NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Kak

Ambil Saja Suamiku, Kak

Status: tamat
Genre:Dokter / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Riana pikir kakaknya Liliana tidak akan pernah menyukai suaminya, Septian. Namun, kecurigaan demi kecurigaan membawanya pada fakta bahwa sang kakak mencintai Septian.

Tak ingin berebut cinta karena Septian sendiri sudah lama memendam Rasa pada Liliana dengan cara menikahinya. Riana akhirnya merelakan 5 tahun pernikahan dan pergi menjadi relawan di sorong.

"Kenapa aku harus berebut cinta yang tak mungkin menjadi milikku? Bagaimanapun aku bukan burung dalam sangkar, aku berhak bahagia." —Riana

Bagaimana kisah selanjutnya, akankah Riana menemukan cinta sejati diatas luka pernikahan yang ingin ia kubur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Septian berdiri kaku di atas ubin yang kini terasa begitu dingin, matanya tertuju pada Liliana yang kini berdiri mengenakan gaun pengantin putih. Bukan wajah itu yang ia bayangkan dan bukan senyum itu yang ia harapkan. Hatinya seperti diremas mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Liliana tadi.

“Kamu keterlaluan, Lili...” suaranya bergetar, menahan amarah dan kekecewaan yang bertumpuk. “Aku percaya sepenuhnya sama kamu. Aku pikir kamu bantu aku untuk memperbaiki semuanya... tapi kamu malah rusak semua yang tersisa antara aku dan Riana.”

Liliana menatapnya, napasnya berat, namun senyumnya tetap dipaksakan. “Aku cuma ingin kamu, Tian. Kalau bukan begini caranya, aku gak mungkin bisa memilikimu.”

“Kamu gila!” Septian menggeram. Ia melangkah maju, wajahnya penuh luka. “Dulu aku pikir aku telah membuat keputusan benar dengan membelamu bahkan menyalahkan istriku, tapi sekarang aku sadar... yang aku lindungi selama ini egoku dan kebohonganmu!”

“Tian!” Liliana berseru, matanya mulai berkaca. “Kamu pikir aku gak tahu selama ini kamu masih mikirin dia? Kamu masih berharap dia datang, kan? Tapi kenyataannya, dia gak bakal pernah datang! Karena kamu sendiri yang buat dia pergi!”

Kata-kata itu menusuk. Seolah udara di dada Septian habis tersedot keluar. Ia menatap Liliana tajam, namun di balik tatapan itu, ada kepedihan yang tidak bisa ia sembunyikan.

“Jadi... kamu tahu semuanya dari awal,” suaranya kini pelan, lirih seperti pecah. “Kamu tahu aku menunggu Riana, tapi tetap biarkan ini terjadi. Kamu biarkan aku berharap pada kebohonganmu.”

Liliana menunduk, tapi tidak menjawab.

Septian mengingat lagi tentang dekorasi megah, bunga putih, cahaya lampu yang berkilau. Kini semuanya terasa hampa. Yang ia bayangkan di tempat Liliana berdiri adalah Riana dengan mata hangatnya, senyum lembutnya, dan suara yang dulu menenangkan hatinya.

Air matanya jatuh tanpa suara. “Aku bodoh...” katanya nyaris berbisik. “Aku kehilangan dia... karena percaya sama kamu.”

“Tian, jangan bilang begitu,” Liliana melangkah mendekat, mencoba menggenggam tangannya, tapi Septian menepis kasar.

“Jangan sentuh aku!” suaranya pecah. “Kamu gak tahu... kamu gak tahu seberapa besar aku menyesal sekarang. Kalau aku bisa memutar waktu, aku lebih memilih gak kenal kamu, Lili.”

Liliana menatapnya tak percaya. “Tian...”

Septian menarik napas dalam, menatapnya tajam. “Dengar baik-baik, Lili. Aku masih menunggu Riana selesai masa idah. Dan bagaimanapun kamu memaksa, aku tidak akan pernah menikah denganmu.”

Nada suara Septian berat, tapi setiap katanya penuh penyesalan dan kemarahan yang nyaris pecah.

Liliana menggigit bibirnya, air mata menumpuk di pelupuk. “Aku tidak peduli, Tian! Semua sudah terjadi seperti ini!” serunya parau. “Kalau kamu batalkan acara ini sekarang, perusahaanmu akan menanggung kerugian besar! Dan ibumu, ibumu pasti tidak akan terima! Kamu tahu sendiri, bukan? Kamu tahu persis bagaimana akhirnya kalau kamu mundur sekarang!”

Namun Septian hanya diam. Rahangnya menegang, pandangannya menusuk tajam ke arah Liliana. “Jadi ini tujuanmu dari awal? Menjeratku dengan rasa bersalah dan ancaman?” katanya lirih, matanya mulai basah. “Kamu pikir aku akan bertahan karena takut? Tidak, Lili... aku sudah cukup hidup dalam kebohonganmu.”

Hening sesaat. Napas mereka sama-sama berat, dan ketegangan di antara keduanya terasa seperti dinding yang nyaris runtuh.

Lalu pintu terbuka, seorang petugas pernikahan masuk dengan wajah canggung.

“Maaf, Pak, Bu... semua tamu sudah menunggu di aula. Acara siap dimulai.”

Septian terdiam, menatap kosong ke arah pintu yang kembali tertutup. Ia merasa dadanya semakin sesak, seperti dunia memaksanya untuk tetap melangkah ke arah yang salah.

Liliana memanfaatkan jeda itu. Suaranya terdengar tenang, tapi di baliknya terselip kepanikan. “Semua keputusan ada di tanganmu, Tian,” ujarnya perlahan, matanya menatap penuh perhitungan.

“Kalau kamu hancur... bagaimana kamu akan mencari Riana? Bahkan kalau pun kamu bisa bertemu dengannya lagi, kamu sudah tidak punya apa-apa untuk ditawarkan.”

Kalimat itu menghantam keras. Septian menunduk, menatap jemarinya yang mengepal gemetar. Antara amarah dan rasa bersalah, hatinya terasa kian hancur.

“Lakukan sesukamu! Karena setelah acara ini selesai aku akan mecari Riana,” suaranya berat, parau, lalu ia berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Liliana hanya menatap punggungnya yang menjauh, lalu tersenyum puas. “Kita memang belum menikah, Tian,” ujarnya pelan namun penuh kemenangan, “tapi identitas ini akan jadi milikku. Tunggu saja… setelah masa idah Riana berakhir, aku pastikan buku nikahmu akan memajang fotoku di dalamnya.”

1
Yohana yuni Astuti
semoga acaranya lancar , selamat buat Alif dan Riana
Yohana yuni Astuti
sudah sepantasnya Liliana mendapatkan tamparan itu
Yohana yuni Astuti
menyebalkan , begitu liciknya Liliana
Yohana yuni Astuti
kompak banget nenek sama cucu
Ika Yanti Unyil
ceritanya kayak baru 80% belum kelar ini...
alurnya bagus lain daripada yg laineski diawal2 nyesek banget jd riana yg serba ngalahan.tapi makin kesini makin kuat pribadinya...setiap bab panjang dengan bahasa yg enak dibaca.
terus semangat berkarya thor ❤️🥰❤️🥰
Yohana yuni Astuti
Dokter nih semakin ngelunjak ya 🤭
Yohana yuni Astuti
Liliana ternyata begitu jahatnya
Yohana yuni Astuti
tega " nya Liliana mengkhianati adiknya sendiri
atikah@72
karya nya keren lanjutkan Thor, hai teman-teman mampir yuk dibuku cinta tanpa syarat dan KETIKA CINTA DIKUNCI nikmati ceritanya.
Ara Dhani
aku penasaran sama seseorang yg mengepalkan tangan kuat² itu thor😄
fsf
ngapain pecundang itu, gangguin aja
Ririn
ora Sudi punya sodara kayak gitu
Ita Lor Pasar
𝘤𝘢𝘬𝘦𝘱......... 👍👍👍👍👍
Ita Lor Pasar
𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘴𝘪𝘮 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢😀🤭😀
fsf
sudah kuduga pasti ada yg nguping 🤣🤣
Ita Lor Pasar
ih segitu jahatnya liliana emang dia saudara kandung????? bertanya sambil pegang kopi sianida🤣😄🤭🤣😄
Ita Lor Pasar
yah begitulah saudara sedarah tidak bisa menghindar hanya bisa menjauh😤😤😤😤
ih dok alif ada udang d balik rempeyek🤭🤭🤭
Ita Lor Pasar
bagus lah lukanya bisa jadi bukti KDRT🤭🤣😄🤭🤣
Ita Lor Pasar
alhamdulillah author baik deh😄🤭🤣😄🤭🤣
Ita Lor Pasar
ih bagus dong cerai aja
suami toxic gitu👍👍👍👍👍
lepasin aja jangan d pertahanin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!