NovelToon NovelToon
Penjelajah Bintang

Penjelajah Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musnah dalam keharuman

Di puncak menara kaca yang mencakar langit kota Neo-Ark, markas besar Keluarga Valerius berdiri seperti sebuah monumen keangkuhan manusia. Gedung itu adalah jantung dari kekaisaran bisnis gelap dan politik yang telah berakar selama tiga generasi. Di dalamnya, udara selalu terasa berat, bukan karena polusi, melainkan karena beban ketakutan yang disebarkan oleh nama Valerius.

Victor Valerius, sang patriark yang dikenal bertangan dingin, duduk di singgasananya. Kursi itu terbuat dari kulit hewan langka dengan rangka baja hitam, diposisikan tepat di depan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota di bawah kakinya. Hari ini adalah hari besar. Victor sedang menunggu laporan dari unit komando elitnya yang telah dikirim untuk meratakan saingan terakhir mereka.

Pikirannya penuh dengan kalkulasi matematis tentang keuntungan, wilayah kekuasaan, dan bagaimana ia akan merayakan kemenangan malam ini dengan anggur termahal. Baginya, moralitas hanyalah konsep bagi mereka yang lemah. Kekuasaan adalah satu-satunya hukum yang ia peluk.

"Lima menit lagi," gumam Victor pada dirinya sendiri sembari melirik jam tangan platinum di pergelangan tangannya. "Setelah ini, dunia akan tahu bahwa tidak ada yang bisa berdiri lebih tinggi dari seorang Valerius."

Namun, di tengah keheningan ruang kerjanya yang kedap suara, sebuah anomali terjadi. Sistem filtrasi udara tingkat tinggi yang seharusnya menyaring segala bentuk polutan, tiba-tiba mengembuskan sesuatu yang tidak ada dalam daftar protokol keamanan.

Sebuah aroma.

Bukan bau debu, bukan bau mesin, melainkan aroma bunga mawar yang sangat manis, begitu pekat hingga seolah-olah ribuan kelopak mawar sedang dihancurkan tepat di bawah hidungnya. Aroma itu terasa basah, segar, dan mengandung sedikit aroma tanah setelah hujan.

"Bau apa ini? Sangat harum..." gumam Victor. Ia mengerutkan kening, namun anehnya, ia tidak merasa waspada. Insting pembunuhnya yang biasanya tajam mendadak tumpul, terbius oleh keharuman yang menggoda indra penciumannya.

Beberapa lantai di bawah ruang kerja Victor, aula utama sedang dipenuhi oleh aktivitas. Para petinggi keluarga sedang merencanakan pembagian aset, sementara para tentara bayaran bersenjata lengkap berdiri berjaga di setiap sudut. Di bagian belakang, para pelayan sibuk menyiapkan perjamuan mewah yang diperintahkan Victor.

Lalu, aroma itu datang. Seperti kabut yang tak terlihat, ia merambat melalui celah-celah ventilasi, menyusup ke dalam paru-paru setiap orang yang bernapas di dalam gedung itu.

Seorang prajurit bernama Marco, yang dikenal sebagai eksekutor paling kejam di keluarga itu, tiba-tiba merasakan tangannya yang sedang memegang senapan serbu menjadi lemas. Ia tidak merasa sakit. Justru sebaliknya, sebuah gelombang kehangatan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya mulai menjalar dari ujung kakinya.

"Hei, lihat tanganmu," bisik rekan di sebelahnya dengan suara yang tidak terdengar takut, melainkan kagum.

Marco menunduk. Kulit tangannya yang kasar dan penuh bekas luka perlahan-lahan kehilangan warnanya. Daging dan ototnya berubah menjadi transparan, seperti kaca yang jernih. Namun, di balik kulit transparan itu, pembuluh darahnya tidak lagi berwarna merah. Mereka berpendar dengan cahaya hijau emerald yang lembut, berdenyut selaras dengan detak jantungnya.

Sensasi itu luar biasa. Marco merasa seolah semua dosa yang pernah ia lakukan, setiap nyawa yang ia ambil, setiap tangisan yang ia abaikan, telah diampuni. Tubuhnya terasa seringan bulu, seakan-akan gravitasi bumi tidak lagi memiliki kuasa atas dirinya.

Di sudut lain, seorang pelayan tua yang telah mengabdi pada keluarga Valerius selama empat puluh tahun dengan penuh rasa takut, tiba-tiba menjatuhkan nampan peraknya. Denting logam yang biasanya akan mengundang amarah mandornya, kini terdengar seperti musik yang indah. Ia melihat tubuhnya mulai memudar, berubah menjadi partikel debu yang menari-nari di udara.

Ia mulai tertawa. Awalnya hanya kekehan kecil, namun dengan cepat berubah menjadi tawa yang membahana. Ia tertawa karena merasa sangat bahagia. Ia tertawa karena beban hidupnya sebagai budak keluarga ini telah menguap begitu saja.

Segera, tawa itu menjadi menular. Seluruh aula besar itu dipenuhi oleh suara tawa dari ratusan orang. Tidak ada kepanikan. Tidak ada teriakan minta tolong. Para musuh yang saling benci, para petinggi yang licik, dan para pelayan yang tertindas, kini bersatu dalam satu emosi yang sama: Kebahagiaan absolut yang mematikan.

Kembali ke ruang kerja puncak, Victor Valerius sudah tidak lagi duduk di singgasananya. Ia berdiri di tengah ruangan, menatap tangannya yang kini hampir sepenuhnya menghilang. Cahaya hijau yang keluar dari tubuhnya menyinari ruangan itu dengan pendaran yang lebih indah daripada lampu kristal mana pun.

Ia mencoba untuk berpikir, untuk mencari tahu senjata biologis jenis apa yang sedang menyerangnya. Namun, otaknya menolak untuk bekerja dengan cara yang logis. Setiap kali ia mencoba memikirkan rencana pelarian, pikirannya justru dipenuhi oleh kenangan masa kecil yang indah, tentang padang rumput dan kebebasan yang telah lama ia lupakan demi mengejar kekuasaan.

"Jadi... seperti ini rasanya mati?" bisiknya. Tawanya meledak. Victor Valerius, pria yang ditakuti oleh seluruh negeri, kini tertawa terbahak-bahak hingga air mata darah keluar dari matanya yang mulai memudar.

Ia melihat ke jendela. Di pantulan kaca, ia melihat wajahnya mulai menguap. Butiran-butiran cahaya hijau keluar dari pori-porinya, terbang menuju langit-langit seperti kunang-kunang di malam hari.

Dalam waktu kurang dari lima menit, tawa itu mencapai puncaknya, sebuah simfoni kegembiraan massal yang mengerikan sebelum akhirnya suara itu senyap secara serentak.

Ketika cahaya terakhir dari tubuh Victor Valerius menguap, ruangan itu tidak menjadi gelap. Justru sebaliknya, kehidupan baru mulai muncul dari tempat ia berdiri.

Dari balik ubin marmer yang mahal, sebuah tunas hijau muncul. Dengan kecepatan yang mustahil, tunas itu merambat, batangnya menguat, dan daun-daun lebar mulai menutupi singgasana kulit milik Victor. Bunga-bunga liar dengan warna ungu, biru, dan kuning bermekaran di sepanjang meja kerja, menghancurkan komputer dan dokumen-dokumen penting yang kini tak lebih dari sekadar tumpukan sampah organik.

Di seluruh gedung, fenomena yang sama terjadi. Aula utama yang tadinya kaku dan dingin kini telah berubah menjadi hutan dalam ruangan yang rimbun. Senapan-senapan yang ditinggalkan kini dililit oleh tanaman merambat. Lantai yang tadinya bersih kini tertutup oleh lumut tebal yang empuk.

Tidak ada satu pun mayat yang tertinggal. Tidak ada setetes darah pun yang menodai lantai. Keluarga Valerius, dengan seluruh kesombongan dan sejarah berdarah mereka, telah benar-benar "musnah" dari sejarah manusia. Namun, secara biologis, mereka tidak pergi. Karbon, nitrogen, dan energi dari tubuh mereka telah diubah menjadi nutrisi yang sempurna bagi ekosistem baru ini.

Ribuan tanaman bunga liar yang tumbuh di sana tampak sangat subur, seolah-olah mereka telah menunggu selama berabad-abad untuk mendapatkan pupuk yang begitu kaya. Aroma mawar yang manis tetap bertahan, menyelimuti gedung yang kini telah menjadi peti mati hijau yang indah.

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!