NovelToon NovelToon
SADNESS

SADNESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Duniahiburan / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Kang-jun!!!

Seren hanyalah gadis biasa yang terlahir dari rahim seorang pelacur. Hidup dan tumbuh dari hasil keringat seorang pelacur tak membuat Seren termotivasi untuk menjadi salah satu di antaranya.
Dalam 18 tahun kehidupannya, Seren selalu bertekad tidak ingin menjadi seperti sang ibu. Karena ia sangat tahu di balik kehidupan mewah seorang Pelacur tersimpan sebuah hal berbahaya yang bahkan satu orang pelacur- pun belum dapat keluar darinya.

"Hmm- Kamu percaya kalau aku ini bajingan, bukan?"

peringatan: mengandung percakapan orang dewasa, disarankan untuk bijak memilih jenis bacaan anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang-jun!!!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Dia menyeramkan

Sementara itu, di dalam nyanyiannya Seren selalu menyimpan perasaan mendalam, apalagi saat Reff lagu. Seren begitu menikmatinya hingga pandangannya kembali menatap manik biru laut itu, rasanya seperti ada sesuatu yang menarik, tapi entah apa Seren juga tidak begitu paham.

.......

.......

.......

...SADNESS...

...07...

...Dia menyeramkan...

.......

.......

.......

"Seren, dengar. Pria ini sudah membayarmu Full, kau harus bersikap baik, paham! layani dia." Ucap Dita merapikan pakaian kurang bahan yang sudah di persiapkan sang owner untuknya. Pakaian mini yang hanya sebatas paha Seren, tak berlengan namun memiliki robekan panjang di dadanya.

'Aku malu dengan pakaian ini, dan terlebih lagi. Apakah pria itu sudah tua? Mungkin benar, om-om tua penikmat wanita. Menyebalkan. Apakah keperawananku akan tinggal nama saja setelah memasuki pintu ini?'

Inner Seren menyentuh pintu ber-cat coklat itu. Ia sedikit merapikan pakaian kurang bahan yang kini melekat cantik di tubuh putih nan berisinya. Bahkan Dita selalu memuji bertapa beruntungnya sang crazy rich mendapatkan keperawanan Seren.

'Oh tuhan, apakah body count harus dibanggakan disini?'

Isi hati Seren malu.

"Cepat Seren, tunggu apa lagi. Mami sudah di bayar penuh untuk ini." Ujar Dita tanpa basa basi langsung membuka pintu dan mendorong Seren masuk kemudian dengan cepat mengunci pintu itu dari luar, menyisakan Seren dalam tanda tanya besar.

Seren bangkit dari posisi duduknya di lantai setelah di dorong oleh Dita. Ia sedikit menghalau debu pada pakaian minimnya dan mencoba menatap kamar gelap ini, hingga satu siluet berhasil di tangkap indra penglihatan Seren.

Sebuah siluet pria yang tengah duduk santai di depan pintu balkon yang dihiasi gelapnya malam. Pria itu berperawakan tinggi, ukiran hidung mancung dan badan bak dewa romawi yang kini melirik Seren tajam. Ia sedang memegang sebuah gelas yang ia campurkan isinya dengan sebuah serbuk misterius.

"Cepat juga kau datang, padahal aku belum selesai disini. Ya sudah, kalau begitu kemarilah." Ucap suara Bariton itu memerintah Seren yang sontak terkejut dengan panggilannya. Ia bahkan kini beralih posisi dari duduk menjadi berdiri untuk kemudian terlentang di atas kasur tanpa menutup tubuh atasnya, sekali lagi tubuh bagian atas! Apa Seren lupa kalau pria itu sudah tak memakai atasan sedari tadi? Sedangkan gelas ia letakkan di atas nakas.

"Apa kau tuli?! Aku bilang kemari dasar idiot." Ucapnya lagi, namun kini di sertai hinaan yang hampir membuat Seren syok di tempat.

Dengan gerakan lambat Seren berjalan mendekati ranjang.

"Aa- T-tuan a-ak"

"Berhenti disitu," Stop suara Bariton menyuruh Seren berhenti dari kegiatannya yang ingin menaiki ranjang.

Pria itu sontak langsung berdiri dari posisi terlentangnya dan berjalan ke arah kursi sebelumnya untuk mengambil handuk dan menyampirkannya di area pinggang melindungi boxer hitamnya.

"Aku hanya ingin keadaan kamar ini terang." Lanjutnya kini menyalakan semua lampu.

Seren di tempatnya hanya bisa membatu, mengikuti perintah sang tuan yang sudah memesannya.

"Jadi, kita harus mulai dari apa dulu?" Tanya pria bule itu yang sudah berada tepat di samping Seren yang masih membatu.

Pria bule itu, William. Kini mengapit dagu Seren dengan kedua jarinya, memaksa gadis itu untuk memandangnya yang kini mencoba untuk tersenyum ramah.

William mengarahkan wajah Seren ke arah nakas "Pergilah kesana dan minum air itu hingga habis." Ujarnya melepaskan cengkraman pada dagu Seren.

Seren dengan patuh melangkah ke nakas dan mengambil gelas dengan isi air putih yang sudah dicampur serbuk misterius. Ia meminumnya sampai tandas.

"Apa kamu merasa lega sekarang?" Tanya William tersenyum ditempatnya.

"A-i-iya tuan." Balas Seren terbata, ia kemudian meletakkan kembali gelas itu dan dengan malu menatap ke arah William yang sudah duduk di kursi, menopang dagu di atas tangan kokohnya.

Mereka terdiam, Seren yang tidak tau harus apa hanya berdiri canggung, sementara William masih memperhatikan Seren dalam diam.

"Silahkan duduk di tempat yang kamu sukai mm..?"

"Seren, nama saya Seren." Ucap Seren memperkenalkan diri.

"Baiklah Seren, silahkan. di kasur pun tak masalah." Kata William bersikap ramah. Ia kemudian mengambil gelas kosong dan mengizinkan dengan minuman beralkohol.

"Kau mau?" Tawar William, namun seren menolak dengan isyarat tangan.

Sementara itu , Seren dengan perlahan mengambil duduk di pinggir kasur.

"Jadi, Seren. Apa alasanmu bisa sampai kesini? Maksudku, ya seperti motto begitu lah." Tanya William memulai pembicaraan.

"Itu, aku." Seren terdiam.

"Santai saja, aku orang yang cukup menyenangkan kok." Kata William berusaha meng-akrabkan dirinya.

Seren mengangguk kemudian menunduk "Awalnya aku kemari ingin bertemu ibuku, bertanya kabarnya dan bagaimana keadaannya disini. Lalu..."

"Lalu?" William mulai tersenyum lebar.

"Aku..." Seren mencoba menetralkan degup jantungnya dengan memainkan kedua tangannya "Ingin meminta uang untuk membayar SPP dan uang praktek yang sudah menunggak dua semester."

"Ehmm... Lanjutkan saja, jangan ragu bercerita."Sahut William memberi gekstur mempersilahkan.

"Aku juga ingin mandiri dan dapat membantu ibu, aku tidak ingin melihat ibu bekerja sampai pagi lagi. Aku ingin... aku ingin kami bisa hidup tenang dan bah-Ugh.."

"Apa merasakan sesuatu?" Tanya William rendah.

"Tidak ada, aku tid-Uhuk!" Tiba-tiba Seren batuk, bukan batuk biasa.

Batuk kali ini terasa begitu membakar kerongkongan, hingga tanpa sadar Seren mengeluarkan batuk darah.

'Kenapa aku merasakan keanehan? apakah ada yang terjadi?'

Seren langsung teringat akan gelas berisi air yang sebelumnya ia minum. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, kepalanya sakit dan emosinya seketika naik saat menatap William dengan smirk mengejek.

"K-kau!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU!?" Tiba-tiba Seren berteriak, emosinya membara tanpa bisa ia kendalikan.

"Apa?" Tanya William ambigu.

Seren yang merasakan sensasi aneh pada tubuhnya beralih memegang jantung yang berdetak tak wajar. Ia menatap tajam William dan dengan sisa tenaga berjalan menuju pria itu.

Plak!!

Satu tamparan keras berhasil membuat wajah William berpaling ke kiri. Seren masih ingin menampar namun urung saat William malah tertawa pelan. Ia kembali terperanjat saat darah segar keluar dari hidung William, namun tak lama darah itu di hapus dengan ibu jari William sendiri hingga hanya meninggalkan bekas.

"Ck HAHAHAHAHAHA! BERANI SEKALI KAU MENAMPAR WAJAHKU!!!"

PLAK!

PLAK!

PLAK!

Tamparan bertubi-tubi di layangkan William. Pria itu seolah berubah menjadi orang yang sangat berbeda dari sebelumnya. Setelah puas menampar wajah Seren hingga sudut bibir gadis itu tekoyak, William tanpa basa-basi langsung mencengkram tangan Seren dan menyeretnya ke balkon kamar tanpa memperdulikan Seren yang hampir pingsan.

"KYAAAAAAA!!!!!!" Teriak Seren kesakitan, bukan apa. Tapi kekuatan tarikan William bukan main sakitnya. Bahkan Seren yang sempat menahannya malah berakhir berteriak juga.

Krak!!

"Kau benar-benar membuatku muak, dan apa-apaan pakaian jelek ini? Apa kau mau melacur padaku dengan pakaian jelek ini? Ck! Lancang sekali kau." Ucap William penuh hinaan menatap Seren yang kini ia pojokkan di Balkon kamar lantai 15. William bahkan tak segan untuk mencekik leher gadis malang itu dan mendorongnya semakin jauh dari lantai balkon.

Dengan sisa kekuatan yang ada, Seren berusaha untuk berucap "K-kau! Bukankah kau yang menyuruh 'mami'?" Tanya Seren berusaha melepaskan cekikan pada lehernya.

"Aku? CK! bahkan aku menyuruh Golern untuk memakaikanmu pakaian yang lebih sopan, oh tuhan. Apa jangan-jangan memang kau yang sengaja ingin menggodaku?" Lagi-lagi William mendorong Seren hingga kaki itu kini telah tergantung sempurna di udara.

"Kh- ka-kau." Ucap Seren tersenggal menatap William marah.

"Kematianmu setidaknya bisa membayar lunas akan perbuatan lancangmu menamparku."

"Apa? Terus kau pikir aku akan diam saja di racun olehmu? Ck! Tidak semudah itu dasar orang barat! Kau seharusnya malu berada di tanah kami dan mengajarkan ajaran tidak bermoralmu pada kami warga pribumi!!!" Teriak Seren mulai emosi, bahkan ia tidak perduli meski nyawanya sudah di ujung tanduk.

"Sepertinya kau memang idiot, tapi tidak masalah. Setidaknya dengan kematianmu aku bisa menghapus rekam jejak percobaan gagal." Ucap William menampilkan Smirk pemikatnya.

Seren langsung terdiam, untuk pertama kalinya ia....

Trrrrriiinggggg.... Tringggg...... (suara panggilan telfon )

"Ck! Siapakah orang sinting yang berani menggagu kesenanganku." Sinis William melirik ke arah kamar.

"Angkat telfonmu bod- akh!" cengkraman pada leher Seren semakin kencang, bahkan semakin membuat Seren kehilangan nafas.

BRAK!!!!!

"WILLIAM BIRTRAINY!!!! ANGKAT TANGAN!!!"

William melirik ke arah pintu yang sudah di dobrak sekomplotan polisi dengan pandangan santainya.

"Apa?" Tanya William tersenyum miring.

"ANGKAT TANGAN! KAU DI TAHAN!!!" Teriak polisi itu kembali, dengan pistol yang diarahkan tepat pada William yang masih mencekik Seren yang sudah kehilangan kesadaran.

"Ck!! Dia pingsan. Padahal aku hanya bercanda." Bisik William kembali menatap Seren yang tak bergerak kemudian menjatuhkannya ke lantai balkon dengan kasar hingga bunyi kedebam yang begitu kuat terdengar.

Dalam pandangan Seren, semua sudah gelap. Ia hanya dapat mendengar dengan lirih suara polisi dan suara riuh barang-barang yang berjatuhan.

"Kau ditahan atas kasus perdagangan obat-obatan terlarang dan percobaan pembunuhan." Seru polisi lantang.

'Apa yang sebenarnya terjadi.'

Lirih Seren dalam hati.

.

.

.

"Selamat pagi putri tidur. Apa mimpimu menarik?" Smirk William duduk bersilang kaki menatap Seren yang langsung terpelanjat dari tidurnya.

"A-apa? Bagaimana bisa!? Kau- polisi?" Ucap Seren terbata langsung bangkit dan menyudut ke pinggir tempat tidur menjauhi William yang semakin melebarkan senyum iblisnya.

"Uang mengatur negara." Sinisnya menatap Seren licik.

.......

.......

.......

...TBC...

1
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
kalau tau dia beban kenapa dijempit lagi dasar aneh.. bukannya anda orang kaya.. kehilangan uang segitu mah gak ada apa2nya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : dia butuh hiburan kak /Facepalm/
total 1 replies
Nona TIMOR
Makin seru ceritanya Thor , please up lagi dong Thor terimakasih banyak Gbu 🙏
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : terimakasih banyak atas dukungannya kak, akan diusahakan /Good/
total 1 replies
Nona TIMOR
Makin seru ceritanya thot pease up lagi dong Thor terimakasih Gbu 🙏
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
hati seorang ibu tetaplah lembut, walaupun dia selalu bicara kasar.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : benar sekali, tante memang hebat /Doge//Good/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
wasuh dikatain pengemis
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
merinding eh bulu romaku eh salah merinding bulu roma Seren
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : merinding dan hampir pingsan/Facepalm/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/jangan metong dong, nanti kamu nyesel loh
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : iyaa kalau di awal namanya pendaftaran/Chuckle/
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
baru pacar aja udah bangga. nah elu ngapain masuk kamar tuh cowok kalau baru jadi pacar??aneh
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : tau aja tante /Doge//Rose/
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
koq PT3K/Facepalm/sambil ngelamun yaa nulisnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : siap tante /Facepalm/
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
kabur/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
andai aja.. yahh begitulah manusia selalu berandai andai
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : bisa bae 😂😂😂
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
wuih beberan cantik ini mah, bukan gadis kampung
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
mereka udah kayak tom dan jerry yaa🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : lebih dari pada itu kak/Facepalm/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kocak nih seren
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
kenapa selalu kalah dengan uang??
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : hmm memang..
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
oooo jadi begitu ceritanya
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
aku kira namanya Tuan Golem eh ternyata Tuan Golern🙈🤣🤣
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : maafkan🙏🏽🙏🏽🤭🤭🤭
total 4 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
malu tapi penasaran yaa🤣
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
polos sekali kamu Seren
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
habislah kamu Seren, sudah masuk circle itu akan sulit untuk keluar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!