NovelToon NovelToon
Figuran Yang Direbut Takdir

Figuran Yang Direbut Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Romansa / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shahinaz adalah gadis cantik dengan kesabaran yang nyaris tak ada. Ia tak pernah menyangka hidupnya akan berantakan gara-gara satu hal paling mustahil: terjebak di dalam novel milik sahabatnya sendiri.

Masalahnya, Shahinaz bukan tokoh utama. Bukan pula karakter penting. Ia hanya figuran—pelengkap cerita yang seharusnya tak berpengaruh apa pun. Namun segalanya berubah ketika Dreven, karakter pria yang dikenal posesif dan dominan, justru menjadikannya pusat dunianya.Padahal Dreven seharusnya jatuh cinta pada Lynelle. Seharusnya mengikuti alur cerita. Seharusnya tidak menoleh padanya.

“Aku nggak peduli cerita apa yang kamu maksud,” ucap Dreven dengan tatapan dingin. “Yang jelas, kamu milik aku sekarang.”

Selena tahu ada yang salah. Ini bukan alur yang ditulis Venelattie. Ini bukan cerita yang seharusnya. Ketika karakter fiksi mulai menyimpang dari takdirnya dan memilihnya sebagai tujuan, Shahinaz harus menghadapi satu pertanyaan besar "apakah ia hanya figuran… atau justru kunci?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalur Aman

Sepanjang pagi mulai menyapa, Shahinaz memang sudah terjaga dan mencari tau lebih rinci dengan dunia yang sedang dipijak sekarang. Dia mengeksplorasi kehidupan Shahinaz Zerrin Johara di dalam novel, mempelajari detail-detail kehidupannya, hingga akhirnya menemukan sebuah diary milik pemilik tubuh yang menjelaskan segalanya.

"Bener-bener nolep si Shahinaz ini. Tapi demi nggak terlibat dengan alur novel, gue juga harus nolep kan?" tanya Shahinaz pada dirinya sendiri, "Mari tulis rincian novel sebaik mungkin, takutnya suatu saat gue terlena dengan dunia fana ini dan akhirnya melupakan semuanya bukan? Btw, jam berapa sekarang?"

Masih jam setengah enam pagi, dan dia sudah lengkap dengan seragam sekolahnya. Tapi bukannya bergegas membuat sarapan atau melakukan hal lain, Shahinaz justru menggali lebih dalam tentang kehidupan keduanya. Hidup keduanya adalah bebas, dia ingin mengekspresikan dirinya sendiri tanpa terlibat dalam jalannya cerita.

"Gue lupa judul ceritanya, tapi kalau nggak salah My Beautiful Lynelle deh. Tapi bodo amat sama judul novelnya sih, yang penting gue tau jalan ceritanya, gue tulis inti-intinya aja deh." kata Shahinaz yang kemudian mencari lembar kosong dalam diary Shahinaz kemudian menulisnya dengan hati-hati.

My Beautiful Lynelle, entah apa yang merasuki sahabatnya, sehingga membuat judul novel seperti itu. Bagus memang, karena terbukti banyak yang membaca di suatu website hingga akhirnya bisa naik pamor dalam versi cetak. Tapi bagi Shahinaz, cerita itu masih umum dan biasa saja untuk gadis itu!

Lynelle Eloiselle Kingsley, anak angkat yang diadopsi dari panti asuhan dan menjadi bagian dari keluarga Kingsley lalu diberi kedudukan yang sama seperti yang lainnya. Dengan wajah cantik dan lesung pipit di kedua pipinya, Lynelle segera menarik perhatian banyak anggota keluarga Kingsley, termasuk Dreven Veir Kingsley, yang merupakan keturunan terakhir dari keluarga terpandang itu.

Meskipun awalnya kehidupan Lynelle di keluarga Kingsley penuh tantangan, berkat usaha dan ketekunannya, akhirnya tidak ada lagi yang berani menolaknya. Bahkan Dreven, yang awalnya menolak keras kehadiran Lynelle lantaran kakeknya yang mengadopsinya tanpa izin, akhirnya menerima kehadirannya setelah melihat perjuangan Lynelle.

Namun seiring berjalannya waktu, Lynelle tumbuh menjadi gadis yang semakin cantik jelita, tutur katanya yang lemah lembut dan anggun, menarik banyak laki-laki agar bisa melindungi gadis itu. Termasuk Naveen Salvaris Argyle, Protagonis utama sekaligus Ketua OSIS Kingsley High School yang notabennya sudah memiliki tunangan bernama Leena Qinra Wranydark, sosok gadis yang akan menjadi antagonis dalam cerita My Beautiful Lynelle itu.

"Lo cewek nggak tau diri ya! Udah tau kalau Naveen udah punya tunangan, tapi kenapa lo masih keganjenan terus sama tunangan gue?!" presetan dengan Lynelle yang notabennya memiliki kekuasaan lebih tinggi darinya. Leena hanya memperjuangkan pertunangan yang hampir roboh itu.

"Maaf Kak, tapi kita berdua udah saling cinta." jawab Lynelle yang hampir terkena tamparan maut Leena, namun ditahan oleh Dreven. Laki-laki yang statusnya lebih tinggi diantara yang lain, dan memiliki marga yang sama dengan Lynelle.

"Jangan kasar di sekolah." jawab Dreven sambil membawa Lynelle dari tempat perseteruan itu.

Awalnya Dreven menolong Lynelle atas dasar kekeluargaan. Namun lambat laun, seiring dia membantu Lynelle dari penindasan-penindasan para kaum penindas sekolah, timbulah perasaan lebih. Apalagi di suatu malam yang saat itu merupakan bencana bagi Dreven, perutnya ditikam oleh musuh perusahaan dan hanya ada Lynelle di mansion megah itu.

Berkat Lynelle yang dengan cekatan mengobati dirinya dan merawatnya tanpa pamrih lantaran Dreven yang menolak pergi ke rumah sakit, akhirnya timbul rasa obsesi untuk memiliki gadis itu. Dia mulai bersaing, mengibarkan bendera permusuhan kepada setiap laki-laki yang mendekati Lynelle. Termasuk memperebutkan Lynelle dengan protagonis utama cerita, Naveen Salvaris Argyle.

Di akhir cerita, semuanya berakhir tragis untuk semua peran antagonis, dan berakhir bahagia untuk peran utama cerita, Naveen dan Lynelle. Shahinaz tidak terlalu membacanya secara rinci, karena pada dasarnya Shahinaz berniat membaca untuk melihat perannya saja. Dia pikir akan menjadi tokoh utama dicerita yang sahabatnya tulis, ternyata dia hanya dibuat sebagai pemanis saja.

"Seenggaknya lo harus bersyukur Sha, lo masih diberi kehidupan kedua tanpa harus bingung besok harus makan apa. Lo dikasih toko bunga beberapa cabang, dan lo puas bisa makan enak karena lo punya banyak duit." kata Shahinaz sambil menutup buku diary di depannya, "Hari ini makan apa ya?"

Waktu masih menunjukkan pukul enam pagi, sepertinya Auretheil belum bangun dari tidurnya di kamar bawah. Dia membaca agenda hari ini, sepertinya setelah pulang sekolah, aktivitas yang dia lakukan tidak terlalu padat. Niatnya dia hendak membeli motor, untuk mempermudah aktivitasnya dalam sehari-hari. Shahinaz menjentikkan jarinya, itu adalah ide yang cukup sempurna.

"Ayo masak enak, terakhir kali lo mati karena makan mie instan kan?" kata Shahinaz kepada dirinya sendiri, lalu berjalan semangat menuju lantai bawah.

Ingatan yang diberikan oleh pemilik tubuh, cukup menguntungkan dirinya sekarang. Tapi tetap saja, terkadang kedua ingatan itu saling bertubrukan dan membuatnya sedikit pusing. Shahinaz jadi takut, jika suatu saat ingatan-ingatan itu menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Bagaimana jika Shahinaz mendadak melupakan kehidupan pertamanya juga?

"Ehhh, kirain lo belum bangun. Niatnya gue mau ngebangunin lo sekalian ngajak makan bareng." kata Auretheil yang ternyata sudah berdiri di depan kamarnya, lengkap dengan seragam sekolahnya juga.

"Lo masak?" tanya Shahinaz sambil mengangkat alisnya.

Auretheil tertawa terbahak, "Gue masak? Rumah lo bisa kebakaran kalau gue tiba-tiba maksa buat masak. Gue tadi minta dianterin sarapan sama pelayan di Mansion gue, kebetulan baru nyampai dan lagi disiapin di ruang makan tuh."

Shahinaz memutar bola matanya. Ternyata hidup sebagai sultan kaya raya enak juga, kenapa Venelattie tidak membuat karakternya menjadi sultan juga? Dia jadi iri sekarang.

"Kok lo jadi ngelamun sih, ayo sarapan, takutnya entar kita telat loh sekolahnya." tarik Auretheil yang dengan semangatnya membawa Shahinaz turun untuk dibawa ke ruang makan.

Shahinaz melongo di tempat. Sarapan yang disiapkan oleh pelayan Auretheil ini terlihat sangat lezat dan menggugah selera. Makanan berkualitas tinggi seperti omelet isi daging, croissant fresh dari oven, dan buah-buahan segar tertata rapi di meja.

Menatap Auretheil sebentar, dia tau apa yang membuat Shahinaz sebelumnya memilih untuk menyendiri dan tidak bergabung dengan pertemanan manapun. Kesenjangan sosial mereka terlalu kentara!

"Tenang Sha, hari ini lo nggak perlu beres-beres rumah, mereka ada di sini sekalian buat bantuin lo kok. Oh ya, lo habis pulang sekolah ada rencana apa?" tanya Auretheil membuka percakapan. Shahinaz ini tipikal perencana yang membuat agenda untuk beberapa jangka waktu ke depan, tidak seperti dia yang menjalani waktu luangnya semaunya sendiri.

"Ya ada lah pokoknya, jadi mungkin pulang sekolah nanti gue nggak nebeng lo. Kenapa emangnya?" tanya Shahinaz.

"Gue niatnya mau ngajak lo nongkrong bareng yang lain. Ya meskipun gue yakin lo bakal nolak keras sih, tapi seenggaknya gue udah bilang rencana gue pulang sekolah nanti itu apa." jawab Auretheil.

Shahinaz mengangguk paham. Ya sudah pasti dia bakal menolak sih, dia tidak ingin terlibat jauh dengan jalan cerita. Apalagi Auretheil sudah dipastikan sebagai salah satu pemeran antagonis juga, jelas dia memilih jalur aman!

"Btw, ini nggak lo habisin semua kan? Ini mau gue jadiin bekel aja, enak soalnya." kata Shahinaz mengalihkan pembicaraan.

"Lo nggak ada niatan buat nginjak kantin sekali aja Sha? Padahal makanan di kantin enak-enak loh." balas Auretheil tidak habis pikir.

Shahinaz menggelengkan kepalanya, "Prinsip gue masih sama Aure, cari jalur aman. Jadi sebisa mungkin, gue harus ngehindar dari masalah yang kapan aja bisa terjadi."

Auretheil hanya tersenyum maklum, "Yaudah deh, kalau itu mau lo jadiin bekal, silahkan. Gue juga ngerti kok kalau lo lebih suka makanan yang lebih eksklusif dan lebih sehat. Tapi inget, nanti sore kalau ada kesempatan, jangan ragu buat bergabung dan nemuin gue."

Shahinaz mengangguk singkat seolah mengerti saja. Sepertinya mereka sudah harus pergi ke sekolah, karena terlalu banyak mengobrol, sudah menyita banyak waktu untuk mereka pergi ke sekolah!

1
Iry
Halo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!