NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di tengah kerumunan

Dari dalam kamar terdengar suara pintu toilet terbuka disusul bunyi muntah.

"Huek—huek—"

Ares yang sedang merapikan jas langsung menoleh.

"Maya?" ia segera bergegas ke arah toilet. "Maya!"

Maya membungkuk di depan kloset, satu tangannya mencengkeram tepi wastafel.

"Huek—ugh..."

Ares langsung mengusap punggungnya. "Ya Tuhan... kita ke rumah sakit sekarang."

Maya mengangkat tangan, menolak. "Nggak... Mas... tunggu... Huek—"

Ares panik. "Kamu mual begini masih bilang tunggu?"

Maya menarik napas panjang, lalu menyiram kloset. "Ini... ini biasa," katanya pelan. "Dokter juga bilang, usia dua bulan memang sering begini."

"Tapi kamu kelihatan lemas," bantah Ares.

Maya berdiri perlahan, menyandarkan tubuh ke dinding.

"Aku cuma mual. Bukan apa-apa."

Ares menatapnya ragu. "Yakin nggak perlu ke rumah sakit?"

Maya mengangguk, lalu tiba-tiba menelan ludah.

“Mas…”

“Apa?” Ares langsung siaga.

“Aku… pengin makan ramen.”

Ares terdiam. “Hah?”

“Ramen,” ulang Maya serius. “Yang kuahnya panas.”

Ares menghela napas panjang. “Baru aja muntah, sekarang minta ramen?”

Maya menatap Ares sambil memegang perutnya.

“Katanya… kalau nggak diturutin, nanti anak kamu ileran.”

Ares mengusap wajahnya frustasi, lalu mengangguk pasrah.

“Ya sudah. Tapi cuma sedikit, dan nggak terlalu pedas.”

Mata Maya langsung berbinar.

“Beneran?”

“Iya,” jawab Ares sambil mengambil handuk kecil. “Cuci muka dulu. Habis itu kita pergi.”

Maya tersenyum kecil.

“Makasih, Mas.”

Ares menatapnya sebentar, lalu bergumam lirih,

“Ngidam kamu bikin jantungku copot.”

Tak selang lama, Maya telah siap. Mereka berdua bergegas menuju restoran.

“Kalian mau ke mana?” tanya Amelia, menghentikan langkah Ares dan Maya.

"Maya ngidam, Mah. Ingin makan ramen di restoran," jawab Ares.

"May, jangan yang terlalu pedas. Ingat, ada cucu Mama di perut kamu," ucap Amelia sambil menatap Maya penuh perhatian.

Maya mengangguk pelan. "Iya, Mah."

Amelia lalu mengalihkan pandangannya pada Ares. "Res, kapan pembantu itu datang?" tanya Amelia.

"Besok, Mah," jawab Ares singkat.

"Baguslah."

Setelah pamitan, Ares dan Maya langsung menuju restoran ramen yang berada di dalam mall.

Begitu tiba di kedai ramen, suasana tampak ramai. Banyak pengunjung memenuhi hampir setiap meja, aroma kuah kaldu yang hangat menyebar di udara, membuat perut Maya semakin terasa lapar.

Antrian di kedai ramen itu cukup panjang. Aroma kuah panas dan kaldu memenuhi udara. Ares berdiri di depan, fokus ke papan menu, sementara Maya berdiri sedikit di belakangnya, satu tangan memegang tas, tangan lain refleks melindungi perutnya.

Tiba-tiba Maya merasa ada tatapan yang tidak nyaman.

Ia menoleh.

Seorang perempuan di antrean sebelah menatapnya, bukan sekadar melirik, tapi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pelan. Menilai. Menghakimi.

Maya mengernyit, lalu membalas tatapan itu dengan sorot mata sinis.

Perempuan itu tidak mengalihkan pandangan. Justru menyengir tipis, lalu mendekat ke temannya dan berbisik, cukup keras untuk didengar.

“Eh… itu kan Maya?”

Temannya ikut menoleh.

“Yang selingkuhan itu?”

Maya menegang.

Ares masih belum sadar, sibuk dengan ponselnya.

Perempuan itu kembali berbisik, kali ini lebih jelas.

“Iya. Maya pelakor itu, kan? Yang rebut suaminya Elina… CEO baru Anderson.”

Beberapa kepala langsung menoleh.

“Astaga… yang viral itu?”

“Yang ketahuan pas live?”

Bisik-bisik mulai menyebar seperti api kecil.

“Itu dia?”

“Berani juga muncul ke publik.”

“Kirain sembunyi.”

Maya mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras.

Ares akhirnya menoleh. “Kenapa, May?”

Belum sempat Maya menjawab, seorang pria di belakang mereka bersuara dengan nada mengejek.

“Berani juga, ya,” katanya sambil tersenyum miring. “Meninggalkan berlian demi batu kerikil.”

Ares langsung menoleh tajam. “Maksud kamu apa?”

Pria itu mengangkat bahu.

“Bukan apa-apa. Cuma heran.”

Ia melirik Maya sekilas.

“Cewek beginian kok dibela.”

“Jaga mulut kamu,” suara Ares menurun, berbahaya.

Perempuan tadi terkekeh.

“Loh, kami cuma ngomong fakta. Semua orang juga tahu.”

Ia menatap Maya tanpa malu.

“Pelakor tetap pelakor, mau pakai baju sebagus apa pun.”

Maya menatapnya lurus. Wajahnya pucat, tapi matanya menyala.

“Ngomong itu pakai otak,” ucapnya dingin. “Kalian tidak tahu apa-apa.”

“Justru tahu,” sahut yang lain.

“Kami nonton sendiri.”

“Live-nya nggak bisa dihapus, Mbak.”

Ares maju setengah langkah, berdiri di depan Maya.

“Cukup,” katanya keras. “Urus hidup kalian sendiri.”

Beberapa orang terdiam, tapi tatapan-tatapan itu masih ada, tajam, menghujat.

Maya menarik napas panjang, menahan gemetar.

“Mas… ayo,” bisiknya pelan. “Aku nggak lapar lagi.”

Ares menoleh, melihat wajah Maya yang tegang.

“Kita tetap makan,” katanya, lebih ke menenangkan diri sendiri.

Ia menatap sekeliling, lalu berkata tegas,

“Dan kalian semua, ingat. Hidup orang lain bukan tontonan selamanya.”

Namun bisik-bisik itu belum sepenuhnya hilang.

Justru satu kalimat terakhir terdengar lirih… tapi menusuk.

“Pantas Elina kelihatan tenang sekarang.”

Maya memejamkan mata sesaat.

Tangannya refleks mengusap perutnya—

bukan karena lapar,

melainkan karena untuk pertama kalinya…

ia merasa takut berada di dunia yang terbuka.

“Mas, aku ingin pulang!” ucap Maya, tak sanggup lagi menahan cacian yang terus ia dengar.

“Tapi, May—”

“Aku mau pulang, Mas. Aku sudah nggak tahan lagi dengan hinaan mereka. Soal ramen, kita bisa pesan,” potong Maya. Setelah itu, ia langsung meninggalkan kedai dengan raut wajah kesal.

Ares pun ikut menyusulnya. Namun, bisik-bisik para pengunjung terus masuk ke dalam telinganya, tajam dan menyakitkan.

“Dasar pelakor.”

"Cowoknya juga bajingan."

Langkah Ares terhenti sesaat, rahangnya mengeras, sebelum akhirnya ia kembali melangkah pergi mengikuti Maya.

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!