Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Hari ini Bayu merasakan bagai mana rasa nya menjadi seorang OB, dia yang selama ini selalu bersikap semena - mena pada seorang OB. Sekarang dia merasakan nya sendiri di perintah membersih kan ruangan dan juga membuat kan minuman untuk semua karyawan.
Ketika waktu istirahat dan makan siang sudah tiba, Bayu bergegas melangkah kan kaki nya ke kantin kantor. Jika selama ini setiap kali jam istirahat dia selalu mengajak Miranda makan siang di sebuah restoran mewah, tapi sekarang dia harus menerima kenyataan makan dengan menu sederhana bersama staf kantor yang selama ini selalu dia rendah kan.
Di dalam kantin pun pemandangan tak jauh berbeda, semua orang menatap nya dengan pandangan sinis dan penuh ejekan. Jika selama ini semua orang begitu menghormati nya, sekarang sebaliknya. Mereka semua menganggap Bayu tak lebih dari seseorang yang menjijikkan.
"Lihat lah orang sombong itu, sekarang dia kena batu nya. Aku suka sekali dengan tindakan bu Vira, orang seperti itu harus segera di musnah kan!" Ujar pak Fahmi yang menjabat sebagai manajer.
Pak Fahmi memang mempunyai dendam pribadi pada Bayu, karena selama ini Bayu selalu memperlakukan pak Fahmi dengan semena - mena. Pak Fahmi pernah memergoki Bayu dan Miranda ketika mereka sedang melakukan perbuatan terlarang di ruangan nya. Bayu pernah mengancam pak Fahmi, bahwa dia akan memecat nya jika dia berani membocorkan hubungan nya dengan Miranda.
"Kalau aku jadi bu Vira, sudah lama aku buang benalu seperti mereka. Tapi syukur lah, Bu Vira sekarang sudah tahu kebusukan mereka!" Salah satu karyawan yang lain berkata sambil tertawa.
"Sudah untung punya istri spek bidadari, malah nyari batu kali!" Ledek yang lain nya.
"Mana murahan lagi, bisa - bisa nya bercocok tanam di kantor. Sewa hotel berbintang kek, biar lebih puas!" Ejek pak Fahmi lagi.
Mereka di sana tertawa terbahak - bahak menertawakan Bayu, Bayu mengepal kan tangan nya dan dia bergegas berjalan mendekati meja mereka.
Brakkk.
Bayu menggebrak meja dengan keras sehingga minuman dan makanan yang ada di atas meja tumpah berserakan di atas meja.
"Berani nya kalian menghina ku, kalian lupa aku ini siapa?" Bentak Bayu dengan keras.
"Kamu adalah seorang OB di sini, jadi jangan sok. Kamu bukan lagi seorang direktur!" Ejek pak Fahmi sambil tersenyum.
Seketika Bayu semakin meradang, dia menarik kerah baju pak Fahmi dengan kasar. Tangan nya terayun dan siap mengirim kan bogem nya pada pak Fahmi, tapi sebelum kepalan tangan nya mendarat di wajah pah Fahmi dengan gerakan cepat pak Fahmi menangkap tangan Bayu. Lalu dengan sekali gerakan pak Fahmi memelintir tangan Bayu ke belakang, sehingga Bayu meringis kesakitan.
"Jangan berani - berani nya kamu sama saya, saya bisa mematahkan tangan mu jika saya mau!" Dengan sekali gerakan, pak Fahmi mendorong tubuh Bayu hingga dia tersungkur ke lantai.
Semua orang di sana tersenyum mengejek Bayu, tidak terima di perlakukan seperti ini. Baru mengambil gelas minuman yang ada di atas salah satu meja, lalu menyiram semua isi nya tepat di baju pak Fahmi.
"Rasakan ini!" Bayu tertawa melihat pakaian pak Fahmi sudah kotor terkena minuman yang di siram oleh Bayu.
Pak Fahmi sangat kesal, dia meraih semangkuk soto yang sudah di pesan oleh Bayu dan menyiram nya tepat di baju Bayu. Kuah soto yang masih hangat terasa perih di kulit Bayu.
"Kurang ajar kau!" Teriak Bayu keras.
"Dengar Bayu, jika selama ini kau selalu berbuat sesuka hati mu, maka sekarang lihat lah diri mu. Kau bukan lagi siapa - siapa di sini!" Tunjuk Pak Fahmi tepat pada wajah Bayu.
Semua orang di sana menertawakan Bayu, sehingga Bayu yang niat awal nya ingin makan kini mengurung kan niat nya. Dia berjalan meninggal kan kantin dengan perasaan kesal, dia kembali ke pantri.
Bayu tidak bisa menahan kekesalan nya, dia bergegas menuju ke ruangan nya Vira. Bayu langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu apalagi mengucap kan salam.
"Vira, lihat lah apa yang sudah kau lakukan pada ku!" Bayu berkata sambil memperlihat kan baju nya yang sudah kotor terkena tumpahan kuah soto.
Vira menghentikan sejenak aktifitas nya, dan dia melihat Bayu dengan tatapan acuh.
"Salah mu sendiri, jika kau tidak berbuat ulah maka orang lain tidak akan melakukan nya pada mu!" Vira menanggapi Bayu dengan santai.
"Ini semua gara - gara kamu Vira, jika saja kamu tidak menurun kan jabatan ku menjadi OB semua ini tidak akan mungkin terjadi. Tidak akan ada yang berani melakukan hal ini pada ku!" Bayu menyalahkan Vira atas semua kejadian yang dia alami.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Membiarkan mu mengambil semua milik orang tua ku untuk kau berikan pada gundik mu itu?" Tanya Vira dengan tatapan tajam.
"Vira, aku ini suami mu dan aku berhak atas apa yang menjadi milik mu!" Bayu membela diri nya di hadapan Vira.
"Aku tidak rela dan tidak ikhlas kau memberikan hak ku dan anak - anak pada jalang mu itu!" Ujar Vira pada Bayu.
Bayu terdiam dan kini dia tidak bisa membela diri lagi, tiba- tiba dia teringat bahwa bulan ini dia belum memberikan uang bulanan pada ibu nya. Semua uang nya sudah habis untuk biaya pernikahan nya dengan Miranda beberapa hari yang lalu.
"Vira, bulan ini aku belum memberikan uang pada ibu. Jadi bulan ini kamu kirim kan uang pada ibu!" Bayu berkata pada Vira.
"Ibu mu bukan lah tanggung jawab ku, silah kan kau minta uang nya pada istri muda mu. Sekarang kau punya istri yang lain selain aku, jadi minta saja pada jalang mu itu!" Jawab Vira dengan ketus.
"Vira, apa kau lupa bahwa sekarang ini kau sudah memecat Miranda. Jadi dari mana dia bisa mendapat kan uang!" Bayu berkata lagi.
"Itu bukan urusan ku, aku tidak mau nafkah untuk anak - anak berkurang karena kehadiran gundik mu itu!" Tegas Vira sekali lagi.
"Tapi Vira, bagai mana aku bisa mendapat kan uang jika kau memecat ku? Jadi sekarang kembalikan jabatan ku seperti semula, maka aku akan memberikan nafkah untuk anak - anak!" Bayu tersenyum sinis pada Vira.
"Jangan mimpi mas, itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak akan membiarkan mu menguasai milik orang tua ku!" Vira tetap pada keputusan nya.
"Jangan salah kan aku jika aku tidak memberikan nafkah pada anak - anak, silah kan kau cari nafkah sendiri!" Ejek Bayu sambil tersenyum.
"Apakah kau pantas di sebut sebagai seorang ayah dan seorang laki - laki, kau tidak punya harga diri sama sekali sebagai laki - laki!" Balas Vira dengan senyum sinis nya.
Seketika wajah Bayu merah padam menahan amarah, Vira benar - benar sudah menjatuhkan harga diri nya.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅