NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Pelakor jahat / CEO / Romantis / Ibu Pengganti / Duda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Selama tiga tahun menikah, Elena mencintai suaminya sepenuh hati, bahkan ketika dunia menuduhnya mandul.

Namun cinta tak cukup bagi seorang pria yang haus akan "keturunan".
Tanpa sepengetahuannya, suaminya diam-diam tidur dengan wanita lain dan berkata akan menikahinya tanpa mau menceraikan Elena.

Tapi takdir membawanya bertemu dengan Hans Morelli, seorang duda, CEO dengan satu anak laki-laki. Pertemuan yang seharusnya singkat, berubah menjadi titik balik hidup Elena. ketika bocah kecil itu memanggil Elena dengan sebutan;

"Mama."

Mampukah Elena lari dari suaminya dan menemukan takdir baru sebagai seorang ibu yang tidak bisa ia dapatkan saat bersama suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. KELUARGA

Ketegangan di ambang pintu itu seketika berubah menjadi keterkejutan mendalam ketika Hans melihat siapa yang berdiri di sana, wajah yang selama ini tak pernah sekalipun ia bayangkan akan muncul dengan ekspresi semarah ini.

"Mom?" Hans hampir tak mengenali suaranya sendiri.

Wanita anggun berambut cokelat yang mulai memutih elegan itu, yang biasanya selalu tampak tenang, lembut, dan penuh wibawa, kali ini berdiri dengan wajah merah padam, rahang tegang, dan mata yang berkilat seperti petir siap menyambar.

Begitu Hans membuka pintu lebih lebar, ibunya langsung masuk tanpa permisi, langkahnya menghentak marah.

Roland dan Poppy membeku.

Elena terpaku.

Theo memeluk Elena lebih erat.

"Hans Morelli?!" seru Ariana, ibu Hans.

"Ada apa, Mom?" tanya Hans langsung, bingung.

Roland dan Poppy muncul untuk melihat siapa yang datang. Dan saat itu juga mereka terkejut melihat yang terjadi.

Sang ibu tidak menunggu sedetik pun.

PLAK! PLAK! PLAK!

Pukulan beruntun mendarat di lengan Hans seperti badai kecil yang dikemas dalam bentuk tangan seorang wanita yang sangat marah.

"Mom!" Hans mengeluh, menunduk menghindar. "Ow, ow, Mom dengar dulu-,

"Dengar apa? HAH?!" seru sang ibu marah. Sang ibu menunjuk Hans dengan telunjuk tajam. "Kau pikir aku ini buta dan tuli sampai tidak tahu rumor yang berkeliaran di perusahaan Morelli?!"

Roland menutup mulutnya menahan tawa.

Poppy membuka handphone-nya, pura-pura sibuk merekam tapi tidak berani benar-benar melakukannya.

"Mom, ada apa?" Hans mundur, tapi ibunya mengikuti seperti singa mengejar mangsa.

"Kau menikahi Elena," suara ibunya meninggi lagi, "... karena kontrak bisnis?! Kontrak? Kontrak apa, hah?! Kau pikir menikahi seseorang itu seperti menandatangani dokumen merger perusahaan?!"

"Mom," Hans mencoba mendekat.

Tapi PLAK! satu pukulan lagi mendarat di lengan Hans.

Kali ini Hans benar-benar merintih.

"Tuhan," Roland berbisik, menahan tawa. "Kapan lagi lihat Hans dipukul seperti bocah lima tahun?"

Poppy cepat-cepat memukul lengan Roland. "Berhenti! Tapi ... iya sih, lucu."

Lalu ia ikut menahan tawa.

"Bilang! Hans Morelli!" Ibu Hans menuntut. "Apa benar kau menikahi Elena demi bisnis? Karena kontrak? Karena alasan-alasan konyol itu?!"

Hans membuka mulut, namun terhenti.

Elena masuk bersama Theo di gendongannya.

Begitu melihat ibu Hans yang sedang memarahi Hans, Elena langsung membeku. Theo memeluk leher Elena makin kencang.

"Mom, ada apa?" tanya Elena.

Begitu mata ibu Hans melihat Elena, ekspresinya berubah seketika.

Seperti air panas yang tiba-tiba disiramkan es.

Marahnya padam.

Sorotnya melunak.

Ia langsung berbalik dan menghampiri Elena.

"Oh, Elena. Kemari, Sayang." Suara Ariana berubah menjadi lembut seketika.

Elena hanya mampu berkata pelan, "Mom? Ada apa? Kenapa memukili Hans?"

Sang ibu langsung memeluk Elena erat, begitu erat hingga Elena hampir kehilangan keseimbangan.

"Ya ampun, kasihan kau! Kau pasti stres! Pasti tertekan! Tuhan, kenapa kau sampai mau menikahi anakku yang satu itu kalau alasannya adalah kontrak?! Kenapa tidak bilang kalau dia memperlakukanmu begitu buruk?!" kata Ariana penuh afeksi.

"Mom-" Hans memprotes.

"AKU TIDAK SEDANG BICARA DENGAN KAMU! DIAM!" seru sang ibu.

Hans langsung menutup mulut.

Theo berkedip bingung. "Kenapa Grandma marah?"

Roland mendekatinya dan berbisik, "Karena Papa-mu nakal."

Theo menganga. "Papa nakal?"

"Tuh, suaramu jangan keras, Nanti Grandma mukul Papa lagi," bisik Roland.

Theo langsung menutup bibirnya, matanya membesar. Menggemaskan.

Elena memandang ke sekeliling, bingung, panik kecil. "Sebenarnya ... apa yang terjadi?"

Saat itulah suara berat dan tegas terdengar dari pintu yang masih setengah terbuka.

"Kalian ribut di sini? Aku dengar suara dari luar pagar." Ayah Hans masuk, bernapas sedikit berat seolah berlari kecil menuju rumah setelah mendengar suara istrinya tadi.

Begitu melihat istrinya yang hendak memukul Hans lagi, ia langsung menarik pinggang sang istri.

"Oke, oke, cukup. Kau mau mematahkan lengan anakmu sendiri?" kata Albert.

"Dia pantas!" seru sang ibu.

Hans mengangkat tangan. "Dad, tolong Mom diberi edukasi baru-"

"AKU TIDAK BUTUH EDUKASI!" seru Ariana.

PLAK! Satu pukulan lagi.

Roland langsung meledak tertawa, kali ini keras sekali.

"ROLAND!" Poppy memukul lengan Roland. "Tolong hormati Mom!"

"Bagaimana bisa? Ini terlalu lucu, lihatlah wajah kakak kita satu ini," tawa Roland.

"Roland," Hans menyipitkan mata. "Diam sebelum aku-"

"DIPUKULI MOM LAGI?" Roland menimpali dengan sangat cepat.

Hans langsung terdiam.

Ayah Hans menarik istrinya mundur sedikit. "Cukup dulu marahnya. Kita bicara di dalam."

"Tidak!" seru ibu Hans. "Aku tidak selesai! Aku ingin bicara tentang kontrak konyol itu! Aku ingin tahu apakah suami Elena ini-" ia menunjuk Hans dengan dramatis, "-menikahi Elena karena kontrak atau karena dia buta! Karena aku TIDAK AKAN membiarkan wanita baik seperti Elena diperlakukan anakku seperti aset perusahaan!"

"Mom," Elena mencoba menjelaskan. "Ini tidak seperti-"

"Sayang, kau diam dulu, ya. Tenang saja." Ibu Hans memeluk pipi Elena seperti memegang porselen halus. "Biarkan aku membelamu."

Elena bingung.

Poppy menarik napas dalam. "Sepertinya kita perlu duduk di ruang tengah dan jelaskan semuanya."

Ayah Hans mengangguk. "Setuju. Semua kumpul."

Ruang tengah Morelli berubah menjadi ruang sidang mini, minus palu hakim tapi plus seorang bocah balita dan dua dewasa yang menahan tawa.

Elena duduk di sofa, diapit Poppy dan ibu Hans yang memeluk lengan Elena sambil sesekali mengusap punggungnya penuh kasih seolah Elena baru saja selesai mengalami bencana besar.

Hans duduk di depan mereka, persis seperti murid bandel yang akan dimarahi guru BK.

Roland duduk di samping Hans tapi sedikit menjauh, takut ikut terseret dalam badai ibunya.

Theo naik ke pangkuan Roland, bertanya dengan suara mungil.

"Kenapa Papa dimarahi?" tanya Theo.

Roland menunduk, menjawab berbisik dramatis, "Karena Papa bohong sama Grandma."

Theo menganga. "Papa bohong?!"

"Ssst!" Roland menempelkan jari ke bibir Theo. "Ini rahasia negara."

Theo langsung terdiam seperti agen rahasia dalam misi super penting.

Ayah Hans duduk paling depan dengan tangan disilangkan. "Kita mulai. Hans, jelaskan tentang rumor kontrak pernikahan itu."

Hans menarik napas panjang. "Aku akan jelaskan semuanya dari awal. Dan tolong jangan potong dulu."

Ibu Hans menggerutu. "Tergantung isi penjelasanmu."

"Ariana," Ayah Hans memperingatkan.

Hans meluruskan duduk. Ia menatap Elena sejenak sebelum kembali menatap orang tuanya.

"Awalnya, benar. Aku menawarkan kontrak pernikahan kepada Elena," mulai Hans menjelaskan.

Elena mengangguk perlahan, membenarkan.

Ibu Hans langsung berdiri dengan cepat. "HAH! JADI BENAR-"

"Ariana," Ayah Hans menahan pundaknya. "Diam dulu."

"Karena aku ingin membantu keluarga Alvarez yang disudutkan oleh Wattson," lanjut Hans.

Ruang itu mulai hening.

"Dan ... karena Theo," kata Hans.

Theo mengangkat tangan. "Hadir!"

Hans tersenyum kecil. "Karena Theo butuh seorang ibu. Dan aku ingin Elena yang mengisinya. Theo sangat menyukainya dari awal."

Theo memeluk Roland makin erat. Wajahnya memerah bangga.

Ibu Hans masih tampak marah. "Tapi itu tetap saja kontrak!"

Hans mengangkat tangan. "Dan itu hanya alasan."

Semua orang menatapnya.

"Apa maksudmu?" tanya ayah Hans.

Hans menelan ludah. Lalu menghembuskan napas perlahan. Suaranya berubah lebih dalam. Lebih jujur.

"Kebenarannya ... aku sudah jatuh cinta pada Elena sejak masih kuliah," Hans mengaku.

Seluruh ruangan membeku satu detik.

Roland: mata membelalak.

Poppy: mulut menganga.

Elena: merah padam.

Theo: hanya menatap tak mengerti

Ayah Hans lalu tertawa.

Keras.

Renyah.

Tanpa menahan.

"AKHIRNYA!" serunya sambil menepuk paha. "Aku sampai lupa kalau anak sulungku ini punya kemampuan jatuh cinta! Ya Tuhan, Hans ... kukira kau tidak akan bertindak seperti manusia normal selama ini."

Roland akhirnya ikut tertawa keras. "ADEGAN APA INI?! Aku masih tidak percaya! Hans Morelli ... jatuh cinta? Sejak kuliah, oh Tuhan! Jadi itu alasan dia selalu mengganggu Elena selama ini."

Poppy memukul lengan Roland keras-keras. "Berhenti menertawakan kakakmu!"

"Itu lucu! Kapan lagi melihat Hans seperti ini?!" Roland hampir jatuh dari sofa.

Theo ikut tertawa tanpa tahu alasannya. "Papa jatuh cinta! Papa jatuh cinta!"

Hans menutup wajahnya dengan tangan. "Kenapa aku menjelaskan ini di depan kalian."

Ayah Hans menepuk pundaknya. "Karena kami perlu tahu, dan karena kau memang bodoh kalau tidak melakukannya."

Ibu Hans berdiri dan menghampiri Elena. Tanpa ragu ia memeluk menantunya itu erat sekali.

"Elena, kalau dia macam-macam," ia menunjuk Hans sambil mengancam, "Kau bilang ke Mama. Mama akan pukul dia sampai sadar."

Elena tersenyum canggung, pipinya memerah. Senang.

"Sebenarnya, Mom ... Hans memang suka menjailiku. Dia suka mengejekku," adu Elena berpura-pura dramatis.

Hans langsung menoleh. "Elena?!"

Ibu Hans menghela napas panjang, lalu ...

PLAK!

Memukul lengan Hans lagi.

"Mom!" Hans protes.

"Jangan menjahili istrimu!" seru Eleanor.

"APA SALAHNYA MENJAHILI ISTRI SENDIRI?!" ulang Hans sambil mengucek lengannya kesal.

"BANYAK SALAHNYA!" bentak ibunya.

Tapi kali ini, Hans malah tertawa.

Tertawa benar-benar.

Sampai matanya melunak dan bahunya turun santai.

Elena menatapnya diam-diam.

Untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka, dia melihat Hans benar-benar ... bahagia. Tertawa lepas yang tidak pernah Elena lihat selama ini.

Dan ketika mata mereka bertemu, entah bagaimana Elena merasakan dadanya menghangat.

Sangat hangat. Seolah Hans memberitahu 'Selamat datang dikelurgaku.'

1
komalia komalia
Semoga si diana dsn orang yang julid tau Kalau elena hamil
komalia komalia
Sekarang si jesy mandul
Nor Azlin
sudah aku bilang kan anak yang Jessy banggakan itu bukan anak kandung nya si Raven yah😂😂😂kerana itu anak orang lain kerana Jessy memang mengincar Raven nya maka saat ibu nya Raven mengizinkan dia menjaga atau lebih tepat nya ibu di Raven. ini menyuruh Jessy mengambil kesempatan atas anak bego nya itu tengah mabuk2kan & terjadilah kejadian ini...bodoh nya lagi ni si Raven sudah terlalu lama dia tidak menyentuh si Jessy bukan apa selama ini dia tidak merasakan diri nya tidak hebat yah pasti dia merasakan itu sendiri kan 🤔🤔 setiap laki2 yang kurang kelelakian nya pasti tau lah bahawa burung nya cepat bangat kolep😂😂kerana keegois nya si Raven semua itu tentu di tolak kebelakangan deh mana mau dia memikirkan itu semua sudah pasti menyalahkan si isteri yah ...lanjutkan thor
komalia komalia
dan bayi yang kamu jarap kan bukan bayi nya ternyata
komalia komalia
kaya nya hans curiga helena hamil
Wayan Sucani
Ayoo cari Hans..
komalia komalia
hamil.kaya nya elena
komalia komalia
balasan yang setimpal
komalia komalia
menyesal mu terlambat
komalia komalia
rasain belum lagi kau terkuak lagirahasiaj yang sangat besat
komalia komalia
masih belum hami juga elena
komalia komalia
pasti anak mu yang mandu diana tunggu kehancuran mu ervan dan tunggu anak mu lahir yang bukan anak mu
komalia komalia
pembalasan jauh lebih sadis
Nor Azlin
sudah aku katakan yah membuat anak hadir kedunia ini bukan kerajaan satu orang yah itu harus ada pasangan lawan jenisnya 😂😂😂mantan mertua mu itu adalah punca segalanya ...dia yang memberikan Jessy itu pada anak nya yang mabuk2kan & membuat semua ini terjadi tapi itu juga disebabkan si Raven itu bodoh juga kerana dia sememangnya tidak ada prinsipnya juga ketegasan pada hatinya deh ...dia terlalu mengikuti nafsu nya sendiri ...semoga karma buat kalian yang paling menyakiti hati kalian semua terutama ibu Raven sama Raven itu sendiri di saat kebenaran terungkap nanti nya deh😂😂😂... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu perlihatkan lah orang yang dipilih mantan mertua perempuan mu itu siapa Jessy yang sebenarnya deh jangan buang2 waktu menyimpan rahsia itu lagi terlanjur sudah begini biar dia tau rasa sakit seperti apa yang dia toreh pada mental anak mu si Theo itu yah ...balas perbuatan nya yang terang2an menghina harga diri mu juga mental anak mu itu dengan yang paling tidak di jangkakan oleh nya deh 😡😡lanjutkan thor
komalia komalia
semoga elena bisa hamil
komalia komalia
kasihan theo
komalia komalia
so revan memang udah gila
komalia komalia
rasain
komalia komalia
mama nya theo kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!