Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penghuni Baru Paviliun Qingfeng
Hari-hari berlalu seperti biasa, tapi perubahan sangatlah terasa di Paviliun Qingfeng, yang mana perubahan itu hanya disaksikan oleh dua pelayan Xuan Hao.
Setelah di hari pertama mereka melihat perubahan nyata pada diri Xuan Hao, tepat di hari ketiga mereka memutuskan kembali tinggal di Paviliun Qingfeng, membantu sang Pangeran terlupakan merawat Paviliun peninggalan Selir Su, Su Yulan, ibu kandung Xuan Hao.
Mei Yun dan Lan Xi, sejak kembali tinggal di tempat yang sama Xuan Hao, mereka setiap saat senantiasa disuguhi pemandangan indah saat sang Tuan sedang berlatih, tak peduli waktu pagi, siang, sore ataupun malam.
Tetapi satu waktu saat ada prajurit Kerajaan yang memeriksa keadaan Paviliun Qingfeng, keduanya melihat Xuan Hao yang kembali ke sifat lamanya, yaitu si pria tidak berguna yang suka minum sampai mabuk.
“Jadi selama ini Pangeran hanya pura-pura?” ujar Lan Xi.
“Ada maksud tertentu dari apa yang dilakukan Pangeran, dan karena kita orang yang ada di sisi Pangeran, sudah seharusnya kita menjaga rahasianya!” ucap Mei Yun tegas.
“Kak Yun benar, kita kunci mulut dan jaga rahasia Pangeran!” balas Lan Xi mengerti.
Xuan Hao yang tak sengaja mendengar pembicaraan keduanya, ia tersenyum puas.
‘Awalnya mereka pergi memang karena takut, tapi mereka sebenarnya orang yang setia!’ pikirnya.
[Ding!]
[Misi Sistem]
[Latih Mei Yun dan Lan Xi menjadi pendekar]
[Hadiah Misi: Pedang Naha Perak (Sebuah Senjata Yang Mampu Membelah Senjata Lainnya), 4 Poin Atribut, 20 Poin Sistem, 20 Poin Pengalaman]
----
“Misi ini seolah membuktikan kelayakan mereka menjadi orangku!” gumamnya.
Tanpa berlama-lama, begitu Misi Sistem didapatkan, Xuan Hao langsung saja menghampiri kedua pelayannya yang sedang memotong sayur di dapur kecil Paviliun, tempat yang dua hari lalu ia perbaiki, membuatnya menjadi dapur yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Pangeran, tempat ini kotor, kenapa Pangeran datang ke tempat ini?” tanya Mei Yun.
Xuan Hao melarang mereka berlutut atau memberi hormat yang berlebihan, jadi suasana diantara mereka tak lagi di penuhi rasa canggung.
“Apa kalian ingin menjadi pendekar dan bisa melindungi diri sendiri?” tanya Xuan Hao langsung ke intinya.
“Pangeran, hamba dulu sempat mempelajari dasar-dasar ilmu beladiri, tapi untuk menjadi pendekar, tanpa ada sosok Guru, itu bukan sesuatu yang bisa hamba pelajari!” ucap Mei Yun.
Lan Xi juga menyampaikan kebenaran serupa, apalagi ia dan Mei Yun berasal dari Desa yang sama di perbatasan, sebuah Desa yang tinggal sejarah karena musnah saat terjadi perang bertahun-tahun lalu.
“Mulai besok aku akan melatih kalian, menjadikan kalian sosok pendekar yang setidaknya bisa melindungi diri sendiri!” ucap Xuan Hao tegas.
Keduanya yang memang sudah sejak lama ingin menjadi pendekar, mereka sangat senang mendengar apa yang baru diucapkan Xuan Hao.
Bukan sekedar senang, tapi mereka cepat merubah rasa senang menjadi semangat, dan dalam pikiran masing-masing, begitu menjadi pendekar mereka ingin melindungi sang Pangeran, Xuan Hao.
Di tengah kesenangan keduanya, ada yang mengetuk dan berteriak di luar pintu gerbang Paviliun Qingfeng.
“Pangeran, biar kami yang membukanya!” ucap Mei Yun, dan kedua pelayan itu cepat berlari menuju pintu gerbang Paviliun.
Xuan Hao yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, dan tidak lama kemudian bertepatan ia keluar dari dapur, kedua pelayannya itu kembali, tapi mereka tak hanya berdua.
Ada dua prajurit muda dan dua pelayan muda yang ikut kembali.
“Pangeran, sebentar lagi adalah hari ulang tahun Ibu Suri, dan akan datang banyak tamu dari Kekaisaran lainnya. Oleh karena itu, Jenderal Agung Xuan Lie, mengirim mereka untuk menjadi penghuni baru Paviliun Qingfeng,” jelas Mei Yun.
Mendengar itu, Xuan Hao mengamati orang-orang baru di depannya.
“Sistem, apa mereka dapat dipercaya?” tanyanya melalui transmisi suara.
[Ding!]
[Tuan, mereka adalah orang-orang baru, masih sangat polos, dan cukup diperlakukan dengan baik, mereka akan memiliki kesetiaan mutlak pada Tuan!]
Xuan Hao merasa puas begitu mendengar jawaban Sistem.
“Perkenalkan diri kalian!” perintah pertama Xuan Hao.
“Pangeran, hamba Yue Yin.”
“Pangeran, hamba Yue Ya.”
“Kalian kembar?” tanya Xuan Hao.
“Pangeran, kami memang kembar, tapi adik hamba memiliki tahilalat kecil di pipinya, jadi itu bisa menjadi pembeda penampilan kami,” jelas Yue Ya.
Xuan Hao mengangguk, dan kini pandangannya tertuju pada kedua prajurit muda.
Tau giliran mereka memperkenalkan diri. Gu Shan dan Wei Yan segera memperkenalkan diri, dimana mereka baru dua hari ini bekerja sebagai prajurit.
“Benar-benar masih polos,” gumam Xuan sangat pelan.
[Ding!]
[Tuan, mereka berdua memang masih baru, tapi karena terbiasa menjalani kehidupan keras di perbatasan, mereka sangatlah kuat, memiliki kekuatan setara Komandan Pasukan.]
‘Sungguh keberuntungan lain yang baru saja aku dapatkan,’ batinnya.
“Kalian berdua bisa gantian berjaga di pintu gerbang bagian dalam!” perintah Xuan Hao pada kedua prajurit.
“Baik, Pangeran!” balas keduanya, dan mereka langsung pergi menjalankan perintah.
“Mei Yun, disini kamu yang paling senior, dan aku serahkan pembagian tugas untuk mereka padamu!” ucap Xuan Hao, mempercayakan tugas itu pada Mei Yun.
“Hamba akan melakukannya dengan baik,” ucap Mei Yun.
Xuan Hao mengangguk kecil, dan setelahnya ia pergi ke halaman belakang, dimana dalam perjalanannya ke halaman belakang ia merasa jika Paviliun Qingfeng yang sangat luas benar-benar terasa sepi, walau ada tambahan empat orang baru.
Paviliun biasa yang luasnya hanya seperempat luas Paviliun Qingfeng saja dihuni puluhan orang, tetapi ini Paviliun yang seluas setengah istana Pangeran Ketiga hanya dihuni tujuh orang.
“Sistem, apa Poin Sistem yang aku miliki bisa ditukar dengan koin emas atau perak?” tanyanya, dan jika bisa, ia berharap memiliki cukup uang untuk membeli budak.
Paling tidak ia ingin membeli 10 budak, enam budak pria dan empat budak wanita. Dengan begitu akan cukup orang untuk membantunya merawat Paviliun sepanjang waktu.
[Ding!]
[Poin Sistem dapat ditukar ke Koin Emas]
[1 Poin Sistem setara dengan 100 Koin Emas]
[1 Koin Emas sendiri setara dengan 1000 Koin Perak]
“Lalu satu koin perak setara dengan seratus koin perunggu~”
Mengingat harga budak paling mahal saja hanya ratusan koin perak, Xuan Hao bisa memiliki puluhan budak bahkan lebih hanya dengan menukarkan 1 Poin Sistem.
Tanpa berlama-lama Xuan Hao segera menukarkan 1 Poin Sistem menjadi 100 Koin Emas, dan semua emas disimpan di ruang penyimpanan sistem, membuat orang lain tak ada yang tau kalau ia memiliki emas sebanyak itu.
“Dengan uang ini jangankan membeli sepuluh budak, aku bahkan bisa membeli seluruh pasar budak!” gumam Xuan Hao sehari tersenyum lebar.