Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demam
Pusing mikirin hubungan itu nyatanya membuat tubuh ku lemah, aku mendadak pingsan saat akan bekerja, nyatanya aku lemah dalam hal ini... Josua benar-benar nyata di hidupku, aku enggak bisa kehilangan Josua, stop marahnya dong Jos.
Karena melihat status ku sedang dirawat inap inisiatif anggota komunitas sangat besar untuk menjenguk ku di rumah, mereka membawa makanan dan melakukan kegiatan penghiburan bagiku dalam hal kesepian aku terobati, dan aku percaya untuk mencurahkan isi hati ku sampai satu wanita ini melihat ku banjir air mata, dan terkejut nya aku ketika bang Dean masuk ke dalam kamar ku untuk memberikan buah tangan dari mereka. "Maaf ganggu, Mi ini vitamin dari kami." Senyum canggung takut merusak suasana. Aku tak menghiraukan kedatangannya malah asik lanjut cerita setelah parcel buah ku terima. Mereka melakukan aktivitas sesuka hati mereka, bahkan aku tak tau kakak yang mana menghantarkan pakaian kotor ku ke laundry terdekat, mengingat aku sakit sudah beberapa hari pakaian tentu menumpuk.
Senang rasanya ada perkumpulan semacam ini, mereka meriahkan hari sepi ku, bahkan ada Ijonk datang sayangnya tanpa Lista, urusan pekerjaan membuat Lista tidak bisa menjenguk ku, jangan cari yang enggak ada toh mereka juga sudah siap sedia menjenguk ku, merupakan suatu berkat bisa menikmati kebersamaan sperti ini.
Enggak banyak bicara se usai acara selesai ku ambil sedikit waktu memeriksa apa saja yang berubah ternyata rumah jadi lebih bersih dengan adanya mereka, senyum ku mengetik pesan terimakasih banyak kepada mereka karena ke sudian hadir itu sangat bermakna bagi ku—Yakin gak ya kakak itu tadi bisa jaga rahasia cerita tadi, aku takut jadi bahan olok-olok an lagi.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hari yang sederhana berangkat bekerja setelah vakum, jenuh tapi tidak membosankan hari itu seorang pria datang menghampiriku, sepertinya seorang penting makanya ingin bertemu dengan ku, yapp betul dia salah satu nasabah prioritas di sini. Ketidak profesional nya mengundang ku untuk bertemu nanti saat makan siang, aku hanya tersenyum, dia menjadi murung dengan jawaban gantung dari ku, senyum itu antara iya atau tidak.
Cerita singkat terjadi antara kami kala ia memang benar menunggu kedatangan ku, yang anehnya ia mengerti segala hal tentang ku, segala hal tentang kesukaan dan ke bencian ku, intinya setengah ke pribadi-an ku ada di genggaman nya—Genggaman tangan tidak menggoda tapi berusaha memberikan rasa nyaman setidaknya ia berhasil meyakinkan hati bahwa laki-laki ini tertarik melihat ku. Ku ceritakan sedikit cerita tentang ku ia tertarik tak henti menatap matakku senyum sendu itu menarik perhatianku.
Sedikit pembicaraan itu menghanyutkan waktu, akhirnya waktu istirahat menghentikan akhir cerita, yakin lah dia pasti menganggumi ku, nampak dari caranya memandang caranya bersikap secepat itu kah aku melanjutkan cerita dengan pria ini? Aku termenung sejenak menikmati hasil pekerjaan dua Minggu dengan mencapai target terus menerus seperti ini tentu mudah bagiku untuk mendapatkan bonus tahunan di tahun depan.
Aku berharap suatu hari nanti aku akan menjadi karyawan terbaik disini, dan bisa menjadi dosen setelah mendapatkan gelar ku, tidak terasa aku sudah mengikuti perjalanan hidup di kita Jakarta sejauh ini, sungguh sangat luar biasa rasanya bisa sampai di titik ini—Secangkir teh hangat untuk pemanis hasil kerja hari ini, cukup sekian dan ku akhir dengan bahagia. Ada latihan Natal dari komunitas kebetulan aku terpilih menjadi pemeran polisi sekaligus membaca puisi, sekalinya aku bangga bisa ikut serta disana cuman apa terbagi waktu nya, aku izin tidak bisa mengikuti latihan harian kemungkinan datang di waktu gladi resik mereka menerima keputusan ku, dan daftar sumbangan para anggota tertulis disana,ku lihat ada nama Dean selaku penyumbang terbanyak disana, aku tak lah mampu menyumbang dalam angka juta-an seperti dia.
Handphone ku berdering panggilan mulai masuk hingga jam kantor berhenti di pukul 9 Malam, di jalan aku menelepon orang tua ku bercerita saat memasuki rumah bahwa disini sangat melelahkan " Samanya Mak di sana sama disini cuman kan itu bedanya orang mamak ke ladang (kebun) keluarkan tenaga kalau aku di sini otak lah dipaksa bekerja,kadang sampai ngantuk karena berhenti berpikir cuman itu ajanya bedanya." Aku berhenti pada ruang tamu kosong melompong hanya kamar ku saja yang masih berisi, serta dapur mendapat kitchen set.
Berbaring sembari menatap kebersamaan kedua orang tua ku, " Dek, nanya dulu bapak." kata papa memanggil manja diriku, diam ku melanjutkan suara papa "Kamu sudah putus sama Josua?" Nafas ku berhenti sejenak, berpikir apakah perpisahan itu sudah menyebar diantar keluarga. "Iya pa, ada sedikit miscom kami... Ya biasanya itu, kalau jodoh nanti pasti Tuhan pertemukan, kalau enggak yang lebih baik pasti datang," papa terus menatap, melihat tiada raut kesedihan tak mengurangi rasa bahagianya melihat ku sehat saat ini.
"Ketemu kemarin itu bapak sama bapak si Josua, katanya mau nikah si Josua, hampir martumbuk (berkelahi) kami, apanya maksud si Josua itu batinku."
"Ah biarlah pa, sudah itu jodohnya. Disni pun banyaknya lebih baik, lebih ganteng dari Josua cepatnya nya ku bikin gantinya itu." Aku tersenyum melihat papa, papa seperti ragu namun menghargai semangat ku, "Dek, cepat lah nikah mumpung masih sehat bapak. Mesti bapaknya menikahkan mu," Aku termenung mendengar ucapan itu, senyum ku mencair kan suasana canggung. "Doakan ya pa." Obrolan terus berlanjut seputaran pernikahan dan juga sedikit Membahas masa depan, aku heran kenapa kedua Abang ku tidak ada memberi kabar kepada ku, ya itulah aku walaupun anak memiliki 2 Abang selalu merasa sendiri, mereka lebih sayang kepada alm. Kakak ku.
Ya, dulu aku memiliki seorang kakak, jauh lebih cantik dari ku aku mengenalnya sebentar saja. Dia dan kedua kakak ku tidak begitu jauh jaraknya jadi masih enak kalau ngobrol, sayang nya waktu kakak SMP dia kecelakaan,dan meninggal di tempat sejak saat itu Mama papa sangat wanti-wanti melihat ku. Sayangnya tidak dengan perhatian Abang-abang ku. Sedih, tapi mau gimana lagi sudah takdir ku kali harus begini.
Layaknya sleep call orang tua ku melihat aku tertidur tanpa mengganti baju, enggak ada istilah berberes sebelum tidur langsung molor. Entah kenapa ada inisiatif terkendala dihati ku,tapi lagi enggak bisa mikir jam nya tidur sih.
Malamnya aku mendapat pesan dari kakak komunitas,tempat curhat sih sebenarnya dia. Ia mengajakku untuk merayakan ulang tahun bang Dean sekaligus katanya aku yang bawain kue mengingat tempat untuk meet up dekat dengan kantor ku. [Toko kue disebelah kantor mu itu aja dek, enggak usah yang mahal-mahal sekedar selebrasi aja] Oh bisa ketepatan gitu ya aku berkesempatan andil dalam hari kelahiran si kawan. Iya udah aku ACC besok membawa kue untuk ulang tahun bang Dean, Pukul 4 pagi mataku tak lagi mengantuk entah kenapa aku ingin sekali membawa makanan untuk besok bukan ajang gengsi atau mencari validasi hanya meriahkan acara. Singkat cerita aku membuat gorengan otak-otak dari ikan teri kiriman mama, gak banyak tapi cukuplah untuk kami.
Kami mengambil waktu malam hari nanti nya, tapi gimana ya gak mungkin aku bawa tempat sebesar ini ke kantor apa aku titipkan kerumah kakak itu aja ya, sepertinya lebih baik begitu—ku pesan ojek untuk menghantarkan kerumahnya dan dia lah yang bertanggung jawab atas makanan itu.
Aku dan ia menjadi teman, sepertinya pengganti Lista jika tidak ada. Entah kenapa aku merasa akhir-akhir ini Lista sudah mulai jarang bertemu dengan ku, seperti menjaga jarak begitu.Apakah dia sakit, besok ke kost kalau lagi-lagi Lista tidak datang.
Nanti kalau Lista tetap enggak datang juga paling Ijonk kena semprot Boru Saragih satu ini, kebiasaan nakal nya itu enggak berubah malah Lista gadis polos itu dirubah nya.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰