Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimulainya Acara Berburu Dan Menyelamatkan Putra Mahkota
Selain mereka yang berasal dari Kekaisaran Beiming yang sudah lebih dulu meninggalkan Kekaisaran Tian Yuan, seluruh Kekaisaran yang menghadiri undangan ulang tahun Ibu Suri mengirimkan wakil dalam acara berburu.
Hadiah berupa harta berharga cukup untuk menarik perhatian mereka, membuat tak ada pihak yang ingin mengalah dalam acara berburu kali ini.
Persaingan juga terjadi diantara Pangeran Kekaisaran Tian Yuan, terutama bagi Pangeran yang masih memiliki harapan merebut posisi Putra Mahkota Xuan Haoran.
Pangeran Kedua, Pangeran Ketiga, juga Pangeran Keempat, mereka bertekad memenangkan acara perburuan, dan masing-masing fraksi memiliki rencana sendiri dalam menghadapi fraksi Putra Mahkota yang dari hari ke hari semakin kuat.
Bahkan rakyat Kekaisaran Tian Yuan sepenuhnya mendukung Putra Mahkota Xuan Haoran menjadi Kaisar baru, menggantikan Kaisar Xuan Ruihan di masa depan.
Banyak orang yang menjagokan Putra Mahkota ataupun salah satu Pangeran Kekaisaran Tian Yuan memenangkan acara perburuan.
Selebihnya mereka menjagokan perwakilan dari masing-masing Kekaisaran, bahkan ada segelintir orang yang kedua putra Pangeran Xuan Lie.
Taruhan besar-besaran dilakukan, dan itu sudah menjadi tradisi sejak dilakukannya acara berburu di pesta ulang tahun Ibu Suri.
Dari banyaknya orang yang bertaruh, ada satu orang yang mengeluarkan banyak uang untuk bertaruh atas nama Xuan Hao.
Orang itu tak lain adalah Mei Yun, dan dia bertaruh atas nama Tuannya, dimana itu juga atas perintah sang Tuan.
Uang yang digunakan bertaruh juga merupakan uang milik Tuannya, dan sampai penutupan taruhan, ia menjadi satu-satunya orang yang bertaruh atas kememangan Xuan Hao.
Banyak orang yang mencibir juga mencaci, tapi semua itu diabaikan oleh Mei Yun, bahkan ia menunjukkan senyuman mengejek ke arah orang-orang yang dianggapnya akan menangis darah di akhir.
“Bagaimana, apa semua uang itu sudah Kakak pertaruhkan?” tanya Lan Xi.
“Semua sudah dipertaruhkan tanpa sisa, dan begitu hasil akhir acara berburu diumumkan, kita bisa mendapatkan banyak uang dari taruhan!” jawab Mei Yun sembari tersenyum lebar.
“Aku tadi sempat mendengar banyaknya orang yang mencibir dan mencaci Kakak. Tapi nanti begitu hasil akhir diumumkan, aku akan menjadi orang pertama yang menertawakan mereka!!” ucap Lan Xi penuh keyakinan.
“Jangan lupa ajak kami ikut menertawakan mereka!” ucap Yue Yin, sementara Yue Ya hanya mengangguk.
“Nanti kita tertawa bersama!” ucap Mei Yun.
Di tengah hutan, Xuan Hao dan sepuluh orang yang mengikutinya. Saat ini mereka sadar jika ada yang mengikuti tepat di belakang mereka.
Jumlahnya ada belasan orang, dan niat membunuh yang mereka miliki jelas dirasakan oleh Xuan Hao dan yang lainnya.
“Bersiap, mereka akan segera menampakkan diri!” ucap Xuan Hao, dan cepat semua orang bersiap mencabut keluar pedang mereka dari sarungnya.
Benar saja, tak lama kemudian belasan orang datang menyerbu kelompok Xuan Hao, tapi semua serangan mereka bisa diantisipasi dengan baik, bahkan dia dari mereka tumbang begitu cepat di tangan Gu Shan dan Wei Yan.
“Kurang ajar! Berani membunuh rekan kami, kalian semua pantas mati!” teriak seseorang yang separuh wajahnya tertutup kain, hanya memperlihatkan bagian mata dan keningnya.
Orang itu cepat menyerang Xuan Hao, diikuti oleh dua orang lainnya yang mengarahkan serangan ke arah serupa, sementara yang lain menyerang pasukan Xuan Hao.
“Kalian salah memilih lawan!” gumam Xuan Hao, dan ia sama sekali tak menahan diri saat meladeni serangan mereka.
BOOM!!
BOOM!!
BOOM!!
Ledakan demi ledakan terjadi setiap Xuan Hao melayangkan pukulan, dimana pukulan yang dilakukannya cukup untuk membuat lawan berubah menjadi kabut darah.
Tak perlu mencari tau siapa yang menyuruh mereka, ia sudah bisa menebak siapa orang yang mengirim para pembunuh untuk membuatnya celaka.
“Dua orang itu, cepat atau lambat aku akan membuat mereka merasakan apa yang dinamakan hidup tapi lebih buruk dari kematian!” gumamnya.
Hanya sebentar, pertarungan berakhir dengan kemenangan Xuan Hao dan pasukannya, dan bertepatan dengan itu mereka melihat keberadaan sekelompok rusa dewasa di kejauhan, dimana kelompok rusa itu sedang minum.
“Pangeran, itu rusa berbulu emas!” Gu Shan menunjuk ke arah salah satu rusa yang berbeda dengan rusa lainnya.
“Em, aku urus rusa itu, kalian urus rusa lainnya!” ucap Xuan Hao sebelum sosoknya menghilang dari atas kuda, sama sekali tak membuat terkejut pasukannya, dikarenakan mereka sudah sering melihat kejadian seperti itu.
Berfokus pada tugas yang diberikan ke mereka. Sepuluh orang masing-masing berhasil memanah mati satu rusa dewasa, dan dalam waktu singkat mereka sudah mendapatkan hasil buruan yang sangat memuaskan.
Rusa memang bukan binatang langka, tapi tak semua orang bisa memanah rusa yang gerakannya cepat juga lincah. Bisa memanah mati rusa dengan sekali panah sudah merupakan sebuah keajaiban, apalagi bisa menangkapnya hidup-hidup, terlebih itu adalah rusa bulu emas yang kini berasa di tangan Xuan Hao.
Meski sudah mendapatkan banyak buruan. Xuan Hao dan pasukannya belum puas, dimana mereka melanjutkan perburuan ke sisi lain hutam, tapi bukannya menemukan buruan lainnya, mereka justru bertemu dengan kelompok Putra Mahkota Xuan Haoran yang diserang kelompok pembunuh bayaran.
Xuan Hao tau kelompok penyerang adalah pembunuh bayaran setelah mendengar informasi sistem, dan ia melihat kelompok Putra Mahkota semakin terdesak, dimana jika situasi seperti saat ini terus berlanjut, kecil kemungkinan Putra Mahkota lolos dari kematian.
Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Putra Mahkota yang memang pantas menjadi sosok Kaisar selanjutnya. Xuan Hao menyuruh pasukannya berjaga di sekitar lokasi pertarungan, sementara ia menerobos masuk ke tengah-tengah pertarungan yang tengah terjadi, dan dengan berdiri di sisi Putra Mahkota, ia berhasil menyelamatkan pria itu dari sebuah pedang yang hampir membelah kepalanya.
“Saudara Hao!!” ucap Putra Mahkota langsung mengenali pria yang baru datang dan berhasil menyelamatkannya.
Mendengar itu Xuan Hao hanya mengangguk kecil, dan tanpa banyak bicara ia bergerak sangat cepat menyerang kelompok pembunuh bayaran yang mengincar nyawa sang Putra Mahkota.
Dengan gerakan yang tak bisa dilihat oleh mata biasa. Xuan Hao berhasil menumbangkan satu per satu lawannya, sekalian ia membantu pasukan Putra Mahkota yang kewalahan menghadapi lawan lebih dari satu.
Dalam waktu singkat keadaan berbalik, dimana kelompok pembunuh bayaran semakin tertekan, dan cepat jumlah mereka menyusut menjadi beberapa orang, padahal sebelumnya mereka berjumlah puluhan orang.
Hanya dengan kehadiran Xuan Hao yang satu pukulannya bisa menumbangkan empat sampai lima musuh, keadaan di sisi Putra Mahkota semakin membaik, dan kemenangan tinggal menunggu waktu.
Saat situasi genting, musuh mencoba memanggil bala bantuan, tapi yang datang hanya hembusan angin, sementara bala bantuan yang dipanggil tak akan pernah datang, sebab mereka telah dimusnahkan oleh pasukan Xuan Hao.
“Sudah datang jadi jangan bermimpi bisa pergi!” ucap Xuan Hao.
“Saudaraku, sisakan satu orang untuk diinterogasi!” pinta Putra Mahkota yang sudah sangat kelelahan dan butuh istirahat selama beberapa waktu.
Xuan Hao sendiri hanya mengangguk kecil, dan ia benar-benar menyisakan satu orang, bahkan ia merogoh racun yang tersembunyi di bawah lidah musuh, supaya orang itu tidak melakukan aksi bunuh diri.
“Sebelum kau mengatakan semua yang ingin diketahui Yang Mulia Putra Mahkota, jangan harap bisa mati dengan mudah!” ucap Xuan Hao, lalu dia melemparkan orang yang berhasil ditangkap ke hadapan Putra Mahkota, dan setelahnya ia menghilang, meninggalkan keheningan dan senyuman tipis di wajah Putra Mahkota.
“Saudara Hao ini, ia selama ini benar-benar berhasil menyembunyikan kekuatannya, dan sekalinya keluar, ia langsung saja menunjukkan sesuatu yang luar biasa!” puji Putra Mahkota Xuan Haoran.