NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:27.2M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Damian mengamati wajah Talia yang tampak sedikit pucat, mungkin karena demamnya yang belum sepenuhnya turun. Napas gadis itu teratur, dadanya naik turun dengan ritme yang tenang. Sesaat, Damian merasakan sesuatu yang asing dalam hatinya. Perasaan yang biasanya ia abaikan begitu saja.

Tangannya masih berada di atas tangan Talia, jari-jarinya dengan lembut menyentuh kulit gadis itu, seperti sedang mencoba memahami sesuatu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Matanya menelusuri wajah tidur gadis itu.

Damian menghela napas kemudian. Ia seharusnya tidak ada di sini. Namun, entah kenapa tanpa berpikir panjang kakinya justru membawanya ke rumah sakit ini untuk memastikan keadaan gadis yang sudah menyelamatkan hidupnya seminggu yang lalu. Mungkin karena rasa penasaran. Atau mungkin, karena sesuatu yang lebih dari itu.

Dengan hati-hati, Damian menggenggam tangan Talia yang terasa dingin. Sebuah senyuman samar terukir di wajahnya.

"Apa kau tahu? Aku tidak pernah mengkhawatirkan seseorang seperti ini setelah aku bercerai dari mantan istriku." bisiknya pelan, seolah berbicara pada gadis itu meskipun ia tahu Talia tidak akan mendengarnya.

Tiba-tiba, Talia bergerak gelisah. Damian langsung menarik tangannya, takut gadis itu terbangun dan memergokinya dalam posisi yang mencurigakan.

Namun, alih-alih membuka mata, Talia hanya menggeliat sedikit dan menggumam dalam tidurnya.

"... dasar dokter monster... Kak Jason iblis! Kak Zaka sekutu monster! Mereka tega menyakiti malaikat secantik aku!"

Damian terdiam, lalu tertawa pelan. Bahkan dalam mimpi gadis ini tetap lucu. Ia menggelengkan kepala, kemudian bangkit berdiri. Sudah waktunya ia pergi sebelum seseorang memergokinya.

Namun, saat ia hendak berbalik, sebuah suara lirih menghentikan langkahnya.

"Aku belum tahu namanya. Laki-laki yang aku selamatkan itu ... Dia pergi sebelum kenalan sama aku. Nyebelin!"

Damian membeku. Ia menoleh cepat ke arah Talia. Gadis itu masih tertidur, namun bibirnya bergerak terus. Kalimatnya sangat jelas. Damian baru melihat ada orang yang mengigau panjang dan jelas begini. Pria itu tertawa kecil lalu kembali duduk menatap Talia.

"Oh, jadi kau ingin kenalan denganku?" ia berbicara meski tahu gadis itu tidak akan merespon.

"Namaku Damian." katanya kemudian, mendekatkan wajahnya ke telinga Talia.

"Akan kubilang lagi saat kau sadar." gumam Damian lagi.

"Dan ..." Pria itu melanjutkan.

"Tadi kau melihat ke arah perutku terus. Kau pasti ingin tahu lukaku sudah sembuh atau belum kan? Tenang saja, aku sudah sembuh. Sekarang kau yang harus cepat sembuh." habis mengatakan itu Damian tiba-tiba sadar, ia berbicara lebih banyak dari biasanya.

Damian mengusap wajahnya, seolah tak percaya dirinya bisa berbicara sebanyak itu. Biasanya, ia bukan tipe pria yang suka berbasa-basi, apalagi dengan seseorang yang sedang tidur.

"Jangan mengoceh lagi. Aku pergi dulu." Damian mengusap lembut pipi Talia kemudian pamit. Kali ini ia benar-benar pergi. Dia takut kalau terlalu lama ada yang datang dan memergokinya.

Saat pria itu sudah ke luar kamar, Damian bersandar pada dinding lorong rumah sakit. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan pikirannya. Tak jauh dari sana, seorang dokter dan seorang perawat berjalan melewatinya sambil berdiskusi, namun Damian tidak terlalu memerhatikan. Pikirannya masih tertuju pada gadis yang baru saja ia tinggalkan. Berharap gadis itu segera sembuh dari demamnya.

Malamnya, Talia bangun dengan kepala masih sedikit berat. Ia melirik sekeliling kamar rumah sakitnya dan menghela napas. Masih di sini, di rumah sakit. Tapi infusnya sudah di lepas jadi dia bisa bernafas lega sekarang. Demamnya pun sudah turun.

"Gue pikir lo bakal tidur tiga hari gak bangun-bangun."

Suara itu membuat Talia menatap lurus ke depan. Lintang dan Casen, kedua sahabat dekatnya sedang duduk di sofa dalam ruangan itu.

"Lo berdua kapan datangnya?"

"Tiga jam lalu, waktu lo lagi asyik-asyiknya ngigau pengen bang Jason dan bang Zaka turun jabatan jadi kurir paket." Lintang menjawab lalu tertawa. Casen ikut tertawa kecil.

Talia langsung menegakkan menatap Casen dan Bintang bergantian.

"Gue beneran ngomong gitu?"

Casen mengangguk sambil menahan tawa.

"Lo bukan cuma ngomong gitu. Lo juga sempat bilang mau demo di depan rumah sakit kalau mereka masih menyiksa pasien-pasien nggak berdosa."

Lintang menambahkan dengan dramatis,

"Dan jangan lupa, lo juga menyebut diri lo sebagai malaikat yang harus diperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang."

Talia mengerang sambil menutupi wajah dengan bantal.

"Aduh! Malu banget!"

Casen dan Lintang tertawa melihat reaksi Talia.

"Masih ada malu lo? Biasanya juga nggak tahu malu." kata Lintang.

"Oh iya, lusa kalo lo udah sembuh,  mau ikut kita nggak?" Lintang mengubah topik.

"Kemana?"

"Jepang."

"Hah?! Ngapain ke sana? Mau liburan?"

"Gue di utus sama club buat ikut lomba." Mata Talia melebar. Sakit di kepalanya sudah hilang. Demamnya pun sudah turun.

"Lombah balap? Ikut! Gue ikut. Tapi bayarin tiket gue ya. Lintang lu pergi Casen pulang. Duit jajan biar gue minta sama kak Jason. Kan gue pengangguran. Heheh."

Lintang tercengang lalu menghela napas panjang.

"Lo emang nggak bakal nolak kalau ada kesempatan buat jalan-jalan gratis."

Talia tersenyum lebar.

"Ya iyalah! Kapan lagi ke Jepang gratis? Siapa tahu gue bisa ketemu cowok Jepang yang tajir terus nikah di sana, tinggal di mansion, terus ..."

"Bisa diem nggak?" potong Lintang, mendelik ke arahnya.

"Gue ngajak lo biar sekalian refreshing, bukan buat cari suami."

Talia hanya tertawa, merasa lebih bersemangat dari sebelumnya.

"Ya kan kalo tiba-tiba ketemu. Jodoh gak ada yang tahu."

Lintang menggeleng. Sedang Casen tersenyum kecil. Pandangannya fokus ke ponsel miliknya. Akhir-akhir ini dia sangat sibuk dengan latihan jadi kapan saja dia harus standby, jangan sampai ada panggilan nanti.

1
Ari Nuryanti
baru jg mau sembuh..harus dirusak lg..kasihannnnn
Wahyu Nengsih
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
⭐️asteri
Miriam akan jadi penghuni pulau buangan pastinya
Cristella Tella
jngan ksih ampun damian
wahyu widayati
rasain pembalasan dari damian kau miriam....selamat menikmati penderitaanmu yg tak berkesudahan itu....hahahaha
jeakawa loving❤️
tuh kaya nya yang minta wajah miriam di robek d kabulkan deh🤣🤣
🍒WINA🍒
Mampooos kau miriam ditangan daddy damian, kamu berani menyakiti keponakan kesayangan daddy damian...

Terima pembalasan dari daddy damaian atas semua kejahatan kamu lakukan ke amara..

hanya karena iri dan cemburu amara terlahir dari keluarga kaya, miriam tega sekali menculik amara dan ingin melenyapkan amara...

niat jahat gagal total ketahuan sama daddy damian🤣🤭daddy damian tidak bisa dibohongi karena insting mafia sangat kuat dan tajam. bisa tahu itu bukan ponakannya....
Helen@Ellen@Len'z: 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
Herman Lim
hancur wajah y Damian buang di di pulau yg ga bs keluar
Ita rahmawati
bikin wajahnya hancur damian
Ita rahmawati
mati kau miriam
Ita rahmawati
kok ikut sedih ya 🥺
Lilik Juhariah
kamu itu salah cari musuh meriam
🍒WINA🍒
Daddy damian yg paling tenang tapi jiwa iblis telah bangkit, keponakan kesayangannya terluka parah tidak berdaya...daddy damian akan membalas setiap luka amara, rasakan karmanya miriam atas perbuatan jahat kamu sama amara...

miriam kamu telah membuat ponakan kesayangan daddy damian, menjadi trauma dan syok luka-luka....
Ririn Danayanti
ini yg namanya tdak kaya tapi sombong,harusnya bersyukur Amara yg dari keluarga kaya raya baik sama dia dan mau menjadi sahabatnya
Maa Yanti Maa Yanti
rasaain loo meiam yg suka iri g prnah bersukur sekrang loo ancuurrrrr 😏😏😏 sikaaattt. abiizz bang Damian abang Erlan💪💪💪😍😍
Sh
duh Daddy marah,miriam mau diapain ya.... udah capek capek operasi, jual tubuh, kalah dengan cepat.. lagian bukannya jalankan hidup, malah macam macam ama keluarga Damian dan Arsen
Macrina Catharina
Ukir bentuk kotak2 wajah Miriam
🍒WINA🍒
Ditunggu aja pembalasan dari daddy damian miriam, telah membuat keponakan kesayangan daddy damian memderita.

daddy damian paling tenang tapi jiwa iblisnya telah bangun, setiap luka amara akan dibalas sangat kejam tanpa ampun...

semuanya merasa syok dan sedih kondisi amara sangat memprihatinkan, erlan menyalahkan dirinya sendiri terlambat menolong amara...
Esti Wulan
Miriam blm merasakan siksaan daddy Damian
Gian Hazza
waduhhhhh meriam bentar LG ancur wajahnya y Thor....semangat sehat selalu ayo lanjutin ceritanya Thor,,,,jgn pakai lama y Thor 👍👍👍👍
LANY SUSANA: setuju lanjut...
habis km. kali ini Miriam sama Daddy Damian 🤣🤣🤣🤣
mampoessss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!