NovelToon NovelToon
RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa / Aliansi Pernikahan / Cinta setelah menikah
Popularitas:825.7k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Tom memilihnya karena Selene "aman". Selene menerima karena dia butuh uang. Mereka berdua tak siap untuk yang terjadi selanjutnya.

*

Warisan miliaran dollar berada di ujung sebuah cincin kawin. Tommaso Eduardo, CEO muda paling sukses dan disegani, tak punya waktu untuk cinta.

Dengan langkah gila, dia menunjuk Selene Agueda, sang jenius berpenampilan culun di divisi bawah, sebagai calon istri kontraknya.

Aturannya sederhana, Selene harus resign lalu menikah, dapatkan warisan, bercerai, dan selesai.

Selene menolak pada awalnya, tapi Selene tak punya pilihan karena hanya ada dua pilihan yang tak mengenakkan baginya.
1. Selene akan dipecat tanpa pesangon.
2. Selene harus resign, tapi akan dapat fasilitas mewah dan uang yang banyak sebagai istri dari sang CEO, serta mendapatkan uang perceraian yang juga besar.

Namun kehidupan di mansion mewah tak berjalan sesuai skrip Tommaso. Di balik rahasia dan kepura-puraan, hasrat yang tak terduga menyala.

Saat perasaan sesungguhnya tak bisa lagi dibendung, mereka harus memilih, berpegang pada kontrak yang aman, atau mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yang mungkin sebenarnya ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelatihan

Pukul 06.30, bel alarm menyala bukan di ponsel Selene yang sudah mati, tetapi dari jam dinding eksklusif di kamar mewah yang masih asing baginya.

Dia ingat di mana dia berada. Di mansion Tom. Hari pertamanya sebagai sebuah proyek.

Pukul 07.00, ada ketukan di pintu. Seorang wanita paruh baya dengan seragam abu-abu yang rapi membawa nampan sarapan. “Selamat pagi, Nona Selene. Saya Greta, asisten rumah tangga. Sarapan ringan sesuai instruksi Signor Eduardo. Kelas pertama dimulai pukul 08.00 tepat di sayap barat.” Senyumnya ramah.

Selene mengucapkan terima kasih. Di nampan perak, ada setengah alpukat dengan taburan biji chia, sebutir telur rebus, dan teh hijau.

Sebuah flashback datang, sarapannya biasanya adalah kopi hitam kental dan roti panggang dengan mentega sambil berjalan cepat di trotoar karena takut terlambat kerja.

Lalu, Selene menyesap teh itu. Rasanya seperti rumput yang diseduh. “Ini … menyenangkan,” bisiknya.

*

*

Setelah makan pagi selesai, Selene menuju ruangan tempatnya latihan. Ketika berdiri di depan pintu besar itu, dia menarik napas dalam-dalam, lalu mendorongnya masuk.

Ruangan itu luas, berisi rak-rak buku sampai ke langit-langit. Di tengah ruangan, berdiri seorang wanita.

Dia mungkin berusia enam puluhan, rambutnya disanggul rapi ke belakang, memakai blazer berbahan tweed. Postur tubuhnya sangat tegak seperti balerina yang sudah pensiun.

“Selene,” ucapnya, terdengar kaku dan dingin. “Aku Madame Colette. Aku akan menjadi instruktur utama Anda dalam etiket dan presentasi. Mari kita mulai dengan postur.”

Selene mengangguk dengan anggun, sebuah gerakan yang dia pelajari semalam dari internet.

“Kau sangat cantik. Rahangmu begitu sempurna,” ucap Madame Collete, matanya menelusuri wajah Selene yang terbilang cantik meskipun sedikit ketinggalan jaman.

*

*

Selama tiga jam berikutnya, Selene belajar dan mengikuti arahan Mademe Collete. Dia berjalan dengan sebuah buku di atas kepalanya.

Dia diajari cara duduk di kursi yang berbeda, sofa, kursi kayu keras, kursi berlapis, tanpa boleh menyandarkan punggungnya sepenuhnya.

Dia juga diajari cara menyilangkan kaki, cara melipat tangan di pangkuan di mana tangan kiri harus di atas kanan, jari-jarinya sedikit melengkung, dan tak boleh terkepal agar terlihat tenang dan anggun.

Cara mengangkat cangkir teh porselen dengan tiga jari, kelingking tetap turun. Madame Colette tidak pernah memuji.

Dia hanya memberi koreksi pada gerakan Selene. “Bahumu, turunkan.”

“Pandangan, lembut, jangan menantang.”

*

Hingga akhirnya tak terasa siang telah datang, Selene merasakan sakit di bahu dan rahangnya yang terkunci karena senyum latihan yang dipaksakan.

“Apakah sudah selesai?” tanya Selene.

“Sudah, Sayang,” sahut Madame Collete. “Sekarang kau makan siang sambil belajar. Dan akan langsung dilanjutkan dengan sesi kedua.”

“Baiklah.” Selene tersenyum, dia tetap semangat dengan pelatihan yang akan dia terima nanti.

“Aku suka dengan semangatmu,” kata Madame Colette yang akhirnya bisa tersenyum tulus.

“Terima kasih. Anda pelatih yang luar biasa.”

*

*

Di sesi kedua, adalah tentang seni percakapan & informasi umum. Tuan Bernard yang menjadi pelatihnya. Dia seorang mantan diplomat dengan kacamata berlensa tebal.

“Halo, Nona. Selamat siang. Saya Bernard. Kali ini anda akan berlatih dengan saya,” kata pria bersahaja itu.

Selene mengangguk. “Baik, Tuan Bernard.”

“Silakan duduk,” perintah Bernard. Lalu Selene kemudian duduk di kursi yang di mejanya sudah penuh makanannya.

Makan siang kali ini adalah salad bayam dengan salmon tanpa bumbu, dimakan sambil belajar. Bernard menguji pengetahuannya tentang politik global terkini, pasar saham, dan sejarah seni.

Selene, yang sejak awal memiliki otak pintar, tak terlalu sulit menjawab pertanyaan sang pelatih, meskipun terkadang butuh koreksi dari Bernard.

Tapi, Bernard tetap memberikan Selene tablet berisi aplikasi berita premium dan daftar buku yang harus dibaca semalam.

“Anda harus bisa melakukan percakapan ringan yang terdengar cerdas tanpa kontroversial. Itu adalah seni bertahan hidup di kalangan mereka.”

“Ya, aku mengerti,” sahut Selene tersenyum, merasa mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya tak dia mengerti.

1
Emi Widyawati
novel yang selalu bagus
Dewi
Lanjut terimakasih
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
HR_junior
akhirnya selamat ya..moga nenek vleu sadar juga ya.biar GK ngejar vleu trs
HR_junior
yaking bisa kenyang cuma makan stick
HR_junior
ya elah di situasi yg tegang mereka malah melanjutkan bercinta ya...belumpuas kalo cuma sekali..berkali2
HR_junior
serasa bulan madu ya mereka pdhl belum menikah ..bulan madunya dh berpindah2
HR_junior
neneknya bener3 edan ya...
HR_junior
tu bekas seprai gak di bawa sekalian apa buat kenang2n 😁
HR_junior
lanjut kan...baca pa habis lebaran HR ke 3 haaa
Ainun Mahya
kak zarin, dimana kamu???? 🤭🤭🤭
HR_junior
sok berkuasa km ni nenek tua bangke tinggl mati aja sok blagu ya km...mng Elton mau nyerah gitu aja apa y
HR_junior
eee gak JD makan mereka kan dah di siapin makanan lo
HR_junior
bangsawan ingat nenek peyot si vleu itu anak haram anak di luar nikah mng orng bangsawan itu pada mau ap m si vleu yg gak anak sah paling ujungnya di jadiin gundik si vleu
HR_junior
Elton bener2 laki2 idaman semua wanita ya...
HR_junior
ayo lah vleu km gn pasrah aja lah ..
HR_junior
heran Mash ja diam si vleu..padahal neneknya dh mlencng jauh lo
HR_junior
bener kan km dah terbiasa hidup sendiri dengan kesederhanaan ngapain km ikut nenek yg baru km kenal n temui...dah mendingan pergi n hidup biasa seblm kenal nenek mm
HR_junior
akhirnya bisa hub LG ma si Elton ya..Bakaln kaget si vleu y kalo Elton bilng dia mutusin hub m elton
HR_junior
ayo vleu jngn polos2 amat lah peka dikit gitu lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!