Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga puluh dua
Kayla menatap bosan ke arah luar jendela,sedari tadi Arga melakukan mobilnya tanpa memberitahu tujuan mereka. Ia menatap jalan yang belum pernah ia lalui sebelumnya.
"Kita mau kemana si sebenarnya?"tanya Kayla untuk kesekian kalinya, pant**nya sudah kebas akibat terlalu lama duduk, ini susah hampir satu jam perjalanan tapi Arga belum juga menghentikan mobilnya.
"Mau ajak kamu nonton pertandingan basket," jawab Arga, akhirnya laki-laki itu memberi tahu tujuan mereka.
"Oh, masih jauh tempatnya?"
"Engga si paling sepuluh menit lagi sampai."
Kayla diam, ia kembali melihat pemandangan di luar jendela sembari menahan pegal badannya karena terlalu lama duduk.
Tepat sepuluh menit kemudian ia sampai di sebuah lapangan basket tertutup, ketika memasuki area itu cukup banyak kendaraan lain yang terparkir di sana.
"Banyak juga yang nonton," ujarnya pelan.
"Tentu yang tanding sekarang atlit lokal daerah kita."
"Oh."
Kayla meregangkan sedikit badannya,ia menepuk-nepuk punggungnya yang terasa pegal.
"Pegel ya?"tanya Arga
"Pegel dikit,"ucap Kayla jujur, ia memang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh terlebih dirinya tidak bisa duduk terlalu lama karena tubuhnya mudah merasa pegal.
Arga menghampirinya, laki-laki itu memijat pelan punggung yang ia tepuk tadi. "Maaf ya gara-gara bawa aku bawa kamu ke sini, kamu jadi pegel gini."
"Gak apa-apa, badan aku emang cepet pegel jadi tolong maklumi ya."
Kayla menyingkirkan tangan Arga yang memijat punggungnya, selain badannya yang cepat merasa pegal, ia juga tidak suka di pijat.
"Kenapa?" tanya Arga ketika Kayla menyingkirkan tangannya.
"Jangan di pijat aku gak suka, badan aku malah tambah sakit kalau di pijat."
"Oh gitu ya, maaf aku gak tau."
Arga kemudian menarik tangannya ke arah bangunan lain di samping lapangan.
"Kenapa malah ke sini?" tanya Kayla, laki-laki itu bukan menariknya ke lapangan melainkan malah menariknya ke arah mini market samping lapangan.
"Aku mau beli cemilan dulu buat kamu."
"Eh, gak usah."
Arga tak mempedulikan ucapan Kayla, laki-laki itu malah merangkulnya dan membawanya ke lorong yang terdapat berbagai macam Snack.
"Pilih mana yang kamu suka."
"Ga, gak usah."
"Ssst, kalau kamu gak mau pilih biar aku yang pilih. Aku tau kamu gak terlalu suka nonton pertandingan kaya gini, makanya aku beliin kamu cemilan supaya gak bosan. Itung-itung sogokan buat nemenin aku nonton pertandingan ini."
Kayla pasrah, ia mengikuti Arga yang memilih cemilan di sana dan menyimpannya ke dalam keranjang yang mereka bawa sebelumya.
Setelah cukup lama memilih mereka membawa keranjang berisi Snack itu ke kasir dan membayarnya.
"Banyak banget," ujar Kayla melihat sekantong besar cemilan yang di jinjing Arga.
"Gak apa-apa, kalau sisa kita makan di mobil pas pulang nanti atau kamu bawa pulang juga boleh."
"Banyak ngemil nanti aku gemuk."
"Biarin memangnya kenapa kalau kamu gemoy?"
"Gemuk Ga, bukan gemoy."
"Kalau gemuk otomatis pipi kamu tambah chubby jadinya kan gemoy."
Arga mencubit pelan pipi Kayla yang bulat, sedangkan yang dicubit mengerucutkan bibirnya kesal.
"Jangan di cubit nanti tambah melar pipi aku."
Arga terkekeh melihat Kayla mode manja terlihat menggemaskan dimatanya, ia segera menggandeng Kayla masuk ke dalam lapangan.
Sesampainya di dalam Arga mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk yang kosong, ia menarik tangan Kayla menuju bangku yang berada di tengah-tengah.Setelah menemukan bangku untuk mereka duduki dan tak lama pertandingan di mulai.
Si sepanjang pertandingan Arga sering menyorakkan nama idolanya, sesekali ia juga mengkritik pemain lawan dan memberitahunya tentang apa-apa yang terjadi di lapangan.
Kayla hanya bisa mendengarkan dan mengangguk walaupun sejujurnya ia sudah mulai bosan, melihat Kayla yang terlihat sudah bosan Arga mengambil Snack dan memberikannya pada Kayla.
Kayla menerima Snack itu dan memakannya sembari menatap bosan ke arah lapangan. Ia melihat ke arah samping, Arga terlihat antusias dengan pertandingan ini. Melihat wajah tampan Arga bisa sedikit menghilangkan rasa bosannya.
Dalam hati ia terus memuji ciptaan Tuhan yang sempurna ini, semakin di perhatikan laki-laki itu semakin tampan sepertinya ia sudah benar-benar terjatuh dalam pesona Arga.
"Mau pulang sekarang?"
Pertanyaan Arga kembali menyadarkannya "Eh, pertandingannya udah selesai?"
"Belum si, tapi ini udah sore banget takut mamah kamu cariin kalau nunggu sampai pertandingan selesai kemungkinan kita pulang agak malam."
"Yaudah kita pulang aja, tapi kamu gak apa-apa pulang sekarang padahal pertandingannya belum selesai."
"Gak apa-apa, aku udah puas nontonnya."
Akhirnya keduanya sepakat untuk pulang lebih awal walaupun pertandingan belum selesai.
"Wah cemilannya masih banyak ni,kamu bawa pulang aja." Arga menyerahkan kantong besar berisi Snack itu pada Kayla.
"Ih banyak banget, kita bagi dua aja Ga."
"Aku gak terlalu suka ngemil, kamu bawa pulang aja."
"Yaudah terimakasih ya." Kayla mengambil kantong itu dari tangan Arga.
"Sama-sama, terima kasih juga udah mau temenin aku ke sini."
"Iya sama-sama, selagi itu buat kamu bahagia aku juga ikut bahagia."
Arga tersenyum, ia merangkul Kayla dan mengusap kepala gadis itu.
Keduanya masuk kedalam mobil dan Arga pun segera melajukan mobilnya.
Arga sesekali melirik Kayla dari samping, rambut hitam gadis itu kini terurai indah membuat sang pemiliknya terlihat semakin cantik.
Tinggal enam hari lagi, ia tidak bisa melihat gadis ini dari dekat dan tak bisa menikmati momen bersama seperti ini lagi nanti.
Arga terlambat menyadari jika dirinya telah jatuh hati pada Kayla.
"Aku penasaran kenapa dulu kamu terima aku?" tanya Arga di tengah perjalanan pulang.
Kayla yang asyik memandang ke luar pun sontak menoleh mendapat pertanyaan tak terduga dari Arga.
"Kenapa tiba-tiba nanya itu?"
"Cuma penasaran aja, kalau diingat pertemuan pertama kita kan cukup tidak mengenakan terlebih waktu aku berusaha deketin kamu susahnya minta ampun, aku jadi penasaran kenapa kamu terima aku waktu itu"
"Gak tau, kayanya aku cuma iseng aja."
Arga mendengus kesal, padahal ia bertanya hal serius tapi gadis itu malah menjawab pertanyaannya dengan main-main.
"Serius lah Kay?masa iya kamu nerima aku cuma karena iseng."
"Ya memang begitu, lagipula mana ada yang mau sama cowok friendly dan tukang tebar pesona kaya kamu Arga"
"Ada tuh buktinya kamu jadi pacarku kan sampai sekarang. "
"Ya kan aku nerima kamu karena iseng, kamu sendiri kenapa tiba-tiba nyatain perasaan ke aku, padahal aku inget banget kamu itu selalu kesel tiap ketemu aku."
"Aku juga ngelakuin itu cuma iseng."
Kayla berdecak, ia tak membalas perkataan Arga lagi dan memilih untuk kembali menikmati pemandangan di luar.
Arga tersenyum kecil mengingat pertemuan pertama mereka dulu, ia juga mengingat bagaimana sulitnya mendekati Kayla yang dingin dan sulit untuk di dekati, sampai akhirnya ia menyatakan perasaannya dan tanpa diduga gadis itu menerimanya.
Seandainya Kayla tau jika tujuannya menjadi kekasih gadis itu hanya sebagai alat untuk mendekati Kanaya adiknya.