Bayangkan saja jika satu gadis di cinta oleh banyak laki-laki dan mereka adalah para CEO tampan dan kaya. Dan para CEO itu tentunya punya sifat yang berbeda-beda, ada yang membuat gadis itu kagum dan terkesima tapi ada juga yang membuat gadis itu sangat benci padanya.
Entahlah bagaimana ceritanya? Yang jelas akan ada persaingan, perseteruan, antara CEO-CEO itu untuk memperebutkan hati gadis cantik itu.
Bagaimanakah cara mereka mendapatkan hati gadis cantik itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum tentu jodoh
"Cantik....." gumamnya pelan.
Nara mendongakkan kepalanya, kini tatapannya tertujuh pada laki-laki tampan yang dia tabrak.
"Kamu....." Nara terkejut.
Naya melihat sosok laki-laki yang hampir saja menabrak dirinya dengan mobilnya. Buru-buru Nara mendorong tubuh kekar laki-laki itu.
"Jangan pegang-pegang!"
Laki-laki itu ternganga, dia terus menatap wajah cantik Nara. Sekilas dia tersenyum dengan manis, membuat Nara tidak percaya.
"Bukan aku yang memegangmu. Tapi kamu yang sudah menabrakku." Laki-laki itu tidak terima dengan tuduhan Nara.
"Lagian salah siapa, di jalan?" Nara hendak pergi tapi tangan kekar laki-laki itu sudah menarik tangan Nara. "Lepaskan!"
"Sebagai permintaan maaf aku, bagaimana kalau nanti setelah pulang kerja, aku ajak kamu makan berdua?" Laki-laki itu masih terus memegangi tangan Nara.
Nara dengan cepat melepaskan tangan laki-laki itu dari tangannya.
"Kamu harus menerima ajakan aku!" Laki-laki itu tidak mau di bantah, padahal Nara belum menerima ajakannya.
"Tapi......"
"Tidak ada kata tapi, aku tunggu kamu selesai pulang kerja. Aku menunggumu di ruangan Al." Tandas laki-laki itu, dan dia berlalu pergi begitu saja dari hadapan Nara.
Nara terdiam dia masih diam tidak bergeming, tapi kedatangan Vivi mengagetkan dirinya.
"Ra, itu tadi Tuan Daniel." Kata Vivi tiba-tiba, mata Nara membulat sempurna. "Daniel," gumam Nara pelan.
"Iya Tuan Daniel," kata Vivi untuk kedua kalinya. "Lihat, dia tampan sekali kan?" Sambung Vivi antusias.
Nara hanya tersenyum simpul, lalu dia mengandeng tangan Vivi. "Ayo, kita kerja lagi!" Ajak Nara dan mereka pergi ke dapur.
Kini seperti biasanya, di dapur Nara mencuci gelas-gelas kotor dan Vivi mengelap gelas yang sudah di cuci.
"Apa Kak Vivi, suka dengan Tuan Daniel?" Tanya Nara disela-sela kesibukannya.
Vivi menggelengkan kepalanya, dia sadar dia hanya seorang pelayan cafe dan menyukai Daniel itu adalah hal yang mustahil, mungkin untuk saat ini Vivi hanya mengangumi Daniel.
"Tidak Ra," jawab Vivi yang terus melanjutkan kesibukannya.
Kini mereka melanjutkan pekerjaan mereka dengan tawa dan canda.
*****
Di ruangan Al, kini Davin juga sudah berada di sana.
"Ngapain kamu di sini, Vin?" Tanya Daniel, dia duduk di sebelah Alvian.
"Aku sudah biasa di sini, lagian kamu ngapain pulang dari luar negeri? Bukannya di sana saja yang banyak bulenya," jawab Davin sambil menengguk minuman kaleng milik Daniel.
Daniel senyam-senyum, membuat Davin dan Alvian menatapnya bingung.
"Dan, kamu baik-baik sajakan?" Alvian menyentuh jidat Daniel. "Tidak panas," gumam Alvian pelan.
"Kesambet kali Al, coba nanti bawa ke Dokter!" Timpal Davin, dia geleng-geleng kepala.
Daniel tersenyum, dia membayangkan wajah cantik gadis yang di tabraknya tadi. Siapa lagi kalau bukan Nara.
"Apasih kalian? Kalian tahu, aku tadi bertemu dengan gadis cantik dan aku yakin dia adalah jodohku!" Kata Daniel, senyumnya semakin membuat Alvian dan Davin melihatnya jijik.
"Ngehalu kamu, Dan." Ledek Davin sambil tertawa ngakak.
"Baguslah kalau kamu sudah bertemu dengan jodohmu. Jadi aku tenang Laras tidak akan mengejarmu lagi," timpal Avlian. Senyumnya terlihat bahagia.
Alvian bahagia karena satu saingannya ini dari dulu, akhirnya menemukan jodohnya yang belum pasti.
"Nanti, aku mau mengajak dia makan berdua. Oh iya kalian jadi minum?" Tanya Daniel pada kedua sahabatnya ini.
"Jadi pasti, kamu ajak saja jodohmu itu minum bersama kita!" Kata Davin antusias.
"Boleh, baiklah nanti kumpul di tempat biasa ya!" Kata Daniel dan di anggukin oleh kedua sahabatnya itu.
Jam menunjukkan pukul 7 malam Alvian dan Davin dia langsung pergi ke bar, untuk minum bersama. Sedangkan Daniel masih menunggu Nara yang belum keluar dari cafe.
Nara melangkahkan kakinya keluar dari cafe, tadinya dia mau ke ruangan Alvian tapi dia tidak yakin dan berniat langsung pulang.
"Hay...."
Nara menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke sumber suara.
"Kamu..." Naya terkejut.
..."Ayo aku ajak kamu makan bareng!" Laki-laki itu langsung menarik tangan Naya, tanpa menunggu persetujuan dari Nara....
...BERSAMBUNG 😊...
Terimakasih para pembaca setia 🙏
btw nma ig nya pa kk🙏
sblom nikah dah dapet menanam saham duluan pas ngidam istri selalu dapet jatah terus tanpa bisa ditinggalkan....
sedangkan Davin malah zonk boro2 berpelukan, baru dideketin aja malah dah dapet Omelan sang istri...
sabaaarrrrr ya Davin tunggu 2-3bln lagi...🤭🤣🤣🤣