NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:66.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Fitnah

"Pak, lihatlah! Liana hendak mencuri kalung bapak, untungnya saya datang tepat waktu!"

Mega melangkahkan kakinya mendekat pada Reynan dan menyerahkan kalung yang digenggamnya.

Liana menggeleng. "Tidak pak, saya nggak ada niatan untuk mencurinya. Saya hanya ingin memastikan apakah kalung itu milik saya yang hilang, soalnya sangat mirip dengan kalung milik saya yang hilang."

Reynan menatapnya dingin dan melangkahkan kakinya mendekati Liana yang berdiri dengan raut wajahnya pucat.

"Kalung kamu? Memangnya kamu memiliki kalung yang mirip dengan kalung ini?" tanya Reynan.

Liana mengangguk. "Benar pak, bukannya saya menuduh bapak yang sudah mengambilnya, saya hanya ingin memastikan saja, apakah itu kalung saya, tapi kenapa ada pada bapak."

"Halah! Alasan saja kamu! Memangnya pak Presdir percaya dengan penjelasanmu? Kamu itu baru seminggu bekerja di sini, tapi sudah berani mengambil barang milik pak Presdir. Untungnya aku datang ke sini tepat waktu, kalau saja aku nggak datang mungkin kalung itu sudah raib. Ngaku aja kamu Liana!"

Mega terus menerus mencercahnya, di situ Liana kesulitan hingga tak punya alasan untuk membela diri.

"Bu Mega, untuk apa saya mengaku. Saya nggak bersalah. Saya berani bersumpah kalau saya nggak ada niatan untuk mengambil kalung itu!"

"Terus kamu bilang kalau aku sudah memfitnahmu, gitu? Dasar perempuan nggak tau diri kamu! Dikasih hati malah minta jantung! Enyah saja kamu dari sini!"

Liana menggeleng dengan matanya berkaca-kaca. "Pak, tolong maafkan saya. Saya bersumpah tidak ada niatan untuk mencuri barang-barang bapak. Tolong percayalah pak!"

Di situ Reynan diam tak bergeming sedikitpun. Dia hanya berpikir, apa benar kalung itu milik Liana? Tapi ia tak harus percaya begitu saja sebelum mendapatkan bukti-bukti yang jelas mengenai pemilik kalung itu.

"Sudah hentikan dramamu itu Liana! Pak Presdir nggak bakalan iba padamu! Mana ada maling teriak maling! Lebih baik segera kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini!"

"Cukup!"

Reynan membentak keras dengan mengedarkan tatapannya pada Mega. Ia tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, tapi ia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi menuduh orang tanpa memiliki bukti yang jelas.

"Bu Mega, tolong berhenti mengoceh. Saya paling benci pada orang yang arogan. Sikap anda sangatlah keterlaluan. Anda tidak bisa menuduh tanpa bukti yang kuat."

Mega tak terima saat dirinya disalahkan oleh Reynan. Jelas-jelas dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Liana tengah menggenggam kalung milik Reynan, tapi Reynan malah melakukan pembelaan terhadap Liana.

"Tapi pak, saya nggak bohong! Jelas-jelas Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Liana tengah menggenggam kalung bapak. Seharusnya Bapak menghukumnya, bukan malah menyalahkan saya."

"Anda salah paham Bu Mega! Saya tidak melakukan pembelaan terhadap Liana, tapi saya ingin anda membuktikan kalau Liana benar-benar berniat untuk mencurinya. Di ruangan ini ada cctv, jadi kita bisa lihat, apakah Liana benar-benar berniat untuk mencurinya, atau anda yang bermasalah ingin menjatuhkan harga diri Liana?"

Di situ Mega nampak begitu gelisah. Ia memang melihat Liana menggenggam kalung milik Reynan, tapi ia tidak tahu apa tujuan Liana menggenggam kalung itu. Merasa ada kesempatan untuk menyingkirkan Liana, dia pun langsung menjudge buruk tentangnya, seolah-olah di situ Liana memang memiliki niatan yang buruk, ingin mencuri.

"Bapak, saya tidak keberatan kalaupun harus dibuktikan melalui cctv. Saya berani bersumpah pak, biar pun saya miskin saya tidak ada niatan untuk mencuri barang yang bukan hak milik saya. Saya berada di sini karena butuh pekerjaan, bukan untuk menjadi maling."

Tubuh Liana gemetaran hebat. Hendak melangkah pun rasanya tak sanggup. Tak ingin terjadi kesalahpahaman, Reynan pun meminta bantuan pada asisten pribadinya untuk mengecek rekaman cctv yang ada di ruangannya. Di situ Reynan meminta Mega maupun Liana untuk tetap stanby di ruangannya.

"Tuan, apa yang bisa saya bantu?" tanya Dion yang baru memasuki ruangan CEO.

"Coba cek rekaman cctv yang ada di ruangan ini. Saya tidak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka."

Doni menoleh pada dua wanita beda usia yang berdiri tidak begitu jauh darinya. Di situ ia menoleh pada Liana yang tengah menundukkan wajahnya.

"Mari Tuan, kita lihat sama-sama hasil rekamannya."

Mereka berempat diam sembari mengamati video berdurasi panjang. Di situ menunjukkan awal mula Liana masuk ke dalam ruangan hingga bertengkar dengan Mega. Sebelum kedatangan Mega, Liana memang tengah memegangi kalung tersebut, namun tidak ada yang tahu maksudnya. Liana memberikan penjelasan mengenai kepemilikan kalung tersebut, namun Mega menganggapnya itu hanyalah alasan agar lolos dari tuduhan pencurian, dan akhirnya mereka saling membela diri.

"Sekarang saya nanya sama  kamu, nona Liana. Kenapa anda meyakini kalau kalung ini milik anda. Apa sekiranya yang menyamakan kalung ini dengan kalung milik anda?"

"Seperti yang sudah saya jelaskan tadi pak, kalung saya hilang pas ada acara keluarga, waktu itu saya tidak langsung menyadarinya. Bukan saya menganggap kalung itu milik saya, hanya saja bentuk liontin dan kalungnya sama persis. Mungkin ini hanya kebetulan saja, mana mungkin kalung saya ada pada anda?!"

"Tapi nggak harus dipegang juga kan, Liana! Kalau kamu menganggap kalung ini mirip milik kamu tentunya salah besar. Ini kalung nilainya sampai mencapai ratusan juta, tapi kalungmu dibeli secara online di salah satu aplikasi, tentu nilainya tak sebanding dengan kalung milik pak Presdir. Kamu itu jadi orang harusnya cukup tahu diri Liana, jangan suka buat kekacauan terus!"

Mega masih tak puas dan selalu ingin menyalahkan Liana. Harapannya hanya satu, ingin Liana dipecat dari perusahaan di mana ia bekerja. Semenjak kehadiran Liana di perusahaan Pratama Grup, ia merasa tersaingi.

"Berisik! Cepat pergi dari ruangan saya!"

Mega dan Liana mengangguk. "Baik Pak."

Dia wanita itu membalikkan badannya dan melangkah keluar, namun Reynan kembali menghentikan langkah mereka.

"Saya belum selesai bicara dengan anda, nona Liana! Saya memerintah Bu Mega untuk tidak mengoceh di ruangan saya," tegasnya.

Liana kembali mengangguk, sedangkan Mega langsung menekuk mukanya, jengkel. Mau tidak mau dia terpaksa pergi meninggalkan ruangan CEO, sedangkan Liana kembali diintrogasi terkait kalung itu.

"Kamu bilang tadi hilangnya kalungmu di sebuah acara yang diselenggarakan oleh kerabat dekatmu. Kira-kira diselenggarakan di mana, dan tanggal berapa."

Liana membulatkan bola matanya. "Apa? Kenapa bapak menanyakan begitu detail? Bagaimana saya bisa mengingatnya? Kejadiannya juga sudah cukup lama pak, sekitar enam tahun yang lalu. Seingat saya acaranya diselenggarakan di gedung putih dekat dengan hotel Permai. Tapi kalau untuk tanggalnya sendiri saya tidak begitu mengingatnya."

Reynan terdiam dan menoleh pada asisten pribadinya. 'gedung putih, dekat dengan hotel Permai? Kok perasaan hampir ada kesamaan dengan orang yang tengah dicarinya, apa jangan-jangan ~~

1
Ririn Nursisminingsih
liana juga salah dari awal. ndak jujur coba dia berfikir realistis gregeten a
Ririn Nursisminingsih
mkanya liana jg sombong dan keras kepala bersyukurlah bos mu mau tanggung jawab dan nikahin kmu
Ririn Nursisminingsih
ayo liana jadi cewek tangguh mknaya maulah dinikahin sama boss kmu biar bisa mbalas mereka yg mnindasmu
Ririn Nursisminingsih
ceo kok bodoh di selidiki dulu ngomong sembarangan
Mazree Gati
bikin neg kata kata kenzo
Mazree Gati
anak kecil omonganya kaya kakek2 ,bikin neg aja
Omah Tien: ko crt nya gmn blm selesai ko bhs ddy sgl
total 1 replies
Mazree Gati
judulnya PECAT tp ga ada yg di PECAT
Mazree Gati
terlalu lemah bisanya nangis doang
Mazree Gati
skip ga jadi baca aneh aja alurnya
Mazree Gati
dasar bos tolol dua kali ktmu ga kenal giliran lihar poto kenal kan bego,,guling guling thorrrrrr...r
Mazree Gati
bos goblok uda tahu liana ga bersuami malah kerumah tolol
Mazree Gati
tololnya
Mazree Gati
goblok
Mazree Gati
tololl
Mazree Gati
tolol
Mazree Gati
ada ya orang tua setega itu masih tk di tinggal kerja sampai sore,,,klo ada apa apa baru nyesel goblok
Mazree Gati
baru empat bab uda ketahuan jadi kurang enak bacanya
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya thor
Agustina Amy
cerita yg bagus
Agustina Amy
Koq sdh tamat aja Thor... part duany ya Thor d' tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!