NovelToon NovelToon
SORRY, But I Love You

SORRY, But I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Isthiizty

Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.

El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.

Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.

Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?

Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syarat Dan Ketentuan Berlaku

El memutar arah pandangannya ke asal suara baritone yang baru saja di dengarnya. Lagi dan lagi pandangan mata El langsung terhipnotis oleh ketampanan pria yang tengah duduk disinggasananya.

Pria tampan itu memakai stelan jas berwarna navi dengan rambut klimis bergaya slicked back undercut yang terlihat cocok dengan wajah ovalnya. Apalagi pria itu memiliki rahang tegas, dengan hidung mancung dan bibir tipis. Dia juga memiliki alis yang sedikit tebal. Kombinasi yang pas untuk wajah tampan seorang pria. Bahkan visulnya bisa dibilang hampir sempurna.

Gila ganteng banget ini CEO. Bakalan betah dah gue jadi sekertarisnya disini. Apalagi asistennya juga lumayan ganteng. Tiap hari bisa cuci mata. Tapi kayaknya mata gue emang di takdirkan untuk ngliat yang indah-indah. Thanks God.

El menonyor keplanya sendiri saat menyadari pemikiran konyolnya, bagaimana bisa dia memikirkan pria lain saat sudah ada Leo sebagai kekasihnya.

"Kamu kenapa?" tanya Kennan saat melihat El menonyor kepalanya sendiri.

"Ehh,, gak papa pak tadi cuma sedikit pusing," sahut El berkilah.

"Jangan panggil saya pak. Emang saya bapakmu," ketus Kennan dengan suara sedikit meninggi dan sorot mata tajam menatap El dari atas kepala sampai bawah.

"Maaf."

Gue tarik omongan gue yang bilang bakal betah jadi sekertaris dia. Belum apa-apa aja udah ketus gitu ngomongnya. Sungguh pria yang sangat menyebalkan.

"Siapa dia?" kini pertanyaan ditujukan pada Sean karna Kennan sudah menatap kembali asistennya itu.

"Dia Edelwiess Javanica yang akan menjadi sekertaris baru anda tuan."

"Pppfff.....hahahaha." Kennan tertawa terbahak mendengar jawaban Sean.

Sean dan El saling melempar pandangan, seakan bertanya apakah ada yang lucu? Namun keduanya sama-sama menaikan kedua bahu mereka pertanda keduanya sama-sama tidak tahu penyebab Kennan tertawa.

"Kamu serius jika wanita ini yang akan menjadi sekertaris baruku?" tanya Kennan saat sudah menghentikan tawanya. Sean hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.

"Yang benar saja, Her face is like an idiot. How can she be my secretary? (Wajahnya seperti orang idiot. Bagaimana dia bisa menjadi sekretarisku?)"

"Hey... Apa katamu?" tanya El dengan suara tinggi. "Kamu pikir aku mau bekerja dengan orang sepertimu?" ucap El dengan tersenyum sinis.

"Berani sekali kau berkata dengan suara tinggi kepadaku?" sentak Kennan yang langsung bediri dari duduknya.

"Kenapa harus takut. Lagi pula apa hebatnya pria angkuh sepertimu," ucap El dengan begitu ketus.

"Sean! Bawa dia keluar dari ruanganku," teriak Kennan hingga suara kerasnya memenuhi seisi ruangan.

"Tapi tuan. Dia adalah sekertaris rekomendasi dari tuan Michael. Saya tidak berani membantah perintahnya," ucap Sean.

"Kamu itu bekerja denganku atau Daddy ku. Hah?"

"Maaf tuan."

Kennan yang merasa sangat kesal langsung menyambar ponselnya di atas meja lalu menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama panggilan pun sudah tersambung.

"Dad. Siapa gadis ini dan apa yang kau rencanakan?" tanya Kennan tanpa basa basi.

"She's your new secretary. Why? (Dia sekertaris barumu. Kenapa?)"

"I don't want her to be my secretary. She looks like a fool. Please Daddy. I'll be recruiting my own secretary. (Aku tidak ingin dia menjadi sekretarisku. Dia terlihat seperti orang bodoh. Tolong Daddy. Aku akan merekrut sekretarisku sendiri.)" El mengepalkan kedua tangannya saat mendengar ucapan Kennan.

"Tidah ada bantahan boy. Kamu harus menerimanya sebagai sekertaris barumu. Perlakukan dia dengan baik. Dan jika kamu keberatan kamu bisa tinggalkan perusahaan Daddy." Tanpa menunggu jawaban Kennan, Michael langsung memutuskan panggilan telepone secara sepihak.

"Shiitt....." Kennan melempar ponselnya ke atas meja. Pandangan matanya kini menatap tajam pada gadis didepannya.

Kalau gue gak bisa nyuruh lo pergi dari perusahaan ini karna daddy melarangnya. Akan gue pastiin lo sendiri yang akan keluar dari perusahaan ini tanpa gue minta.

"Berkerjalah dengan baik dan jangan lakukan kesalahan sedikit pun." ucap Kennan.

"Bukan kah anda tidak mau memiliki sekertaris bodoh seperti saya? Dan silahkan anda cari sendiri sekertaris yang siap menerima sikap menyebalkan anda." El membalikan badan dan berjalan ke arah pintu hendak keluar dari ruangan tersebut.

"Wait.....!! Oke.. I am so sorry, but please remain my secretary ( Tunggu......!! Oke. . Aku minta maaf, tapi tolong tetaplah menjadi sekertarisku)."

El kembali membalikan badannya menghadap Kennan yang sedang menatapnya penuh permohonan. Sesaat kemudia muncul ide licik untuk mengerjai pria menyebalkan di depannya.

"Baiklah kalau anda memaksa. Tapi saya akan mengajukan beberapa persyaratan," ucap El dengan seringai licik di bibirnya.

"Hey yang benar saja. Ini perusahaanku kenapa jadi kamu yang membuat persyaratan. Harusnya aku yang mengajukan persyaratan bukan malah kamu."

"Ya sudah kalau tidak mau. Aku juga tidak berminat menjadi sekertarismu."

"Aku juga gak butuh sekertaris sepertimu."

Tring...

Terdengar notif pesan masuk di ponsel Kennan dan ternyata ada sebuah pesan yang dikirim Daddy nya. Setelah membaca pesan dari daddy nya, Kennan menggengam erat ponsel di tangannya. Kennan tidak habis pikir, bagaimana bisa daddy nya mengirim pesan seperti ini.

"Buat gadis itu mau menjadi sekertaris barumu. Atau kamu akan di coret dari daftar ahli waris keluarga Mallory. Dan seluruh harta kekayaan keluarga Mallory akan di sumbangkan ke panti sosial."

El sudah membuka pintu ruangan CEO. Dia benar-benar kesal berada satu ruangan dengan pria tampan menyebalkan itu. Saat kakinya hendak keluar terdengar suara yang akhirnya membuat El mengurungkan niatnya meninggalkan ruangan tersebut.

"Apa syaratnya?" tanya Kennan dengan muka datarnya. Dia sangat kesal dengan gadis culun di depannya ini.

Kini hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan tersebut. Karna Sean sudah kembali melanjutkan pekerjaannya.

El kini sudah duduk di sofa berhadapan dengan Kennan. Mereka saling melempar pandangan tidak suka.

"Apa syarat darimu? Menaikan gaji? Memberimu sebuah mobil? Atau sebuah rumah? Cepat sebutkan! Aku tak punya banyak waktu untuk basa basi tidak penting denganmu." ucap Kennan.

"Aku tidak butuh semua itu. Aku hanya akan mengajukan 3 syarat saja."

"Hey yang benar saja 3 syarat. Cukup satu saja dan jangan protes."

"Kalau kau tidak mau lupakan saja syarat dariku. Aku juga sebenarnya malas bekerja dengan orang sepertimu. Kalau begitu saya permisi," ucap El masih dengan seringai licik di sudut bibirnya. Dia bangkit dari duduknya hendak kembali meninggalkan ruangan tersebut.

"Shitt......Cepat sebutkan apa syaratnya." Senyum kemenangan muncul dibibir El. Taktik jual mahalnya akhirnya berhasil juga. El kembali duduk dan menatap Kennan yang terlihat masih sangat kesal.

"Syaratku cukup mudah."

"Langsung to the poin. Gak usah ngomong panjang lebar, kerjaan gue banyak dan gue gak ada waktu buat ngladenin omongan lo yang gak penting."

El keluar dari ruangan tersebut dengan senyum kemenangan yang terlukis di wajahnya. Dia berjalan menuju meja kerjanya yang memang terletak di depan ruangan CEO. El meletakan tasnya di atas meja dan mendudukan tubuhnya di kursi.

Dari kursi kerjanya El masih bisa mendengar dengan samar umpatan-umpatan yang di keluarkan Kennan untuknya.

Gue gak bakal biarin lo jadi bos disini. Karna gue lah bos sesungguhnya. El tertawa geli dengan pikirannya itu.

1
Harita Ajun
Luar biasa
Erlinda
sumpah kok aq ga suka dgn karakter Shasa yg sok baik rela berlutut hanya demi utk membujuk mantan nya yg suka main tangan ..menjijik kan
Erlinda
duuuh jd cewek kok goblok banget mau ditampar berkali kali
Erlinda
wow baru jd pacar aja udah main gampar gimana klo udah jd istri..?..inilah yg aq benci klo tokoh cewek nya bodoh dan bucin akut.rela disakiti demi cinta..hadeeeeh..awal nya aja udah bikin tensian
Rietha Hadziq
luar biasa
Durrotun Nasihah
good
Wirda Wati
thanks thort
Wirda Wati
lanjuut...
gimn Megan thort
Wirda Wati
so sweeet
Wirda Wati
kejutan
Wirda Wati
visualnya thort
Wirda Wati
gimn dg Megan thort
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
ternyata ortu Leo matre
Wirda Wati
akhirnya
Wirda Wati
mantap
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
semangat leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!