NovelToon NovelToon
DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Pendamping Sakti / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action / Epik Petualangan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beruang Terbang

PROLOG

-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN

-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI

-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-

Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.

Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.

Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.

Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Kota Raja

Shen Tianyang sama sekali tidak mungkin membiarkan siapa pun yang berniat membunuhnya tetap hidup.

Lebih lagi, kesempatan emas seperti ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Jalan yang telah terbuka di hadapannya menuntut darah sebagai harga, dan ia tidak ragu untuk membayarnya.

“Benar sekali! Jalan Bela Diri harus tegas dan kejam dalam membunuh. Jika tidak, dendam akan menumpuk di dalam hati dan dengan mudah menyebabkan penyimpangan Qi,” suara Bai Yanhan terdengar dari dalam cincin, sarat dengan niat membunuh yang dingin.

"Apa pun yang terjadi, kau harus mengejar orang yang mencoba membunuhmu itu dan menebasnya sampai mati!”

Saat itu Shen Tianyang sedang melayang di udara. Perasaan ini begitu luar biasa—sebuah impian yang telah lama ia pendam sejak kecil. Kini, ia akhirnya bisa terbang bebas di langit malam, semua berkat dua perempuan luar biasa yang bersemayam di dalam cincin itu.

“Kakak Yanhan, bagaimana dirimu dan Kakak Meiling bisa menjadi kakak seperguruan? Sulit membayangkan seperti apa sosok Guru kalian,” ucap Shen Tianyang dengan kekaguman yang tulus.

Jika para muridnya saja sudah sedemikian mengerikan, betapa menakutkannya sang Guru?

Bai Yanhan menjawab datar namun dalam, “Guru kami tidak memiliki nama, dan kami juga tidak mengetahui asal-usulnya. Jika suatu hari kau mencapai ranah itu, mungkin kau akan dapat bertemu dengannya.”

Rasa ingin tahu Shen Tianyang terhadap dua wanita misterius ini semakin membara, namun ia juga hanya bisa pasrah. Banyak hal yang ingin ia ketahui, tetapi mereka selalu menutup rapat rahasia tersebut, seolah menunggu saat yang tepat untuk terungkap oleh takdir.

Ia selalu terbang pada malam hari, memilih jalur di atas padang belantara yang sunyi. Pada malam ketiga, dari kejauhan ia melihat sebuah kereta bergerak perlahan di jalan utama.

Jalan itu membentang lurus menuju Kota Raja—jalur megah yang hanya mungkin dibangun di dekat pusat kekuasaan kerajaan.

Pandangan Shen Tianyang menyapu sepanjang jalan itu. Samar-samar, ia dapat melihat gugusan bangunan besar di kejauhan. Kota Raja sudah tidak jauh lagi. Begitu orang-orang Klan Yao memasuki kota itu, kesempatan balas dendamnya akan lenyap tanpa jejak.

Kereta itu hanya dikawal dua kusir dan dua penjaga berkuda. Orang terkuat di antara mereka adalah tetua Klan Yao, disusul oleh Yao Tianhua— keduanya telah terluka oleh tangan Shen Tianyang sebelumnya.

Sementara dua kusir dan dua penjaga itu, yang terkuat hanya berada di Ranah Bela Diri Fana tingkat kelima.

“Ketika datang, rombongan mereka begitu besar, namun sekarang hanya satu kereta yang kembali,” gumam Shen Tianyang pelan sambil terbang lebih ke depan.

“Awalnya rombongan mereka menyembunyikan para pembunuh. Pasti mereka telah mengirim sebagian orang kembali ke Klan Yao untuk melapor, dan meninggalkan sebagian lagi di Kota Yinhu untuk menjaga Paviliun Pil Roh. Karena itulah sekarang hanya tersisa sedikit orang,” Shen Tianyang menebak dengan tenang.

Ia berhenti di hutan di sisi jalan utama dan beristirahat sejenak. Setelah itu, ia mengeluarkan satu set pakaian hitam dan mengenakannya, lengkap dengan tudung kepala.

Ia sadar betul, membunuh tokoh penting Klan Yao bukan perkara sepele. Jika identitasnya terbongkar, perang besar antara Klan Shen dan Klan Yao tak terelakkan.

Malam memang gelap, namun sinar bulan perak menyelimuti bumi dengan cahaya lembut, cukup untuk menyingkap bayangan tanpa membuat suasana terlalu muram.

Tersembunyi di atas sebuah pohon di sisi jalan, Shen Tianyang menahan napasnya, menunggu kereta yang kian mendekat. Suara roda kereta bercampur dengan nyanyian serangga malam, tetapi hati Shen Tianyang setenang air mati.

Dari matanya terpancar niat membunuh yang dingin, terkunci pada jalan di bawah pohon itu.

Akhirnya… kereta itu tiba.

Saat kereta tepat melintas di bawahnya, tubuh Shen Tianyang melesat tanpa suara seperti anak panah hitam. Dalam sekejap, sebuah cambuk panjang berwarna keemasan terbentuk di tangannya. Cambuk itu memancarkan niat membunuh yang mengamuk, disertai aura kebrutalan yang ganas.

"CRAAAASHH..!!"

Cambuk tersebut terbentuk dari Qi Sejati atribut Logam milik Shen Tianyang. Atribut Logam berkorespondensi dengan Harimau Putih, dan Teknik Ilahi Harimau Putih sarat dengan pembantaian serta keganasan.

Untuk benar-benar memahami teknik ini, seseorang harus menempanya melalui darah dan pembunuhan!

"CRAAAASHH..!!"

"BAAAAAAAAAMMM..!!"

Saat tubuhnya meluncur turun dari udara, Shen Tianyang mengayunkan cambuk panjang itu dengan kejam.

Cambuk tersebut menghantam bagian tengah kereta seperti pedang panjang yang ditebaskan dari langit.

"KRRAAAK..!!"

Dengan suara retakan keras, kabin kereta mewah itu terbelah menjadi dua. Dua sosok segera melompat keluar—seorang tetua Klan Yao dan seorang pemuda berwajah pucat serta penuh luka, Yao Tianhua!

“Apa kalian gerombolan bandit atau perampok..? Kami adalah orang-orang Klan Yao—”

Suara itu belum sempat selesai, ketika niat membunuh yang dingin telah menelan malam, dan bayangan kematian pun mulai turun tanpa ampun.

Belum sempat tetua Klan Yao menyelesaikan kalimatnya, Shen Tianyang telah bergerak secepat kilat.

"CRAAAASHH..!!"

"BAAAAAAAAAMMM..!!"

Empat cambukan dilayangkan hampir bersamaan—menyambar dua kusir yang baru saja mencabut pisau mereka dan dua penjaga yang melompat turun dari kuda.

Cambuk panjang berkilau emas itu dipenuhi Qi Sejati atribut Logam, memancarkan niat membunuh yang mengamuk.

"CRAAAAACCKK..!!"

"BUUUUUUUUUMMMM..!!"

Ketika menghantam tubuh berdaging, hasilnya semudah mencambuk tahu. Dalam sekejap setelah empat cambukan dilepaskan, keempat orang itu tercabik-cabik menjadi potongan-potongan.

Kebrutalan Qi Sejati semacam ini tidak hanya membuat tetua Klan Yao dan Yao Tianhua gemetar ketakutan, bahkan Shen Tianyang sendiri tak dapat menahan napasnya sejenak.

“Kau… kau adalah Shen Tianyang.. !!!”

Tetua Klan Yao mengenali sorot mata itu dan berteriak panik. Namun teriakan itu tenggelam, karena cambuk Shen Tianyang telah turun tanpa ampun.

Sebagai seorang kultivator Ranah Bela Diri Fana tingkat ketujuh, meskipun terluka parah, tetua itu masih mampu mengerahkan Qi Sejati di dalam tubuhnya untuk menahan Cambuk Qi Sejati Harimau Putih yang sarat dengan aura pembantaian.

“Kau benar-benar Shen Tianyang...!!!”

Suara tetua itu terdengar berat, namun ketakutan di matanya tak dapat disembunyikan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Shen Tianyang akan mengejar mereka hingga ke sini—dan membunuh dengan cara sedemikian kejam.

Shen Tianyang tetap membisu. Di tangan kirinya, kilatan api muncul dan memadat menjadi cambuk api. Pada saat yang sama, ia membuka mulut dan mengaum keras—Raungan Naga Hijau dilepaskan. Qi Sejati atribut Kayu bergejolak, memanggil petir dan angin yang mengamuk.

"ROOOOOOOOOAAAAR..!!"

"CRAAAASHH..!!"

"BOOOOOOOOOMMMM..!!"

Petir dan badai yang dilepaskan oleh Raungan Naga Hijau melanda tetua Klan Yao tanpa ampun.

Pada saat itulah, Cambuk Api Burung Vermilion milik Shen Tianyang menyambar, menghantam tepat di leher tetua itu. Kepala manusia itu terpenggal bersih, terlempar bersama semburan darah yang hangat.

Yao Tianhua yang berdiri tak jauh dari sana sepenuhnya terpaku.

Pemandangan di hadapannya menghancurkan seluruh keyakinannya.

Shen Tianyang bukan hanya mampu menggunakan api murni untuk Alkimia, tetapi juga Qi Sejati atribut Logam yang sarat pembantaian, bahkan secara bersamaan mengendalikan atribut Kayu untuk mengerahkan kekuatan petir dan angin.

Tiga atribut digunakan serentak! Dalam pengetahuan Yao Tianhua, makhluk seperti itu belum pernah ada.

Shen Tianyang melangkah mendekatinya, kilatan niat membunuh menyala di matanya. Cambuk panjang emas di tangannya terayun, mengarah lurus ke leher Yao Tianhua. Pada detik itu, Yao Tianhua menjerit histeris, matanya dipenuhi teror yang tak terlukiskan.

"CRRRRAAAASSHH..!!"

"BOOOOOOOOOMMMM..!!"

Cambuk itu menghantam. Kepala Yao Tianhua terlempar ke udara. Matanya masih terbuka, membeku dalam ekspresi tak percaya dan dendam. Ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya—seorang jenius Klan Yao—akan mati dengan cara seperti ini.

Shen Tianyang menarik napas ringan dan berkata datar,...

“Sejak saat pedangmu menusukku, aku tak pernah berniat mengampunimu.”

Setelah membunuh dua orang itu, Shen Tianyang mengambil Kantong Penyimpanan mereka. Di dalamnya hanya terdapat sejumlah Uang Roh dan Herbal Spiritual, namun tetap merupakan hasil yang tidak sedikit.

Untuk menghapus jejak, Shen Tianyang mengerahkan tenaga besar membersihkan lokasi kejadian. Malam masih dalam, dan tempat itu kembali sunyi—seolah tak pernah terjadi apa pun.

Ia lalu melangkah menyusuri jalan utama menuju kota besar dan makmur di hadapan.

Kota Raja menjulang megah, dikelilingi tembok tinggi dan tebal yang ujungnya tak terlihat oleh mata.

Di luar tembok, terbentang parit pertahanan. Banyak orang keluar-masuk melalui gerbang kota yang menjulang, sementara para prajurit bertubuh kekar berjaga di atas tembok dan di sisi gerbang.

Dari balik gerbang, terlihat jalan lebar berlapis batu halus, dipenuhi arus manusia yang ramai.

Saat Shen Tianyang menginjakkan kaki di jalan utama Kota Raja, ia menoleh ke segala arah dengan rasa takjub. Dahulu ia mengira Kota Yinhu sudah cukup besar dan ramai. Kini ia sadar—selama ini ia hanyalah katak di dalam sumur.

Dibandingkan dengan Kota Raja, Kota Yinhu tidak ada apa-apanya.

Bersambung Ke Bab 29

1
Ananrac
🔥🔥🔥🔥
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjutttyy
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjut thor
Beruang Terbang: siiyyyaappp Komendan laksanakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!