Savana Mahesa (20tahun) mencintai Adrian Santoso (27tahun).
mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya,
tak ada yang bisa menolak kesepakatan itu selain dari pada kedua belah pihak.
Adrian membenci Savana yang selalu mengejarnya, karna prinsipnya adalah sejatinya wanita adalah dikejar bukan mengejar.
Savana menghalalkan segala cara agar bersama dengannya, membujuk kedua orang tua Adrian agar dijodohkan.
orang tua Adrian yang begitu menyayangi Savana akhirnya setuju dengan sarannya.
tapi setelah hari kematiannya, jiwanya tersangkut dan tidak sampai pada alam baka,
memohon pada Tuhan agar diberi kesempatan ke dua untuk menjalani kehidupan yang baik, dan berjanji tidak akan mengusik Adrian lagi, dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Adrian, itu adal tekadnya.
tapi bagaimana jadinya jika Adrian malah tidak ingin melepaskannya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirumah sakit
Savana berpikir dia harus menyatukan keduanya.
"bibi Jen dimana mama dah papa?"
"nona, tuan muda dan nyonya muda masih berlibur di desa, saya sudah mencoba menghubungi tapi tidak bisa, katanya di sana kualitas jaringan lumayan buruk, saya akan kembali menghubunginya nanti"
Benar! tahun ini ayah dan ibunya berkunjung sekaligus berlibur di desa.
Setelah mengatakan itu, bibi Jen pamit dan kembali ke rumah untuk membawa sarapan untuknya.
Tidak lama setelah bibi Jen pergi, pintu ruangan kembali terbuka menampilkan sosok Pria tampan melangkah masuk. tingginya sekitar 180cm, Savana tau betul siapa pria itu yang saat ini menatap sinis kearahnya.
"heh apalagi kali ini? tidakkah kamu lelah melakukan drama semacam ini? melakukan percobaan bunuh diri, hanya untuk perhatian dariku?"
" Savana sepertinya kamu menganggap tinggi dirimu, aku sama sekali tidak merasa simpati atau apapun itu, aku hanya semakin muak denganmu".
Savana hanya menatap ujung sepatu Adrian tidak mengangkat pandangannya meski pria itu sedang berbicara dengannya,
Adrian bukanlah miliknya, dia tidak lagi memiliki keberanian untuk berada disisinya apalagi menikah dengannya.
Atau suara dan rasa sakit itu akan terus memenuhi pendengarannya.
"jika sudah selesai, tolong tutup pintunya! aku lelah dan ingin istirahat, terima kasih!"
Berbaring dan memejamkan mata.
Adrian tertegun melihat prilakunya.
Meskipun begitu dia tetap tidak ingin berlama lama dengan-nya, berbalik membuka pintu dan berjalan keluar.
Di ranjang rumah sakit, Savana kembali membuka mata, menatap langit langit ruangan,
Tatapan nya kosong, ternyata benar hati dan perasaannya terhadap Adrian telah dimusnahkan. buktinya dia tidak lagi merasakan apa apa terhadap Adrian,
Tidak ada binar cinta dimatanya tidak ada lagi kekaguman yang biasa dia perlihatkan.
Selain ingin menjauh darinya.
Melirik pergelangan tangan yang telah diperban, lukanya cukup dalam, dia memang konyol, kedepannya dia tidak akan menyakiti dirinya lagi demi seorang pria.
Kembali memejamkan mata dan tertidur.
Di dalam mobil, Adrian duduk di kursi penumpang menyandarkan kepala di jok mobil, suasana didalam mobil menegangkan. asisten Kevin mengemudi perlahan, melirik bosnya melalui kaca spion.
sepertinya suasana atasannya sedang kacau.
pikirnya.
Ponsel disaku Adrian bergetar, merogoh lalu menjawab panggilan tersebut.
"halo, Adrian apakah kamu bisa menjemput aku sore nanti?"
Suara manis Sorang gadis.
"baiklah" suara Adrian terdengar tenang seperti air, namun wajahnya tanpa ekspresi.
Panggilan itu diakhiri olehnya,
Pagi pagi sekali dibuat kesal oleh ibunya, ibunya menelpon hanya untuk tau keadaan Savana, dan menyuruh untuk mengunjunginya di rumah sakit.
Meskipun begitu dia tetap mengikuti keinginan ibunya, meski terpaksa. tapi apa yang dia dapat setelah dia ke rumah sakit,
Perilaku acuh tak acuh savana, yang tidak ingin dia menemuinya, dan sebelum menggapai Pintu dia kembali mendengar suara Savana,
Aku tidak akan lagi mengganggumu, mulai sekarang dan seterusnya
apakah itu lelucon?
pikirnya.
Dari kecil hingga sekarang dia tidak percaya Savana akan benar benar tidak menggangu dirinya. dia begitu percaya diri, atas kemampuan dirinya. menempel seperti getah dan sangat sulit untuk dihilangkan.
Kadang dia berpikir cinta semacam ini sangatlah mengerikan, dia berkata seperti itu karna benar benar belum merasakannya,
Dia mengatakan dia mencintai Serly dihatinya, yah Adrian mencintai Serly kekasihnya, yang saat ini berusia 20tahun dan sedang sekolah di universitas Guardian.
Serly adalah gadis cantik dan berhati lembut dan juga dia adalah gadis sederhana.
Dia begitu memanjakan Serly,