NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Bang Galak

Demi anak lagi-lagi Liana harus mengalah. Dia terpaksa mengizinkan Reynan sarapan bersamanya. Di situ Kenzie begitu senang, dia merasa dunianya berubah, ada sosok pria yang tulus menyayanginya.

"Om sering-sering aja main ke sini buat temui aku," celetuknya dengan menikmati ayam goreng yang masih hangat.

"Iya sayang, kamu tenang aja, om pasti bakalan sering-sering ke sini  buat jenguk kalian," jawab Reynan, dia merasa sudah menang setelah bersitegang dengan Liana. Tanpa harus bersusah payah ia sudah berhasil mengambil hati salah satu dari putranya. Ia memang belum bisa meyakinkan Kenzo, tapi ia yakin perlahan lahan bocah itu juga bakalan respect padanya.

"Jam berapa kalian biasanya berangkat sekolah?" tanya Reynan menoleh pada dua bocah yang duduk berhadapan dengannya.

"Setengah delapan Om," jawab Kenzie.

"Biar Om yang antar kalian. Mommy kan juga harus siap-siap buat bekerja," celetuk Reynan.

Dengan cepat Liana menjawab. "Hari ini saya izin cuti pak, biar mereka saya yang antar. Bukannya anda sendiri juga sibuk, lebih baik anda segera pergi setelah selesai sarapan."

Kenzie menoleh pada ibunya dan langsung memberikan teguran. "Mommy kok gitu sih! Om itu baik ingin mengantar kami ke sekolah, kok malah diusir? Nggak boleh gitu mom!" Omelnya. "Bukannya mommy sendiri yang bilang, kita harus bersikap baik pada semua orang?"

Kenzo mendelik menatapnya tajam dan menegurnya. "Kenzie! Kau itu sebenarnya anak siapa sih? Bisa-bisanya kau bela orang asing dan memarahi mommy! Mommy itu yang udah ngelahirin kita, mommy juga yang udah berjuang untuk membesarkan kita. Kok bisa-bisanya kamu berpihak pada Om ini."

"Aku nggak ada maksud buat belain Om bang! Aku hanya kurang suka sama sikap mommy yang jutek sama Om. Memangnya Om punya salah apa sama mommy? Ingat bang, kalau nggak ada Om mungkin kita nggak akan bertemu dengan mommy lagi."

Suasana ruang makan seketika itu langsung berubah memanas. Liana langsung memberikan pengertian kepada kedua anaknya yang tengah bersitegang.

"Kalian berdua kalau lagi makan nggak boleh sambil ngomong. Ayo lekas habiskan makanan kalian. Kebiasaan banget kalau lagi makan selalu berantem. Katanya mau jadi anak baik? Yang nurut sama mommy!"

Kenzo menjulurkan lidahnya meledek. "Hwek ... Kacian deh Lo!"

"Apaan sih! Nggak jelas jadi orang!"

"Kamu itu yang nggak jelas! Orang asing dibela-belain," desis Kenzo.

"Tapi Om bukan orang asing! Om juga pernah ngasih uang jajan buat kita!"

Kenzo berdecih. "Cih, uang apaan?"

"Apa kau sudah amnesia huh?! Kau bahkan membeli banyak makanan dari uang pemberian om!"

Reynan menoleh pada Liana dengan satu alisnya terangkat. "Seperti inikah keseharian mereka?"

"Tidak juga! Biasanya mereka akur-akur saja. Semua ini terjadi karena kehadiran anda. Sebaiknya bapak nggak usah datang ke sini kalau hanya membuat mereka berantem. Mereka jadi nggak menghargai aku sebagai ibunya."

Reynan menatapnya tajam. "Maksud kamu kehadiranku di sini membawa pengaruh buruk untuk mereka?"

"Saya nggak bilang begitu! Bapak saja yang berpikir terlalu jauh," bantah Liana. "Saya cuma menyarankan agar anda tidak terlalu dekat sama mereka."

Satu alis Reynan terangkat. "Kenapa?"

"Ya nggak kenapa-kenapa! Lebih baik bapak fokus sama kehidupan bapak sendiri. Anda masih muda pak, sebaiknya  anda fokus sama masa depan anda, jangan terlalu mengurusi kehidupan kami. Saya tidak ingin nantinya anak-anak saya ketergantungan pada bapak. Mereka masih terlalu kecil, masih belum mengerti apa-apa."

"Justru mumpung mereka masih kecil harus dikasih tahu kalau aku ini ayah kandungnya. Kamu nggak punya hak buat menahanku untuk tidak mengakui mereka sebagai anakku," bantah Reynan dengan menatapnya tajam bak elang yang siap menerkam. "Cepat atau lambat aku yakin mereka bakalan mengetahuinya. Jangan sampai mereka kecewa karena keegoisanmu!"

Lagi-lagi Liana dibuat tak berkutik oleh ancaman Reynan. Pria itu memiliki kekuasaan, dia bisa melakukan segala cara untuk merebut anak-anaknya. Untuk mencari aman ia harus banyak-banyak bersabar menghadapinya.

"Kalian berdua ayo makan yang banyak. Nanti malam Om bakalan kirim makanan yang enak buat kalian."

"Benarkah?" tanya Kenzie dengan wajah berbinar binar. Kapan lagi bisa makan enak. Bahkan ibunya sangat jarang membelikan ayam goreng kesukaannya. Hampir setiap hari cuma makan tahu tempe, paling-paling telur dadar, itupun setelah memiliki uang lebih.

"Ya benar sayang! Nanti Om bakalan ke sini lagi buat makan malam bersama kalian."

Dengan cepat Liana menyahutnya. "Tidak perlu pak! Anda jangan sering-sering main ke sini."

Satu alis Reynan terangkat. "Kenapa? Apa ada larangan buat ketemu sama mereka? Apa tindakanku ini sudah melanggar hukum?" tanya Reynan dengan mendengus kesal.

"Bu—bukan begitu pak! Saya hanya tidak ingin orang-orang berpikir buruk mengenai Saya. Di sini saya hanya ngontrak, kalau mereka berpikir saya tengah memasukkan seorang laki-laki ke dalam rumah apa tanggapan mereka? Saya rasa mereka bakalan menjudge buruk tentang saya. Saya ingin hidup tenang pak, saya mohon jangan ganggu saya!"

Kenzie mendengus. Niatnya ingin menikmati makanan enak yang akan dibawakan oleh Reynan tapi sepertinya ibunya tak mendukung.

"Mommy kenapa sih, benci banget sama om? Om ini sudah menolong kami, haruskah mommy galak sama Om? Memangnya Om punya salah apa sama mommy?"

Reynan berasa besar kepala mendapatkan pembelaan dari salah satu putranya.

"Om nggak salah sayang, cuma mommy nggak enak sama tetangga yang lain. Mereka kan nggak kenal sama Om," jawab Liana.

"Kenapa harus mikirin orang lain, mom!"

"Kenzie! Turuti saja nasehat mommy!" Kenzo menyahutnya. Bocah itu cukup terganggu dengan keberadaan Reynan di rumahnya. Seumur hidupnya ia hanya mengenal sosok pria asing di kehidupannya dan itu hanya Dion. Kini datang lagi orang asing yang berpura-pura baik dan menaruh kepedulian terhadap keluarganya, ia tak ingin dibodohi yang ujung-ujungnya bakalan mempersulit akan diri sendiri.

"Abang juga! Galak banget jadi orang!"

Kenzie melirik jengkel tak diperbolehkan berteman dengan pria yang sudah menolongnya, padahal ia begitu yakin pria itu sangat baik dan tidak sedang berpura-pura.

"Siapa juga yang galak? Aku hanya mengingatkanmu," bantah Kenzo dengan menajamkan matanya. "Jangan terlalu berharap banyak pada orang lain. Kalau misalnya dia nggak datang dan ternyata cuma bohongin kita apa kamu nggak kecewa?"

Kenzie membisu. Dia cukup kesal dengan sifat dingin kembarannya. Dia berpikir Kenzo terlalu munafik, buktinya dia masih juga melahap makanan yang dibawa oleh Reynan.

"Benar apa yang dikatakan oleh abangmu, Kenzie! Kita nggak boleh sering-sering mengajak orang lain main ke rumah kita. Kita di sini cuma ngontrak, kalau sampai pemilik kontrakan tahu kita masukin tamu cowok apa jadinya? Kalau sampai ibu pemilik kontrakan mengusir kita bagaimana?"

"Bukannya mommy selalu bilang agar kita selalu menabur kebaikan, jangan suka buat orang kecewa dengan sikap kita yang nggak bisa ramah. Ini apa coba? Mommy sama Abang nggak bisa ramah sama Om! Udahlah, aku nggak mau lanjut makan!"

1
Dwi Agustin N Muftie
lah padahal kan tdi sudah ngobrol sama Dion. sengaja ya
Dwi Agustin N Muftie
nah kan akhirnya kepleset juga. Antra nama Dion dan doni😄😄
Ryn
lanjut thor
Anita Rahayu
buat karina dan suami kena karma😈😈😈😈
Ryn
lanjut thor
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!