NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 10, Part 3 [KESEMPURNAAN SEJATI]

Domain of Flame terus menyala.

Udara di aula singgasana semakin berat. Retakan merah menyala dimana-mana, seperti urat lava yang hidup.

Marva terengah-engah.

Daraz berdiri tegak, hampir tidak terlihat lelah.

“Di lantai ini,” katanya tenang, “Akulah Kesempurnaan itu.”

Ia mengangkat tangan. Pilar api muncul dari lantai, mengejar Marva secara presisi.

Daraz kembali menyerang. Kecepatannya luar biasa—semakin lama bertarung, semakin cepat pula gerakannya.

WHOOSH!

Marva menahan tebasan dengan pedangnya. Benturan keras mengirim getaran ke seluruh tubuhnya.

-478

"Hanya itu?" Daraz tersenyum sinis. "Kau mengecewakanku, sampah."

Hampir setengah jam pertarungan berlangsung, Meriel yang tadi terpental, akhirnya kembali kedalam pertarungan. Walaupun kelelahan mulai meningkat karena perbedaan lv. yang terlalu jauh.

Saat Marva kembali diserang.

TING!

Meriel sudah siap dengan Light Shield barunya, dia menahan serangan Daraz.

-204 (serangan terblokir 40%)

Meriel terhuyung, tapi masih berdiri. Ternyata, sebelum memasuki kastil, Marva sempat berdiskusi soal perlengkapan apa yang akan mereka beli. Mereka sepakat untuk membeli item defense, mengantisipasi kalau GOF kali ini, punya serangan fisik yang kuat. Dan benar saja, perkiraan mereka tepat.

Marva lslu menyerang dari samping.

LION'S ROAR!

Api merah menyambar tubuh Daraz.

-304

Daraz menoleh. "Setiap kali kau menyerangku, aku semakin panas. Dan semakin panas aku..." Daraz tersenyum lebar, "... Aku akan semakin kuat...... Hahahahahaha!"

OVERHEAT DARAZ: 45% → 62%

Domain Flame — Stack 3

Attack Speed +25%

Stack Bertambah. Pertarungan sengit terus berlanjut.

Menit kesepuluh, Stack 2 & Attack speed Daraz +15%.

Menit keduapuluh. Stack 3 & Attack speed +25%, Fire damage +30%.

Marva mulai kewalahan. Overheatnya sudah 58%. Fitague 42%.

Meriel berusaha membantu, tapi serangan Daraz semakin cepat, semakin sulit dihindari.

BAM!

Meriel terkena pukulan keras. Lagi-lagi ia terpental lalu membentur dinding.

-634

HP Meriel: 1.550 → 916 (Hp sisa 39%)

"Meriel!" teriak Marva.

Daraz berdiri di atas Meriel. "Support yang lemah. Seharusnya kau tidak usah ikut."

Dia mengangkat pedangnya untuk serangan terakhir.

Tapi Marva sudah di sampingnya.

LION'S ROAR!

-478

Daraz terhuyung mundur. Matanya menyala marah.

"Dasar sampah sialan—"

Tapi Marva tidak peduli. Dia berlari kearah Meriel lalu meminumkan Potion.

"Ini saat yang tepat untuk menjalankan rencana kita!"

Meriel terbatuk. "Sekarang Lead...?"

"Iya!"

"Hampir saja aku mati demi menunggu rencana mu Lead...." ucap Meriel dengan nafas berat.

Kembali pada saat, Meriel dan Marva berjalan menuju kastil. Meriel kembali memperhatikan item Stabilizer Heat Flow Core yang masih tersisa 1 pcs. Setelah membaca deskripsi item itu:

"Lead! Coba baca deskripsi item ini," ucap Meriel.

"Apa! Item ini tidak hanya menetralisir Lava? Bisa digunakan pada Monster dan juga Lawan yang punya elemen api?" Marva Kaget. "Pantas saja item ini Tier A+."

"Betul Lead! Ini bisa gunakan saat terdesak nanti," lanjut Meriel.

"Jika GOF nanti ber-elemen api dan kita sedang terdesak, saat kukatakan ‘Jalankan Rencana!’ Maka gunakan item ini Meriel." tegas Marva pada Meriel.

"Siap Bos!" Meriel menjawab dengan mantap.

Kembali pada pertarungan.

Daraz tertawa. "Sungguh persahabatan yang sangat mengharukan. Kalian pikir bisa melawan—"

LAND PRISON!

Tanah mengurung kaki Daraz. Hanya beberapa detik, tapi itu cukup buat mereka bertindak.

Meriel lalu mengeluarkan Stabilize Heat Flow Core. Item itu langsung dilempar kearah Daraz, Daraz yang sedang terjebak tidak bisa berbuat banyak.

Seketika seluruh panas yang ada diruangan itu terserap sepenuhnya kedalam Stabilize Heat Flow Core.

Meriel terbelalak. "Lead, item itu......!!!"

"Ini saatnya!" Perintah Marva.

Marva mengaktifkan core itu.

Meriel lalu membawa Palu dan Perisai nya. Marva langsung melepaskan SKY OF FIRE.

Aura api Daraz meredup. Overheat Marva dan Daraz menurun.

Leo kegirangan. “Sekarang kita bermain pada kekuatan yang sama.”

Daraz mengangkat pedang, menghancurkan tanah yang memerangkapnya. Kali ini dia lebih serius.

Ia melesat. Benturan pedang terjadi. Dentuman keras menggema di segala penjuru aula.

Tapi Pertarungan sedikit berimbang. HP Daraz mulai berkurang. Daraz tersenyum tipis.

“Jadi ini strategimu, Marva Ravara.”

Untuk pertma kali nya, Daraz memanggil Marva dengan nama lengkapnya tapi Marva membalas dingin.

“Kesempurnaan tanpa celah bukanlah soal kekuatan semata. Tapi Persahabatan dan Kerjasama!”

Pedang mereka kembali bertabrakan. Damage terus masuk padanya, HP Daraz turun Setengah.

Untuk pertama kalinya, Guardian of Floor terdesak. Marva tidak ingin kehilangan kesempatan, serangan nya semakin ditingkatkan.

“Leo! Aquarius! Sekarang!!!!!“ Teriak Marva.

FLAME OF IMMUNITY (lv. 2) !

WATER’S SERENITY !

Efek Flame Of Immunity, kini bertahan lebih lama menjadi 3 menit. Water’s Serenity adalah skill baru Aquarius yang menghilangkan 50% Fatigue dan Overheat.

Seketika Bar Overheat dan Fatigue Marva menjadi 0.

Daraz yang sudah terpojok. Hanya menyisahkan 20% Hp saja, Daraz lalu masuk kedalam mode Rampage! Dan mulai menyerang dengan membabi buta.

“Arrggggghhhhhhh! Tidak akan kubiarkan sampah seperti kalian menganggu kesempurnaan ku!”

Daraz Mengamuk.

Tiba-tiba—

Suara gunung berapi menggema. Seketika atap kastil terbuka dan seluruh gunung berapi diatas nya meletus dan siap membinasakan semua yang ada dibawah nya.

FATALITY FIRE......!!!!!!

Melihat kekacauan itu. Marva tidak punya pilihan lain, demi melindungi Meriel, ia harus mengeluarkan skill itu. Skill yang baru didapatkan: Inferno Reversal. Skill yang bisa menyerap serangan apapun dan membalikkan nya dengan damage 2x lipat.

Saat serangan itu tepat berada diatas kepala Marva: INFERNO REVERSAL!

“Apa! Dia masih bisa menangkis serangan itu?” Daraz terdiam, dia berfikir serangan ultimate nya akan mengakhiri pertarungan ini. Ternyata dia yang akan berakhir disini.

Sambil berlutut, Daraz siap menerima serangan itu dan tampak pasrah. “Ternyata kesempurnaan ku belum sempurna.”

Saat serangan itu akan mengenai Daraz, langkah kecil berlari masuk.

Merry Boulderom. Gadis NPC yang menjadi penjaga toko didepan kastil berdiri didepan Daraz dan siap menerima serangan itu.

Meriel membeku.

“Lead! Itu Merry....?”

Daraz terkejut. “Kenapa kau masuk ke sini?!”

Merry berkata. “Aku tidak ingin Kakakku disakiti!”

Suasana mendadak sunyi. Tangis pecah dimata Daraz.

KILAS BALIK DARAZ:

Mainan berserakan.Tangisan kecil. Bunyi benda jatuh.

Darah mengalir ke lantai.

“Maaf… maaf… maaf…” Daraz yang masih sangat muda mengguncang tubuh adiknya.

Ambulans datang, Operasi dilakukan tapi Dokter menggelengkan kepala nya.

Diketahui, Daraz sebenarnya bukanlah anak tunggal, dia memiliki saudari perempuan yang terpaut 4 tahun darinya. Saat itu dia masih berusia 13 tahun dan adiknya berusia 9 tahun.

Dulu, Daraz adalah anak yang tidak suka diatur, mainan nya berserakan dimana-mana. Tidak jarang ibunya menegur, hanya sekedar untuk merapikan baju atau tempat tidur.

Karena satu kebiasaan buruknya itu, telah merenggut adik kesayangan nya. Suatu ketika, Merry ingin mengambil remote tv dan ingin menonton diruang tamu. Tapi karena mainan Daraz berhamburan. Tidak sengaja ia menginjak salah satu mainan kakak nya lalu terpeleset dan kepala nya menghantam meja sehingga pendarahan hebat pun terjadi. Merry berakhir dirumah sakit dan tidak tertolong.

Sejak hari itu—

Tidak ada lagi kekacauan.

Tidak ada lagi barang berserakan.

Tidak ada lagi kesalahan kecil.

Satu kesalahan kecil itu telah merenggut nyawa adiknya.

Marva menatap Daraz. Ekspresi wajahnya seketika berubah. Marva tidak paham apa sebenarnya yang terjadi, tapi membiarkan Merry ikut dalam pertarungan hingga terkena serangan nya. Tentu adalah sebuah kesalahan.

Tidak ingin melukai Merry, Marva menyuruh Leo untuk mengubah arah serangan nya.

Dan Buuummmm..........

Tidak ada satu pun yang terkena serangan.

Api di tangan Daraz mulai padam perlahan. “Aku hanya… ingin dunia tanpa kesalahan,” gumam Daraz.

Merry menatapnya polos. “Kakak tidak perlu dunia yang sempurna, ada aku yang menyempurnakan Dunia Kakak.”

Ia lalu tersenyum kecil.

Kalimat sederhana itu seperti palu besar yang menghancurkan penjara yang sudah bertahun-tahun mengekang nya.

Domain Flame padam total.

[DOMAIN OF FLAME : SKILL DOWN]

Arena kembali normal. Overheat turun drastis. Daraz menjatuhkan pedangnya tapi Marva masih siaga.

“Apa sebenarnya yang terjadi?” ucap Marva kebinggungan.

Merry lalu mendekati Marva dan Meriel dan mulai bercerita. Setelah tahu bahwa Merry ternyata adalah adik dari Daraz, lebih tepatnya adalah proyeksi dari adek Daraz. Mereka semua menjadi paham, seperti yang sudah dikatakan Daraz. Menjadi GOF berarti punya kekuatan mutlak atas lantai yang dia kuasai, tentu menciptakan NPC sama persis seperti adiknya adalah perkara mudah. Dan itulah hal pertama yang dibuat oleh Daraz, saat tahu Menara bisa mewujudkan apa saja.

Merry sadar bahwa dia hanyalah proyeksi dari pikiran Daraz tapi sifat, kelakukan serta tutur kata adik nya masih tersimpan jelas di pikiran nya dan itu tergambar jelas pada NPC Merry.

NPC Merry Boulderom lalu berkata: “Kesempurnaan bukan hanya tentang keteraturan. Kesempurnaan sejati adalah memiliki seseorang yang tetap berdiri di sampingmu bahkan saat kamu berada dititik terendah sekalipun.”

Tanpa sadar, Meriel juga ikut menangis. Marva seketika mengingat Red dan Kaela, dan airmata nya ikut terjatuh.

Saat moment haru itu sedang berlangsung tiba-tiba, Aquarius tiba-tiba nongol dan berbicara.

“Tapi kita menang kan?” ucap Aquarius polos.

Suasana yang awalnya sedih, tiba-tiba berubah jadi tawa.

Daraz tertawa-tawa terbahak-bahak.

“Hahahahaha, jadi ini Cincin Dewa itu? Saya tidak tahu kalau mereka bisa berbicara.”

Marva yang masih canggung, hanya menjawab singkat. ”Hehehe, iya.”

Leo lalu masuk dan juga ikutan nimbrung. ”Dalam aturan Menara, mengalahkan GOF itu tidak harus menghancurkan atau harus membunuh mereka, cukup buat mereka menyerah.”

“Ya, ya, ya. Itu betul, sistem juga pernah memberitahu ku. Walaupun aku mati saat ini, aku bisa respawn lagi untuk menghadapi Player selanjutnya, itulah mengapa aku suka menjadi Guardian Of Floor! Jadi, Aku Menyerah...” tegas Daraz sambil menjelaskan.

“Waduh? Kita dalam bahaya donk” ucap Meriel kaget.

“Tenang saja, Merry seperti nya suka dengan kalian. Dia dari awal memang melarang ku untuk bertarung, tapi berada di menara selama berbulan-bulan tanpa interaksi dengan oranglain tentu membosankan. Aku juga butuh hiburan,” jawab Daraz polos.

“Dasar Kakak yang menyebalkan,” ucap Merry.

Mereka lalu kembali tertawa.

Suasana menjadi cair, mereka pun mulai ngobrol dan berbagi cerita. Itu adalah pengalaman yang sangat seru sekaligus unik, untuk pertama kali nya, Seorang GOF mengalah untuk musuh yang seharusnya dilawan.

Tiba-tiba, Notifikasi muncul.

Jalan menuju lantai berikutnya telah terbuka.

[GUARDIAN OF FLOOR 10, SURRENDER]

[PATH TO FLOOR 11, UNLOCKED]

Api di kastil meredup. Daraz berdiri lalu meraih tangan Marva dan juga Meriel. Kali ini tatapannya berbeda.

“Oke, sepertinya aku harus menuruti perkataan adik ku atau dia akan melakukan hal gila seperti itu lagi,” ucap Daraz.

Merry cemberut merespon perkataan kakaknya.

“Hehehehe, Kakak mu cuman bercanda kok Merry,” ucap Meriel menenangkan.

“Oh ya satu lagi, sistem menitipkan pesan padaku. Siapa saja yang mengalahkan ku dilantai ini, dia bisa memilih hadiah eksklusif. XILO sebanyak 2 juta atau Mystery Box,” lanjut Daraz.

Mata Meriel kembali terbelalak. “Lead, Lead, 2 JUTA XILO......!!!!”

Marva menanggapi santai, kejadian ini pernah ia alami dan filing nya kali ini berkata bahwa dia akan mendapatkan Cincin baru. “Tenang lah Meriel, sepertinya kita akan mendapatkan member baru.”

“Lead! Itu 2 juta loh, 2 juta Lead......” ucap Meriel masih penasaran.

Tanpa ragu, Marva memilih Mystery Box. Seketika tangis Meriel pecah, bukan karena terharu tapi karena melewatkan kesempatan mendapat 2 juta Xilo.

“Tidak.....!!!!!” teriak Meriel.

“Hehehehe, maaf atas perilaku sahabat ku ya,” sambil bersalaman dengan Daraz dan Merry.

Daraz dan Merry hanya tertawa melihat tingkah Meriel. “Sampai jumpa lagi,” ucap mereka kompak sambil menjabat tangan Marva.

Marva terpaksa menarik Meriel keluar seperti anak kecil yang sedang merengek kerena tidak dibelikan mainan.

Mereka pun menuju lantai 11 ......

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!