NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Pilar yang Goyah

Kesuksesan proyek Green Skyscraper membuat nama Senja Amara semakin melambung di Jakarta.

Namun, semakin tinggi sebuah bangunan berdiri, semakin kuat angin yang menerpanya. Hal yang sama terjadi pada hati Senja.

​Aditya Artha bukan pria yang agresif, tapi kehadirannya sangat konsisten. Ia sering mengirimkan bunga ke kantor Senja, bukan bunga mawar merah yang klise, melainkan bunga kaktus sukulen yang unik dengan catatan kecil: "Untuk wanita yang tangguh tapi memiliki keindahan di dalamnya."

​Pagi itu, Senja menatap sukulen di meja kerjanya dengan perasaan campur aduk. Ada rasa hangat, tapi di saat yang sama, ada alarm di kepalanya yang berbunyi nyaring.

​"

Jangan terlalu percaya, Senja. Rangga juga dulu terlihat sangat baik di awal," bisik suara di kepalanya.

​Konflik batin ini diperparah ketika sore itu, Aditya mengundangnya untuk meninjau lokasi lahan baru di pinggiran Jakarta yang rencananya akan dibangun sebuah kawasan terpadu.

​"Senja, saya ingin kamu yang memegang kendali penuh atas konsep ini. Saya percaya pada instingmu," ucap Aditya saat mereka berdiri di atas lahan luas yang masih berupa tanah merah.

​Senja terdiam sejenak. "Adit, ini proyek yang sangat besar. Kenapa kamu begitu percaya padaku? Kita baru saling mengenal beberapa bulan secara profesional."

​Aditya menoleh, menatap Senja dengan tatapan yang sangat dalam. "Kadang kita tidak butuh waktu bertahun-tahun untuk mengenali kualitas seseorang, Senja. Saya melihat integritas dalam karyamu. Dan saya... saya ingin mendukung impian kamu."

​Kalimat "mendukung impian kamu" justru menjadi pemicu trauma bagi Senja. Ingatannya melayang pada saat ia mendukung mimpi Rangga untuk menjadi pemusik, yang berakhir dengan Rangga menghisap seluruh hartanya.

​"Maaf, Adit. Saya butuh waktu untuk memikirkan ini secara profesional. Saya tidak ingin hubungan kerja kita menjadi bias karena... hal-hal personal," jawab Senja dengan nada yang tiba-tiba menjadi dingin dan kaku.

​Aditya tampak terkejut dengan perubahan sikap Senja, tapi ia tetap tenang. "Apa saya mengatakan sesuatu yang salah?"

​"Tidak ada yang salah. Hanya saja, saya lebih nyaman jika kita menjaga batasan yang jelas," sahut Senja sambil berjalan kembali menuju mobilnya.

...----------------...

​Tapi, konflik sesungguhnya muncul saat Senja kembali ke kantor.

Ia menerima sebuah paket tanpa nama pengirim. Begitu dibuka, isinya adalah sebuah foto lama. Foto Senja saat masih tinggal di rumah Semarang, sedang mengulek sambal di dapur dengan wajah yang terlihat kusam

​Di balik foto itu tertulis pesan dengan tulisan tangan yang sangat ia kenal:

"Jangan lupa, Mbak Arsitek. Istana yang kamu bangun sekarang punya fondasi dari keringat suamimu yang sedang membusuk di penjara. Aku tidak akan diam saja melihatmu tertawa di atas penderitaanku."

"Aku Ada di sana menemani kamu saat itu, dan kita bersama, itu artinya kesuksesan kamu hari ini ada andil dariku."

​Darah Senja mendidih. Itu tulisan tangan Rangga. Bagaimana bisa pria yang ada di balik jeruji besi mengirimkan paket seperti itu? Apakah dia punya kaki tangan di luar?

​Senja meremas foto itu. Ketakutannya menjadi nyata. Masa lalu yang ia pikir sudah rata dengan tanah, ternyata masih mengirimkan "hantu" untuk mengganggunya.

​Malamnya, saat Senja sedang mencoba menenangkan diri di apartemen, ia menerima telepon dari nomor tidak dikenal. Biasanya ia tidak mengangkat, tapi instingnya mengatakan ini penting.

📞​"Halo?"

📞​"Mbak Senja... ini aku Sinta."

​Suara di seberang sana terdengar parau, pecah, dan penuh dengan keputusasaan.

📞​"Sinta? Dari mana kamu dapat nomor Jakartaku?" tanya Senja dengan suara yang tajam.

📞​"Mbak... aku mohon. Mas Rangga... dia benar-benar gila di penjara. Dia terus menerus menyuruhku mencari uang untuk biaya pengacaranya. Dia mengancam akan membongkar semua rahasia perusahaan ku dulu kalau aku nggak kirim uang. Mbak, aku sudah nggak punya apa-apa lagi. Aku kerja di gudang, Mbak tahu sendiri kan? Aku mohon... tolong bicaralah padanya. Suruh dia berhenti menggangguku..."

​Senja menarik napas panjang. Ia merasa muak.

📞"Sinta, dengarkan aku baik-baik. Kamu yang memilih untuk menampung sampah itu, sekarang kamu yang harus mengurus baunya. Jangan hubungi aku lagi. Aku bukan pahlawanmu, dan aku bukan lagi bank berjalan untuk Rangga."

​Senja mematikan telepon dan memblokir nomor itu. Tapi, tangannya gemetar. Sinta yang putus asa adalah bom waktu. Rangga yang dendam adalah ancaman nyata.

​Ia menyadari bahwa keberhasilannya di Jakarta telah memancing perhatian para parasit itu kembali. Mereka tidak ingin Senja bahagia. Mereka ingin menarik Senja kembali ke dalam lumpur yang sama.

​Besoknya, saat Senja sedang berjalan menuju lobi kantor, ia melihat sesosok pria yang sangat ia kenal sedang berdiri di dekat gerbang masuk. Pria itu memakai jaket hoodie gelap yang menutupi wajahnya, tapi Senja tahu dari postur tubuhnya.

​Itu bukan Rangga (karena Rangga masih di penjara). Itu adalah Doni, adik laki-laki Rangga yang selama ini hidup dari uang kiriman Senja saat Senja masih menikah dengan Rangga. Doni yang malas, yang putus kuliah, dan yang selalu mendukung kakaknya berselingkuh asalkan uang sakunya lancar.

​Doni menatap Senja dengan tatapan penuh kebencian dan keserakahan. Ia tidak mendekat, ia hanya mengangkat ponselnya, memotret Senja yang turun dari SUV putih, lalu memberikan isyarat leher yang digorok dengan ibu jarinya.

​Senja terpaku di tempatnya. Ancaman ini mulai naik level. Para parasit ini mulai berkumpul, membentuk aliansi dari orang-orang yang merasa "dirugikan" oleh kesuksesan Senja.

Senja masuk ke kantor dengan langkah cepat. Ia segera menghubungi tim keamanannya, tapi jauh di dalam lubuk hatinya, ia merasa sebuah pertempuran besar baru saja dimulai.

Ia bukan lagi menghadapi satu parasit, tapi satu keluarga benalu yang merasa Senja adalah milik mereka yang terlepas.

​Dan di tengah semua ancaman itu, Aditya muncul di lobi dengan senyum cerahnya, membawa kopi favorit Senja.

​"Pagi, Senja. Kamu terlihat pucat. Ada apa?" tanya Aditya lembut.

​Senja menatap Aditya. Ia ingin bercerita, tapi ia takut. Ia takut jika Aditya tahu masa lalunya yang kelam dengan keluarga parasit itu, Aditya akan mundur. Atau lebih buruk lagi, Aditya akan mencoba menjadi pahlawan yang justru akan menjadi sasaran empuk bagi Rangga dan keluarganya.

​"Aku tidak apa-apa, Adit," bohong Senja. "Hanya kurang tidur saja."

​Senja masuk ke lift, meninggalkan Aditya yang menatapnya dengan penuh kecurigaan. Di dalam lift yang bergerak naik, Senja menyadari satu hal: Tembok yang ia bangun mungkin sangat kuat, tapi para parasit ini tidak mencoba mendobrak pintu. Mereka mencoba merayap lewat celah-celah kecil yang ia abaikan.

1
Risa Yayang Cinta Sejati
Axel kamu hebat banget deh sampai mau jadi tameng Senja dan menyelesaikan masalah Senja
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Axel lebih memilih Senja karena Clara pernah berkhianat
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Senja ayo berani lawan Clara karena Axel memilihmu
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Rangga makanya ngga usah bikin masalah sama Senja tanggung akibatnya
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Axel kamu gentle membawa Senja ke acara dan akan memperkenalkan Senja ke semua orang
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Rangga kamu ketakutan banget sampai menuruti perintah Axel
Suamiku Paling Sempurna
Clara pasti akan merencanakan sesuatu supaya Axel dan Senja ngga bersatu tuh
Suamiku Paling Sempurna
Clara menyusun rencana supaya Axel kembali padanya dan menjauhi Senja
Suamiku Paling Sempurna
Axel punya bukti percakapan Rangga dengan asisten Aditya membuat Rangga takut
Risa Istri Cantik
Axel sama Senja apa bakal di restui sama papanya Axel karena papanya Axel cuma mentingin bisnis
Risa Istri Cantik
Wah Senja buruan siap siap Axel akan menjemput kamu ke acara tersebut
Risa Istri Cantik
Rangga kamu mengancam Axel akan menyebarkan berita putra Baskoro melakukan kekerasan
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
sinta pliss sadar kasian kamu sin😭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
usaha dia sia" buat bantu rangga😭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
parah sinta lebih bodoh dari senja😭
Yayang Suami Risa
Senja Axel mengorbankan posisinya menjadi pewaris karena mencintai kamu
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
sinta jangan bodoh kamu😭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
sadar sin sadar
Yayang Suami Risa
Senja kamu cantik sampai Axel terpesona sama kecantikan kamu
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
pelan pelan ajaa sin biar ngerasaain 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!