Misya Alexandra, polisi wanita yang ditugaskan mencari seorang artis populer yang menghilang dari rumah setelah asisten pribadinya gantung diri.
Dalam masa pencarian Misya menemukan sebuah catatan kematian dari seorang yang bernama Jara. Pesan itu memberitahukan bahwa jara mampu membunuh sesuka hati menggunakan catatan yang didapatkannya dari iblis.
Tidak ada yang percaya akan hal itu. Akan tetapi…
Sejak pesan tersebut diterimanya. Pembunuhan berantai terus terjadi, semua terjadi di sekitarnya.
Menariknya setiap mayat-mayat yang terbunuh meninggalkan catatan bagaimana mereka semua mati.
Sebuah kriminal yang sangat sulit dimengerti.
NAMAKU MISYA BANTU AKU MENEMUKAN NYA.
Hai pembaca...
Kalau suka jangan lupa suport ya...
Saran dan kritik juga boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUSAIRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAMALAN
...RAMALAN...
Setelah kembali ke rumah, aku pergi tidur, tapi benakku tak mau berhenti berputar. Tak peduli apa yang dikatakan Nayla tentang catatan itu. Aku tahu pasti tentang hal itu.
Aku tak bisa menemukan cara lain untuk menjelaskan misteri itu. Kembali aku memejamkan mata tetapi bisik-bisikan tak jelas terasa begitu keras di telinga mengganggu, pasti itu hanya sebuah kebetulan… lalu bagaimana dengan catatan itu? Bukankah itu sudah tertulis jauh sebelum kejadian ibu panti. Bisikan itu sungguh mengganggu tidurku. Aku belum memeriksa bu kirana atau jangan-jangan dia belum mati… tidak, tidak mungkin itu sudah sangat jelas, leher wanita itu tertancap jelas di depanku. Itu sudah pasti, tidak mungkin dia masih hidup… lagipula untuk apa dia berpura-pura mati. Nayla… mengapa dia berubah seperti itu apakah ini ulahnya? untuk apa dia melakukannya?
Ya, pasti begitu!
Puas dengan keputusan yang ku buat, aku akhirnya jatuh tertidur.
Hari kedua kasus Amelia, komandan memerintahkan jam 14:00 untuk rapat membahas hasil penyelidikan di hari pertama.
Tim yang dibentuk dalam penyelidikan kasus ini beranggotakan lima orang namun yang hadir hanya tiga orang, Aku, Andi dan Hana selain Komandan.
“Baik, rapat hari ini saya buka. Saya ingin kalian menjelaskan apa saja yang kalian dapatkan dari penyelidikan kemarin.” Tutur komandan.
“Siap pak!’’ jawab semua tim di ruangan kompak.
Kemarin saat penyelidikan hari pertama kasus ini. Komandan membagi kami menjadi dua grup. Pertama bagian penyelidikan Lisdia Ningsih– Manajer Amel, bagian ini diisi oleh Hana, Riko dan Surya. Kedua bagian penyelidikan Amelia Earhart bagian ini ditugaskan kepadaku dan Andi.
“Kalau begitu, Tim dua tolong jelaskan apa yang kalian dapatkan kemarin?'' Komandan diam sejenak lalu berkata. ''Oh, sebelumnya saya lupa untuk menyampaikan... Riko dan Surya belum bisa datang karena mereka masih di Rumah sakit menunggu hasil autopsi korban LN (Lisdia Ningsih).’’ Jelas komandan.
“Baik komandan, kemarin sebelum absen malam. Saya sudah menyerahkan laporannya kepada komandan.” Jelas Andi santai.
Tangan komandan mengambil secarik kertas yang tersusun di depannya. “Tetapi laporan ini hanya berisi hasil laporan dari teman dan agensi dari saudari AE(Amelia Earhart)saja. Bukan kah saya juga memerintahkan kalian untuk pergi bertanya kepada keluarga nya?” Ucap komandan dengan nada sedikit tinggi.
Andi menoleh pelan ke arahku.
“Sebelumnya komandan, saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena tidak menyerahkan laporan di hari pertama.’’ Komandan hanya diam, semua pandangan menatap ke arahku. “ Tetapi komandan, sebenarnya... itu karena ada sesuatu yang sangat rumit dan sungguh tidak bisa diungkapkan.'' Jelas ku.
“Kalau begitu sampaikan.’’
Aku harus memulainya dari mana. “ Begini komandan, aku akan menjelaskan Amelia itu siapa.”
“Apakah itu ada hubungannya dengan kasus ini?”
Aku mengangguk.
“Amelia itu adalah temanku semasa sekolah di Jombang, dia hanya tinggal berdua dengan adiknya, hidup mereka di tanggung oleh adik ayahnya. Kedua orang tua mereka kecelakaan saat mereka masih kecil. Sejak saat itu Amelia selalu di hardik dan di bully lalu menjadi anak yang penyendiri, tidak berteman bahkan selama sekolah dia hanya berteman dengan ku saja. Dia anak yang berbakat dalam bidang suara tapi karena dia dibentuk dari hardikan di rumah oleh tantenya dan bulian di sekolah anak itu sering sekali ingin bunuh diri. Saat kelas 8 aku meninggalkannya, karena ayahku pindah ke Jakarta. Sejak itu aku tidak mendengar kabarnya lagi sampai dia menjadi artis. Titik penting nya disini Komandan.”
“Lanjutkan..” Ucap komandan dengan dahi mengkerut.
“Kemarin saya menemui adiknya yang dititipkan di panti asuhan, Komandan."
"Panti asuhan?"
"Ya Komandan, panti yang jauh dan menyeramkan. Awalnya aku mengira setiap orang bisa saja berubah walaupun hampir semasa hidup nya dirundung terus-terusan. Tapi kemarin adiknya juga merasakan hal yang sama denganku yaitu tidak mungkin Amelia bisa menjadi orang berbaur seperti sekarang, apalagi menjadi artis.’’
“Senior, tolong jelaskan dengan perlahan, saya tidak bisa memahaminya.” Ujar Andi. Komandan dan Hana mengangguk.
“Maksud saya, Amelia seperti di sihir.”
Andi dan Hana menunduk perlahan.
“HAHAHAHA…” Kelakar komandan tertawa.
Dengan wajah serius aku mengeluarkan catatan itu dan meletakkannya di atas meja. Semua pandangan mengarah ke catatan. “Komandan, ini adalah catatan yang hampir membuatku gila dan tak bisa tidur semalaman.” Aku mengeluarkan catatan neraka dari tas. Suasana hening melihat benda yang kupegang.
“Itu apa?’’ Tanya Komandan.
“Saya akan menjelaskan apa ini, setelah saya menjelaskan apa yang saya lakukan kemarin.’’
“Silahkan!”
“Saat sampai di panti asuhan itu aku disambut seorang wanita penjaga panti, Anehnya Komandan, dia tahu bahwa aku dari kepolisian.”
“Bagaimana bisa?” Sahut Andi yang duduk di bagian sudut meja.
Aku menoleh kearahnya. “Lebih parahnya lagi. Wanita penjaga panti asuhan itu mati jatuh dari tangga saat aku sedang berbincang-bincang mengenai kasus ini dengan adiknya Amelia.''
“Mati?” Sahut komandan penasaran.
“Ini belum sampai inti keanehannya komandan, anda tahu bagaimana kematiannya. Lehernya tertancap oleh payung yang ia bawa saat ingin ke lantai dua. Kemarin aku tidak tahu apalagi yang harus diperbuat.’’ Aku menunduk dan melanjutkan. “Lalu komandan saat malam hari tiba Nayla menyerahkan catatan ini kepadaku.’’ Aku menghempaskan catatan neraka yang kupegang.
“Apa itu?’’ Tanya komandan.
“Dia menyebutnya catatan neraka. Katanya apa saja yang tertulis di kertas ini bisa menjadi nyata. Nayla mendapatkan catatan ini sekitar seminggu yang lalu.’’
Semua wajah terlihat kebingungan mendengar penjelasan ku.
“Inti dari cerita ini adalah... penelusuran yang aku lakukan kemarin sudah tertulis lengkap disini.’’
“Tu-tunggu... Maksudmu? Ada seseorang yang mengetahui kasus ini akan terjadi?’’ Komandan bertanya penuh kebingungan.
“Bagaimana komandan, apakah anda ingin membacanya?’’ Aku menyerahkan catatan buram dan kotor itu ke komandan.
Ruangan hening tak bersuara.
“Anda merasa pembunuhan ini terkait dengan ilmu gaib?"
Aku mengangguk.
"Yang benar saja kamu! Teori-teori mu ini lebih tepat disebut lelucon yang buruk.’’
‘’Pak, kalau begitu apa maksud semua catatan ini? Dan bagaimana kejadian nahas yang menimpa wanita itu? Kematiannya sudah tercatat seminggu sebelum nya. Apakah komandan menganggap nya itu sebuah kebetulan?” Aku menggertak nya membuat suasana di ruangan menjadi hening tanpa suara.
“Kita tunggu terlebih dahulu hasil pemeriksaan saudari LN, setelah itu kita simpulkan dan kita dengarkan pendapat kocak mu itu’’
“Biar aku ingat kan sekali lagi pak, kejadian ini sangat tidak rasional dan adik nya Amelia sudah mengetahui semua ini jauh dari sebelum Amelia terkenal, katanya dia kaget kenapa Amelia bisa seterkenal itu dalam waktu singkat.’’
“Baik, saya akan mempertimbangkannya. Kalau begitu dari mana catatan ini didapatkan? Apakah Adik Amelia sudah menjelaskan?"
“Bapak lihat saja di balik lembaran itu sudah tertulis.’’ Jawabku cepat.
“JARA, Apakah kau sudah tahu siapa dia?’’ Ucap komandan.
“Jara…?’’ Terdengar suara dari sebelahku.
Semua pandangan mengarah ke Hana.
“Ada apa Hana? Apa kau tahu nama itu?” Tanya ku penasaran.
“Nama itu… nama itu tertulis di pintu kamar mandi tempat LN bunuh diri...’’ Jawab Hana membuat seisi ruangan tercengang.
NEXT…
mungkin amelia mengetahui sesuatu tentang nayla,makanya amelia tidak mengizinkan nayla keluar dari panti,kayanya nayla itu memiliki semacam ilmu sihir yang membahayakan orang lain.
lanjottt bang 💪🌹
makasih udah update bang
semangat menulis
lanjut bang 💪💪💪