NovelToon NovelToon
Obsesi Rahasia Pak Dosen

Obsesi Rahasia Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:29.2k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Lima tahun lalu, Zora hanyalah mahasiswi biasa di mata Dimas. Kini, ia adalah obsesi yang tak bisa ia lepaskan.

Dimas adalah dosen Ekonomi yang kaku dan dingin. Baginya, segala sesuatu harus terukur secara matematis. Namun, rumusnya berantakan saat sang ibu memboyong Zora,mantan mahasiswi yang kini sukses menjadi juragan kain untuk tinggal di rumah mereka setelah sebuah kecelakaan hebat.

Niat awal Dimas hanya ingin membalas budi karena Zora telah mempertaruhkan nyawa demi ibunya. Namun, melihat kedewasaan dan ketangguhan Zora setiap hari mulai merusak kontrol diri Dimas. Ia tidak lagi melihat Zora sebagai mahasiswi yang duduk di bangku kelasnya, melainkan seorang wanita yang ingin ia miliki seutuhnya.

Zora mengira Dimas masih dosen yang sama dingin dan formal. Ia tidak tahu, di balik sikap tenang itu, Dimas sedang merencanakan cara agar Zora tidak pernah keluar dari rumahnya.

"Kau satu-satunya yang tak bisa kulogikakan,Zora!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Perangkap yang berbalik arah

Suasana ruang tamu rumah Dimas yang biasanya tenang, sore itu berubah riuh dengan kedatangan keluarga besar dari pihak mendiang ayahnya. Tawa mereka terdengar nyaring, namun seketika senyap saat sosok Zora muncul dengan kursi rodanya, dibantu oleh Dimas sendiri.

Mira, sepupu Dimas yang selalu merasa dirinya paling terhormat, meletakkan cangkir tehnya dengan denting yang sengaja dikeraskan. Matanya menyisir penampilan Zora dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan menghina.

"Dimas,tidak salah?Siapa gadis ini? Kenapa ada orang asing yang tinggal di rumah ini, apalagi kondisinya... seperti itu?" tanya Tante Sofia, ibu Mira, dengan nada bicara yang seolah Zora adalah debu yang mengotori karpet mewahnya.

"Dia temanku, Tante. Dia sedang dalam masa pemulihan setelah menyelamatkan nyawa Ibu," jawab Dimas datar. Ia berdiri di samping Zora, tangannya secara posesif bertumpu pada sandaran kursi roda gadis itu.

Mira tertawa sinis, "Menyelamatkan nyawa atau sengaja mencari kesempatan, Dimas? Zaman sekarang banyak yang menggunakan wajah polosnya untuk memancing belas kasihan keluarga kaya. Benar kan, Zora?"

Zora meremas pinggiran bajunya. Kata-kata yang diucapkan dengan nada merendah itu terasa seperti sembilu. Namun, sebelum Zora sempat menjawab, Bu Lastri meletakkan gelasnya dengan suara yang lebih keras.

"Jaga bicaramu, Mira!" suara Bu Lastri menggelegar tenang, namun penuh otoritas. "Zora bukan gadis sembarangan yang butuh belas kasihan kalian. Dia adalah gadis terhormat."

Bu Lastri berjalan mendekat, lalu mengelus bahu Zora dengan bangga. "Asal kalian tahu, di usianya yang semuda ini, Zora sudah mengelola kerajaan bisnis kainnya sendiri di Bandung. Dia punya beberapa cabang toko besar yang sukses. Jadi, jangan berani-berani mengukur martabatnya hanya karena kalian melihat penampilannya."

Keluarga besar itu tertegun. Wajah Mira memucat, rasa malunya berubah menjadi api cemburu yang membakar hati.

"Bisnis kain? Paling hanya toko keci," gumam Mira tak mau kalah.

Dimas melangkah maju, sorot matanya yang tajam mengunci pandangan Mira. "Toko kecil yang kamu maksud itu adalah penyuplai utama bahan tekstil untuk beberapa desainer ternama yang pakaiannya sering kamu pamerkan di media sosial, Mira. Jika Zora mau, dia bisa memutus kontrak dengan merek favoritmu besok pagi."

Skakmat. Mira bungkam seribu bahasa. Kecemburuan di matanya semakin pekat saat melihat Dimas kemudian berjongkok di depan Zora, mengabaikan semua orang di ruangan itu.

"Apa kakimu sakit karena terlalu lama duduk? Kita kembali ke kamar saja," bisik Dimas lembut,suara yang belum pernah didengar oleh saudaranya yang lain.

Melihat perhatian Dimas yang begitu dalam, Mira mengepalkan tangannya di bawah meja. 'Gadis sialan. Hanya karena punya toko kain dan wajah polos, dia pikir bisa mendapatkan Dimas? Kita lihat saja berapa lama kamu bisa bertahan di rumah ini,' batin Mira penuh siasat busuk.

**

Beberapa hari kemudian, suasana rumah terasa lebih hidup. Zora mulai belajar berjalan dengan bantuan tongkat, langkahnya masih tertatih namun penuh tekad. Di sudut koridor, Mira memperhatikan dengan senyum miring yang menyimpan racun. Rencananya sudah matang.

"Tolong! Perhiasanku! Kalung berlian peninggalan Nenek hilang!" teriak Mira tiba-tiba, suaranya memenuhi seisi rumah hingga memancing Bu Lastri dan Dimas keluar dari ruangan masing-masing.

Mira berlari ke arah ruang tengah dengan wajah yang dibuat sembab. "Dimas, Tante... kalungku hilang dari meja rias! Tadi aku lihat Zora sempat melintas di depan kamarku!"

Dimas muncul dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, ekspresinya sedatar es. "Apa maksudmu, Mira?"

"Zora, Dimas! Siapa lagi orang asing di rumah ini?" tuduh Mira sambil menunjuk Zora yang baru saja sampai di ruang tengah dengan napas terengah karena kelelahan berjalan. "Periksa kamar gadis itu sekarang! Aku yakin dia tergiur melihat berlian karena bisnis kainnya mungkin tidak seberapa!"

Zora tertegun, wajahnya pucat pasi. "Aku tidak melakukannya... aku bahkan tidak tahu di mana kamarmu, Kak Mira."

"Cukup!" bentak Mira. "Tante, biarkan aku menggeledah kamarnya!"

Mira langsung menerobos masuk ke kamar Zora, diikuti oleh Bu Lastri yang terlihat cemas dan Dimas yang tetap tenang secara misterius. Benar saja, di bawah bantal Zora, Mira menarik keluar sebuah kotak beludru merah berisi kalung berlian yang berkilau.

"Lihat! Apa kubilang?dia mencurinya kan" teriak Mira puas.

Bu Lastri menutup mulutnya, tak percaya. Namun, di tengah drama itu, terdengar suara tawa rendah yang dingin dari arah pintu. Dimas bersandar di kusen pintu sambil memainkan ponselnya.

"Akting yang luar biasa, Mira. Kau seharusnya masuk jurusan seni peran, bukan bisnis," ucap Dimas dengan nada meremehkan yang sangat tajam.

"Apa maksudmu, Dimas? Buktinya ada di sini!"

Dimas melangkah maju, merebut ponselnya sendiri dan memutar sebuah video. "Tiga hari lalu, aku memasang CCTV tersembunyi dengan sensor gerak di seluruh koridor rumah ini. Bukan karena aku tidak percaya pada penghuni rumah, tapi karena aku tahu ada 'tikus' yang ingin bermain api."

Layar ponsel itu menunjukkan rekaman Mira yang mengendap-endap masuk ke kamar Zora setengah jam yang lalu, lalu menyelipkan kotak merah itu ke bawah bantal saat Zora sedang di taman belakang.

Mira membeku. Wajahnya seketika kehilangan warna, ia benar-benar mati kutu.

"Dimas... aku... aku hanya bercanda," gagap Mira.

"Kau sama saja seperti Nesa,suka memanipulasi.Keluar dari rumahku, Mira. Sekarang. Sebelum aku melaporkan pencemaran nama baik ini ke polisi," titah Dimas dengan suara rendah yang mengancam. "

Bu Lastri yang berang langsung mengusir Mira dan keluarganya hari itu juga. Setelah kekacauan mereda, keheningan menyelimuti kamar Zora. Gadis itu masih gemetar, air mata mulai jatuh di pipinya karena syok.

Dimas mendekat, ia mengambil tongkat Zora dan meletakkannya di samping. Secara mengejutkan, Dimas menarik Zora ke dalam pelukannya. Sangat erat.

"Maafkan aku," bisik Dimas tepat di telinga Zora. "Aku membiarkanmu menghadapi penghinaan itu sebentar hanya untuk memastikan dia tidak bisa mengelak lagi."

Zora terisak di dada bidang Dimas, tangannya perlahan mencengkeram kemeja pria itu. "Aku takut, Pak... aku takut Bapak percaya padanya."

Dimas menjauhkan sedikit tubuhnya, namun tangannya tetap melingkar di pinggang Zora. Ia menghapus air mata di pipi Zora dengan ibu jarinya, gerakannya sangat lembut hingga membuat napas Zora tertahan.

"Zora, dengar. Di duniaku, variabel yang paling pasti adalah logikaku. Dan logikaku mengatakan bahwa kamu adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah mengecewakanku," ucap Dimas dengan tatapan yang dalam dan intens.

Zora mendongak, matanya bertemu dengan netra Dimas yang kini menunjukkan kasih sayang yang tak lagi disembunyikan. Dalam jarak yang sangat dekat itu, Dimas mengecup kening Zora lama, seolah memberikan tanda bahwa mulai detik ini, ia adalah pelindung abadi bagi gadis itu.

Nah lo di sini Dimas udah grecep aja ni.Apa yang akan terjadi setelah ini?

1
Ila Aisyah
penggelapan uang perusahaan, pembunuhan berencana ayah dimas
Shifa Burhan
inilah enak pemeran utama wanita, berbuat salah tapi segampang itu dimaafkan dan kesalahan hal sepele

zora
*pergi (minggat) dari rumah tampa izin dan sepengetahuan suami kesalahan fatal
*lebih percaya orang lain dari pada suami, ingat asas kepercayaan wanita yang lebih berkoar2
*membuat suami cemas, bingung, khawatir,
*dia enakan tidur, suami tapi suami dia biarkan kayak orang bodoh, alasan HP mati, tinggal colok cas, hidupkan hubungi suami, ini malah enak2an tidur, kayak tidak ada beban sama sekali
*setelah melakukan banyak kesalahan dengan enteng dia merasa aman saja, zora pakai otak kau tidak mau memaafkan dengan mudah kesalahan suami tapi ketika kau salah kau semudah itu dimaafkan

thor mohon lah berlaku adil, jika sang suami buat salah tidak mudah dimaafkan dan dibuat berjuang dulu baru dimaafkan maka adil lah juga ketika sang istri melakukan kesalahan buat juga tidak semudah itu dimaafkan buat juga berjuang,

buang jauh jauh pemikiran yang selalu menormalisasi semua kesalahan pemeran utama wanita,


adil tidak membuat novel jelek tapi malah membuat novel bertambah berkelas
Shifa Burhan: dan thor jangan sepelekan kesalahn zora karena ini adalah kesalahan yang berulang2, zora bukan belajar dari kesalahan sebelum nya tapi malah makin jadi seenak karena dia merasa author membela dia dengan membuat dimas selalu jadi budak cinta yang Terima saja diperlakukan seperti apa saja

thor adil terhadap sang wanita dan sang pria, berlalu netral lah, author harus berdiri adil, buang jauh2 sudut pandang wanita saja
total 1 replies
Dodoi Memey
Dimas maen cium aja cepet banget nyosornya
Dodoi Memey
Thor keren banget dimasnya calon suami siaga
Dodoi Memey
sepertinya Dimas blom pernah berdekatan sama cewek
shadirazahran23: dia pernah naksir sahabatnya Zora lo 🤣
total 1 replies
Dodoi Memey
tambah seru lanjutkan
Dodoi Memey
asyiikkk seru
Wiwi Sukaesih
kebiasaan Zora kalau ad apa" g pernh nanya lngsung
g bljr dr msalt kemarin
Rahayu Ayu
Kalau Zora srkalu berasumsi buruk senditi tanpa bertanya dan mendengarkan apapun alasan dari Dimas,
itu membuat Zora terlihat kekanakan dan selalu mendrama.
Acih Sukarsih
mulai konflik
Tamirah Spd
Thor kalau ingin menciptakan konflik Dimas dan Zora, kenapa hrs ada akta dlm dompet yg tertera namae Wulan anak Wulan dan Dimas ....?.yg sama sama nama Dimas beda nama belakang .Kan Janggal Dimas menyimpan akta sahabat nya dlm dompet mereka hanya sahabat.walau kesannya jadi salah paham dikira Dimas punya anak dgn Wulan.Tetap gak etis nyimpan akta org lain dalam dompet apa lagi anak nya Wulan panggil papa..... wesss angelllll.
Rahayu Ayu
Aq kira yg datang mengganggu Nesa atau Wulan, ternyata malah Mira si biang kerok, mungkin harapan Mira bisa bekerja di perusahaan Dimas, agar bisa mendekati Dimas lagi,
tapi entah peketjaan apa yg sudah di siapkan sandi, jadi tukang fotokopi atau malah jadi cleaning servis.
Rahayu Ayu: Ga terlalu penasaran amat sih kak.
yg penting jangan ada lagi gangguan buat RT mereka.
total 2 replies
Rahayu Ayu
Antara Nesa atau Wulan
soalnya keduanya ada hubungannya dengan Dimas,
Nesa sepupunya Dimas,
sedangkan Wulan walaupun teman yg baik tapi teman lucnat juga🤭
Rahayu Ayu
Posesif boleh, itu menandakan kalau kamu adalah orang yg sangat mencintai dan menjaga pasangan mu,
tapi, jangan sampai keposesif an mu ,malah membuat pasangan mu ilfil.
Ila Aisyah
loooo,,, iku yg membuat merinding disko 😛,,,
Wiwi Sukaesih
nah Lo ad LG penggemar zora.😁
Wiwi Sukaesih
ahh dkra spa yg bela Zora dh parno aj
ternyata paksu Dimas 😍
shadirazahran23: Matanya Dimas kaya Elang
total 1 replies
Marini Suhendar
Bos Dimas 🤭
Acih Sukarsih
dimas
Wiwi Sukaesih
pelajaran untuk Zora klw bertanya itu jgn dlm hati y sung tny k.orgny.jgn suudzon...
y Dimas persiapan 👍
shadirazahran23: Ia betul.Setelah ini Insya Allah Zor lebih dewasa dalam bersikap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!