NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Runtuhnya Serigala Besi

Surga Pertama - Aula Utama Puncak Darah.

Hening. Kaca es di bawah kaki mereka memantulkan cahaya lava merah, menciptakan ilusi seolah seluruh ruangan telah tergenang darah.

Ratusan elit Aliansi Asal Leluhur mematung. Tatapan mereka terpaku pada sosok pemuda berambut putih yang berdiri santai di ambang lorong timur. Aura Dewa Fana Tahap Menengah yang memancar dari tubuh Shen Yu tidak lagi teredam; aura itu meledak-ledak, membawa tekanan Dao Ketiadaan yang membuat udara di aula itu terasa setajam silet.

Di atas singgasana logam bintangnya, mata Jenderal Serigala Besi menyipit hingga menyerupai celah pedang. Urat-urat di pelipisnya menonjol.

"Aura yang menelan segala hukum alam... Sabit hitam legam..." Jenderal Serigala Besi bangkit berdiri, suaranya menggeram rendah, memecah keheningan yang mencekik. "Kau adalah anomali dari Sektor Timur. Tikus fana yang berani membunuh utusanku!"

Shen Yu memutar lehernya pelan hingga terdengar bunyi retakan tulang yang tajam. Dia mengangkat Sabit Penebas Langit dan menyandarkannya di bahu.

"Aku datang ke sini untuk melihat dewa-dewa yang menjadikan duniaku sebagai Ladang Pil," kata Shen Yu, suaranya tidak keras, namun bergema di setiap sudut aula yang terkunci itu. "Tapi yang kulihat hanyalah sekumpulan babi berzirah yang mabuk oleh anggur rendahan."

Wajah Jenderal Serigala Besi memerah karena murka yang meluap. Di Tiga Puluh Tiga Surga, tidak ada kultivator yang baru naik berani mengucapkan kata-kata searogan itu di wilayah kekuasaannya.

"Cincang dia! Cincang dagingnya menjadi seribu bagian dan lemparkan jiwanya ke tungku lava!" raung sang Jenderal, menunjuk lurus ke arah Shen Yu.

Mendengar perintah itu, ratusan elit Aliansi tersadar dari keterkejutan mereka. Kesombongan yang telah mendarah daging selama ratusan tahun kembali menguasai mereka. Dua ratus elit Dewa Fana Tahap Awal dan lima puluh elit Tahap Menengah menghunus senjata mereka serentak.

Cahaya pedang, tombak, dan pusaka pembunuh menerangi aula. Berbagai macam Dao elemen angin pembeku, api kosmik, hingga petir purba dilepaskan secara bersamaan, membentuk badai energi yang cukup untuk meluluhlantakkan sebuah benua di alam bawah.

"Mati kau, Serangga!" teriak belasan komandan yang memimpin di barisan depan.

Melihat badai kematian yang melesat ke arahnya, Shen Yu tidak mundur satu inci pun. Matanya yang hitam legam memancarkan kekosongan yang absolut. Terobosan barunya telah membuka belenggu hukum Alam Atas dari tubuhnya. Ia tidak lagi bertarung seperti manusia lumpuh.

Ia mengayunkan sabitnya ke bawah, lalu melepaskannya.

"Seni Kaisar Malam: Gerhana Pemutus Samsara."

Sabit hitam itu memutar, menciptakan cincin kehampaan raksasa yang meluas dengan kecepatan yang tak bisa ditangkap mata.

Saat badai elemen dari ratusan elit itu menghantam cincin kehampaan, tidak ada ledakan yang terjadi. Tidak ada benturan. Seluruh pedang Qi, petir, dan api kosmik itu tersedot dan menguap begitu saja, ditelan oleh Dao Ketiadaan seolah-olah mereka tidak pernah eksis.

"A-Apa?!" Seorang komandan Tahap Menengah membelalak ngeri saat serangan pamungkasnya menghilang menjadi angin kosong.

Sebelum mereka bisa menarik napas, Shen Yu telah menghilang dari tempatnya.

SRAAAAASH!

Ia muncul tepat di tengah kerumunan elit tersebut. Sabit hitamnya telah kembali ke tangannya. Tanpa menggunakan teknik yang rumit, Shen Yu hanya melakukan satu putaran tebasan horizontal yang sederhana, namun dipenuhi dengan pemahaman Ketiadaan yang mutlak.

Lebih dari tiga puluh kepala terlepas dari lehernya dalam satu detik. Zirah pusaka, perisai es, pelindung tubuh semuanya terpotong sehalus sutra. Darah panas menyembur ke udara, menghujani elit lain yang berdiri di belakang mereka.

"Dia iblis! Jangan maju sendirian, gunakan Formasi Pengunci Ruang!" teriak komandan lainnya dengan panik.

"Ruang?" Shen Yu terkekeh dingin. "Di hadapanku, ruang tidak memiliki makna."

Shen Yu menginjak lantai kaca es. Jaring-jaring hitam merambat dari kakinya, membekukan bayangan setiap musuh di sekitarnya.

"Domain Ketiadaan: Malam Tanpa Bintang."

Seketika, seluruh aula perjamuan menjadi gelap gulita. Obor-obor lava padam. Cahaya pusaka meredup. Para elit Aliansi tiba-tiba menyadari bahwa mereka tidak bisa merasakan Qi teman di sebelah mereka, bahkan tidak bisa mendengar suara napas mereka sendiri. Mereka buta dan tuli secara absolut.

Di dalam kegelapan itu, Shen Yu memulai tarian pembantaiannya.

Jeritan keputusasaan mulai terdengar, satu demi satu. Suara daging yang dikoyak, tulang yang dipatahkan, dan darah yang mengucur menjadi satu-satunya melodi di dalam aula. Jenderal Serigala Besi yang duduk di ujung aula mencoba menembus kegelapan itu dengan Dao logamnya, namun Ketiadaan menolak segalanya.

Hanya butuh tiga puluh tarikan napas.

Saat Shen Yu menjentikkan jarinya dan menarik kembali Domain Ketiadaan-nya, cahaya lava kembali menerangi aula.

Pemandangan yang tersisa adalah neraka yang nyata.

Dari dua ratus lima puluh elit kebanggaan Aliansi Asal Leluhur, tidak ada satu pun yang masih berdiri. Potongan tubuh bergelimpangan di atas meja-meja gading yang hancur. Genangan darah menggenang di lantai kaca es, menetes perlahan ke dalam lava di bawahnya dan menimbulkan bau hangus yang mencekik.

Di tengah lautan darah itu, Shen Yu berdiri tanpa noda sedikit pun di kulitnya.

Ia mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah Jenderal Serigala Besi yang kini berdiri mematung di depan singgasananya. Wajah sang Jenderal pucat pasi. Sisa sepuluh komandan Tahap Akhir yang menjaga singgasana itu gemetar hebat hingga lutut mereka beradu.

"Tinggal kalian," kata Shen Yu santai, melangkah maju melintasi mayat-mayat tersebut. "Apakah kalian akan turun, atau aku yang harus menarik kalian dari singgasana anjing itu?"

"K-KAU MONSTER!" raung salah satu komandan Tahap Akhir, tak kuasa menahan tekanan mental yang menghancurkan kewarasannya. Ia menerjang maju dengan tombak berapi.

Namun, sebelum komandan itu mencapai setengah jalan, sebuah cakar logam hitam raksasa menembus dadanya dari belakang.

Komandan itu memuntahkan darah, menoleh ke belakang dengan tak percaya. "J-Jenderal... mengapa...?"

Jenderal Serigala Besi merobek tubuh komandannya sendiri menjadi dua, lalu membuangnya ke samping. Mata sang Jenderal kini tidak lagi berwarna putih, melainkan merah darah sepenuhnya. Otot-ototnya membengkak hingga merobek kulit manusiawinya, sementara zirah logam hitam yang menempel di tubuhnya mulai melebur dan menyatu dengan dagingnya.

"Mundur, kalian semua yang tersisa!" geram Jenderal Serigala Besi, suaranya kini berubah menjadi raungan binatang buas yang meremukkan gendang telinga. "Hukum Dao-nya menekan segala teknik. Aku yang akan mencabik-cabik dagingnya dengan tanganku sendiri!"

Dalam hitungan detik, tubuh sang Jenderal bertransformasi. Ia tidak lagi berbentuk manusia raksasa, melainkan sosok Serigala Besi Kosmik setinggi lima belas kaki. Seluruh bulunya terbuat dari jarum baja yang memancarkan kilat merah, dan cakar logamnya mampu merobek ruang hampa Alam Atas.

Ini adalah Wujud Asli dari Jenderal Serigala Besi wujud puncak dari Dewa Fana Tahap Puncak.

"RAAAARGH!"

Monster baja itu menerjang dengan kecepatan yang menabrak batasan suara. Cakar raksasanya menghantam tempat Shen Yu berdiri.

BLAAAAAR!

Lantai kaca es yang dirancang untuk menahan gempa hancur berkeping-keping. Puing-puing berhamburan ke segala arah.

Shen Yu melompat ke belakang, namun serangan itu terlalu cepat dan jangkauannya terlalu lebar. Cakar baja itu berhasil menggores dada Shen Yu, meninggalkan tiga garis luka dangkal yang mengeluarkan darah segar.

Tekanan fisiknya luar biasa. Hukum Logam Purba yang dipadatkan dengan sempurna, batin Shen Yu, matanya memicing tajam.

Serigala Besi tidak memberi ampun. Ia melesat lagi, kali ini rahang bajanya terbuka lebar, memancarkan meriam Dao Logam berbentuk pilar cahaya merah yang mengarah tepat ke kepala Shen Yu.

"Menelan!"

Shen Yu memutar sabitnya, menciptakan pusaran Ketiadaan untuk menyerap tembakan tersebut. Namun, kepadatan serangan Jenderal Serigala Besi sangat masif. Pusaran Ketiadaan Shen Yu bergetar hebat sebelum akhirnya hancur, dan sisa pilar cahaya itu menghantam tubuhnya, melempar Shen Yu hingga menabrak dinding inti bintang di ujung aula.

Dinding itu retak. Shen Yu jatuh berlutut, memuntahkan seteguk darah.

"HAHAHAHA!" Serigala Besi itu tertawa dengan suara logam yang berderit. "Berapa banyak yang bisa ditelan oleh kekosonganmu, Bocah?! Di hadapan Kekuatan Absolut, hukum sihirmu hanyalah tipuan rendahan!"

Monster itu melangkah mendekat perlahan, menggetarkan seluruh aula di setiap pijakannya. Ia mengangkat cakar kanannya, bersiap menghancurkan kepala Shen Yu menjadi bubur darah.

Shen Yu menyeka darah dari sudut bibirnya. Ia mendongak, menatap bayangan raksasa monster itu. Alih-alih merasa takut, sang Kaisar Malam justru menyeringai lebar. Senyum yang penuh dengan kegilaan dan arogansi absolut.

"Kekuatan absolut, katamu?" bisik Shen Yu, perlahan bangkit berdiri.

Sabit Penebas Langit di tangannya tiba-tiba melebur, berubah kembali menjadi cairan hitam yang menyerap ke dalam lengan kanannya. Seluruh lengan kanan Shen Yu berubah menjadi sehitam lubang cacing kosmik.

"Kau membanggakan zirah logammu yang tak tertembus. Kau berpikir benda itu adalah pertahanan absolutmu." Shen Yu mengepalkan tangan kanannya. Udara di sekitarnya seketika membeku, ditarik oleh gravitasi kehampaan yang mematikan.

"Kalau begitu, mari kita lihat apa yang terjadi saat konsep 'logam' dan 'keras' dihapus dari keberadaanmu."

Serigala Besi itu mengaum, mengayunkan cakarnya ke bawah dengan kekuatan yang mampu meremukkan gunung bintang.

Shen Yu tidak menghindar. Ia menyambut serangan itu dengan tinju kanannya secara frontal.

BOOOOOOOOOOOOOOM!

Benturan antara cakar logam raksasa dan kepalan tinju fana itu menghasilkan gelombang kejut yang menghancurkan seluruh dinding di sayap kanan aula.

Waktu seakan berhenti.

Mata merah Serigala Besi itu tiba-tiba membelalak lebar. Rasa percaya dirinya hancur dalam hitungan sepersekian detik.

Cakar logam kosmiknya... cakar yang telah ditempa selama lima ratus tahun di kolam petir purba... tidak menghancurkan tinju Shen Yu. Sebaliknya, saat bersentuhan dengan kepalan tangan hitam Shen Yu, cakar bajanya memudar.

Bukan hancur. Bukan meleleh. Ditiadakan.

"M-Mustahil..." geram sang Jenderal, melihat lengannya sendiri perlahan berubah menjadi debu abu-abu yang menghilang ditiup udara.

"Di dalam Ketiadaan, semua yang memiliki wujud akan kembali pada kehampaan," bisik Shen Yu, matanya memancarkan kematian mutlak.

Sebelum Jenderal Serigala Besi bisa menarik lengannya yang tersisa, Shen Yu melesat maju. Kecepatannya melampaui kilat.

Tangan kanan Shen Yu yang hitam legam menembus pelindung dada logam tebal milik Serigala Besi itu semudah menembus tirai air. Ia merogoh lurus ke dalam rongga dada sang monster, mencari Inti Binatang tempat Dantian dan jiwanya bersemayam.

"Berakhir," kata Shen Yu dingin.

Shen Yu meremas jari-jarinya.

CRAT!

Inti Binatang logam itu remuk menjadi kepingan tak berarti di dalam genggaman Shen Yu.

Tubuh raksasa Jenderal Serigala Besi seketika menegang kaku. Cahaya merah di matanya padam secara instan. Tanpa erangan terakhir, monster perkasa yang menjadi teror bagi puluhan dunia fana itu ambruk ke lantai, memicu gempa kecil saat tubuh logamnya menghantam es yang retak.

Shen Yu menarik tangannya, membiarkan lengannya kembali ke warna kulit aslinya. Ia berdiri di atas bangkai sang Jenderal, dadanya naik turun dengan napas yang sedikit memburu.

Pertarungan frontal ini telah menguras sebagian besar Qi barunya, namun tujuannya telah tercapai. Jenderal tertinggi Aliansi di Surga Pertama telah tewas di tangannya.

Shen Yu menoleh ke arah sepuluh komandan Tahap Akhir yang sedari tadi bersembunyi di sudut aula. Wajah mereka sepucat mayat. Beberapa dari mereka bahkan mengompol di dalam zirah mereka.

"Buka pintu aula ini," perintah Shen Yu dengan tenang, seolah ia baru saja memotong rumput, bukan membantai setengah dari kekuatan militer Aliansi. "Atau kalian ingin bergabung dengan jenderal kalian?"

Para komandan itu berteriak histeris, berebut mematalkan formasi pengunci ruangan dan merobek pintu ganda tersebut terbuka. Mereka berlari kabur keluar istana, meninggalkan kewarasan mereka di belakang.

Shen Yu tidak repot-repot mengejar pion yang telah patah semangat itu. Ia berjalan menuju singgasana Jenderal, menjatuhkan tubuhnya di kursi kekuasaan tersebut.

Ia menatap ke arah pintu bawah tanah di seberang aula.

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!