NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Harga Sebuah Penghormatan

​Tuan Muda Wei menerjang dengan teriakan parau, pedang permatanya berkilat membelah udara dalam teknik Tebasan Bintang Biru.

Serangan itu cepat dan penuh tenaga, cukup untuk membelah batang pohon besar dalam sekali tebas.

Para tamu undangan menahan napas, membayangkan pemuda pengembara itu akan terbelah dua.

​Namun, Jian Yi bahkan tidak bergeser satu inci pun.

​Ketika pedang Wei hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya, Jian Yi menggerakkan Ling’er yang masih terbungkus kain lusuh itu dengan gerakan sirkular yang sangat pelan—namun di mata para pendekar tingkat tinggi, gerakan itu terlihat seperti pergeseran gunung.

​KLANG!

​Bukan suara benturan pedang yang terdengar, melainkan suara logam yang merintih.

Pedang permata milik Wei terpental jauh, tangan pemuda sombong itu bergetar hebat hingga kulit di sela ibu jarinya robek.

​"Langkah pertama," ucap Jian Yi dingin.

​Jian Yi melangkah maju. Ia menggunakan gagang Ling’er untuk memukul dagu Wei, lalu dengan satu putaran tubuh, ia menghantam perut Wei menggunakan bagian tengah pedangnya yang terbungkus kain.

​DUAK!

​Wei terlempar menabrak meja perjamuan, hancur berkeping-keping bersama piring-piring perak.

Ia mencoba bangkit, wajahnya yang tampan kini penuh noda kuah sup dan darah. "K-kau... beraninya kau—"

​"Langkah kedua." Jian Yi sudah berada di depan Wei lagi. Kecepatannya melampaui logika.

​Jian Yi mengangkat Ling'er yang masih terbungkus kain, lalu menjatuhkannya tepat di atas bahu Wei.

Tekanan Qi Grand Master yang ia salurkan membuat berat pedang itu terasa seperti satu ton baja.

Wei langsung jatuh berlutut, tulang bahunya retak, dan ludah yang tadi ia buang ke pedang Jian Yi kini tercampur dengan air mata dan debunya sendiri.

​"Langkah ketiga. Minta maaf," perintah Jian Yi. Suaranya rendah, namun menggetarkan fondasi aula.

​"A-aku... aku minta maaf! Tolong jangan bunuh aku!" Wei merangkak di lantai, mencium debu di depan kaki Jian Yi. Kesombongannya hancur total, menyisakan seorang pengecut yang gemetar ketakutan.

​Jian Yi menatapnya dengan jijik, lalu menyarungkan kembali Ling'er ke punggungnya.

Aura membunuhnya menghilang seketika, namun kesunyian di aula itu tetap mencekam.

​Tetua Han dan para tetua sekte lainnya yang menonton dari tadi segera tersadar. Mereka bukan orang bodoh.

Menghancurkan seorang Master tingkat menengah hanya dengan pedang yang masih terbungkus kain? Itu bukan sekadar kuat—itu adalah dominasi mutlak.

​"Luar biasa! Benar-benar bakat yang tak terlukiskan!" Tetua Han melangkah maju, tangannya memberi isyarat agar pengawal membawa Wei yang pingsan keluar. "Tuan Muda Jian Yi, mohon maafkan ketidaksopanan tamu kami. Sekte Daun Perak sangat menghargai pendekar seperti Anda."

​Tetua lain, seorang wanita tua dengan mata yang bijak, mendekat. "Kami menyadari bahwa Anda sedang mencari sesuatu untuk pedang Anda. Sebuah pedang yang memiliki jiwa namun menderita kerusakan fisik... itu adalah peninggalan kuno yang sangat langka."

​Jian Yi menyipitkan mata. "Apa maksud Anda, Tetua?"

​"Di gudang pusaka terdalam kami," lanjut Tetua Han dengan nada serius, "kami menyimpan sebuah Inti Merkuri Surgawi. Itu adalah logam cair yang jatuh dari langit ribuan tahun lalu. Benda itu memiliki sifat unik: ia tidak punya bentuk tetap, tapi bisa menyatu dengan senjata berjiwa untuk membentuk raga baru yang diinginkan oleh roh di dalamnya."

​Mendengar itu, Ling’er bergetar hebat di punggung Jian Yi. "Jian Yi! Itu dia! Itu adalah salah satu bahan utama yang aku butuhkan! Jika aku bisa menyerap Inti Merkuri itu, aku bisa mulai membentuk wujud fisik!"

​Jian Yi menatap Tetua Han. "Benda itu pasti sangat berharga. Apa syaratnya?"

​Tetua Han tersenyum ramah. "Syaratnya sederhana. Kami ingin Anda menjadi 'Tetua Tamu' kehormatan di sekte kami. Anda tidak perlu menetap, cukup jika sekte kami dalam bahaya besar di masa depan, Anda bersedia mengulurkan tangan. Sebagai gantinya, Inti Merkuri itu adalah milik Anda."

​Jian Yi melirik Lu Feng yang sedang asyik membersihkan gigi dengan tulang ayam sambil mengangguk-angguk setuju.

​"Baiklah," jawab Jian Yi. "Aku terima kesepakatan itu."

​Malam itu juga, di dalam ruang pusaka sekte...

​Jian Yi berdiri di depan sebuah kotak batu giok yang memancarkan cahaya perak kebiruan.

Di dalamnya, sebuah gumpalan logam cair terus berputar-putar seperti air yang hidup.

​"Ayo, Ling'er," bisik Jian Yi. "Ambil apa yang menjadi hakmu."

​Jian Yi mencabut Ling'er. Saat bilah pedang yang berkarat itu menyentuh cairan merkuri, cahaya menyilaukan memenuhi ruangan.

Cairan itu mulai merayap naik ke bilah pedang, menutupi karat, mengisi lubang-lubang bopeng, dan tiba-tiba... bayangan seorang wanita muncul di tengah cahaya tersebut.

​"Ini... ini rasanya sangat hangat..." suara Ling'er terdengar jauh lebih jernih dan manis.

1
teguh andriyanto
dua lelaki bodoh
teguh andriyanto
jargon nya kaum pelangi 🌈🤣🤣🤣🤣.. bilang aja maho..
Agen One: Alamak /Scare/
total 1 replies
teguh andriyanto
matiin aja monyet satu ini Thor, ngga ada manfaat nya jg jadi sahabat mc
Budi Wahyono
baik paman yi....
Marsah Hayati
sahabat laknat... 😄
Hydro7
7 Tahun menyimpan rahasia dari Sahabat baik? Tidak ketahuan...? Emeizing. 👍
Budi Wahyono
ceritanya menarik..
hanya saja 1 hari 1 ch,pendek pula....
Agen One: Hehe, besok saja ya up beberapa bab🔥🔥
total 1 replies
Marsah Hayati
yah... bergaul dengan teman yang sedikit gila bisa buat hidup lebih berwarna... 🤣
Dian Pravita Sari
lagi dan lagi komentar populer gombalnkritoil. gak. pernah ditindak. lanjuti
Agen One: /Scare/
total 1 replies
Arif Hermansyah
up
Arif Hermansyah
semangat Jian yi
Adibhamad Alshunaybir
waw ini sih novelyrapih bagus apik dan terasa bagi pembaca 👍udah keren ,kasih tips and trik nya dong kak supaya bisa bikin novel sebagus ini, saya masih kurang soalnya 😅up terus tor semangat udah hebat ini👍
Jendra Raharja
bagus, menarik untuk dibaca
bob: kak ayo baca juga novel saya judulnya "zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏
total 1 replies
Bambang Slamet
lanjut mantap
bob: kak ayo baca juga novel saya judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nanik S
Jia Yi.. temanmu bisa jadi sasaran musuh musuhmu
Nanik S
Mimpi dimeja kayu yang terwujud
Nanik S
Hadir 🙏
Jendra Raharja
gak mutu
Siti Nur
Thor itu ngedit covernya pake apa?
bob: kak ayo baca juga novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏
total 1 replies
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
bob: kak ayo baca juga novel saya judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!