bertanya lebih lanjut mengenai tujuannya datang kesini.
Di tengah perjalanan menuju dapur, Bunda Nurul pas-pasan dengan Fauzi.
"Fauzi!"
Pria itu mendongak. "Eh Bunda, maaf saya tidak lihat."
"Tidak apa-apa. Hmmm tadi ada anak pondok bilang kalau kamu dan seorang perempuan berdebat, sekarang perempuan itu dimana?"
Fauzi diam, bingung harus menjawab apa sekarang. Selepas pertengkaran tadi, Fauzi tidak menemukan Shakira hingga malam.
"Oh itu, saya tidak tahu dia sekarang dimana."
"Apa dia kekasihmu atau istri mungkin?"
Tanpa keduanya sadari ada Shakira di balik dinding mendengar pembicaraan keduanya, dia kembali setelah ikut menjalankan ibadah di masjid terdekat. Diam disana menenangkan diri sampai waktu isya tiba, barulah kembali ke yayasan.
"Eh bu-bukan, dia bukan kekasih saya. Mungkin dia hanya orang yang suka sama saya, makanya buat kekacauan di sini," balas Fauzi gugup.
Deg.
Hati Shakira teriris pilu, dadanya terasa sesak bak terhimpit batu mendengar pengakuan suaminya.
"Bahkan kamu tidak mengakui aku didepan mereka. Segitunya ya kecewa sama aku," lirihnya tersayat pilu.
Tidak ingin terlalu lama mendengar ucapan menyakitkan dari suaminya, Shakira beranjak dari sana menuju dapur lagi.
*********
Sementara Mario, dari tadi dia tidak tenang, terus memikirkan Shakira bolak balik tidak jelas. Pergerakan pria itu disadari Vaughan setelah selesai membersihkan diri.
"Lo kenapa Mar? Gak jelas banget mondar mandir kayak setrikaan, gak usah khawatir, lo pasti bisa menjalankan pekerjaannya." Vaughan pikir Mario sedang gelisah soal pekerjaan karena ini pertama kalinya pria itu diberikan tanggungjawab olehnya.
Vaughan pun duduk sambil membuka pesan dari istrinya.
"Gue bertemu cewek yang gue cinta."
Jemari Vaughan sampai terhenti, mendongak mengernyit bingung, baru kali ini dia mendengar Mario membahas wanita, biasanya pria itu paling anti.
"Lo suka cewek? Gue kira lo jeruk makan jeruk."
"Sialan lo. Gini-gini juga gue doyan perempuan, sayangnya yang gue suka sudah punya suami," lirihnya di bagian ujung seraya duduk saling berseberangan dengan Vaughan.
"Parah lo, masa suka sama istri orang. Gak bener lo."
"Dia cinta pertama gue, orang yang sudah gue hancurkan."
Vaughan terdiam, merasa menarik sama kisah cinta kakak iparnya. "Coba lo cerita, siapa tahu gue bisa bantu. Jangan di pendam, berbagilah, sekarang gue saudara lo, adik lo meski usia kita tuan gue 4 tahun."
Helaan nafasnya Mario terdengar nyaring, mungkin saatnya dia bercerita. "Cewek tadi, yang bertengkar di dapur yayasan adalah teman gue dulu, dia cewek yang udah gue jadikan taruhan sampai gue rusak dia."
"Bajingan juga lo."
"Ya, gue emang bajingan, taruhan buat dia jatuh cinta sama gue dengan imbalan ponsel keluaran terbaru dan uang 5 juta. Terus dengan sadar gue malah merusaknya dengan alasan cinta."
"Lo! parah Mario! Adek lo pasti kecewa."
"Aqeela marah sama gue sampai berbulan-bulan dan dia minta sama gue tanggungjawab, saat udah ketemu dia malah udah jadi bini orang."
"Ya udah, gampang, rebut aja dari suaminya, gue dukung lo jadi pebinor." Ide gila meluncur begitu saja dari bibir Vaughan.
Delikan Mario begitu tajam, sedetik kemudian tersenyum menyeringai. "Ide bagus, bini orang emang menggoda, kalau perlu gue hamili saja dia."
Lemparan bantal melayang pada wajahnya dari Vaughan. "Setaann lo! Gak gitu juga kali, mau di tampol pakai golok lo."
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.