NovelToon NovelToon
SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Theshittyqueen

Hal tergila yang pernah Clara lakukan adalah tidur dengan kakak iparnya sendiri demi uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theshittyqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEVEN

Dalam dingin nya angin malam yang menerpa wajah Clara, Clara menyembunyikan wajahnya di punggung Marvel. Memeluk pinggang Marvel erat erat bersamaan dengan Marvel yang melajukan motornya itu mebelah sepinya jalanan di malam hari.

Ya, Clara memilih untuk menerima tawaran Marvel. Awalnya Clara sempat ingin menolak mengingat ia dan Marvel tidak begitu dekat untuk bisa saling menginap dirumah masing masing, tapi setelah Marvel meyakinkannya dan mengatakan bahwa Marvel tidak sendirian di rumahnya melainkan ada kakak dan adik perempuannya membuat Clara menerima tawaran tersebut.

Semalam, hanya semalam ia akan menginap di rumah Marvel. Esok hari Clara akan pulang ke rumah Damian untuk mengambil barang barangnya dan meminta bantuan Josephine.

Motor yang Marvel kendarai berhenti tepat disebuah rumah besar, Marvel kembali melajukan motornya tersebut masuk kedalam pekarangan rumah setelah seorang satpam membukakan pintu gerbang rumah tersebut.

Clara turun dari motor, sejenak sembari melepas helm yang ia kenakan ia memandang takjub rumah Marvel. Clara memang tahu kalau Marvel ini berasal dari keluarga kaya tapi Clara tidak menyangka bahwa Marvel sekaya ini, mungkin kekayaannya itu sebelas duabelas dengan Damian atau lebih kaya Marvel? Entahlah. Lagi pula untuk apa Clara membandingkan Damian dengan Marvel.

“Ayo masuk.”

Clara tersentak dari lamunannya ketika Marvel dengan semangat menarik tangannya memasuki rumah tersebut, Clara agak canggung ketika ada beberapa pembantu yang membungkuk menyapa kepulangan Marvel.

“Kak— loh.”

Seorang gadis manis yang berlarian menuruni anak tangga itu menatap bingung kearah Marvel dan Clara, lalu pandangannya beralih pada tangan Marvel yang menggenggam erat tangan Clara.

Clara dengan canggung menarik tangannya hingga tautan tangan mereka terlepas, Clara berdeham canggung berharap gadis itu tidak salah paham terhadap apa yang ia lihat.

“Monica, kenalkan ini teman kuliah kakak. Namanya Clara Aurora.”

Sejenak Clara mengernyitkan alisnya ketika Marvel memperkenalkan dirinya dengan nama panjangnya, entah ini Clara yang lupa atau memang benar perasaannya bahwa ia merasa ia tidak pernah memberitahu Marvel sebelumnya tentang nama panjangnya.

Gadis yang dipanggil Monica itu melangkah mendekat ke arah Clara, ia mengulurkan tangannya pada Clara. “Perkenalkan aku adik dari Marvel Orlando, aku Monica Agnesia Orlando. Kakak bisa panggil aku Monica.”

Clara menjabat tangan Monica ramah, Clara tersenyum menanggapi keramahan dari adik Marvel tersebut. “Clara Aurora. Senang berkenalan dengan mu.”

Clara cukup senang karena kehadirannya diterima baik oleh adik Marvel, sebenarnya sebelum sampai ke rumah Marvel, Clara sempat berpikir bahwa keluarga Marvel akan menganggapnya bukan wanita baik baik lantaran bertamu ke rumah mereka di jam yang tidak sepantasnya belum lagi bermaksud menginap.

“Dimana kak Juan?” Marvel bertanya pada Monica, mata nya melirik kesana kemari mencari keberadaan kakak sulungnya itu.

“Kak Juan sedang ada urusan penting dengan pekerjaan nya jadi ia tidak pulang malam ini maka dari itu aku terus saja menghubungi kak Marvel tapi tidak juga kakak angkat, aku benci sendirian dirumah.”

Marvel mengangguk mengerti, ia mengusap usap pipi adik perempuannya itu. “Kau ini sudah besar masih saja manja, tidur lah ini sudah malam. Kakak mau mengantar Clara ke kamar tamu, pasti kan kau langsung tidur dan tidak bermain ponsel sampai pagi seperti kemarin.”

Clara sedikit merasa iri kepada Monica, Monica sangat beruntung memiliki kakak yang sangat menyayanginya. Sejenak Clara membayangkan betapa bahagianya dirinya jika berada di posisi Monica.

“Baiklah kak, selamat malam.”

Clara hanya tersenyum melihat kepergian Monica, Clara mengikuti langkah Marvel yang membawanya menuju kamar tamu.

Tidak lupa Clara mengucapkan terima kasih kepada Marvel sebelum ia masuk ke kamar tersebut, betapa beruntungnya ia bertemu dengan Marvel. Jika ia tidak bertemu dengan Marvel mungkin saat ini Clara masih luntang Lantung di jalanan sendirian.

Clara cukup takjub dengan kamar tamu yang ditempati nya, kamar tamu ini bahkan lebih besar dari kamar yang Clara miliki di rumah Damian, ya.. tentu saja Clara tidak mungkin mendapatkan kamar terbaik di rumah Damian, ia hanya menumpang dan lagi pula Diana tidak akan pernah sudi membiarkan Clara mendapatkan kamar yang bagus.

Clara juga tidak pernah mengharapkan kamar yang indah, selagi ia memiliki tempat untuk tidur itu saja sudah cukup.

Sebuah ketukan di pintu membuat Clara terperanjat, ia dengan segera membuka kamar tamu tersebut. Ia mendapati Monica berdiri disana dengan membawa sepasang baju tidur dan juga perlengkapan mandi.

“Aku pikir kakak pasti tidak akan nyaman tidur dalam keadaan seperti itu jadi aku bawakan baju tidur milik ku dan juga perlengkapan mandi.” Monica menyerahkan barang yang ia bawa itu pada Clara, belum sempat Clara mengucapkan terima kasih Monica sudah lebih dahulu berlari menuju kamarnya.

Monica itu orang baik, sama seperti kakaknya. Marvel. Mereka semua orang orang baik. Clara menyesali dirinya sempat membenci Marvel hanya karena Marvel mendapatkan beasiswa bukan dirinya.

***

Setelah mandi Clara merasa jadi lebih segar, ia berbaring di ranjang empuk itu sembari memandang gaun yang ia gantung di dinding. Meski mata Clara memandang ke arah gaun tersebut pikirannya bukan lah memikirkan tentang gaun itu.

Clara memikirkan apa yang akan ia lakukan esok hari, besok Clara akan ke rumah Damian mengambil barang barang miliknya dan menemui Josephine. Clara berharap Josephine bisa membantunya, jika Josephine tidak bisa menampung Clara dirumahnya tidak masalah. Clara berharap setidaknya Josephine bisa membantunya mencari tempat tinggal nantinya.

Mengenai tempat tinggal, Clara teringat uang yang ia miliki tidak seberapa. Setiap kali Clara mendapatkan uang dari Damian sebagai upah Clara selalu langsung menggunakan uang tersebut untuk bayar biaya kuliahnya. Clara tidak mau menyimpan uang itu lebih lama atau bahkan menggunakannya untuk hal hal lain karna tujuan awal Clara memang ingin kuliah.

Clara hanya menyisakan beberapa di lemari baju nya, uang itu semata mata untuk tugas tugas mendadak yang sekiranya membutuhkan cukup banyak biaya. Clara juga tidak tahu berapa sisa uang yang ada di lemarinya tersebut. Semoga saja sisa uang itu bisa ia gunakan untuk memenuhi kebutuhannya untuk beberapa hari kedepan.

Lama berpikir membuat Clara mengantuk, ia memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.

***

Damian melangkah mondar mandir di ruang kerjanya, ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Sudah jam segini namun Clara tidak kunjung pulang ke rumah.

Awalnya Damian berpikir Clara hanya menggeretak saja, awalnya Damian pikir Clara tidak akan berani berkeliaran di luar sana lebih lama.

Tapi saat ia kembali ke halte dan tidak menemui Clara disana Damian kebingungan, berpikir Clara sudah pulang lebih dahulu namun saat ia sampai tidak ada Clara dimana pun.

Wanita itu benar benar nekat, Damian tidak tahu Clara menginap dimana tapi Damian percaya bahwa besok Clara pasti akan kembali. Memohon maaf dan akan tinggal kembali di rumahnya lantaran Clara baru menyadari bahwa sangat sulit tinggal diluar sana tanpa bantuan dari Damian.

Ya, besok Clara pasti kembali.

1
✨️ɛ.
sekedar saran, sebaiknya si Markus dibawa ke psikolog anak.. tingkahnya meresahkan.. /Sweat/
✨️ɛ.
akibat memakan hak orang lain, ilmunya jadi gak berkah, hidup jadi kagak bener..
✨️ɛ.
jadi apa judulnya yg pas ini.. ipar adalah berkah?
✨️ɛ.
oh, macam tu.. berarti si Diana aja yg emang ratu drama dari dulu ye..
iri, dengki, egois, busuk hati..
✨️ɛ.
muncung lu beracun, Dam.. makanya si Clara gak tahan..
✨️ɛ.
kalo tersebar lu juga yg rugi, Dam..
✨️ɛ.
ishh dia ini.. kalo deket udah gue kepret pakek baliho caleg.. 😤
✨️ɛ.
aduh, baiknya keluarga ini.. 🥹
✨️ɛ.
mantap Clara! lebih baik berjuang sendiri..
✨️ɛ.
apasih Damian.. orang ngobrol doang.. 🙄
✨️ɛ.
jiah.. mokondo..
✨️ɛ.
childish amat lu Diana, udah tuek jg masih aja berpikiran sempit kek gitu..
Acan Hasanbasri
sedih banget,,yg sabar ya Clara😭😭😭
Memyr 67
bertahan untuk tidak jadi gembel juga diana terancam jadi gembel. balasan, sudah membuat adik kandung jadi gembel.
Henni
keren😍
Sri Lestari
langsung tes DNA bisa thor g ysah nunggu sampsi lahir, kasihan clara dan anaknya
Sri Lestari
dasar ulat keket sudah salah masih ngelak saja
Sri Lestari
dokter koq oon sekali dimanfaatkan thomas tapi g tahu, tunggu karmamu
Sri Lestari
lakukan tes DNA damian, diana akan menggunakan segala macam cara utk bisa hidup enak menikmati harta damian, dasar petempuan g punya malu
Sri Lestari
bucin bucin dah clara sama damian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!