NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:879.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Cerita tentang masa lalu

..

Hari telah sore ketika Raka mengantarkan Amelia kembali pulang. Perjalanan terasa sunyi, Amelia masih memikirkan sikap Bu Sundari yang berubah-ubah. Ia bingung, apa maksud dari semua ini.

Rakan tidak mampir meskipun Bu Sukma menawarkan. Pemuda itu mengatakan ada hal penting yang ingin segera diselesaikan, dan berpesan, dia akan menjemput besok pagi untuk berangkat ke kantor desa bersama, dan Amelia mengiyakan. Gadis itu melambaikan tangan melepas kepergian kekasihnya.

Setelah suara sepeda motor Raka tak lagi terdengar jelas, Amel segera masuk ke rumah bersama Bu Sukma. Di ruang tamu, Amelia duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu wanita itu. Berbagai pemikiran berseliweran di benaknya terkait kedatangannya ke rumah Raka. Mengambil nafas dalam kemudian melepas kembali. Tatapan matanya kosong karena angannya yang entah kemana.

"Ada apa, Neng?" tanya Bu Sukma dengan nada lembut, merasakan kegelisahan Amelia.

Amelia mengangkat kepalanya dan menatap Bu Sukma dengan tatapan tak mengerti. "Gak ada apa-apa, Bu," ucapnya lirih. "Aku cuma merasa aneh aja."

Bu Sukma mengerutkan kening. "Aneh?" tanyanya. “Apanya yang aneh, Neng?" tanya Bu Sukma yang matanya menyipit penuh rasa penasaran.

Amelia kemudian menceritakan secara singkat situasi ketika dirinya berada di rumah Raka tadi. Ia menceritakan bagaimana Bu Sundari yang sebelumnya bersikap buruk padanya, tiba-tiba saja berubah menjadi baik. Sikap Raka terhadap Bu Sundari yang terkesan dingin, dan Mbok Fatma yang justru lebih akrab dengan Raka dibanding Bu Sundari.

Bu Sukma mendengarkan cerita Amelia dengan seksama. Ia menghela napas dalam-dalam, kemudian membuangnya kembali. Wanita tua itu lantas menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sambil menggenggam tangan Amelia.

"Neng," ucap Bu Sukma dengan nada serius. "Sebenarnya, ada sesuatu yang mungkin kamu perlu tahu tentang keluarga Den Raka."

Amelia menatap Bu Sukma dengan tatapan penasaran. "Apa itu, Bu?" tanyanya.

Bu Sukma menarik napas dalam-dalam, bersiap untuk mengungkapkan sebuah rahasia besar. "Sebenarnya," ucap Bu Sukma, "Bu Sundari bukanlah ibu kandung Raka."

“Apa, Bu?" Amelia terkejut mendengar ucapan Bu Sukma. Gadis itu bahkan spontan menegakkan punggung dengan mata menatap tak percaya pada Bu Sukma.

"Bu Sundari bukan ibu kandungnya Mas Raka?" tanya Amelia dengan nada bingung. "Jadi, siapa ibu kandung Mas Raka?”

“Ibu kandung Den Raka adalah Bu Gayatri," jawab Bu Sukma lirih bercampur getir

Mata wanita tua itu menerawang jauh, seolah kembali ke masa lalu. Hingga bayangan itu terlihat jelas di benaknya. Gayatri muda, sosok yang begitu welas asih.

"Gayatri, walaupun anak orang kaya dia sama sekali tidak sombong, menolong tanpa pandang bulu, tanpa mengharap imbalan, dan tak pernah memiliki pikiran negatif pada orang lain." Bu Sukma memulai ceritanya.

"Sedangkan Sundari, dia itu...beda jauh sama Gayatri, Neng," lanjut Bu Sukma. "Dia itu wanita yang tak pernah merasa puas dengan apa yang ia miliki. Dia dan suaminya, Samsul, memang tidak kaya. Tapi sebenarnya cukup mampu, karena Samsul orang yang rajin kerja. Dan harusnya dia bahagia karena Samsul selalu berusaha memenuhi apapun yang ia minta."

"Gayatri itu… entah dia polos apa bodoh," ucap Bu Sukma yang suaranya tiba-tiba terdengar seperti orang kesal, membuat Amelia mengerutkan kening. Tapi gadis itu tidak menyela.

"Sundari itu orang yang pintar menjual kesedihan, bahkan suaminya sendiri dijelek-jelekkan. Dan Gayatri percaya begitu saja. Dia merasa kasihan sama Sundari, padahal semua orang juga tahu kalo Sundari itu bohong. Sundari mengeluh meminta pekerjaan, dan Gayatri menjadikan dia tukang setrika di rumahnya. Datang pagi dan pulang siang atau sore."

"Tapi ternyata, kebaikan Gayatri itu malah dibalas dengan pengkhianatan," ucap Bu Sukma dengan nada sedih bercampur amarah.

Orang tua Bu Sukma dulunya bekerja di rumah orang tua Gayatri, karena itu Bu Sukma tahu segalanya. Usia Gayatri tujuh tahun lebih muda dari Bu Sukma, membuat mereka seperti kakak adik. Orang tua Gayatri juga tak pernah membedakan antara Gayatri dan Bu Sukma.

"Sepertinya Sundari memang telah merencanakan segalanya. Dia merayu Pak Wiranto di belakang Gayatri. Dia pengen menggantikan posisi Gayatri sebagai nyonya di rumah itu. Tapi, mungkin dia lupa. Pemilik rumah itu adalah Gayatri, bukan Wiranto."

"Gayatri pernah cerita sama Ibu, dia memergoki Sundari sedang berciuman dengan Pak Wiranto di taman belakang rumah," ucap Bu Sukma dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. “Gayatri sangat terkejut dan sakit hati. Ia tidak menyangka bahwa orang yang selama ini ia tolong, justru menusuknya dari belakang.”

“Yang ibu masih merasa janggal hingga saat ini, setelah itu Gayatri jadi sering sakit. Sakit yang aneh dan tidak bisa disembuhkan. Dan setahun kemudian Gayatri meninggal."

"Setelah Gayatri meninggal, Sundari semakin sering ke rumah itu, bahkan Widuri pun dibawa ke sana. Tapi tidak lagi sebagai tukang setrika. Sundari secara terang-terangan menunjukkan kalau dia memiliki hubungan dengan pak Wiranto dan bahkan langsung bercerai dengan Samsul."

“Terus Mas Raka?" Entah kenapa Amelia merasa dadanya ikut sesak. Dari semua yang diceritakan oleh Bu Sukma, yang paling ia pikirkan adalah Raka.

“Waktu itu Ibu sudah kerja di rumah Tuan Alex. Jadi Ibu gak tahu persis kejadiannya. Tapi dari cerita bapakmu, pas Gayatri meninggal, Den Raka sudah kelas dua SMA. Jelas Den Raka sudah paham semua yang terjadi,” tutur Bu Sukma.

"Neng Amel ingat gak? Yang pas malam-malam Ibu nerima telpon sambil nangis? Itu bapak yang nelpon ngabarin kalo Gayatri meninggal."

Amelia mengerutkan kening mencoba menggali ingatannya, dan sesaat kemudian mengangguk.

“Kata Bapak setelah ibunya meninggal Den Raka langsung minta sama kakeknya agar pak Wiranto tak lagi diberikan kebebasan memegang apa pun. Sawah yang luas, dan toko material yang cukup besar, semua diawasi sama ndoro sepuh. Pak Wiranto tetap di sana tapi tak lebih dari seorang pekerja yang mendapat gaji.” Bu Sukma memungkasi ceritanya.

“Lalu sekarang kakek sama neneknya Mas Raka ke mana, Bu?" tanya Amelia yang merasa penasaran karena tadi di rumah Raka ia hanya bertemu pak Wiranto dan Bu Sundari.

“Ndoro sepuh sudah wafat hampir dua tahun lalu, Neng. Waktu Ibu masih kerja di rumah orang tuanya Neng Amel," jawab Bu Sukma yang tampak kembali sedih.

“Alhamdulillahnya, pas Ndoro sepuh sedo (meninggal), Den Raka sudah dewasa dan jadi pemuda yang tangguh." Pak Marzuki yang tubuhnya tampak jauh lebih sehat dari waktu pertama Amelia datang ke rumah itu, tiba-tiba datang dan ikut menyambung cerita Bu Sukma.

*

Di rumah Raka.

Bu Sundari sedang duduk di depan meja rias. Pak Wiranto sedang tidak ada di rumah, pria itu beberapa menit yang lalu pergi ke masjid bersama dengan Raka. Dering ponselnya yang begitu nyaring memecah sunyi membuatnya terkejut. Berjalan ke arah ranjang dan mengambil ponselnya. Matanya seketika terbelalak melihat nama kontak pemanggil. Keringat dingin perlahan membasahi keningnya.

1
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
betul, semarah apa pun orang tua pasti ada luluhnya juga tapi aku juga paham sih dengan ketakutan Amel karna pernah ngalamin juga di posisi nya Amel tp ketakutan itu ga seburuk yg di pikirkan ternyata... cuma karna rasa bersalah Amel saja.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!