NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Gagal Lagi

Bab 12

 

 

Asoka tidak ikut pulang bersama Lisa saat kembali dari makan siang sekaligus pendekatan juga menghindar dari Marina. Kembali ke puskes untuk memastikan mobil sudah datang diantar oleh kenalannya. 

Sudah mentransfer biaya pengiriman dan menyewa ojek untuk mengantar sang supir ke terminal.

“Thanks ya,” ucap Asoka.

“Yoi, cepet balik ke Jakarta atau mau cari jodoh disini?”

Asoka menggeleng dengan senyum tipis. “Bolehlah dapat jodoh di sini, tapi bukan orang sini juga.”

“Ya udah, sukses bro.”

Mengawasi motor yang membawa kenalannya perlahan meninggalkan area puskes lalu memeriksa mobilnya. Di bagasi sudah dia siapkan koper berisi pakaian serta ransel berisi berkas tesis yang akan dia lanjutkan. 

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Bukan hanya karena Lisa alasan mengusulkan namanya untuk ikut dalam tim ini, berharap tugasnya sekarang memberikan banyak waktu luang untuk menyelesaikan tugas akhir pendidikannya.

“Dari mana dok? Kok, nggak bareng Lisa? ” tanya Rama yang berada di beranda sambil merokok bersama Beni. Sedangkan Sapri berbaring di bale dengan tangan menyilang di bawah kepalanya.

“Mobil saya datang, sekalian cek dan ambil ini.” Asoka menurunkan ransel dan melepas sepatu lalu menyimpan di rak tidak jauh dari pintu. Ikut duduk di beranda bersama trio semprul. “Itu motor kamu,” tunjuk Asoka pada motor yang terparkir di depan.

“Yoi, baru sampai tadi pagi. Cepet juga sih, dikirim kemarin udah sampe aja. Punya Bang Beni baru dikirim tadi ya?”

“Hm, di service dulu di sana. Masa sampai sini malah mogok, nggak lucu ‘kan.”

“Saya mau kirim motor ke sini, tapi bingung,” seru Sapri tanpa merubah posisinya yang berbaring di bale.

“KAlau bingung, pegangan Pri atau lo tanya google maps biar nggak nyasar.”

“Bukan begitu mas Rama, motor saya knalpotnya udah ngebul nggak tahu deh apanya yang bermasalah.”

“Gampang lah itu Pri, beli korek gas aja.”

Sapri pun beranjak duduk mendengar usulan Beni, sedangkan Rama sudah terbahak seolah mengerti maksud dari Beni.

“Korek gas buat apa Bang?”

“Untuk bakar motor kau. Gitu aja pake tanya, kalau nggak ngerti kamu cari orang yang ngerti. Bengkel Sapri, bawa ke bengkel.”

Asoka tersenyum menyaksikan perdebatan trio semprul, sampai Yuli ke luar dan bergabung duduk di sebelah Rama.  “Ada apaan sih, rame banget.”

“Apanya yang rame, bibir kau yang rame. Berdua sama si Lisa aja ramenya kayak se RT.”

Yuli mencibir pada Beni. DI kamar ia dan Lisa berbincang sambil terbahak bersama, rupanya terdengar sampai keluar. Beni beranjak ke dalam untuk mandi. Terlalu sore airnya semakin dingin.

“Yuli, ayo,” teriak Lisa dari dalam.

“Mau kemana?” tanya Rama.

“Mau masaklah, tadi ‘kan aku belanja sama Sapri.” Yuli pun beranjak ke dalam.

“Saya bantu ya, mbak.” Sapri mengekor langkah gadis itu.

Rama menggerus puntung rokok, mumpung Asoka masih ada di sana. Ia akan bicara serius.

“Dok, boleh tanya nggak?”

“Tanyalah.”

“Bukan mau ikut campur, tapi gue perlu tahu lebih jelas. Hubungan dokter sama Lisa itu gimana?”

“Kamu … cemburu?”

Rama tertawa. “Ya nggak-lah dok, gue sama Lisa itu masih ada hubungan saudara.”

Asoka mengernyitkan dahi tidak percaya dengan penjelasan Rama. Entah dia yang bolot baru tahu kenyataan itu atau memang Lisa dan Rama tidak pernah mengungkapkan.

“Jadi, bapak gue sama bapaknya Lisa itu laki-laki,” jelas Rama dan Asoka berdecak menanggapinya. “Eh, bener ‘kan?" Seru Rama lagi.

"Serius kamu!"

"Sepupuan dok, kami sepupuan. Bapak saya dan almarhum ibunya Lisa kakak beradik. Hubungan keluarga kami memang renggang setelah Ayahnya Lisa menikah lagi, ya pokoknya gitu deh.”

Asoka mengangguk paham, pantas saja Rama terlihat perhatian dan peduli pada Lisa dan sering menggoda Yuli. Membuat bingung sebenarnya menyukai siapa, kalau begini jelaslah sudah.

“Saya serius dengan Lisa, sedang mengenal lebih jauh. Tujuan saya bukan main-main atau pacaran tidak jelas hanya buang waktu, tapi tidak mungkin juga langsung tembak dan melamar dia."

“Syukur kalau gitu, jadi lebih tenang. Berasa punya tugas double, selain kerja jadi pengasuh juga,” tutur Rama.

Asoka mengangguk paham dengan kepedulian Rama. “Saya ke dalam dulu.” Asoka membawa ranselnya meninggalkan Rama sendirian di beranda.

***

Asoka sudah berada di ruang pemeriksaan fokus menatap layar laptop. Setengah tujuh sudah tiba, melanjutkan kembali tesisnya yang semalam dia kerjakan. Pintu tidak tertutup rapat dan terdengar suara yang akhir-akhirnya ini terdengar begitu merdu di telinga. Siapa lagi kalau bukan, Lisa.

“Pagi, dok, sepuluh menit lagi kita mulai ya." Lisa menyembulkan kepalanya di pintu.

Asoka tersenyum. “Pagi, sayang,” ujarnya membuat Lisa tersipu. “Oh, ya, Minta Sapri buatkan kopi ya.”

“Oke.”

Lisa bergegas menjauh dari pintu sambil menahan senyum. Sepagi ini sudah dibuat melting dengan panggilan sayang.

“Jangan senang dulu, mana tahu dia biasa bilang sayang ke banyak cewek. Tapi kayaknya nggak mungkin, aku perhatikan dokter Oka selalu dingin sama perempuan.” Pikiran Lisa berkecamuk dengan perasaan dan pemikirannya.

Hari ini bukan hanya Asoka dokter umum yang bertugas. Ada dokter agus yang jadwalnya senin dan kamis karena bertugas juga di kecamatan lain. Pasien yang datang terbagi menjadi dua, artinya Asoka tidak memeriksa sebanyak biasanya. Hampir tengah hari dan pasien sudah landai, pasien Asoka sudah habis.

“Disebelah sana ya bu,” ujar Lisa menunjuk ke arah farmasi pada pasien yang baru selesai pemeriksaan.

Tidak menyadari kehadiran seseorang.

“Selamat siang, teh Lisa. Gimana hari ini, aman?”

Lisa menoleh, raut wajah yang tadinya ramah perlahan berubah datar. “Siang pak, alhamdulillah aman.”

Cecep tersenyum sambil mengangguk dengan pandangan masih tertuju pada Lisa.

“Sudah selesai tugasnya? Sudah boleh keluar dong. Saya mau ajak makan siang, gimana? Bisa ya?”

“Itu ….” Lisa bingung, mendadak nge-lag tidak ada alasan untuk menolak tawaran Cecep. Sumpah, rasanya ia ingin berlari mencari Rama dan Asoka.

“Siang Pak Kades.”

Ada hela lega mendengar suara Asoka dari arah belakang dan sudah berdiri di samping Lisa.

“Siang pak Dokter. Bagaimana tugas di sini, betah ‘kan?”

“Biasa saja pak. Kami bertugas tidak melihat tempat, berusaha menjalani sepenuh hati.”

Cecep tersenyum dan mengangguk. “Ah, sampai lupa. Teh Lisa, ayok!”

“Mohon maaf pak, kami harus buat laporan untuk pusat. Setelah ini kami harus rapat dan mengirimkan laporan harian tugas kami. Kamu lanjutkan di laptop saya,” titah Asoka.

“Siap, dok,” sahut Lisa. “Mari pak Kades.” Lisa mengangguk lalu bergegas meninggalkan kedua pria itu. Terselamatkan dari jerat si Encep.

“Loh, Teh Lisa,” panggil Cecep. “Yah, gagal lagi.”

 

1
juwita
harusnya ada yg dengar apa yg mrk bicarakan
juwita
bener yul utung km pintar🤣🤣🤣
juwita
anak jeung Bpk saruana mata i***lan🤣🤣🤣
Kas Mi
cpe y pk beni..ank2 pda nakal😄😇🤭
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
pelacur Marinasi mau sama perjaka ting2,NGACA dong orng waras mana yg mau sama bekas WC umum 🙄🥴
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
w jdi makin ragu si Marinasi ini dokter apa ani2 sih jgn2 dokter gadungan jgn mau atuh di periksa smaa dia yg ada bukanya sembuh malah mati secara kek nya si Marinasi ini ngk tau ilmu kedokteran,😭
juwita: sekolah kedokteran tp cm smpe di pintu gerbang dia🤣🤣🤣
total 2 replies
Ariany Sudjana
Marina kamu bego apa? kok usulkan puskesmas tutup, karena mau gathering? niat banget sih ingin dekat sama dokter Asoka, dasar pelacur murahan kamu yah 🤭🤭 kalau puskes tutup, terus ada kejadian emergency, pasien mau ke mana? mikir dong
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Moga cucunya si Encep gak ngikutin jejak kakek sama bapaknya yg Buaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Malah ikutan nyanyi sama si Rama/Facepalm/
Iccha Risa
dasar kau buaya buntung emang kudu di beri tuh bapak ma anak genit....
Felycia R. Fernandez
kurang asem 🤣🤣🤣🤣
Rama Cs jadi tamengnya
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rasakan kejahilan Yuli 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
ya ampun Asoka 🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 yuli di lawan 🤭🤣🤣🤣🤣
Leli Suryani
yaallah bikin mood aja baca nya,semangat terus kk😁
Arin
Memang yang bikin rame itu si Rama. Ditambah kalau udah lagi jahilin Yuli..... wis mantep pokoke.... Bikin rumah serasa salon horeg konser🤣🤣🤣🤣
mmh nengmuti
cucu nya s encep cwe apa cwo sih,klo cwonanti bisai jd trio buaya kuyang🤣🤣
dtyas (ig : dtyas_dtyas): cowok kak,Yuli menjelaskan pas sudah lahir JK nya cowok
total 1 replies
mmh nengmuti
jadi ke bawa baper aku baca nya🤭
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jangan lama-lama jangan lama-lama nanti aku kabur
Iccha Risa: kasih ka, kaca mah banyak yg 5rb perak juga titipin ke ka othor biar ngaca tuh aki, ga faedah uang habis buat nyenengin marimass
total 7 replies
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mau telp damkar biar bersih otak dan pikiran encep di cuci pake damkar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!