NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. PERMAINAN KECIL DUCHESS

Sejak siang itu, Liora Montclair resmi memulai operasi penyelamatan diri dari suaminya sendiri.

Terdengar aneh tapi itu yang akan ia lakukan mengingat kabar Duke yang tiba-tiba akan datang ke kamar Liora malam ini entah kenapa.

Liora tahu, sangat tahu, bahwa Duke Alaric tidak akan berhenti datang hanya karena ia berharap begitu. Pria itu bukan tipe yang bisa dihindari dengan doa-doa kecil atau pura-pura sibuk. Maka satu-satunya jalan adalah membuat Duke tidak bisa datang.

Dan dari situlah ide-ide kecil Liora mulai bermunculan.

Gadis itu berdiri di tengah kamarnya dengan tangan bersedekap, menatap Sasa yang tampak terlalu bersemangat untuk sebuah 'rencana darurat'.

"Kita mulai dari mana, Nyonya?" tanya Sasa ceria, seperti anak kecil yang hendak bermain petak umpet.

Liora menghela napas panjang.

"Aku ingin Duke tidak datang ke kamar ini malam ini apa pun caranya," kata Liora.

"Baik!" jawab Sasa tanpa ragu. "Cara pertama?"

Liora berpikir cepat. "Buat aku sibuk."

Sasa berkedip. "Sibuk?"

"Ya. Sibuk dengan urusan Duchess. Tamu. Laporan. Apa pun itu," ujar Liora penuh semangat.

Dan begitulah.

Sejak pagi, ruang kerja Liora tidak pernah benar-benar sepi.

Para pelayan keluar-masuk membawa dokumen, kain, perhiasan, daftar jamuan, semuanya atas perintah Duchess yang mendadak 'sangat aktif'.

Sasa berlari ke sana kemari dengan wajah berseri.

"Nyonya ingin memeriksa ulang gudang kain!"

"Nyonya ingin tahu jadwal musim dingin!"

"Nyonya ingin-"

"-bernapas sebentar,"potong Liora sambil duduk lemas di kursinya. Tidak menduga kalau ia akan selelah ini.

Namun entah kenapa, semakin Liora sibuk, semakin ramai pula kediaman Duke.

Para pelayan saling bertukar pandang dengan senyum penuh makna.

Beberapa bahkan tampak menahan tawa.

"Ada apa?" tanya Liora curiga.

Sasa menutup mulutnya. "Nyonya terlihat seperti sedang menghindari Tuan Duke."

Liora menatapnya tajam. "Aku tidak menghindar. Hanya tidak mau bertemu dengannya saat ini."

"Oh," sahut Sasa polos. "Kalau begitu kita lanjut ke rencana berikutnya?"

Liora terdiam sejenak.

Lalu berkata dengan suara lebih pelan, "Aku sakit."

Sasa membelalakkan mata. "Sekarang?"

"Ya. Sekarang," jawab Liora.

Duchess yang jatuh sakit langsung jadi perbincangan di kediaman Duke. Kabar itu menyebar lebih cepat dari yang Liora perkirakan.

"Nyonya Duchess tidak enak badan."

"Nyonya Duchess pucat."

"Nyonya Duchess butuh tabib."

"Dia pasti kelelahan."

Dalam waktu kurang dari satu jam, tabib kediaman Duke sudah berdiri di depan tempat tidur Liora.

Aldren.

Tabib muda itu datang dengan langkah tenang, membawa tas kulit berisi peralatan medis. Rambut cokelatnya rapi, wajahnya bersih, dan sorot matanya lembut, terlalu lembut hingga membuat beberapa pelayan perempuan tersipu.

"Yang Mulia Duchess," ucap sang tabib sopan. "Saya Tabib Aldren."

Liora menelan ludah. Ia menatap Sasa dengan sorot memohon.

Sasa membalas dengan senyum tenang saja, saya di sini.

"Apa keluhan Anda?" tanya Aldren lembut.

Liora meletakkan tangan di dahi. "Pusing, mual, mungkin karena kelelahan."

Tabib Aldren memeriksa denyut nadi, menatap wajah Liora beberapa detik lebih lama dari yang membuatnya nyaman.

"Tidak ada yang serius," gumam sang tabib akhirnya.

Liora hampir bersorak namun tetap pura-pura lemah.

"Namun," lanjut Aldren, "Anda memang perlu istirahat total. Tidak boleh diganggu malam ini."

Sasa langsung mengangguk cepat. "Benar! Nyonya sangat lemah!"

Tabib Aldren menatap mereka berdua, jelas menyadari ada sesuatu yang ... aneh. Namun ia hanya menghela napas kecil. Seolah tahu apa yang terjadi.

"Saya akan katakan demikian kepada Yang Mulia Duke," ujarnya akhirnya. "Tapi jangan bermain-main dengan kesehatan, Yang Mulia."

Liora tersenyum kaku. "Terima kasih, Tabib Aldren."

Begitu tabib itu keluar, Liora menjatuhkan diri ke bantal.

"Berhasil," gumam Liora lega.

Namun kelegaan itu tidak bertahan lama. Karena mabar sakit itu justru membuat Liora kalang kabut sendiri.

Sore menjelang malam.

Pintu kamar Liora kembali diketuk, kali ini dengan lebih tergesa.

Sasa masuk dengan wajah pucat. "Nyonya?!"

"Apa lagi kali ini. Biarkan aku bernapas sebentar," desah Liora.

"Gideon menghadap Duke," beritahu Sasa.

Liora menegang. "Lalu?"

"Dan Duke terkejut setengah mati mendengar Nyonya sakit," kata Sasa.

Liora duduk tegak. "Apa?"

Duke khawatir? batin Liora.

"Beliau langsung memerintahkan agar tabib dari istana kaisar dipanggil," beritahu Sasa dengan wajah sedikit panik.

Dunia seperti berhenti berputar.

"Apa?" konfirmasi Liora, takut ia salah dengar.

"Tabib istana," ulang Sasa pelan. "Sedang dalam perjalanan."

Liora membeku.

Lalu Liora berseru panik. "Aghh! Kenapa seperti ini?! Tidak. Tidak. Tidak. Ini hanya sakit palsu! Bagaimana bisa Duke memanggil tabib istana!"

Gadis itu bangkit dari tempat tidur, mondar-mandir seperti orang kehilangan akal.

"Kenapa dia harus bereaksi seperti itu?! Kenapa tiba-tiba jadi berurusan dengan istana!" seru Liora yang seperti ingin menelan orang sekarang.

Sasa menelan ludah. "Mungkin karena Anda istrinya, tentu saja Duke jadi khawatir."

"AGH!! SEKETIKA DIA MERASA AKU ISTRINYA SETELAH MENGABAIKANKU SELAMA INI!" raung Liora frustrasi dan sebal dengan situasi yang tidak berjalan sesuai rencananya.

Liora berhenti mendadak.

"Sasa. Cepat. Temui Tabib Aldren," tegas Liora.

Sasa langsung siaga. _Apa yang harus saya katakan?"

"Katakan aku sudah lebih baik. Hanya butuh istirahat. Tidak boleh diganggu siapa pun. Hanya butuh istirahat," kata Liora.

"Termasuk Duke?" tanya Liora.

Liora terdiam. Lalu menjawab, "Terutama Duke."

Sasa mengangguk dan berlari keluar.

Liora menjatuhkan diri kembali ke ranjang, menutup wajah dengan kedua tangan.

"Apa yang kulakukan, seketika jadi seperti medan perang hari ini padahal aku hanya ingin Duke tidak datang malam ini," gumam Liora lelah.

Ia hanya ingin satu malam tenang.

Bukan membuat kekacauan sampai istana kaisar ikut terseret.

Ketukan kecil terdengar di pintu.

Bukan ketukan pelayan dewasa.

Tok. Tok.

"Masuk," ucap Liora lemah. Berharap bukan keributan baru lagi.

Pintu terbuka, menampilkan sosok kecil dengan rambut sedikit berantakan dan mata bulat penuh kekhawatiran.

"Lilola!"

"Rowan?" Liora langsung semangat ketika tahu yang datang bocah kecil kesayangannya.

Bocah itu berlari kecil mendekat, diikuti pelayan penjaga di belakangnya.

"Aku dengal Lilola sakit," kata Rowan cadel. "Lilola sakit apa? Apakah palah? Sudah minum obat?"

"Aku belum minum obat," jawab Liora.

Lalu Rowan mengangkat kotak kecil di tangannya.

"Tapi obat pahit, jadi Lowan bawakan kue," kata sang bocah.

Liora langsung memeluk bocah itu erat.

"Terima kasih," bisik Liora tulus. "Kau manis sekali."

Rowan tersenyum bangga.

Mereka duduk bersama di tepi tempat tidur, membagi kue kecil itu.

"Lilola jangan lupa makan," ujar Rowan serius. "Kalau sakit tidak enak. Tidak bisa lali-lali di taman. Di kamal bosan."

Liora tertawa kecil. "Aku akan makan banyak supaya Rowan tidak khawatir."

Rowan mengangguk puas. Lalu ia mendekat dan berbisik,

"Lowan belitahu lilola sesuatu," kata sang bocah.

Liora ikut mendekat.

"Kalau pelayan kasih obat, nanti Lilola minta ail minum. Telus pas pelayan tidak ada, Lilola sembunyikan obatnya. Bilang sudah minum," bisik Rowan.

Liora terpana. Lalu tersenyum, "Kau pintar sekali."

Rowan tersenyum lebar. "Ini lahacia kita. Jangan bilang siapa-siapa. Janji."

"Aku janji," ucap Liora sambil mengangkat jari kelingkingnya.

Rowan tertawa senang.

Percakapan mereka berlanjut ringan, tanpa beban.

Untuk sesaat, Liora lupa tentang Duke. Tentang rumor. Tentang malam ini.

Hingga senja berubah malam.

Dan langkah kaki berat terdengar di lorong.

Berhenti tepat di depan pintu kamarnya.

Ketukan terdengar.

Bukan pelan.

Bukan ragu.

Liora menoleh.

Pintu terbuka.

Dan di sana ...

Duke Alaric Ravens berdiri di ambang pintu.

Liora tahu ternyata rencananya hari ini gagal total.

1
Mita Paramita
kok tamat sih🤨🤨🤨 lagi seru serunya.
Archiemorarty: ada Sequel nanti kemungkinan kak 🥰
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐨𝐡 𝐨𝐤 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘
total 2 replies
Lala Kusumah
yaaaaaa tamat, tapi gapapa happy ending, bahagianya 😍😍😍
tapi nanti ada cerita lanjutan anak-anak ya 🙏🙏🙏🫰🫰👍👍
Archiemorarty: kemungkinan ada, walau nggak cadel lagi nanti mereka 🤭
total 1 replies
Ir
sampai ketemu di next cerita calon bandit kerjaan 🤭🤭
Archiemorarty: calon bandit kerajaan gx tuh 🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng pisan 🫣🫣😵‍💫😵‍💫
Jelita S
terimakasih thor atas ceritamu,,lnjut y cerita Elala🤣🤣
Archiemorarty: Siap siap, ditunggu ya. tapi gx akan jadi bocil cadel lagi nanti 🤭
total 1 replies
Miss Typo
keren 👍👍👍
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Miss Typo
kok tau² tamat thor????
happy ending 👏👍

terimakasih thor 🙏, selalu sukses dgn karya-karyanya di novel dan tunggu cerita para bocil cadel juga Rowan 😍
Archiemorarty: Haha...terima kasih kembali udah baca ceritanya kak.

kalau ada kelanjutannya gx akan cadel lagi mereka nanti 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh,..beneran tamat nih thor..tp tar ada kelanjutanyya kan ..ttg para bocil..
Archiemorarty: kemungkinan ada, masih dipikirkan. soalnya kalau jadi satu cerita, panjang banget
total 1 replies
Miss Typo
tunggu saat waktunya tiba Elara bisa mengendalikan sihir itu
Miss Typo
belum saatnya Elara menggunakan kekuatannya
Ir
hmm gampang ini mah kalo misal nya mau bikin Elara meratakan dunia pancing aja emosi nya pasti segel nya Arram bakalan hancur, jangan sampe aja di manfaatkan sama orang² jahat, sekarang tinggal Evan kak keajaiban apa yang Evan punya ga adil kalo Elara doang yang di spill 🤣🤣
Archiemorarty: Hahaha....Evan sama kayak bapak emaknya dia 🤭
total 1 replies
Jelita S
Lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚 𝐤𝐞 𝟔 𝐭𝐡𝐨𝐫? 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐚𝐮𝐫𝐚 ...

𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐠𝐚𝐢𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐫𝐬𝐛𝐭 𝐛𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 😁😁
Jelita S
wah msih lnjut rupanya sang penyihir hitam y
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐬𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧?? 😕😕😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐬𝐮𝐥𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐬 𝐧𝐠𝐨𝐛𝐫𝐨𝐥 𝐝𝐠𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬 𝐭𝐡𝐨𝐫😭😭 𝐭𝐩 𝐩𝐚𝐬 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐓𝐊 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐝𝐞 𝐝𝐢𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐥𝐡𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐥𝐬 𝐥𝐠 😕😕
total 2 replies
Ir
akhhh aku bari mau mikir monster selanjutnya Evan yang bikin kejutan, ternyata emak nya, ini dua bocil Alaric harus di ajarin mengendalikan diri ini, kalo engga hancur dunia
Archiemorarty: Baru tiga tahun udah duarrrr 🙄
total 1 replies
Ir
elara dapet ini pasti dari leluhur nya yang dulu² pasti kan, soalnya Alaric ga bisa sihir, Lior juga ga punya, kak pokoknya harus di jelasin sih dari mana Elara sama Evan dapet kekuatan itu
Archiemorarty: Ohoho...siap siap 🤭
total 1 replies
Miss Typo
di bab brpa tuh ya saat Alaric dan pasukannya menyerah monster hampir menyerah dan Liora datang bersama pasukannya membantu, trs ada anak yg bilang itu lho, bingung ngomongnya. matahari dan bulan kalau gak salah anak kembar Liora. berarti Elara matahari nya panas membara dengan sihir nya, apa Evan yg akan merendam nya saat Elara kehilangan kendali dari kekuatan sihirnya. aaahh gak tau lah 🤣
Archiemorarty: boleh boleh 🤭
total 3 replies
Miss Typo
berarti yg matahari Elara ya thor, wah kekuatan Elara keluar karna melihat kakaknya berdarah gak sadarkan diri karna monster itu, dan pas monster mendekat mau menyerang dia gak rela semua terluka seperti Rowan
Miss Typo: mantep nih 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!